SIFAT SHOLAT NABI# BACAAN SETELAH AL FATIHAH
- SIFAT SHOLAT NABI:#1 – Sholat di atas mimbar dan sutrah
- SIFAT SHOLAT NABI # SHOLAT IBADAH YANG ISTIMEWA
- SIFAT SHOLAT NABI # MEMBACA AL FATIHAH
- SIFAT SHOLAT NABI # BACAAN AL FATIHAH
- SIFAT SHOLAT NABI#BACAAN SETELAH ALFATIHAH (LANJUTAN)
- SIFAT SHOLAT NABI# BACAAN SETELAH AL FATIHAH
- SIFAT SHOLAT NABI # NIAT
- SIFAT SHOLAT NABI#BACAAN SHALAT MALAM & SHALAT JUM’AT
- SIFAT SHOLAT NABI # BACAAN SHALAT FAJAR-DHUHUR-ASHAR-MAGHRIB
- SIFAT SHOLAT NABI# MEMBACA DENGAN SUARA KERAS ATAU LIRIH
Diterbitkan pertama kali pada: 04-Jul-2020 @ 14:35
4 menit membacaSifat sholat Nabi – *bacaan setelah Al-Fatihah*
Ustadz DR Musyaffa Ad Dariny
14 Jumadil Awal 1440 H
Dahulu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam biasa mengumpulkan dua surat yang makna serupa dalam 1 rakaat.
Surat Al Mufashshal (pendek)
Ada pendapat Al hujurat
ada juga mulai surat Qaff (juz 26) dikuatkan oleh Imam Ibnu Hajar As Qalani.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sering membaca :
1. Ar-Rahman (78 ayat) dan an-Najm (62 ayat) – 6 halaman.
2. Al-Qamar (55 ayat) dan al-Haqqah (52 ayat) – 5 halaman
3. Ath-Thur (49 ayat) dan adz-Dzariyat (60 ayat)
4. Al-Waqi’ah (96 ayat) dan al-Qalam (52 ayat)
5. Al-Ma’arij (44 ayat) dan an-Nazi’at (46 ayat)
6. Al-Muthaffifin (36 ayat) dan ‘Abasa (42 ayat)
7. Al-Mudatstsir (56 ayat) dan al-Muzammil (20 ayat)
8. Al-Insan (31 ayat) dan al-Qiyamah (40 ayat)
9. An-Naba’ (40 ayat) dan al-Mursalat (50 ayat) – 3 halaman
10. Ad-Dukhan (59 ayat) dan at-Takwir (29 ayat) – 4 halaman.
Hal ini menunjukkan bahwa ada riwayat detail seolah olah kita melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sedang sholat.
Ini menunjukkan janji Allah bahwa Allah yang menurunkan Alquran dan menjaganya (juga pendukung nya yaitu hadits).
Kita ambil Faidah bahwa kita boleh baca surat dalam sholat tidak sesuai urutan..
Apabila Beliau shallallahu alaihi wasallam membaca akhir surat Al Qiyamah, ayat
أَلَيْسَ ذَٰلِكَ بِقَادِرٍ عَلَىٰ أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَىٰ ﴿ ٤٠﴾
Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati? Maka beliau shallallahu alaihi wasallam membaca
سبحانك فبلى
Maha Suci Engkau, dan tentu Memang Benar
Dan bila membaca ayat.
سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلى
Belia shallallahu alaihi wasallam membaca:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى
Terkadang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menggabungkan Surat surat yang panjang (7 : Al Baqarah, Ali Imran, An Nisa dst).
أَفْضَلُ الصَّلَاةِ طُولُ الْقُنُوتِ
Shalat yg paling Afdlal (utama) adl shalat yg lama berdirinya. [HR. Muslim].
Mari kita coba seumur hidup 1x untuk amalkan sholat yang panjang ini..
*Boleh membaca surat Al Fatihah saja*
Pernah dilakukan oleh seorang sahabat dan tidak diingkari oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, ini artinya sunnah takririyyah.
Adalah Mu’adz ibnu Jabal radhiyallahu biasa shalat Isya bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam . Setelah itu, ia pulang ke tempatnya dan mengimami teman-temannya.
Suatu malam, ia pulang dari shalat jamaah bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam lalu mengimami orang-orang seperti biasanya.
