BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#9
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#1
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#2
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#3
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#4
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#5
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#9
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#6 SYUBHAT-2: Tidak ada kebenaran Absolut
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#7: Syubhat 3 : TUJUAN SEMUA AGAMA MENYERU KEPADA KEADILAN
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#8 -Syubhat 4 : AJARAN SEMUA AGAMA SAMA
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#10 Syubhat #6
Diterbitkan pertama kali pada: 09-Jan-2022 @ 22:00
6 menit membacaBANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#9
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
7 Jumadil Akhir 1443
Da’i pluralis menyebarkan semua agama sama..
➡️ Syubhat 5 : AL-QUR’AN MEMBOLEHKAN UNTUK BEBAS MEMILIH KEYAKINAN/AGAMA
Dalil mereka..
🔻1. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
{لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ}
Bagi kalian agama kalian, bagiku agamaku
Kata mereka Allah mengakui eksistensi agama lain..
🔻2. Firman Allah
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَقُلِ الْحَـقُّ مِنْ رَّبِّكُمْ ۗ فَمَنْ شَآءَ فَلْيُؤْمِنْ وَّمَنْ شَآءَ فَلْيَكْفُرْ ۚ
“Dan katakanlah (Muhammad), “Kebenaran itu datangnya dari Rabbmu; barang siapa menghendaki (beriman) silahkan dia beriman, dan barang siapa menghendaki (kafir) silahkan dia kafir.”
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 29)
Bebas memilih agama (kata mereka)
🔻3. Syubhat keriga
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَا تَسُبُّوا الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَيَسُبُّوا اللّٰهَ عَدْوًا بِۢغَيْرِ عِلْمٍ
“Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka ibadahi selain Allah, karena mereka nanti akan mencela Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 108)
Allah melarang mencela agama lain, ini melazimkan pengakuan emissions agama lain.
➡️ DALIL PERTAMA
{لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ}
Bagi kalian agama kalian, bagiku agamaku
AM GHAZALI : Ibnu Katsir berpendapat bahwa ayat ini turun sebagai bantahan terhadap orang-orang kafir Quraisy, dimana mereka meminta kepada Nabi Muhammad ﷺ agar beliau menyembah sembahan mereka. Riwayat lain menyebutkan bahwa ayat ini turun setelah Al-Walid bin al-Mughirah dan Al – Ash bin Wa’al, Al-Aswad bin Al-Muthalib dan Umayyah bin Khalaf mendatangi Rasulullah ﷺ, lalu meminta beliau agar menyembah tuhan-tuhan mereka selama setahun dan pada tahun berikutnya mereka akan menyembah Tuhan Muhammad selama setahun. Mereka mengatakan bahwa jika seandainya Tuhan Yang disembah Muhammad lebih baik, maka mereka mau menjadi pengikutnya.
Sebaliknya, jika Tuhan yang mereka sembah lebih baik, maka Muhammad harus menjadi pengikut mereka. Setelah itu, karena sebab ini turunlah surat Al Kafirun.
Kemudian AM GHAZALI dengan munukil Tafsir Al-Thabari, ia berkata, “Tidak dibolehkannya melakukan pemaksaan dalam agama ini bisa dimaklumi karena Allah memposisikan manusia sebagai makhluk berakal. Dengan akalnya, manusia bisa memilih agama yang terbaik buat dirinya. Allah berfirman,” Katakanlah : kebenaran itu datang dari Tuhanmu, maka siapa yang akan beriman, silakan dan siapa yang ingin kafir, biarlah kafir.” ini berarti manusia tidak memiliki kewenanangan menilai dan mengintervensi keimanan seseorang.”
Zuhairi Misrawi :” Dalam Al Qur’an banyak sekali pesan tentang toleransi, diantaranya kebebasan dalam iman dan agama”.
Muhammad Shabari : “Benar bahwa Lakum dinukum waliyadin pertama-tama harus ditangkap maknanya sebagai pernyataan teologis yang jelas, ringkas dan tegas bahwa kita tak boleh mencla-mencle dalam beragama. Tetapi ketegasan ini sama sekali bukan sebuah pengingkaran eksistensial bagi agama-agama lain. ”
❓Pendalilan mereka :
1. Al Qur’an memberi kebebasan memilih agama
2. Pengakuan terhadap eksistensial kebenaran agama
3. Tidak boleh intervensi keyakinan orang lain.
⛔ BANTAHAN
1️⃣ Mereka telah mempelintir perkataan para ahli tafsir. Kerjaan nya berbohong.
