This entry is part 6 of 14 in the series dzikirpp

Diterbitkan pertama kali pada: 24-Sep-2022 @ 06:15

6 menit membaca

*Syarah Dzikir Pagi Petang-7*
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
27 Shafar 1444H

✅ 1 Membaca Ayat Kursi

✅ 2. Membaca paket surat. Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas.

✅ 3. Mensucikan dan Memuji Allah, dibaca 100x

• Baca dzikir..

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

Subhanallahi wabihamdihi.

Artinya : “Maha Suci Allah dan aku memuji-Nya” (Dibaca 100x)

1. Setelah subuh
2. Setelah Ashar
3. Ada hadits lain, di waktu kapan saja kita bisa baca.. Boleh dicicil.. (dalam 24 jam total seratus kali).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

تُسَبِّحُ لَهُ السَّمٰوٰتُ السَّبْعُ وَا لْاَ رْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّ ۗ وَاِ نْ مِّنْ شَيْءٍ اِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهٖ وَلٰـكِنْ لَّا تَفْقَهُوْنَ تَسْبِيْحَهُمْ ۗ اِنَّهٗ كَا نَ حَلِيْمًا غَفُوْرًا

“Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun.”
(QS. Al-Isra’ 17: Ayat 44)

⛔ Bila ada manusia yang tidak bertasbih maka ini adalah makhluk yang dikecualikan oleh Allah dalam ayat di atas.

Kalau ada muslim yang tidak bertasbih, maka berarti dia tidak pernah sholat.

Perhatikan doa-doa istiftah, di dalam ada Pensucian dan pujian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

⏺️ Keutamaan Tasbih

✔️1. Seutama-utama ucapan dan paling dicintai oleh Allah.

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku,

ألاَ أُخْبِرُكَ بِأَحَبِّ الكَلاَمِ إِلَى اللهِ ؟ إنَّ أَحَبَّ الكَلاَمِ إِلَى اللهِ : سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

‘Maukah aku beritahukan kepadamu perkataan yang paling dicintai oleh Allah? Sesungguhnya perkataan yang paling dicintai oleh Allah adalah, ‘SUBHANALLAH WA BIHAMDIH’ (Maha Suci Allah dan dengan memuji-Nya).” (HR. Muslim)

✔️2. Dengan tasbih akan jadi sebab terangkat nya dosa dan dapat seribu kebaikan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

“Barang siapa membaca ‘subhanallahi wabihamdihi’ (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya) seratus kali dalam sehari, maka dosanya akan dihapus, meskipun sebanyak buih lautan.” (HR. Muslim).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَكْسِبَ، كُلَّ يَوْمٍ أَلْفَ حَسَنَةٍ؟ فَسَأَلَهُ سَائِلٌ مِنْ جُلَسَائِهِ: كَيْفَ يَكْسِبُ أَحَدُنَا أَلْفَ حَسَنَةٍ؟ قَالَ: يُسَبِّحُ مِائَةَ تَسْبِيْحَةٍ، فَيُكْتَبُ لَهُ أَلْفُ حَسَنَةٍ، أَوْ يُحَطُّ عَنْهُ أَلْفُ خَطِيْئَةٍ

“Apakah salah seorang di antara kalian tidak mampu mengusahakan seribu kebajikan setiap hari? Ada di antara sahabat yang hadir bertanya kepada beliau: ‘Bagaimana mungkin ada di antara kita yang mampu mengusahakan seribu kebajikan?’

Beliau bersabda: “Ia bertasbih seratus kali, akan dituliskan baginya pahala seribu kebajikan atau dihapuskan darinya seribu keburukan.” (HR. Muslim)

✔️3. Tasbih adalah dzikir paling afdhal.

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَحَبُّ الْكَلاَمِ إِلَى اللَّهِ أَرْبَعٌ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ. لاَ يَضُرُّكَ بَأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ.

Dari Samuroh bin Jundub, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ada empat ucapan yang paling disukai oleh Allah:
(1) Subhanallah,
(2) Alhamdulillah,
(3) Laa ilaaha illallah, dan
(4) Allahu Akbar.

Tidak berdosa bagimu dengan mana saja kamu memulai” (HR. Muslim).

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لأَنْ أَقُولَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ ».

Dari Abu Hurairah, dia berkata,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: ‘Sesungguhnya membaca “subhanallah walhamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Maha Besar)” adalah lebih aku cintai daripada terbit matahari.” (HR. Muslim).

Dzikir adalah kebaikan akhirat lebih besar daripada kebaikan Sinar matahari yang adalah duniawi.

✔️ 4. Tasbih akan menjadi pembeda pada hari kiamat (menonjol).

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( مَنْ قَالَ حِيْنَ يُصْبِحُ وَحِيْنَ يُمْسِي : سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ ، مِئَةَ مَرَّةٍ ، لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ يَوْمَ القِيَامَةِ بِأفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ ، إِلاَّ أحَدٌ قَالَ مِثْلَ مَا قَالَ أَوْ زَادَ )) . رَوَاهُ مُسْلِمٌ .

