Diterbitkan pertama kali pada: 28-Jun-2020 @ 17:30

3 menit membaca

SUNAN ABU DAWUD
Ustadz Musa Mulyadi Luqman Lc
27 Jumadil Akhir 1441H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Hadits No. 132:

حدثنا محمد بن عيسى ومسدد قالا حدثنا عبد الوارث عن ليث عن طلحة بن مصرف عن أبيه عن جده قال ﷺ رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم يمسح رأسه مرة واحدة حتى بلغ القذال وهو أول القفا وقال مسدد مسح رأسه من مقدمه إلى مؤخره حتى أخرج يديه من تحت أذنيه قال ﷺ مسدد فحدثت به يحيى فأنكره قال أبو داود و سمعت أحمد يقول إن اب ن عيينة زعموا أنه كان ينكره ويقول إيش هذا طلحة عن أبيه عن جده

“Telah berbicara kepada kami [Muhammad bin Isa] dan [Musaddad] mereka memuji; Telah menceritakan kepada kami [Abdul Warits] dari [Laits] dari [Thalhah bin Musharrif] dari [Ayahnya] dari [Kakeknya] dia berkata;

Saya pernah melihat Rasulullah ﷺ membasuh kepalanya satu kali hingga pada tengkuk.
Dan Musaddad menyebutkan; Dia mengusap dari bagian depan hingga bagian belakangnya hingga melepaskan kedua dari telinganya.
Musaddad berkata; Lalu saya ceritakan hadits ini untuk Yahya, maka dia mengingkarinya.

Abu Dawud berkata; Dan saya mendengar Ahmad mengatakan bahwa Ibnu ‘Uyainah mengklaim oleh beberapa orang bahwa dia mengingkarinya dan mengatakan; Apa, ini Thalhah dari persetujuan dari kakeknya.

Hadits ini dihukumi dhaif oleh syaikh Albani,

1) Salah satu sebabnya Ada perowi bernama Lais Bin Sulaim, Imam Nawawi mengatakan tentang Lais dalam Tahdziful Asma’ walughot mengatakan Lais bin sulaim lemah haditsnya..

2) Sebabnya Tholhah bin Mushorrif (Mushorrif ini majhul/ tdk dikenal) dalam ilmu Hadits…

3) dari Kakeknya ( عن جده)
Yaitu Ka’ab bin Amr رضي الله عنه
Kenapa Kakeknya jadi Masalah karena beliau ini sahabat atau bukan…

Zaman Dahulu ada sensusnya dalam menentukan sahabat atau bukan, beliau masih diperselisihkan.

Al hafizd ibnu Hajar dalam Usdul ghoobah ( berisi Nama² sahabat) disini Ka’ab Bin Amr mempunyai nilai sahabat adapun orangtua dan kakeknya tidak bertemu dengan Nabi ﷺ

# Hadits dhaif tidak bisa dijadikan dalil dalam bermuamalah…

Imam Nawawi mengatakan bahwa tidak ada satupun hadits yang sahih tentang keutamaan mengusap belakang leher ( tengkuk)

Ibnul Qoyyim mengatakan dalam kitab Sirahnya mengatakan

“Tdk sahih dari Nabi sedikitpun bahwa Nabi ﷺ pernah mengusap Leher bagian belakang ( tengkuk) dalam berwudhu.”
# Maka tdk ada kesunahan dalam mengusap belakang leher ( tengkuk)

Hadits No. 133

حدثنا الحسن بن علي حدثنا يزيد بن هارون أخبرنا عباد بن منصور عن عكرمة بن خالد عن سعيد بن جبير عن ابن عباس ﷺ رأى رسول الله صلى الله عليه وسلم يتوضأ فذكر الحديث كله ثلاثا ثلاثا قال ومسح برأسه وأذنيه مسحة واحدة

“Telah menceritakan ditunjukan kepada kami [Al Hasan bin Ali] telah memberikan kepada kami [Yazid bin Harun] telah berkata kepada kami [‘Abbad bin Manshur] (ini yg menjadi masalah hadits ini sehingga dinilai dhaif, dan oleh Syaikh Albani dhaif jiddan) dari [Ikrimah bin Khalid] dari [Sa’id bin Jubair] dari [Ibnu Abbas] dia pernah melihat Rosululloh ﷺ berwudhu, dia menyebutkan hadits tersebut seluruhnya tiga kali. Dia mengutip; Dan dia mengusap kepala dan telinganya satu kali.

# Hadits lemah (dhaif), sebab periwayatan ‘Abbad bin Manshur dari Ikrimah bin Khalid di hukumi tadlis yang ditanyakan Ibnu Hibban dan Abu Hatim, dan Syaikh Al-Albani minta; “Hadits dla’if jiddan” (lemah sekali), namun perbedaan hadits ini dikuatkan hadits yang telah lalu, yaitu Nabi ﷺ mengusap kepala dan telinga sekali.

Hadits No. 134:

Mengusap dua tepi mata dalam wudhu

حدثنا سليمان بن حرب حدثنا حماد ح و حدثنا مسدد وقتيبة عن حماد بن زيد عن سنان بن ربيعة عن شهر بن حوشب عن أبي أمامة وذكر وضوء النبي صلى الله عليه وسلم قال كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يمسح المأقين قال وقال الأذنان من الرأس قال سليمان بن حرب يقولها أبو أمامة قال قتيبة قال حماد لا أدري هو من قول النبي صلى الل ه عليه وسلم أو من أبي أمامة يعني قصة الأذنين قال قتيبة عن سنان أبي ربيعة قال أبو داود وهو ابن ربيعة كنيته أبو ربيعة

“Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Harb] telah menceritakan kepada kami [Hammad] Al Hadits. [Musaddad] dan [Qutaibah] dari [Hamamd bin Zaid] dari [Sinan bin Rabi’ah] dari [Syahr bin Hausyab] dari [Abu Umamah/ Suday bin Ajla], dia menyebut wudhu Nabi ﷺ seraya minta; Rosululloh ﷺ mangusap bagian bawah mata, dia berkata; dan beliau bersabda: “Telinga kedua adalah bagian dari kepala”.

Sulaiman bin Harb mengatakan kata-kata ini diucapkan oleh Abu Umamah. Qutaibah berkata; Hammad berkata; Aku tidak tahu apakah ini sabda Nabi ﷺ atau perkataan Abu Umamah, yaitu tentang dua telinga tersebut. Qutaibah berkata dari Sinan Abu Rabi’ah. Abu Dawud berkata; Dia adalah Ibnu Rabi’ah yang kuniyahnya adalah Abu Rabi’ah.

• Abu Dawud tidak mengomentari hadits ini…
• Syaikh Albani menilai Hadis ini lemah (dha’if) di sebabkan dua perowi lemah, yaitu Sinan bin Rabi’ah dan Syahr bin Hausyab.

• Ibnu Hajar mengatakan ada 7-8 sahabat yang berbeda yg mengatakan “,Kedua telinga adalah bagian dari kepala”

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?