Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc MATauhidAqidah

KASYFU SYUBHAAT #-6 (Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullahu)

This entry is part 6 of 17 in the series Kasyfu_syubhat

Diterbitkan pertama kali pada: 26-Jun-2022 @ 20:53

6 menit membaca

*KASYFU SYUBHAAT* #-6 (Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullahu)
🎙️Ustadz Dr. Firanda Andirja, LC, M.A
27 Dzulqaidah 1443H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Orang yang bertauhid Rububiyah dan meninggalkan tauhid uluhiyah tidak lah cukup untuk menyelamatkan dirinya dari bahaya kesyirikan.

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ النَّاسِ

Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia QS An Naas 1-3.

Disini disebutkan Rububiyah (rabbinnaas) dan uluhiyah (Ilahinnaas)

2 hal yang digabungkan akan memiliki arti yang berbeda, kalau diucapkan salah satu maka artinya sama. Seperti halnya Islam dan iman, fakir dan miskin.

🔸*Kesyirikan yang ada dalam Al Qur’an adalah beberapa beribadah kepada selain Allah.*

Syirik tentang doa ini sering disebutkan dalam nash-nash.

Syirik paling parah adalah berdoa kepada selain Allah.. Karena kehinaan itu diserahkan kepada selain Allah.

🔸Syirik ini paling sering terjadi.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَآءُ ۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِا للّٰهِ فَقَدِ افْتَـرٰۤى اِثْمًا عَظِيْمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 48)

Syirik Yang dimaksud adalah bukan meyakini tidak pencipta selain Allah tetapi beribadah kepada selain Allah.

🔸 Dan engkau mengetahui bahwa agama Allah yang dengannya Allah utus rasul adalah agama tauhid..

Adapun syariat itu berbeda.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan bahwa agama para nabi itu sama,

الْأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ لِعَلَّاتٍ ، أُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى وَدِينُهُمْ وَاحِدٌ

Para nabi itu ibarat saudara seibu. Ibu mereka berbeda-beda, agama mereka adalah satu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ibu disini maksudnya syariat..

✅ Banyak orang yang jahil dan tidak ada tahu tentang uluhiyah dan Rububiyah ini..

♦️✔️4 pengetahuan penting..

1. Tauhid Rububiyah dan uluhiyah
2. Hakikat syirik
3. Agama yang diterima Allah hanya tauhid
4. Banyak orang yang tidak tahu

🖍️ Faidah dari pengetahuan (nikmat) itu..

✔️1. Gembira dengan rahmat Allah atas pengetahuan itu.

Masih banyak muslimin yang rancu atas tauhid Rububiyah dan uluhiyah
Masih banyak yang belum tahu sunnah.
Masih banyak yang percaya pada hal-hal yang aneh (syubhat)

✔️2. Rasa takut yang luar biasa.

Karena ketika orang kenal tauhid maka dia akan takut syirik.
Nabi Ibrahim adalah orang yang paling takut syirik.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ ذْ قَا لَ اِبْرٰهِيْمُ رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ اٰمِنًا وَّا جْنُبْنِيْ وَبَنِيَّ اَنْ نَّـعْبُدَ الْاَ صْنَا مَ 

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhan, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala.”
(QS. Ibrahim 14: Ayat 35)

Seorang tidak merasa aman dengan tauhid yang dia miliki.

➡️ *Sungguh, jika engkau mengetahui bahwa manusia itu bisa menjadi kufur (disangka mendekatkan diri kepada Allah) disebabkan satu kata yang dikeluarkan dari lisannya maka seringkali ada manusia yang mengucapkannya, sedangkan ia tidak mengetahui resiko hal itu, padahal tidak ada alasan karena ketidaktahuan.*

♦️Sebab kekafiran

1. Hati, misalnya
yakin semua agama itu sama.
Ragu akan hari kiamat
Yakin bahwa malaikat itu tidak ada
2. Perbuatan dan perkataan

Misal mengolok-olok agama Allah.

