TUNTUNAN SHOLAT DHUHA dan QABLIYAH DHUHUR
- SHOLAT-SHOLAT SUNNAH NABI ﷺ bagian-1
- TUNTUNAN SHOLAT DHUHA dan QABLIYAH DHUHUR
- TUNTUNAN SHALAT SUNNAH JUM’AT , ASHR , MAGHRIB dan ISYA’
Diterbitkan pertama kali pada: 25-Des-2021 @ 15:01
5 menit membaca*TUNTUNAN SHOLAT DHUHA dan QABLIYAH DHUHUR*
Ustadz Musa Mulyadi, Lc
22 Rabi’ul Awal 1443H
*Sholat Dhuha*
Yaitu sholat sunnah yang dilaksanakan ketika waktu dhuha, yaitu awal dari hari.
Hukum : sunnah (mustahabbah), disukai, dianjurkan untuk dilaksanakan..
Hukum ini disepakati oleh 4 mahdzab.
Dalil, dari Abu Dzar radhiyallahu anhu, Sabda Nabi ﷺ..
يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى
“Di pagi hari ada kewajiban bagi seluruh persendian kalian untuk bersedekah. Maka setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir adalah sedekah. Demikian juga amar ma’ruf dan nahi mungkar adalah sedekah. Semua ini bisa dicukupi dengan melaksanakan shalat dhuha sebanyak dua raka’at” (HR. Muslim).
Setiap pagi Allah perintahkan untuk sedekah sendi, Nikmat persendian tulang.
Dari Buraidah Al Aslami radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
في الإنسانِ ثلاثُ مِئةٍ وسِتُّونَ مَفصِلًا؛ فعليه أن يتصدَّقَ عن كلِّ مَفصِلٍ منه بصدَقةٍ، قالوا: ومَن يُطِيقُ ذلك يا نبيَّ اللهِ ؟ قال: النُّخَاعةُ في المسجِدِ تدفِنُها، والشَّيءُ تُنحِّيهِ عن الطَّريقِ، فإنْ لم تجِدْ فركعَتا الضُّحَى تُجزِئُكَ
“Manusia memiliki 360 sendi, diwajibkan untuk bersedekah sedekah untuk setiap sendinya”. Para sahabat bertanya, ”Siapa yang mampu melakukan demikian, wahai Nabi Allah?”. Nabi bersabda, ”Cukup dengan menutup dahak yang ada di lantai masjid dengan tanah dan menghilangkan gangguan dari jalanan. Apabila engkau tidak mendapatinya, maka lakukanlah dua raka’at shalat Dhuha yang itu bisa mencukupimu” (HR. Abu Daud, shahih).
Allah memudahkan kita sedekah sendi tersebut dengan sholat dhuha. Dan Nabi ﷺ tidak pernah meninggalkan sholat dhuha ini. Sehingga sebagian ulama mengatakan sholat ini hukumnya wajib bagi Rasulullah ﷺ.
Juga hadits dari Abud Darda’ radhiallahu’anhu, ia berkata:
أَوْصاني حبيبي بثلاثٍ لنْ أَدَعهنَّ ما عشتُ: بصيامِ ثلاثةِ أيَّامٍ من كلِّ شهرٍ، وصلاةِ الضُّحى، وأنْ لا أنامَ حتى أُوتِرَ
“Kekasihku (Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam) mewasiatkan aku untuk tidak meninggalkan tiga perkara selama aku masih hidup: puasa tiga hari di setiap bulan, shalat dhuha dan tidak tidur sampai aku shalat witir” (HR. Muslim).
Puasa tiga hari tiap bulan bisa dilakukan dengan puasa ayammul bidh.
Hadits yang mirip juga diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, ia berkata:
أَوْصاني خليلي صلَّى اللهُ عليه وسلَّم بثلاثٍ: صيامِ ثلاثةِ أيَّامٍ من كلِّ شهرٍ، وركعتي الضُّحى، وأنْ أُوتِرَ قبل أن أرقُدَ
“Kekasihku (Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam) mewasiatkan aku utiga perkara: puasa tiga hari di setiap bulan, dua raka’at shalat dhuha dan shalat witir sebelum tidur” (HR. Bukhari dan Muslim ).
Ini menunjukkan bahwa sholat dhuha itu minimal 2 rakaat.
Dalilnya hadits dari Aisyah radhiallahu’anha,
كان النبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم يُصلِّي الضُّحى أربعًا، ويَزيد ما شاءَ اللهُ
“Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat dhuha empat raka’at dan beliau biasa menambahkan sesuka beliau” (HR. Muslim ).
Jadi jumlah rakaat sholat dhuha itu tidak ada batasnya.
Shalat dhuha juga disebut sebagai shalat awwabin, yaitu shalatnya orang-orang yang banyak kembali kepada Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
صلاةُ الأوَّابينَ حين تَرمَضُ الفِصَالُ
“Shalat awwabin adalah ketika anak unta merasakan terik matahari” (HR. Muslim).
Yaitu sekitar jam 11an.
تَرمَضُ الفِصَالُ
Pasir mulai panas, sehingga anak unta mulai mendekati induknya.
➡️ *Orang yang berilmu adalah orang yang punya ilmu dan mengamalkannya*.
Dorongan beramal adalah dengan ingat akhirat..
Dan perintah Allah untuk sedekah atas nikmat sendi..
Dan sholat itu adalah cahaya, seperti kata Rasulullah ﷺ.
*SHOLAT ISYRAQ*
Apa beda dengan sholat dhuha?
Ada dua pendapat..
▶️1. Beda, karena sholat Syuruq adalah rangkaian dari sholat subuh..
