MAKNA DOA DAN DZIKIR – 23
Diterbitkan pertama kali pada: 26-Agu-2023 @ 06:12
4 menit membaca*MAKNA DOA DAN DZIKIR – 23*
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
3 Shafar 1445H/26.08.2023
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
➡️ *Kita lanjutkan dengan membaca kitab Hisnul Muslim*
🔵 *Dzikir sebelum tidur*
Dzikir ini sangat penting karena saat tidur adalah kondisi yang sangat lemah.
Orang yang tertidur adalah orang tidur dalam kondisi lalai. Bila demikian maka dikuatirkan bila meninggal juga dalam kondisi yang lalai.
Telah dibahas untuk baca Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas, dan Ayat Al Kursi
✅3️⃣ Dua ayat terakhir surat Al Baqarah, ayat 285 & 286
ءَامَنَ الرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِۦ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِاللَّهِ وَمَلَآئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِۦ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ ﴿٢٨٥﴾
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَانَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ ﴿٢٨٦﴾
(285) Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman (yaitu para sahabat radhiyallahu anhum).
Semuanya (para sahabat) beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya.
(Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “*Kami dengar dan kami ta’at*.”
(Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”
(286) Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.
(Mereka berdoa): “Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami.
Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”
(Al-Baqarah [2]: 285-286).
Dari Abu Mas’ud Al-Badri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dua ayat di akhir surat Al-Baqarah, siapa yang membacanya di suatu malam, itu sudah cukup baginya.” HR. Bukhari dan Muslim.
🔹MAKNA cukup dalam hadits ini adalah:
1. Cukup sebagai pengganti sholat malam.
2. Cukup sebagai benteng untuk menolak segala keburukan setan dari kalangan jin dan dari kalangan manusia.
3. Cukup dari hal-hal yang akan membuat sengsara baik di dunia maupun akhirat.
4. Cukup akan diberi kecukupan untuk selesaikan urusan dunia.
Dengar dan taat, itulah ketundukan para sahabat Radhiallahu’anhum bila mendengar wahyu yang turun dari Allah dan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Itulah yang harus kita ikuti.
Sifat orang Yahudi adalah mendengar tapi tidak mau taat. Terlalu banyak alasan (hawa nafsu, akal, budaya) untuk tidak taat.
Prilaku Yahudi banyak kita jumpai saat ini termasuk dari kalangan yang mengaku muslim.
❗Jadikan lah – dengar dan taat (pada wahyu Allah) – sebagai prinsip. Jauhi kata-kata sebentar, nanti dulu..
Makna وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ adalah iman kepada hari akhir,yaitu bagian dari rukun Islam.
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya, maknanya adalah kewajiban dan ujian yang Allah pada kita adalah kita pasti mampu menjalankannya, hanya syubhat dan syahwat yang menyebabkan kita berat untuk melaksanakannya.
Makna وَاعْفُ عَنَّا kita minta maaf atas sesuatu perintah Allah yang kita tinggalkan.
Makna وَاغْفِرْ لَنَا adalah perkara maksiat yang kita kerjakan.
Baca dua ayat ini bisa dalam urutan sebelum tidur, bisa setelah sholat Isya, bisa saat sholat sunnah… Yang penting malam hari sebelum tidur.
*Keutamaan dua ayat akhir qs al Baqarah*
1. Harta yang tidak ada nilai
2. Tidak diberikan Nabi lain selain Nabi Muhammad ﷺ
Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda:
فُضِّلْنا على الناسِ بثلاثٍ جُعِلَت لَنا الأرضُ كلُّها مَسْجِدًا وجُعِلَتْ تُرْبَتُها لَنا طَهورًا وجُعِلَتْ صُفُوفُنا كَصُفُوفِ الملائكةِ وأُوتِيتُ هؤلاءِ الآياتِ آخِرَ سورةِ البَقَرَةِ من كَنْزٍ تَحْتَ العرشِ لمْ يُعْطَ أحدٌ مِنْهُ قَبلي ولا يُعْطَى مِنْهُ أحدٌ بَعْدِي
“Kami diberikan keutamaan oleh Allah dengan tiga perkara, pertama: dijadikan seluruh permukaan bumi sebagai masjid (boleh untuk solat),kedua: dijadikan tanah/debunya suci dan media bersuci,ketiga: saf-saf kami dijadikan seperti saf para malaikat, dan aku diberikan ayat-ayat diantaranya akhir dari surat al-Baqarah, sebuah harta simpanan di bawah arsy, yang tidak diberikan kepada seorangpun sebelumku ataupun setelahku”. al-Kafi al-Syafi oleh Ibnu Hajar al-Asqalani.
3. Setan Tidak Berani Mendekat Ketika Membaca 2 Ayat Akhir Al-Baqarah di Rumah Selama 3 Malam
Dari beberapa tafsiran makna yang disampaikan oleh ulama, semuanya memungkinkan, dan bisa jadi justru makna yang terkandung lebih dari itu, karena memang dua ayat tersebut adalah ayat yang mempunyai kekhususan, kita dapati penyebutan keutamaannya dalam beberapa hadist yang lain diantaranya:
إنَّ اللَّهَ كتبَ كتابًا قبلَ أن يخلُقَ السَّماواتِ والأرضَ بألفي عامٍ أنزلَ منهُ آيتينِ ختمَ بِهما سورةَ البقرةِ ولا يقرآنِ في دارٍ ثلاثَ ليالٍ فيقربُها شيطانٌ
“Sesungguhnya Allah ta’ala menulis sebuah kitab dua ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi, Allah menurunkan darinya dua ayat yang menjadi penutup surat al-Baqarah, dan tidaklah keduanya dibaca di suatu rumah selama tiga malam melainkan syaiton tidak akan berani mendekatinya”. HR Tirmidzi, shahih.
4. Menjadi cahaya dalam kehidupan kita.
بَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وعنده جِبْرِيلُ؛ إِذْ سَمِعَ نَقِيضًا فَوْقَهُ، فَرَفَعَ جِبْرِيلُ بَصَرَهُ إِلَى السَّمَاءِ، فَقَالَ: هَذَا بَابٌ قَدْ فُتِحَ مِنَ السَّمَاءِ مَا فُتِح قَط. قَالَ: فنزل منه مَلَك، فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: أبشر بنورين قد أوتيتهما، لم يؤتهما نبي قبلك: فاتحة الكتاب، وخواتيم سُورَةِ الْبَقَرَةِ، لَنْ تَقْرَأَ حَرْفًا مِنْهُمَا إِلَّا أُوتِيتُهُ
Suatu ketika Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersama Malaikat Jibril, lalu beliau mendengar suara gemerincing di atasnya. Maka Malaikat Jibril mengangkat pandangannya ke arah langit, lalu berkata : “Ini adalah sebuah pintu langit yang dibuka, yang belum pernah dibuka sama sekali sebelumnya.” Kemudian turunlah malaikat dari langit tersebut, lalu mendatangi Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam dan berkata : “Bergembiralah engkau dengan dua cahaya yang telah diberikan kepadamu yang tidak pernah diberikan kepada seorang Nabi sebelummu, yaitu Fatihatul Kitab (surat Al-Fatihah) dan ayat-ayat terakhir surat Al-Baqarah. Tidaklah engkau membaca satu huruf dari keduanya melainkan engkau diberinya.
HR Muslim
Semoga bermanfaat,.
##$$-aa-$$##