Allah berfirman..

{يَحْلِفُونَ بِاللَّهِ مَا قَالُوا وَلَقَدْ قَالُوا كَلِمَةَ الْكُفْرِ وَكَفَرُوا بَعْدَ إِسْلامِهِمْ}

Mereka (orang-orang munafik itu) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakiti­mu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir sesudah Islam. (At-Taubah: 74)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مَنْ كَفَرَ بِا للّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ اِيْمَا نِهٖۤ اِلَّا مَنْ اُكْرِهَ وَقَلْبُهٗ مُطْمَئِنٌّ بِۢا لْاِ يْمَا نِ وَلٰـكِنْ مَّنْ شَرَحَ بِا لْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِّنَ اللّٰهِ ۚ وَلَهُمْ عَذَا بٌ عَظِيْمٌ

“Barang siapa kafir kepada Allah setelah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), *kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman* (dia tidak berdosa), tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan mereka akan mendapat azab yang besar.”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 106)

Keyakinan itu tidak bisa dipaksa, sedangkan lisan dan perbuatan bisa dipaksa.

🔸Ini seperti kisah Amar bin Yaasir.

Dia diberi udzur karena dipaksa.

Kondisi tidak terima udzur karena jahil.
1. Tidak mau belajar sama sekali.

*Tentang udzur karena jahil*

➡️ 1. Kafir

🔸Tinggal di tengah muslim tapi tidak mau belajar. Hukum asal di neraka Jahanam.

🔸🔸Tinggal di tengah hutan..
Status di dunia kafir, sedangkan di akhirat Wallahu a’lam. Karena kemungkinan udzur bagi dia banyak.

➡️ 2. Muslim

🔸 Jika terjerumus kepada kesyirikan.
Misal baru masuk Islam. Dan belum tahu hukum-hukum Islam.
Ini bisa dapat udzur di akhirat.

🔸 Terjerumus dalam kesyirikan sudah tahu ilmu.
Dihukumi tapi ditegakkan hujah nya.
Dan dihilangkan syubhat nya, maka secara teori boleh di hukumi kafir.

Ibnu Taimiyyah sendiri tidak pernah mengkafirkan orang secara sembarangan, seingat Ustadz hanya saat Ibnu Taimiyyah membantah Ibnu Arobi yang yakini Allah bersatu dengan makhluk.

➡️ Orang yang tidak mau belajar sama sekali dapat dua dosa yaitu tidak mau belajar dan dosa perbuatan dosa itu. Jadi tidak Ada udzur untuk orang seperti ini.

Sungguh, jika engkau mengetahui bahwa manusia itu bisa menjadi kufur (disangka mendekatkan diri kepada Allah) disebabkan satu kata yang dikeluarkan dari lisannya maka seringkali ada manusia yang mengucapkannya, sedangkan ia tidak mengetahui resiko hal itu, padahal tidak ada alasan karena ketidaktahuan

Mereka melakukan kekufuran yang mereka anggap kebaikan.
Istighosah kepada para wali tapi menyangka itu kebaikan/tauhid.
Orang mau bangun rumah, datang kepada orang pintar dan memotong ayam hitam…

➡️ Lebih-lebih lagi engkau takut setelah mengetahui kisah kaum Nabi Musa.

Mereka baru diselamatkan Allah dari kekejaman Firaun dan menyaksikan akhir kisah Firaun.

