BAYAN SABILI SALAF #02
🗒️ *BAYAN SABILI SALAF #02*
Penulis – Syaikh Faisal bin Qazar al Jazim.
🎤 Ustadz Dr Musyaffa Ad Dariny, Lc MA
Ahad, 18 Jumadil Awal 1447H/ 9 Nopember 2025 (Ba’da Subuh)
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Telah berlalu definisi salaf – para sahabat Nabi ﷺ dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Bisa dari tabiin, tabiut tabiin dan orang-orang setelahnya.
➡️ *MAKNA AS SUNNAH*
As Sunnah – dalam bahasa Arab berarti jalan hidup seseorang.
Secara bahasa Bisa dibawa ke makna baik ataupun makna buruk.
Dalam istilah maka maknanya banyak. Dipakai oleh ulama aqidah, ulama hadits, ulama fiqih, ulama ushul fiqih.
Maka perlu diketahui makna yang benar sesuai konteks yang dibahas.
🔹Ulama aqidah, untuk menjelaskan mereka memaknai as Sunnah dengan lawan dari makna bid’ah..
Yaitu jalan dalam agama Islam yang diambil dari Nabi ﷺ atau para sahabatnya radhiallahu anhuum.
Ini mencakup semua syariat Islam. Bisa mencakup sesuatu yang wajib maupun yang tidak wajib.
Jenggot – sunnah – hukumnya wajib.
Memakai parfum – sunnah – hukumnya anjuran.
🔹Ulama hadits ketika fokus mereka menukil semua yang dari Rasulullah ﷺ memberi definisi yang sesuai dengan keinginan mereka, yaitu segala sesuatu yang dinukil dari Nabi ﷺ baik itu berupa perkataan, perbuatan, persetujuan, sifat jasad ataupun sifat akhlak baik sebelum beliau ﷺ diutus ataupun setelah beliau ﷺ diutus.
Jadi sunnah = Al Hadits.
Bisa jadi bukan syariat.
Contohnya – tentang khalwat nya Nabi ﷺ sebelum diutus menjadi nabi ﷺ.
🔹Ulama fiqih, fokusnya adalah menjelaskan hukum yang berkaitan dengan hamba. Maka sunnah di sini adalah suatu perbuatan yang diperintahkan tapi perintahnya tidak sampai pada derajat mengharuskan. (dari hakikatnya)
Istilah ini yang banyak tersebar di tengah-tengah masyarakat.
Contoh – pakai parfum.
🔸Definisi lain – dilihat dari hasil – perbuatan yang apabila dilakukan ada pahala sedangkan bila ditinggalkan tidak berdosa.
🔹Ulama ushul fiqih : fokus pada dalil, as Sunnah adalah semua yang berhubungan dengan Nabi ﷺ Tapi hanya yang bisa dipakai dalil.
Sesuatu yang dinukil dari Nabi ﷺ selain Al Qur’an baik itu berupa ucapan, perbuatan atau persetujuan beliau ﷺ.
Persetujuan itu bisa berupa mendiamkannya.
Istilah bisa berkembang terus, tinggal kita pahami maksud nya.
Ini seperti kata lain dengan makna lain.
Qiyas menurut Imam Syafi’i adalah ijtihad, ijtihad = Qiyas. Itu hak beliau.
Ulama lain, Qiyas adalah sesuatu perkara yang sama ilat nya.
➡️ *AHLU SUNNAH*
Saat ini banyak orang yang mengaku Ahlussunnah.
Dalam bahasa Arab Ahlu Syai’ adalah orang paling dekat sesuatu itu.
Ahlu bait – penghuni rumah itu.
Ahlu Islam – penganut agama Islam.
Ahlussunnah – orang yang paling dekat dengan Sunnah Nabi ﷺ, paling semangat menjalankan sunnah Nabi ﷺ,orang paling banyak ikuti tuntunan Nabi ﷺ.
Jadi orang yang banyak menyelisihi tuntunan Nabi ﷺ tidak pantas disebut Ahlussunnah.
➡️ Dalil.
🔸1. Dalam surat Al An’am ayat 153.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاَ نَّ هٰذَا صِرَا طِيْ مُسْتَقِيْمًا فَا تَّبِعُوْهُ ۚ وَلَا تَتَّبِعُوْا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيْلِهٖ ۗ ذٰ لِكُمْ وَصّٰٮكُمْ بِهٖ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
“Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 153)
Ayat ini menunjukkan jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala itu satu. Itulah jalan yang dilalaui oleh Rasulullah ﷺ.
Ketika jalan itu satu maka mereka akan bersatu, sehingga Ahlussunnah itu orang-orang yang paling bersatu.
Sedangkan Ahlu bid’ah itu berbeda-beda jalan dan saling memusuhi. Ini wajar,karena pada asalnya jalan mereka berbeda-beda dan bertentangan.
🔸2. Surat Yusuf ayat 108.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قُلْ هٰذِهٖ سَبِيْلِيْۤ اَدْعُوْۤا اِلَى اللّٰهِ ۗ عَلٰى بَصِيْرَةٍ اَنَاۡ وَمَنِ اتَّبَعَنِيْ
“Katakanlah (Muhammad), “Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin.””