Sulaim, seorang pemuda dari Bani Salamah, ikut shalat bersama orang-orang tersebut. Ketika shalat Mu’adz terasa panjang oleh si pemuda, ia pun keluar dari jamaah lalu shalat sendirian di sisi masjid. Kemudian ia keluar dan memegang tali kekang untanya.
Selesai shalat, hal tersebut disampaikan kepada Mu’adz. “Sungguh ada kemunafikan pada dirinya! Aku pasti akan mengabarkan perbuatannya kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam ,” kata Mu’adz. Si pemuda juga mengatakan, “Aku pun sungguh akan mengabarkan perbuatan Mu’adz kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam .”
Keesokan harinya, mereka mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda . Mu’adz mengabarkan kepada beliau perbuatan si pemuda. Si pemuda pun berkata, “Wahai Rasulullah, Mu’adz lama berada di sisimu. Kemudian dia pulang ke tempat kami untuk mengimami kami, lalu dipanjangkannya shalat.”
Mendengar keluhan si pemuda, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menegur Mu’adz, “Apakah engkau suka membuat fitnah (gangguan) , wahai Mu’adz?”
Beliau shallallahu alaihi wasallam juga mengatakan kepada si pemuda, “Engkau wahai anak saudaraku, apa yang engkau perbuat (engkau baca) bila engkau shalat?”
“Aku membaca Fatihatul Kitab (surah al-Fatihah) dan aku memohon surga kepada Allah serta berlindung dari neraka. Aku tidak tahu apa yang sayup-sayup diucapkan olehmu, begitu pula yang diucapkan oleh Mu’adz!” jawab si pemuda.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjawab, “Aku dan Mu’adz di antara dua ini atau yang semisalnya.” (minta dimasukkan surga dan jauh dari neraka)
Si pemuda berkata, “Akan tetapi, Mu’adz akan mengetahui jika kaum (kafir) yang akan menyerang telah datang.” (kejujuran pemuda dalam Islam)
Sungguh dikabarkan bahwa musuh telah datang. Mereka pun maju menghadapi musuh, termasuk si pemuda. Akhirnya, ia menemui syahidnya.
Setelahnya, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkata kepada Mu’adz, “Apa yang telah dilakukan oleh pemuda yang berbicara pada ku dan padamu ?”
Mu’adz menjawab, “Wahai Rasulullah, orang ini telah benar-benar jujur kepada Allah sedangkan aku telah salah. Pemuda itu syahid.”
(HR. Ibnu Khuzaimah dalam Shahih-nya no. 1634 dan al-Baihaqi. Al-Imam al-Albani menyatakan sanadnya jayyid [bagus])
Abu Dawud dalam Sunan-nya (no. 793) meriwayatkan pula ucapan si pemuda dalam shalatnya dan haditsnya disahihkan dalam Shahih Sunan Abi Dawud. Asal kisah ini ada dalam Shahihain.
Pelajaran, tidak cukup hanya niat berbuat baik, hindari fitnah.. (seperti perkataan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kepada Muadz).
Membaca Al Qur’an yang mengganggu sholat juga tidak boleh, apalagi membaca yang lain.
Saat ini sering terjadi ada bacaan2 lain setelah adzan dengan keras sehingga mengganggu orang yang sholat qabliyah.
Tidak boleh bagi seorang pun untuk mengeraskan bacaan baik ketika shalat atau keadaan lainnya, sedangkan saudaranya yang lain sedang shalat di masjid, lalu dia menyakiti saudaranya dengan mengeraskan bacaan tadi.
Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menemui beberapa orang yang sedang shalat di bulan Ramadhan dan mereka mengeraskan bacaannya. Lalu Nabi shallallahu berkata pada mereka,
أَيُّهَا النَّاسُ كُلُّكُمْ يُنَاجِي رَبَّهُ فَلَا يَجْهَرْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الْقِرَاءَةِ
“Wahai sekalian manusia. Kalian semua sedang bermunajat (berbisik-bisik) dengan Rabbnya. Oleh karena itu, janganlah di antara kalian mengeraskan suara kalian ketika membaca Al Qur’an sehingga menyakiti saudaranya yang lain.”
(Lihat Al Minhaj Syarh Shohih Muslim hal. 109/IV via Syamilah)
Semulia apapun orang, bisa saja penilaian terhadap orang lain salah (seperti Muadz kepada pemuda Sulaim), kita harus Cross check, mungkin karena situasi (yang tidak netral).
$$##-aa-##$$