Kandungan riwayat Al-Thabari berbeda dengan yang mereka pahami.
Sebab nuzul karena Rasulullah ﷺ mencela berhala-berhala mereka. Dan mereka gerah dan memberi tawaran2 (harta, wanita, gantian menyembah)
Sebab nuzul menunjukkan bahwa surat Al Kafirun adalah surat berlepas diri dari kesyirikan bukan pembenaran terhadap kesyirikan.
2️⃣ Dalam sebab nuzul juga disebutkan ketika datang orang-orang Quraisy, turun dua ayat.
Surat Al Kafirun,
Wahai orang-orang kafir..
dan ayat dalam surat Az Zumar 64-65.
Wahai orang-orang jahil…
{قُلْ أَفَغَيْرَ اللَّهِ تَأْمُرُونِّي أَعْبُدُ أَيُّهَا الْجَاهِلُونَ وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ}
Katakanlah, “Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang-orang jahil?” Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (Az-Zumar: 64-65)
Apakah Lafazh ini pengakuan terhadap eksistensi kesyirikan penyembahan berhala.
3️⃣ Ayat ini disepakati oleh para ulama adalah untuk at tahdid (ancaman),
Misalnya Ar Razi, dst
Seperti firman Allah..
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَا عْبُدُوْا مَا شِئْتُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ ۗ قُلْ اِنَّ الْخٰسِرِيْنَ الَّذِيْنَ خَسِرُوْۤا اَنْـفُسَهُمْ وَ اَهْلِيْهِمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ اَ لَا ذٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَا نُ الْمُبِيْنُ
“Maka sembahlah selain Dia sesukamu! (wahai orang-orang musyrik). Katakanlah, “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari Kiamat.” Ingatlah! Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.”
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 15)
Ayat-ayat seperti ini banyak.
Bukan anjuran tapi ancaman..
✔️Ar Razi : sesungguhnya Muhammad ﷺ diutus untuk memerangi kekufuran maka bagaimana malah menyetujui kekufuran.
🔸Seperti juga surat Yunus 41.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ نْ كَذَّبُوْكَ فَقُلْ لِّيْ عَمَلِيْ وَلَـكُمْ عَمَلُكُمْ ۚ اَنْـتُمْ بَرِيْۤـئُوْنَ مِمَّاۤ اَعْمَلُ وَاَ نَاۡ بَرِيْٓءٌ مِّمَّا تَعْمَلُوْنَ
“Dan jika mereka (tetap) mendustakanmu (Muhammad) maka katakanlah, “Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu tidak bertanggung jawab terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.””
(QS. Yunus 10: Ayat 41)
4️⃣ Ibnu Katsir mengatakan ayat ini berlepas diri dari kesyirikan.
➡️ DALIL KEDUA
وَقُلِ الْحَـقُّ مِنْ رَّبِّكُمْ ۗ فَمَنْ شَآءَ فَلْيُؤْمِنْ وَّمَنْ شَآءَ فَلْيَكْفُرْ ۚ
“Dan katakanlah (Muhammad), “Kebenaran itu datangnya dari Rabbmu; barang siapa menghendaki (beriman) silahkan dia beriman, dan barang siapa menghendaki (kafir) silahkan dia kafir.”
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 29)
Zuhairi Misrawi : seorang pemuka agama dan elite politik dengan mudah memurtadkan kelompok lain, padahal Tuhan sudah menegaskan dalam Alqur’an bahwa Dialah yang menentukan iman dan kufur seseorang. Bahkan Tuhan memberikan kebebasan kepada hamba Nya untuk memilih iman dan kufur.
AM GHAZALI : tidak boleh ada pemaksaan dalam beragama adalah hal yang lumrah karena Allah menjadikan manusia sebagai makhluk yang cerdas lagi berakal, dengan kecerdasannya memungkinkan baginya untuk memilih agama Yang terbaik baginya.
