MAKNA DOA DAN DZIKIR – 24
Diterbitkan pertama kali pada: 02-Sep-2023 @ 07:07
4 menit membaca*MAKNA DOA DAN DZIKIR – 24*
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
14 Shafar 1445H/02.09.2023
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
➡️ *Kita lanjutkan dengan membaca kitab Hisnul Muslim*
🔵 *Dzikir sebelum tidur lanjutan*
🔹Doa Tidur 4
بِاسْمِكَ رَبِّيْ وَضَعْتُ جَنْبِيْ، وَبِكَ أَرْفَعُهُ، إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِيْ فَارْحَمْهَا، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Bismika robbii wa dho’tu janbii, wa bika arfa’uhu, in amsakta nafsii farhamhaa, wa in arsaltahaa fahfazhhaa bimaa tahfazhu bihi ‘ibaadakash-sholihiin.
Dengan nama Engkau, wahai Tuhanku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan namaMu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau menahan rohku (mati), maka berilah rahmat padanya. Tapi apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah, sebagaimana Engkau memelihara hamba-hambaMu yang shalih.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
“Apabila seseorang di antara kalian bangkit dari tempat tidurnya kemudian ingin kembali lagi, hendaknya ia mengibaskan bagian dalam pakaian (dalam riwayat lain – ujung kainnya) 3x, dan menyebut nama Allah (Bismillah – kalau gak hafal), karena ia tidak tahu apa yang ditinggalkannya di atas tempat tidur setelah ia bangkit. Apabila ia ingin berbaring, maka hendaknya ia membaca: (doa di atas).”
HR. Al-Bukhari & Muslim
✔️Doa ini sangat bagus
1. Serahkan diri sepenuhnya (tawakal) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala
2. Memohon rahmat kepada Allah
3. Meminta penjagaan diri kepada Allah, seperti penjagaan Allah kepada orang-orang sholeh.
♦️FAIDAH DZIKIR INI
1. Dianjurkan untuk mengibaskan bagian dalam/ujung pakaian (dengan baca bismillah) kita atas tempat tidur
2. Wajib hadapkan jiwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala
3. Berbaring dengan lambung kanan
4. Apabila bangun dari tempat tidurnya, dianjurkan untuk ulangi kibaskan pada bagian kasur
5. Baca doa ini.
6. Dianjurkan untuk wudhu sebelum tidur. Apabila terbangun dan batal wudhu maka tidak perlu wudhu lagi.
🔹 Doa tidur 5
Hafshah radhiyallahu ‘anha menceritakan,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْقُدَ وَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى تَحْتَ خَدِّهِ ثُمَّ يَقُولُ : ( اللَّهُمَّ قِنِى عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ ) ثَلاَثَ مِرَارٍ
“Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama ketika menjelang tidur beliau meletakkan tangan kanan di bawah wajah beliau sembari mengucapkan,
*اللَّهُمَّ قِنِى عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ*
*Allahumma qinii adzaabaka yauma tab’atsu ibaadak*
(Ya Allah, jagalah aku dari siksa-Mu di hari di mana kelak Engkau bangkitkan hamba-hamba-Mu.)” (HR. Abu Dawud)
✔️Faidah
1. Tidur akan bernilai ibadah di sisi Allah, ketika ingin tidur ada niat baca doa
2. Menghadirkan apa saja yang terjadi pada hari kebangkitan.
3. Rutinkan baca dzikir sebelum tidur
4. Makruh hukumnya seseorang tidur menggunakan perutnya (tengkurap).
Sebagian ulama bahkan mengharamkannya.
Hadits nya adalah..
عن يعيش ان طخفة الغفاري رضي الله عنه قال: قال أبي بينما أنا مضطجع في المسجد على بطني إذا رجل يحركني برجله فقال: ” إن هذه ضجعة يبغضها الله” قال فنظرت فإذا رسول الله صلى الله عليه وسلم
Ya’isy bin Thikhfah Al-Ghifari berkata, “Bapakku menceritakan kepadaku bahwa ketika aku tidur di masjid di atas perutku (tengkurap), tiba-tiba ada seseorang yang menggerakkan kakiku dan berkata,
“Sesungguhnya tidur yang seperti ini dimurkai Allah.”
bapakku berkata, “Setelah aku melihat ternyata beliau adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” HR Abu Dawud.
dalam riwayat yang lain,
إنما هي ضجعة أهل النار
“berbaring seperti ini (tengkurap) adalah cara berbaringnya penghuni neraka” HR Ibnu Majah.
