MAKNA DOA DAN DZIKIR – 55
Diterbitkan pertama kali pada: 19-Okt-2024 @ 06:31
3 menit membaca*MAKNA DOA DAN DZIKIR – 55*
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
16 Rabi’ul Akhir 1446H/19 Oktober 2024
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
🗞️Kitab – Hisnul Muslim oleh Syaikh Said bin Ali Al Qahthani.
➡️ *98. Do’a masuk pasar*
Pasar mencakup juga mall, supermarket, toko dst.
لَا إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلهُ الْحَمْدُ، يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Laa ilaaha illallaah wahdahuu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa Huwa Hayyun laa yamuutu, biyadihil khairu wa Huwa ‘alaa kulli syai’in Qadir.
“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala pujian. Dia-lah Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan. Dia-lah Yang Hidup, tidak akan mati. Di tangan-Nya kebaikan. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.” [HR. At-Tirmidzi]
Dari ‘Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
مَنْ دَخَلَ السُّوق فَقَالَ : لا إِلَه إِلَّا اللَّه وَحْده لا شَرِيك لَهُ، لَهُ الْمُلْك وَلَهُ الْحَمْد، يُحْيِي وَيُمِيتُ، وَهُوَ حَيّ لا يَمُوت، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلّ شَيْء قَدِير، كَتَبَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ، وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ، وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ – وفي رواية: وبنى له بيتاً في الجنة –
“Barangsiapa yang masuk pasar kemudian membaca (doa masuk pasar di atas).
maka Allah akan menuliskan baginya
1. satu juta kebaikan,
2. menghapuskan darinya satu juta kesalahan,
3. dan meninggikannya satu juta derajat – dalam riwayat lain:
4. dan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga – ” HR Tirmidzi.
Seringkali lupa syetan menggoda kita untuk membaca hadits ini.
✅ FAIDAH
1. Dianjurkan untuk membaca dzikir yang berkah ini.
2. Hikmahnya – pasar tempat yang menyibukkan diri – sehingga keutamaan besar
➡️ *99. Do’a apabila kendaraan tergelincir*
بِسْمِ اللَّهِ
Bismillah.
“Dengan nama Allah.” [HR. Abu Dawud 4/296 dan Al-Albani menyatakan, hadits tersebut shahih dalam Shahih Abi Dawud 3/941]
Diriwayatkan oleh seorang sahabat Radhiyallahu Anhu,
كُنْتُ رَدِيفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَثَرَتْ دَابَّةٌ فَقُلْتُ تَعِسَ الشَّيْطَانُ فَقَالَ لَا تَقُلْ تَعِسَ الشَّيْطَانُ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَعَاظَمَ حَتَّى يَكُونَ مِثْلَ الْبَيْتِ وَيَقُولُ بِقُوَّتِي وَلَكِنْ قُلْ بِسْمِ اللَّهِ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَصَاغَرَ حَتَّى يَكُونَ مِثْلَ الذُّبَابِ
“Aku sedang dibonceng oleh Nabi ﷺ yang tiba-tiba binatang tunggangannya terpeleset. Aku mengatakan, ‘Binasalah syetan.’ Maka, beliau bersabda, ‘Jangan katakan, ‘Binasalah syetan’, karena jika engkau lakukan itu dia akan menjadi besar sehingga seperti rumah dan dia akan mengatakan, ‘Karena kekuatanku.’
Akan tetapi, katakan: بِسْمِ اللهِ ‘Dengan nama Allah’. Karena jika engkau lakukan demikian, dia akan menjadi kecil sehingga seperti lalat.”
✅ FAIDAH
1. Hadits ini menunjukkan ketawaduan Nabi ﷺ.
2. Jangan mencela syetan terkait sesuatu yang terjadi pada diri kita , ini akan mempengaruhi keyakinan akan syetan.
Syetan semakin besar.
A. Besar secara hakikat
B. Besar nya kebanggaan syetan. Seakan syetan punya andil.
➡️ *100. Do’a musafir kepada orang yang ditinggalkan*
أَسْتَوْدِعُكُمُ اللَّهَ الَّذِي لَا تَضِيعُ وَدَائِعُهُ
Astaudi’ukumullaahal ladzii laa tadhii’u wadaa’iuhu.
“Aku menitipkan kalian kepada Allah yang tidak akan hilang titipan-Nya.” [HR. Ahmad 2/403, Ibnu Majah 2/943, dan lihat Shahih Ibnu Majah 2/133]
✅ FAIDAH
1. Dianjurkan menitipkan mereka dengan doa ini.
2. Musafir wajib memperbaiki niat. Musafir juga dinasihatkan untuk menulis wasiat terutama terkait hutang. Orang sholeh yang meninggalkan dalam keadaan ada hutang yang belum dibayar tidak bisa menikmati kesholehannya.
3. Dianjurkan orang yang Safar di hari Kamis, seperti hadits Kaab bin Malik. Ini hanya anjuran saja.
4. Dianjurkan segera melakukan Safar, berdasar keumuman hadits berkah di pagi hari.
➡️ *101. Do’a orang mukim kepada musafir*
أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ، وَأَمَانَتَكَ، وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ
Astaudi’ullaaha diinaka wa amaanataka wa khawaatima ‘amalika.
“Aku menitipkan agama, amanah dan penutup amalmu.” [HR. At-Tirmidzi 2/7, At-Tirmidzi 5/499, dan lihat Shahih At-Tirmidzi 2/155]
Ibnu Umar pernah praktekkan doa ini kepada orang yang akan safar.
Safar, perlu perhatikan pada hal agama kita.
Amanah dalam doa ini adalah keluarga dan anak-anak.
Penutup amalan semoga Husnul Khatimah.
✅ FAIDAH
1. Semangat para shahabat dalam mempraktekkan sunnah dan ajarkan kepada orang lain.
2. Semangat di dalam menjaga keselamatan agama lebih penting daripada keselamatan harta.
3. Semangat melakukan ketaatan kepada Allah / ibadah lebih awal.
4. Rasulullah ﷺ sering baca dzikir ini kepada para tentara ketika ingin berperang di jalan Allah
5. Dianjurkan orang yang mukim, ambil tangan orang yang Safar dan baca doa ini. Kalau gak mungkin langsung doakan.
Semoga bermanfaat.
#salaf #sunnah #pasar #Safar
##$$-aa-##$$

