MAKNA DOA DAN DZIKIR – 19
Diterbitkan pertama kali pada: 29-Jul-2023 @ 06:18
4 menit membaca*MAKNA DOA DAN DZIKIR – 19*
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
11 Muharam 1445H/29.07.2023
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
➡️ *Kita lanjutkan dengan membaca kitab Hisnul Muslim*
🔘 DZIKIR SETELAH SHOLAT FARDHU
1️⃣
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ (3×) اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ
2️⃣
لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ
3️⃣
🔹Ada 6 cara mudah untuk dzikir berikut…
سُبْحَانَ اللَّهِ
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ
اَللَّهُ أَكْبَرُ
🔸Cara 1
سُبْحَانَ اللَّهِ (33×) اَلْحَمْدُ لِلَّهِ (33×) اَللَّهُ أَكْبَرُ (33×) لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
🔸Cara 2
سُبْحَانَ اللَّهِ (33×) اَلْحَمْدُ لِلَّهِ (33×) اَللَّهُ أَكْبَرُ (34×)
🔸Cara 3
سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ (33×)
🔸Cara 4
سُبْحَانَ اللَّهِ (10×) اَلْحَمْدُ لِلَّهِ (10×) اَللَّهُ أَكْبَرُ (10×)
🔸Cara 5
سُبْحَانَ اللَّهِ (11×) اَلْحَمْدُ لِلَّهِ (11×) اَللَّهُ أَكْبَرُ (11×)
🔸Cara 6
سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ (25×)
4️⃣ Membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas masing-masing 1x,kecuali sholat subuh dan Maghrib (3x).
5️⃣ Membaca Ayat Kursi
اللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى السَّمَاوَاتِ وَمَا فِى الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِىُّ الْعَظِيمُ ﴿٢٥٥﴾
6️⃣ Khusus Subuh dan Maghrib
لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
✅ Kita bahas yang pertama
♦️Dzikir Setelah Shalat Fardhu 1
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ (3×) اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ
Astaghfirullaah (3x). Allaahumma antas-salaam, wa minkas-salaam, tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikroom.
Aku minta ampun kepada Allah (3x). Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dariMu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.
HR. Muslim.
❓Istighfar setelah sholat? Istighfar dibaca setelah ibadah karena ibadah itu ada cacat dalam pelaksanaannya. ❗❗
Setelah selesai melakukan rangkaian ibadah haji, kita pun disyariatkan untuk beristigfar. Allah Ta’ala berfirman,
فَاِذَآ اَفَضْتُمْ مِّنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ ۖ وَاذْكُرُوْهُ كَمَا هَدٰىكُمْ ۚ وَاِنْ كُنْتُمْ مِّنْ قَبْلِهٖ لَمِنَ الضَّاۤلِّيْنَ
ثُمَّ اَفِيْضُوْا مِنْ حَيْثُ اَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“Maka, apabila kamu telah bertolak dari ‘Arafat, berzikirlah kepada Allah di Masy’aril Haram (di Muzdalifah), dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu. Dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat. Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (yaitu dari ‘Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah: 198-199)
Begitu juga dzikir setelah duduk di majelis ilmu.
Dari Abu Barzah Al-Aslami, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata di akhir majelis jika beliau hendak berdiri meninggalkan majelis,
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
“Subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.” (artinya: Mahasuci Engkau Ya Allah. Segala pujian untuk-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah, selain Engkau. Dan aku meminta ampunan dan bertobat pada-Mu.)
Bahkan Rasulullah ﷺ menutup usianya dengan istighfar sebagaimana diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ta’ala anha..
Aisyah Radhiyallahu anhuma juga mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa sambil bersandar pada Aisyah Radhiyallahu anhuma :
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي، وَألْـحِقْنِي بِالرَّفِيقِ الْأَعْلَى
Wahai Allah ! Ampunilah dosaku! Karuniakanlah rahmat-Mu kepadaku dan angkatlah aku ke ar-Rafiqul A’la (masukkanlah aku ke dalam surga bersama orang-orang terbaik)
اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin mengatakan bahwa dzikir ini seolah-olah minta kepada Allah untuk menyelamatkan sholat kita dari kata – tertolak, kekurangan.
✅ Faidah Dari dzikir ini.
1. Imam dianjurkan baca doa saat saat masih hadap qiblat. Dan selanjutnya berbalik hadap jama’ah atau berbalik ke arah kanan saja.
Maka dari itu, dahulu para sahabat Radhiallahu’anhum berlomba-lomba untuk pilih bagian kanan saat sholat Jamaah.
2. Kita tampakkan kebutuhan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
3. Disyariatkan untuk memulai dzikir setelah sholat
4. Disyariatkan untuk menutupi amalan dengan isithfar.
♦️Dzikir Setelah Shalat Fardhu 2
Dibaca 1x
لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
Laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamd, wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir, allaahumma laa maani’a limaa a’thoita, wa laa mu’thiya limaa mana’ta, wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jadd.
Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau beri, dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan/kekuasaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal shalihnya). Hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan.
HR. Al-Bukhari dan Muslim.
Kenikmatan yang kita minta adalah kenikmatan dunia dan agama (akhirat).
Makna
الْجَدِّ
Adalah kekayaan atau kekuasaan.
Dzikir Ini ingat kan kita supaya kita tidak terperdaya dengan kekayaan yang kita miliki.
Sholat kitalah yang akan menolong kita, bukan kekayaan kita (yang bisa jadi malah jadi sumber malapetaka akhirat kita).
Dzikir ini dari al-Mughiroh menulis surat kepada Muawiyah bin Abi Sufyan bahwasanya Rasulullah shollallahu alaihi wasallam membaca (dzikir) setelah salam (dalam) sholat
🔘 *Berdzikir dengan adab yang bagus, santun, lembut, pelan. Dengan hati dan pikiran yang sejalan – khusyu*
Maka dari itu pahami dzikir tersebut.
♦️Dzikir Setelah Shalat Fardhu 3
Dibaca 1x
لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ
Laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamd, wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir, laa haula wa laa quwwata illaa billaah, laa ilaaha illallaah, wa laa na’budu illaa iyyaah, lahun-ni’matu, wa lahul fadhlu, wa lahuts-tsanaa-ul hasan, laa ilaaha illallaah, mukhlishiina lahud-diin, wa lau karihal kaafiruun.
Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya. Bagi-Nya nikmat, anugerah dan pujaan yang baik. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, sekalipun orang-orang kafir membencinya. HR. Muslim.
Makna yang benar dari لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ adalah tidak sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah.
Orang-orang kafir membenci orang-orang muslim yang ibadah kepada Allah dengan ikhlas.
Para ulama menjelaskan bahwa makna dzikir iki adalah kita harus menyelisihi orang-orang kafir dalam ibadah.
Cara ibadah yang baik dan tidak disenangi oleh orang-orang musyrik adalah ibadah yang ikhlas dan seusai dengan petunjuk dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Sayangnya kaum muslimin yang ingin ibadah murni sesuai sumber dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga dimusuhi oleh orang-orang muslim sendiri.
Semoga bermanfaat,
##$$-aa-$$##