⛔ BANTAHAN
1️⃣ Mereka tidak menyampaikan ayat secara sempurna
Lanjutan ayat ini… Kalau memilih kekufuran ternyata adzab..
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّاۤ اَعْتَدْنَا لِلظّٰلِمِيْنَ نَا رًا
“Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka”
2️⃣ Allah tentu benci dengan kekufuran.
1.
{وَلا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ}
Dia tidak meridai kekafiran bagi hamba-hamba-Nya. (Az-Zumar: 7)
3️⃣ Ayat ini jika disampaikan secara lengkap ternyata ancaman dan ayat seperti ini banyak. Kata para ahli tafsir.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
لِيَكْفُرُوْا بِمَاۤ اٰتَيْنٰهُمْ ۗ فَتَمَتَّعُوْا ۗ فَسَوْفَ تَعْلَمُوْنَ
“Biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka; bersenang-senanglah kamu. Kelak kamu akan mengetahui (akibatnya).”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 55)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
لِيَكْفُرُوْا بِمَاۤ اٰتَيْنٰهُمْ ۗ فَتَمَتَّعُوْا ۗ فَسَوْفَ تَعْلَمُوْنَ
“biarkan mereka mengingkari rahmat yang telah Kami berikan. Dan bersenang-senanglah kamu, maka kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu).”
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 34)
Juga QS al Ankabut 66, qs Az Zumar 15,Qs Fussilat ayat 40.
4️⃣ Allah mengatakan setelah itu..
{إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ}
Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu. (Al-Kahfi: 29)
{نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا}
neraka yang gejolaknya mengepung mereka. (Al-Kahfi: 29)
✔️Orang kafir itu dzalim, karena mereka melakukan kesyirikan (kedzaliman paling besar).
➡️ DALIL KETIKA
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَا تَسُبُّوا الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَيَسُبُّوا اللّٰهَ عَدْوًا بِۢغَيْرِ عِلْمٍ
“Dan janganlah kalian mencaci sesembahan yang mereka ibadahi selain Allah, karena mereka akan mencela Allah dengan melampaui batas tanpa ilmu.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 108)
Kata mereka, Allah melarang mencela Tuhan-tuhan selain Allah berarti Allah mengakui eksistensi sesembahan tersebut.
⛔ BANTAHAN
1️⃣ Mencela tuhan2 selain Allah asalnya adalah ketaatan. Terlalu banyak dalilnya.
Contoh..
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِذْ قَا لَ لِاَ بِيْهِ يٰۤـاَبَتِ لِمَ تَعْبُدُ مَا لَا يَسْمَعُ وَلَا يُبْصِرُ وَ لَا يُغْنِيْ عَنْكَ شَيْـئًـا
“(Ingatlah) ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya, “Wahai ayahku! Mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak dapat menolongmu sedikit pun?”
(QS. Maryam 19: Ayat 42)
Juga ketika Ibrahim hancurkan berhala-berhala… Dan disisakan 1 berhala besar.. Dan Ibrahim berkata, “Apakah kalian menyembah tuhan yang tidak bisa….”
⛔Namun dalam kondisi tertentu terlarang jika mengakibatkan kemudhorotan yang lebih besar yaitu mencela Allah.
Kaidah : dilarang bernahi mungkar jika mengakibatkan kemungkaran yang lebih besar.
2️⃣ Larangan untuk mencela bukan berarti membenarkan.
Allah berkata kepada Musa dan Harun..
{فَقُولا لَهُ قَوْلا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى}
maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut. (Thaha: 44)
Tidak berarti Fir’aun benar.
3️⃣ Pendapat sebagian ahli tafsir, ayat ini sudah mansukh dengan ayat-ayat jihad.
Ibnu Hajar juga berpendapat larangan ini jika memulai, adapun jika membalas maka tidak mengapa..
Kisah Abu Bakar radhiyallahu dalam perjanjian Hudaibiyah.
Yang mencela Tuhan Latta sebagai balasan. Dan Rasulullah ﷺ membiarkan.
Semoga bermanfaat.
##$$-aa-$$##