Ilmu kedokteran modern membuktikan bahwa memang tidur tengkurap berbahaya, apalagi tidurnya pulas dan lama karena saat tidur tengkurap otomatis otot dada/otot pernafasan kita tidak dapat mengembangkan dada dengan baik danmaksimal, sehingga aliran oksigen menjadi lebih sedikit dan bisa berakibat menjadi sesak nafas.
Demikian juga tidur pada sisi kiri badan (yaitu menghadap ke kiri) juga berbahaya, karena organ-organ bisa menghimpit jantung sehingga sirkulasi darah terganggu dan mengurangi pasokan darah ke otak.
Sedangkan tidur terlentang akan kurang baik jika bagian tubuh tidak ditopang dengan baik atau tidak menyentuh tempat tidur dengan ideal sehingga bisa menyebabkan nyeri punggung ketika bangun tidur.
🔹DOA TIDUR 6
بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَأَحْيَا
*Bismika-llaahumma amuutu wa ahyaa*
Dengan Nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup.
Dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan: “Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak tidur, beliau membaca: (doa di atas).” HR Bukhari
Yang riwayat Muslim dari shalat AlBarra bin adzib.
Orang yang sedang tidur, sejatinya sedang Allah wafatkan. Allah berfirman: “Allah mewafatkan jiwa (orang) ketika matinya dan (mewafatkan) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya. Maka Dia tahan jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya (sehingga tidak bangun dari tidurnya) dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan.” (Az-Zumar [39]: 42).
Karena itulah, ketika hendak tidur, kita membaca: (doa di atas). Maknanya, aku mati ketika tidur dan aku hidup ketika bangun.
✔️ FAIDAH
1. Agungkan Allah sebelum tidur
2. Memperbaiki tauhid kita
🔹 Doa tidur 7 (Dzikir Pelepas Lelah)
سُبْحَانَ اللَّهِ (33×) اَلْحَمْدُ لِلَّهِ (33×) اَللَّهُ أَكْبَرُ (34×)
Subhaanallaah (33x). Alhamdulillaah (33x). Allaahu akbar (34x).
Maha suci Allah (33x). Segala puji bagi Allah (33x). Allah Maha Besar (34x).
Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, bahwa Fatimah pernah mengadukan tangannya yang lecet karena sering memutar gilingan.
Ketika itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam baru memililki seorang budak. Fatimahpun datang ke rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (berharap diberi budak sebagai pembantu), namun beliau tidak ada dan hanya menemui Aisyah. Fatimah menyampaikan keluhannya kepada Aisyah. Setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang, Aisyah memberitahu tentang kedatangan Fatimah kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Malam harinya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi kami (Ali dan Fatimah). Sementara kami sudah di tempat tidur. Kamipun beranjak berdiri, namun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menahan mereka (dengan isyarat) : “Tetap di tempat.” Beliaupun duduk diantara kami, sampai aku bisa merasakan dinginnya kaki beliau sampai ke dadaku.
Beliau ﷺ bersabda: “Akan aku ajari kalian, sesuatu yang lebih baik dari pada yang kalian minta. *Jika kalian hendak tidur, bacalah takbir 34x, tasbih 33x dan tahmid 33x. Itu lebih baik bagi kalian dari pada seorang pembantu*.”
Semenjak mendengar petuah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tadi, Ali tak pernah lalai meninggalkan dzikir ini. Ia selalu membacanya, bahkan di malam perang Shiffin. (HR. Bukhari).
Perang shiffin adalah perang saudara, antara Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah bin Abi Sofyan. Yang dipicu oleh pihak ketiga yaitu orang-orang munafik.
Semoga bermanfaat.
##$$-aa-$$##


