MAKNA DOA DAN DZIKIR – 47
Diterbitkan pertama kali pada: 30-Jun-2024 @ 07:49
3 menit membaca*MAKNA DOA DAN DZIKIR – 47*
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
23 Dzulhijjah 1445H/30.06.2024
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
🗞️Kitab – Hisnul Muslim.
➡️ 72. Do’a untuk orang yang memberi minum
اَللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِيْ وَاسْقِ مَنْ سَقَانِيْ.
Allaahumma ath’im man ath’amanii wasqi man saqanii.
“Ya Allah! Berilah makan orang yang memberiku makan dan berilah minuman orang yang memberiku minuman.” [HR. Muslim]
Doa sebelumnya terkait doa tamu yang diberi makanan oleh tuan rumah.
Doa yang ini tidak harus menjadi tamu dulu.
Suatu ketika Miqdad bin Amr radhiyallahu anhu dan dua orang temannya dalam keadaan sangat lapar dan payah, sementara ada satu gelas susu yang merupakan jatah Nabi ﷺ dan beliau sendiri sedang berkunjung ke rumah seorang sahabat. Setan pun membisikkan pikiran jahat pada Miqdad, “Sebaiknya engkau minum susu itu. Nabi sedang berkunjung ke rumah sahabat Anshar, dan pasti beliau dijamu dengan istimewa disana…”
Miqdad mengabaikannya, tetapi setan terus membisikinya, dan keadaannya yang payah serta rasa lapar itu pun mendukung, sehingga ia tidak tahan lagi, susu itupun diminumnya dengan dua orang temannya.
Setelah minum kedua temannya tertidur, sedangkan Miqdad sendiri dihantui perasaan bersalah karena meminum susu jatah Nabi ﷺ.
Setan menambah kegundahannya dengan bisikan-bisikan, “Apa yang engkau lakukan? Muhammad akan segera datang, dan akan mencari jatah susunya, pasti engkau akan binasa karena ia akan berdoa untuk kebinasaan orang yang menyerobot bagiannya…”
Tak berapa lama Nabi ﷺ datang, beliau langsung shalat sunnah beberapa rakaat. Miqdad makin gelisah, menunggu apa yang akan terjadi. Usai shalat, Nabi ﷺ menoleh ke arah gelas susu yang telah kosong, kemudian beliau mengangkat tangan untuk berdoa….
“Binasalah aku!!” Kata Miqdad dalam hati.
Tetapi kemudian ia mendengar doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ya Allah, berilah makanan kepada orang yang memberiku makanan, berilah minuman kepada orang yang memberiku minuman.”
Mendengar doa tersebut, Miqdad bergegas bangun dan mengambil pisaunya. Ia bermaksud menyembelih salah satu dari ketiga kambing tersebut untuk makanan Nabi ﷺ . Tetapi ia terkejut menemui ketiga kambing tersebut dalam keadaan penuh air susunya, padahal ketika datang bersama kedua temannya, tidak ada setetespun susu yang dapat diperah dari ketiga kambing tersebut.
Miqdad mengambil sebuah bejana dan mengisinya dengan susu kemudian membawanya kepada Rasulullah ﷺ. Beliau meminumnya beberapa teguk lalu diberikan kepada Miqdad.
Setelah minum beberapa teguk, Miqdad mengembalikannya kepada Nabi ﷺ . Setelah beliau minum beberapa teguk diberikan lagi kepada Miqdad. Begitulah beberapa kali bergantian minum hingga akhirnya Miqdad kekenyangan dan tertawa mengingat apa yang dilakukannya.
Nabi ﷺ faham kondisinya dan bersabda, “Perbuatanmu itu adalah salah satu keburukanmu, hai Miqdad! Tetapi itu semua tidak terjadi (kambing yang sudah diperah sebelumnya ternyata susunya penuh lagi) kecuali karena rahmat Allah Azza wa Jalla. Sebaiknya engkau bangunkan kedua temanmu agar bisa merasakan susu ini.”
“Ya Rasulullah, aku tidak perduli siapa yang disalahkan dalam hal ini, tetapi yang penting engkau telah meminum susu itu, dan aku telah meminum sisa engkau…” Kata Miqdad.
Kemudian ia membangunkan kedua temannya untuk bisa menikmati susu yang penuh berkah tersebut. HR Muslim.
🔹Dua kesalahan Miqdad adalah minum susu yang bukan milik nya dan rencana sembelih kambing Nabi untuk menyenangkan hati Rasulullah ﷺ.
✅ Faidah
1. Dianjurkan mendoakan orang yang berbuat baik kepada kita. Termasuk qadim (pembantu).
2. Terdapat Mukjizat Nabi ﷺ yang jelas, yaitu kambing yang sudah diperas susu nya ternyata susunya kembali penuh.
3. Kegembiraan miqdad ketika dapat doa dari Nabi ﷺ.
➡️ 73. Do’a apabila berbuka di rumah orang lain
أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُوْنَ، وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ اْلأَبْرَارُ، وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلاَئِكَةُ
Afthoro ‘indakumush shaa-imuuna wa akala tho’amakumul abraar wa shollat ‘alaikumul malaa-ikah
“Semoga orang-orang yang berpuasa berbuka di sisimu dan orang-orang yang baik makan makananmu, serta malaikat mendo’akan.” HR Abu Dawud.
Mentraktir orang lain adalah amalan yang bagus.
Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan:
أَنَّ النَبِيَّ صلى الله عليه وسلم جَاءَ إِلَى سَعْدِ بنِ عُبَادَةَ، فَجَاءَ بِخُبْزٍ وَزَيْتٍ فَأَكَلَ، ثُمَّ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: ” أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُونَ
Bahwa Nabi ﷺ berkunjung ke rumah Sa’d bin Ubadah, lalu disuguhkan kepada beliau roti dan minyak zaitun, beliaupun memakannya. Kemudian Nabi ﷺ bersabda: AFTHARA ‘NDAKUMUS-SHOOIMUUN….
HR Abu Dawud
✅ Faidah
1. Dianjurkan untuk menghafal doa dan amalkan doa ini karena banyak keutamaan didalamnya.
2. Shahabat yang ekonomi nya tidak bagus pun berusaha menjamu tamu semampunya, dan kita sebagai tamu harus menghargai hidangan dengan menyantap dengan baik dan menampakkan kegembiraan atas hidangan tersebut.
Jangan sekali-kali menolak pemberian orang yang memang serius menawarkan makanan. Bisa dimakan saat itu diberikan kepada orang lain bila kita tidak suka makanan tersebut.
Semoga bermanfaat.
#makan #minum #susu #Mukjizat
##$$-aa-$$##


