Jasad Nabi pernah akan dicuri dengan cara menggali terowongan
Diterbitkan pertama kali pada: 28-Sep-2024 @ 13:44
2 menit membaca*APAKAH antum tahu kalau Jasad Nabi pernah akan dicuri dengan cara menggali terowongan bawah tanah menuju kubur Rasulullah ﷺ?*
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dalam SYARAH Riyadhus Shalihin – Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “Allah melaknat orang-orang yahudi karena mereka telah menjadikan kuburan para nabi mereka sebagai tempat ibadah”.
Apabila ada yang bertanya, “Apa jawabannya tentang kuburan Nabi? Karena sekarang kuburan Nabi berada di dalam masjid?”.
Jawabannya adalah, “Sesungguhnya Rasulullah ﷺ tidak dikubur di dalam masjid. Beliau ﷺ dikubur di dalam rumah beliau sendiri. Sedangkan masjid tidak pula dibangun di atas kuburan beliau. Sebaliknya masjid tetap berada pada posisinya semula. Tetapi, ketika kaum muslimin ingin memperluas masjid, mereka memperluasnya hingga sampai ke arah kuburan beliau yang berada di arah kiblat. Seolah-olah pada saat itu kaum muslimin tidak menemukan tempat untuk perluasan kecuali ke arah kiblat. Kuburan beliau tetap berada di dalam rumah dan terpisah dari masjid. Antara masjid dengan kuburan beliau terpisah sebuah dinding.
Kemudian Allah Ta’ala (atas kuasa – Nya mengirim dua orang lelaki yang akan mengeluarkan jasad Rasulullah ﷺ. Mereka bertujuan membawa jasad Rasulullah ﷺ untuk dibakar atau untuk disimpan di museum atau di sebuah tempat yang tidak diketahui. Peristiwa ini diawali ketika itu seorang khalifah bermimpi didatangi oleh seseorang dan mengatakan kepadanya, “Bebaskan Rasulullah ﷺ dari kedua orang manusia bermata sipit.”
Mimpi tersebut terus berulang hingga tiga kali, sehingga sang khalifah dibuatnya gelisah. Kemudian dengan tergesa-gesa dan hati gelisah, sang khalifah pergi menuju kota Madinah. Sesampainya di kota Madinah, beliau langsung memerintahkan gubernur Madinah untuk membuat pesta jamuan besar-besaran. Khalifah mengatakan kepada gubernur Madinah, “Undang semua penduduk Madinah.”
Maka sang gubernur mengundang seluruh penduduk Madinah dan sang khalifah memperhatikan satu-persatu penduduk Madinah. Tetapi beliau tidak menemukan ciri-ciri yang dijelaskan kepadanya di dalam mimpinya. Kemudian beliau meminta gubernur Madinah untuk mengundang seluruh penduduk Madinah yang kedua kalinya sampai yang ketiga kalinya. Tetapi beliau tetap tidak menemukan kedua orang yang dimaksud.
Beliau mengatakan kepada sang gubernur, “Kenapa Anda tidak mengundang semua penduduk Madinah?” Sang gubernur menjawab, “Semuanya telah saya undang, tidak tersisa. Kecuali dua orang asing yang sedang tinggal di masjid. Sejak kedatangannya, mereka berdua selalu I’tikaf di dalam masjid.
Beliau mengatakan,” Datangkanlah kedua orang tersebut!”. Maka keduanya pun didatangkan, ternyata ciri-ciri kedua orang tersebut sama dengan ciri-ciri yang disebutkan di dalam mimpinya. Beliau kemudian memerintahkan agar keduanya diperiksa. Keduanya menggali terowongan di bawah tanah di malam hari. Ternyata terowongan tersebut sudah mendekati kuburan Rasulullah ﷺ.
Kemudian khalifah memutuskan agar keduanya dibunuh. Khalifah memerintahkan gubernur agar sisi kuburan Rasulullah ﷺ dicor dengan timah. Kemudian dilapisi dengan tebal. Maka kuburan Rasulullah ﷺ benar-benar terpisah dari masjid.
Bukan di dalam masjid dan masjid sama sekali tidak dibangun di atas kuburan beliau. Ini merupakan jawaban untuk orang-orang yang selalu meniupkan keragu-raguan ke dalam hatimu dari para pelaku kemusyrikan dan para penyembah kubur.
Terjemah syarah Riyadhus Shalihin buku 6.
#kubur #nabi #masjid #nabawi.