(QS. Yusuf 12: Ayat 108)
Adalah salah bila orang yang baru taubat dikasih panggung untuk jadi penceramah. Kalau ada manfaat, maka mudharat nya lebih banyak.
Nabi ﷺ selalu memilih orang-orang yang mumpuni ilmunya dalam berdakwah.
🔸3. Hadits dari Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu,
فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلاَفاً كَثِيْراً، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّيْنَ الرَّاشِدِيْنَ، تَمَسَّكُوْا بِهَا وَعَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ.
“Sungguh, orang yang masih hidup di antara kalian setelahku, maka ia akan melihat perselisihan yang banyak.
Wajib atas kalian berpegang teguh kepada Sunnah ku (ajaran) dan Sunnah (ajaran) Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk (hidayah).
Peganglah erat-erat dan gigitlah dia dengan gigi geraham kalian. Dan jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang baru, karena sesungguhnya setiap perkara yang baru itu adalah bid‘ah. Dan setiap bid‘ah itu adalah sesat (penyimpangan) .” HR. Abu Dawud.
Ini sesuai dengan firman Allah,
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An-Nisa’: 59)
Gigit dengan gigi geraham adalah kiasan, berpegang teguh sekuat mungkin.
Kalau kita melakukan kebida’han otomatis kita tinggalkan sunnah Nabi ﷺ.
Perkataan Nabi ﷺ – semua bidah adalah sesat – bukan berarti orang yang melakukan nya masuk neraka.
Bisa jadi dia punya amalan baik yang lebih banyak, bisa jadi Allah ampuni dosanya.
Dosa dibawah kesyirikan adalah atas kehendak Allah.
🔸4. Hadits dari Nabi ﷺ.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga bersabda:
ﺇِﻧِّﻲ ﻗَﺪْ ﺗَﺮَﻛْﺖُ ﻓِﻴﻜُﻢْ ﺷَﻴْﺌَﻴْﻦِ ﻟَﻦْ ﺗَﻀِﻠُّﻮﺍ ﺑَﻌْﺪَﻫُﻤَﺎ : ﻛِﺘَﺎﺏَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺳُﻨَّﺘِﻲ، ﻭَﻟَﻦْ ﻳَﺘَﻔَﺮَّﻗَﺎ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺮِﺩَﺍ ﻋَﻠَﻲَّ ﺍﻟْﺤَﻮْﺽَ
“Sesungguhnya aku telah meninggalkan pada kalian dua perkara yang kalian tidak akan sesat selama-lamanya: Kitabullah dan Sunnahku, dan tidak akan berpisah keduanya hingga keduanya mengantarku ke telaga.” (HR. Al-Hakim)
Dalam riwayat lain,
Dari Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,
قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا خَطِيبًا فِينَا بِمَاءٍ يُدْعَى خُمًّا بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةِ ؛ فَحَمِدَ اللَّهَ تَعَالَى وَأَثْنَى عَلَيْهِ وَوَعَظَ وَذَكَّرَ ثُمَّ قَالَ : ” …وَإِنِّي تَارِكٌ فِيكُمْ ثَقَلَيْنِ أَوَّلُهُمَا كِتَابُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فِيهِ الْهُدَى وَالنُّورُ فَخُذُوا بِكِتَابِ اللَّهِ تَعَالَى وَاسْتَمْسِكُوا بِهِ – فَحَثَّ عَلَى كِتَابِ اللَّهِ وَرَغَّبَ فِيهِ – قَالَ : وَأَهْلُ بَيْتِي أُذَكِّرُكُمْ اللَّهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي أُذَكِّرُكُمْ اللَّهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي أُذَكِّرُكُمْ اللَّهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي “
Suatu hari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkhutbah di hadapan kami, di dekat mata air, namanya Khum, antara Mekah dan Madinah. Beliau memuji Allah dan memberi nasehat. Kemudian beliau bersabda, “…aku tinggalkan di tengah kalian dua hal, yang pertama kitabullah. Di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya. Ambillah kitabullah, dan pegangi kuat-kuat – beliau memotivasi untuk berpegang dengan kitabullah. Kemudian beliau bersabda: “dan ahlu baitku. Aku ingatkan kalian di hadapan Allah tentang ahlu baitku… Aku ingatkan kalian di hadapan Allah tentang ahlu baitku… Aku ingatkan kalian di hadapan Allah tentang ahlu baitku.”
🔸5. Perkataan Ibnu Hazm.
Ahlussunnah yang kami sebut, mereka adalah pengikut kebenaran, selain mereka adalah Ahlu bidah.
Ahlu sunnah adalah para sahabat Radhiallahu’anhum, para tabiin, tabiut tabiin, orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Atau orang awam yang mengikuti mereka baik di timur atau barat bumi. Semoga Allah merahmati mereka semua.
🔹MASAIL
1. Yang dimaksud dengan sunnah adalah jalan Rasulullah ﷺ
2. Perbuatan para sahabat masuk dalam sunnah.
3. Ahlussunnah adalah orang-orang yang ikuti jejak Nabi ﷺ dan para sahabat nya.
4. Adanya keterikatan antara Al Qur’an dan Sunnah Nabi ﷺ.
Semoga bermanfaat.
#sunnah #salaf #tabiin #Tabiuttabiin #sahabat #manhaj #aqidah #fiqih #ushul
##$$-aa-$$##