Allah ﷻ berfirman,

وَجَٰوَزۡنَا بِبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ٱلۡبَحۡرَ فَأَتَوۡاْ عَلَىٰ قَوۡمٖ يَعۡكُفُونَ عَلَىٰٓ أَصۡنَامٖ لَّهُمۡۚ قَالُواْ يَٰمُوسَى ٱجۡعَل لَّنَآ إِلَٰهٗا كَمَا لَهُمۡ ءَالِهَةٞۚ قَالَ إِنَّكُمۡ قَوۡمٞ تَجۡهَلُونَ إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ مُتَبَّرٞ مَّا هُمۡ فِيهِ وَبَٰطِلٞ مَّا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ قَالَ أَغَيۡرَ ٱللَّهِ أَبۡغِيكُمۡ إِلَٰهٗا وَهُوَ فَضَّلَكُمۡ عَلَى ٱلۡعَٰلَمِينَ

“Dan Kami seberangkan Bani Israil ke seberang lautan itu, lalu mereka melewati suatu kaum yang sedang menyembah berhala. Bani lsrail pun berkata:

‘Hai Musa! Buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala), sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala).’

Musa pun menjawab: ‘Sesungguh-nya kalian ini benar-benar kaum yang jahil! Sesungguhnya kepercayaan mereka itu akan binasa, dan akan batal segala amal perbuatan mereka. Patutkah aku mencari Tuhan selain Allah untuk kalian, sementara Dialah yang telah melebihkan kamu atas segala umat (di masa kalian)?!’” (Q.S. Al-A’raf: 138-140)

Para sahabat pun jatuh pada hal demikian. Dan Rasul shallallahu alaihi wasallam marah kepada para sahabat yang baru masuk Islam.

Dari Abu Waqid al-Laitsi radhiyallahu’anhu, dia menceritakan: Dahulu kami berangkat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menuju Hunain. Sedangkan pada saat itu kami masih baru saja keluar dari kekafiran (baru masuk Islam, pent). Ketika itu orang-orang musyrik memiliki sebuah pohon yang mereka beri’tikaf di sisinya dan mereka jadikan sebagai tempat untuk menggantungkan senjata-senjata mereka. Pohon itu disebut dengan Dzatu Anwath. Tatkala kami melewati pohon itu kami berkata, “Wahai Rasulullah! Buatkanlah untuk kami Dzatu Anwath (tempat menggantungkan senjata) sebagaimana mereka memiliki Dzatu Anwath.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Allahu akbar! Inilah kebiasaan itu! Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian telag mengatakan sesuatu sebagaimana yang dikatakan oleh Bani Isra’il kepada Musa: Jadikanlah untuk kami sesembahan sebagaimana mereka memiliki sesembahan-sesembahan. Musa berkata: Sesungguhnya kalian adalah kaum yang bertindak bodoh.” (QS. al-A’raaf: 138). Kalian benar-benar akan mengikuti kebiasaan-kebiasaan orang-orang sebelum kalian.” (HR. Tirmidzi dan beliau mensahihkannya, disahihkan juga oleh Syaikh al-Albani dalam takhrij as-Sunnah karya Ibnu Abi ‘Ashim, lihat al-Qaul al-Mufid [1/126])

🔸Orang bisa terjatuh kepada kesyirikan tanpa harus niat.

Syaikh mengingatkan kita hati-hati pada kesyirikan.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Lalu hari kiamat tidak akan kunjung tiba kecuali ada di antara umatku yang mengikuti orang musyrik dan sebagian lain yang menyembah selain Allah.”

Dalam hadits lain..

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda..

لَا تَقُوم السَّاعَة حَتَّى تَضْطَرِب أَلَيَات نِسَاء دَوْس حَوْل ذِي الْخَلَصَة ، وَكَانَتْ صَنَمًا تَعْبُدهَا دَوْس فِي الْجَاهِلِيَّة بِتَبَالَة

“Kiamat tidak akan bangkit hingga wanita-wanita Daus tawaf mengelilingi Dzul Khalashah, yaitu berhala yang disembah oleh Daus di masa Jahiliyah“. (H.R. Bukhari dan Muslim)

##$$-aa-$$##

Kasyfu_syubhat

KASYFU SYUBHAAT #-5 (Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullahu) KASYFU SYUBHAAT #-7
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?