This entry is part 46 of 57 in the series Hisnul Muslim

Diterbitkan pertama kali pada: 26-Okt-2024 @ 07:29

4 menit membaca

*MAKNA DOA DAN DZIKIR – 56*
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
22 Rabi’ul Akhir 1446H/26 Oktober 2024
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

🗞️Kitab – Hisnul Muslim oleh Syaikh Said bin Ali Al Qahthani.

➡️ *101. Do’a orang mukim kepada musafir*

أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ، وَأَمَانَتَكَ، وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ

Astaudi’ullaaha diinaka wa amaanataka wa khawaatima ‘amalika.

“Aku menitipkan agama, amanah dan penutup amalmu.” HR Tirmidzi.

Makna خَوَاتِيمَ adalah penutup amalan.

Orang yang safar itu rentan agamanya.
Rusak dunianya (harta, fisik) Insya Allah masih bisa diperbaiki.

Amanah = keluarga, harta

➡️ Doa Versi 2

زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى، وَغَفَرَذَنْبَكَ، وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ

Zawwadakallaahut taqwaa wa ghafara dzanbaka wa yassara lakal khaira haitsu maa kunta.

“Semoga Allah memberi bekal takwa kepadamu, mengampuni dosamu dan memudahkan kebaikan kepadamu di mana saja engkau berada.” HR Tirmidzi.

Bekal utama adalah takwa.
Orang Safar juga rentan berdosa.

Doa ini diriwayatkan Dari Anas bin Malik, saat seorang sahabat akan safar tapi pamit kepada Rasulullah ﷺ dan Rasulullah ﷺ ajarkan doa ini.

♦️FAIDAH
1. Orang yang Safar dianjurkan untuk informasikan Safar ke pembesar kaum, orang sholeh untuk minta nasihat, doa.

2. Perjalanan kita sebaiknya menjaga bekal akhirat kita dengan menjaga ketakwaan kita.

➡️ *102. Takbir dan tasbih dalam perjalanan*

قَالَ جَابِرٌ رضي الله عنه: كُنَّا إِذَا صَعَدْنَا كَبَّرْنَا، وَإِذَا نَزَلْنَا سَبَّحْنَا.

Dari Jabir radhiyallahu anhu, dia berkata: “Kami apabila berjalan menanjak, membaca takbir (Allaahu ‘Akbar), dan apabila kami turun, membaca tasbih (Subhaanallaah).” HR Bukhari.

♦️ FAIDAH

1. Keutamaan seorang mukmin itu dzikir di setiap tempat dan waktu.

Kalau ada tempat (waktu) yang tidak ada contoh dzikir dari Rasulullah ﷺ maka dzikir yang mutlak.

2. Sunnah dzikir ini tidak angkat suara, tapi cukup kita sendiri yang dengar.

Rasulullah ﷺ bersabda,

أيها الناس، أربعوا على أنفسكم فإنكم لا تدعون أصم ولا غائباً، فإنكم
تدعون سميعاً قريباً، وهو معكم، إن الذي تدعونه أقرب إلى أحدكم من عنق راحلته. والله سبحانه وتعالى قريب مجيب

“Wahai manusia, rendahkan diri kalian. Karena sesungguhnya kamu semua tidak berdoa kepada yang tuli dan tidak juga yang ghaib. Akan tetapi, kalian berdoa kepada yang Maha Mendengar dan Maha Melihat. Dan Dia bersama kalian. Sesungguhya yang kalian semua tuju dalam berdoa itu lebih dekat dari salah satu di antara kamu dari punuk kendaraannya. Maha suci Allah dan Maha Tinggi, dekat dan mengabulkan doa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

✅ Hikmah

1. saat naik bertakbir : umum nya orang yang menanjak itu akan timbul sifat ujub.

2. Saat turun – umumnya ketika turun akan semakin mengecil. Dan butuh pertolongan dan bacaan tasbih adalah salah satu cara mendapatkan pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ingatlah ketika Nabi Yunus bertasbih dan dapat pertolongan Allah.

وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ

“(Ingatlah pula) Zun Nun (Yunus) ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya. Maka, dia berdoa dalam kegelapan yang berlapis-lapis, ‘Tidak ada tuhan yang berhak disembah, selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.’” (QS. Al-Anbiya: 87)

➡️ *103. Do’a musafir ketika menjelang Subuh*

سَمَّعَ سَامِعٌ بِحَمْدِ اللَّهِ، وَحُسْنِ بَلاَئِهِ عَلَيْنَا. رَبَّنَا صَاحِبْنَا، وَأَفْضِلْ عَلَيْنَا عَائِذًا بِاللَّهِ مِنَ النَّارِ

Samma-‘a saami-‘un bihamdillahi, wa husni balaaihi ‘alainaa. Robbanaa shaahibnaa, wa afdlil ‘alainaa ‘a-idzan billahi minannaar

“Semoga ada yang memperdengarkan puji kami kepada Allah (atas nikmat) dan cobaan-Nya yang baik bagi kami. Wahai Tuhan kami, temanilah kami (peliharalah kami) dan berilah karunia kepada kami dengan berlindung kepada Allah dari api Neraka.” HR Muslim.

Doa ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah.
 
Orang yang safar dan berdzikir itu adalah karunia dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

♦️ FAIDAH

1. Keterangan yang sangat luar biasa, yaitu ketergantungan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ini adalah hal yang sangat jarang dimiliki oleh manusia.

2. Nikmat Allah terlalu banyak yang diberikan kepada kita. Sebagai bentuk rasa syukur maka kita harus berdzikir.

3. Makna kebersamaan Allah pada doa ini.
Ulama – bila orang tersebut sholeh (taat dst) maka maknanya ada penjagaan dan perlindungan serta taufik dari Allah.

Kalau orang sebagai makhluk umum maka maknanya Allah Maha Tahu dan Selalu Mengawasi.

➡️ *104. Do’a apabila mendiami/singgah suatu tempat, baik dalam bepergian atau tidak
(Dalam Bepergian ataupun tidak)*

 

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

A’uudzubikalimaatillahit taammaati min syarri maa khalaq

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan makhluk-Nya.” HR Muslim.

Diriwayatkan dari Sahabahiyyah Khaulah binti Hakim Nabi ﷺ  bersabda,

مَنْ نَزَلَ مَنْزِلاً ثُمَّ قَالَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. لَمْ يَضُرُّهُ شَىْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ

Barangsiapa yang singgah di suatu tempat lantas ia mengucapkan,

[a’udzu bi kalimaatillahit taammaati min syarri maa kholaq]

(Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakanNya)”, maka tidak ada sama sekali yang dapat memudhorotkannya (membahayakan) sampai ia berpindah dari tempat tersebut. (HR. Muslim).

♦️FAIDAH

1. Disyariatkan untuk dzikir ini saat singgah di suatu tempat, misalnya rest area.

2. Dzikir ini sebagai bantahan pada kebiasaan orang-orang jahiliah dulu yang sering minta perlindungan kepada penunggu tempat tertentu.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman x

وَأَنَّهُۥ كَانَ رِجَالٌۭ مِّنَ ٱلْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍۢ مِّنَ ٱلْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًۭا

Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.
Qs Al Jin ayat 6.

Semoga bermanfaat.

#salaf #sunnah #takwa #Safar #jin #penunggu

##$$-aa-##$$

Hisnul Muslim

MAKNA DOA DAN DZIKIR – 55 Makna Doa dan Dzikir – 9
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?