Dengan pahala seperti haji yang sempurna.
Hadits ini sering diperselisihkan atas keshahihannya.. Namun karena terkait keutamaan amalan maka para ulama sering mengulang dan menganjurkannya..
⏩2. Sholat Syuruq = sholat dhuha.
Sholat Syuruq itu sholat dhuha di awal waktunya. Jadi syuruq itu awal waktu dhuha. Ini pendapat Ibnu Hajar Al Haitami (fikih Asy Syafi’i). Juga Al Ramli. Syaikh Bin Baaz dan Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin.
♦️ *WAKTU DHUHA*
mulai dari meningginya matahari (setinggi anak panah, dengan jam kira-kira 13 menit), setelah matahari terbit. Sampai pertengahan matahari sebelum zawal. Yaitu sebelum Dhuhur.
Lebih hati-hati dengan 15 menit.
Dari Amr bin Abasah radhiallahu’anhu, ia berkata:
قدِم النبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم المدينةَ، فقدِمْتُ المدينةَ، فدخلتُ عليه، فقلتُ: أخبِرْني عن الصلاةِ، فقال: صلِّ صلاةَ الصُّبحِ، ثم أَقصِرْ عن الصَّلاةِ حين تطلُعُ الشمسُ حتى ترتفعَ؛ فإنَّها تطلُع حين تطلُع بين قرنَي شيطانٍ، وحينئذٍ يَسجُد لها الكفَّارُ، ثم صلِّ؛ فإنَّ الصلاةَ مشهودةٌ محضورةٌ، حتى يستقلَّ الظلُّ بالرُّمح
“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam datang ke Madinah, ketika itu aku pun datang ke Madinah. Maka aku pun menemui beliau, lalu aku berkata: wahai Rasulullah, ajarkan aku tentang shalat. Beliau bersabda: kerjakanlah shalat shubuh. Kemudian janganlah shalat ketika matahari sedang terbit sampai ia meninggi. Karena ia sedang terbit di antara dua tanduk setan. Dan ketika itulah orang-orang kafir sujud kepada matahari. Setelah ia meninggi, baru shalatlah. Karena shalat ketika itu dihadiri dan disaksikan (Malaikat), sampai bayangan tombak mengecil” (HR. Muslim).
♦️Jumlah rakaat sholat dhuha paling sedikit adalah 2 rakaat..
Tidak ada khabar bahwa Rasulullah ﷺ sholat dhuha kurang dari 2 rakaat.
♦️ *Jumlah Rakaat sholat dhuha*
8 rakaat, mayoritas ulama (Malikiyah, Syafi’iyah, Hanabillah).
Berdasarkan hadits dari Ummu Hani’:
أنَّ النبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم عامَ الفتحِ صلَّى ثمانَ ركعاتٍ سُبحةَ الضُّحى
“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam di tahun terjadinya Fathu Makkah beliau shalat delapan rakaat shalat dhuha” (HR. Bukhari dan Muslim ).
Padahal tatkala itu Rasulullah ﷺ sangat sibuk dan Safar..
Ini menunjukkan jumlah maksimum rakaat sholat dhuha.
Nabi ﷺ memang senang dengan sholat…
♦️Tidak ada batasan, dipilih oleh Ibnu Jarir, Ibnu Baaz, Syaikh Utsaimin.
Dalil hadits Aisyah di atas.. Dan ini hadits shahih, lebih kuat..
8 rakaat riwayat Ummu Hani itu hanya yang pernah dilakukan oleh Nabi ﷺ.
📌 *DHUHA BERJAMAAH*
biasa terjadi pada dunia pendidikan.
Para ulama membolehkan dalam rangka untuk mendidik, bukan untuk membuat aturan baru sholat dhuha.
Sebaiknya bila pesan tarbiyah sudah sampai maka tidak perlu jamaah lagi.. Misalnya cukup 1 bulan.
✳️ *adakah doa khusus sholat dhuha*
Tidak ada doa khusus setelah sholat dhuha.
➡️ *SHOLAT QABLIYAH DHUHUR*
Jumlah rakaat sebelum Dhuhur..
وَعَنْهَا قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَليِّ فِي بَيْتِي قَبْلَ الظُّهْر أَرْبَعاً،
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melakukan shalat qabliyah Zhuhur empat rakaat di rumahnya.
HR Muslim
-وَعَنْ عَائِشَة رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كَانَ لاَ يَدَعُ أَرْبعاً قَبْلَ الظُّهْرِ، رَوَاهُ البُخَارِيُّ.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan empat rakaat sebelum Zhuhur. (HR. Bukhari)
Empat rakaat dengan dua salam.
Dalam riwayat lain,
عَنِ ابْنِ عُمَرَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: صَلَّيْتُ مَعَ رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتيْنِ بَعْدَهَا. مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.
Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Aku melakukan shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dua rakaat sebelum Zhuhur dan dua rakaat setelahnya.” (Muttafaqun ‘alaih)
Ini dua riwayat yang berbeda.
Dua rakaat yang riwayat Ibnu Umar adalah sholat tahiyatul masjid yang tidak pernah beliau ﷺ tinggalkan.
Pendapat lain mengatakan sholat qabliyah Dhuhur boleh 4 boleh 2 rakaat..
Harusnya dibiasakan, begitu adzan sholat 4 rakaat..
Sholat sunnah di rumah lebih utama, selain lebih ikhlas juga untuk mendidik keluarga.
*Oleh karena itu sebaiknya rumah ada mushola.*
Rumah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam itu langit-langit rumahnya bisa digapai dengan tangan.. (Tabiin).
Semoga bermanfaat..
##$$-aa-$$##