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

“Barangsiapa yang mengucapkan ini ketika pagi dan petang hari: SUBHANALLAHI WA BIHAMDIH (Mahasuci Allah dengan memuji-Nya), seratus kali, tidak ada seorang pun yang lebih baik daripada yang ia bawa pada hari kiamat, kecuali seseorang yang mengucapkan yang sama seperti yang ia ucapkan atau lebih dari itu.” (HR. Muslim)

✔️ 5. Ringan di lisan dan berat di timbangan, dicintai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

“Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat ditimbangan, dan disukai Ar Rahman yaitu “Subhanallah wa bi hamdih, subhanallahil ‘azhim” (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung). (HR. Bukhari dan Muslim)

✔️ 6. TASBIH akan ditanamkan pohon kurma di surga

Bersabda Rasulullah ﷺ :

“Barang siapa yang mengucapkan

: سبحان الله العظيم وبحمده

Subhana-Allahil ’adzimi wa bihamdihi

akan ditanamkan untuknya pohon kurma di surga”. HR Tirmizi, Ibnu Hibban dan Al –Hakim dan Al-Abani mensahihkannya dalam Sahih Al Jami’.

✔️ 7. Pahala nya mengalahkan dzikir di pagi hari (dibaca 3x)

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ، وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

Subhaanallaahi wa bihamdihi ‘adada kholqih, wa ridhoo nafsih, wa zinata ‘arsyih, wa midaada kalimaatih.

Maha Suci Allah, aku memuji-Nya sebanyak makhluk-Nya, sesuai keridhaan-Nya, seberat timbangan arasy-Nya dan sebanyak tinta (yang menulis) kalimat-Nya.
HR. Muslim .

Dari Juwairiyah – salah satu istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam – beliau menceritakan:

Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menuju masjid ketika shalat subuh. Sementara Juwairiyah masih berada di tempat shalatnya di rumah. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pulang di waktu dhuha (matahari sudah tinggi), menemui Juwairiyah, sementara Juwairiyah masih duduk di tempat semula.

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada Juwairiyah istrinya: “Sejak aku tinggal tadi pagi sampai sekarang kamu belum beranjak dari tempat dudukmu?” Juwairiyah menjawab: Ya. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi nasehat: “Aku telah membaca empat kalimat sebanyak 3x. Andaikan pahala bacaan empat kalimat ini ditimbang dengan dzikir yang telah engkau baca, niscaya lebih berat empat kalimat tadi: (dzikir di atas).”

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ، وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

Subhaanallaahi wa bihamdihi ‘adada kholqih, wa ridhoo nafsih, wa zinata ‘arsyih, wa midaada kalimaatih.

✔️ 8. Banyak pengulangan dalam Al Qur’an

Ini menunjukan bahwa kalimat tasbih ini sangat dicintai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

✅ 4. Dzikir Mengandung Keagungan pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَـٰذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَـٰذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillaah, wal hamdulillaah, laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamd, wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir. Robbi as-aluka khoiro maa fii haadzal yaumi wa khoiro maa ba’dahu, wa a’uudzu bika min syarri maa fii haadzal yaumi wa syarri maa ba’dahu, robbi a’uudzu bika minal kasali wa suu-il kibar, robbi a’uudzu bika min ‘adzaabin fin-naari wa ‘adzaabin fil qobr.

Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Hai Tuhan, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Tuhan, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Tuhan, aku berlindung kepadaMu dari siksaan di Neraka dan kubur.
HR. Muslim.

🔸Dzikir ini berdasarkan hadits dari Ibnu Mas’ud radliallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika sore membaca: (doa di atas).

Berlindung dari sifat malas. Malas adalah dorongan dari jiwa kita yang menunjukkan kelemahan kita.

Maka Rasulullah ﷺ juga berdoa minta perlindungan dari sifat malas ini.

Malas, ada yang sebabkan seseorang jatuh pada kemaksiatan, misal sholat menjelang akhir waktu sholat yang akhirnya bisa terlewat.

Malas, ada yang sebabkan seseorang melewatkan amal sholeh.. Misalkan bangun jam 3, tidur lagi akhirnya lewat sholat tahajud dst.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلاَثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ مَكَانَ كُلِّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ فَإِنِ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلاَّ أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ

Setan mengikat di tengkuk kepala kalian saat ia tidur dengan tiga ikatan yang pada masing-masingnya tertulis, ‘Malammu masih panjang, tidurlah yang nyenyak!’

Apabila dia bangun lalu berdzikir kepada Allah, maka satu ikatan lepas. Apabila dia berwudhu, satu ikatan lagi akan lepas.

Dan apabila dia shalat, satu ikatan lepas lagi. Sehingga di pagi hari dia dalam keadaan semangat dengan jiwa yang lapang. Namun jika dia tidak melakukan hal itu, maka di pagi hari jiwanya kotor dan dia menjadi malas.” (HR. Bukhari & Muslim).

##$$-aa$$##

dzikirpp

Syarah Dzikir Pagi Petang-6 Syarah Dzikir Pagi Petang-8
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?