TUNTUNAN SHALAT SUNNAH JUM’AT , ASHR , MAGHRIB dan ISYA’
- SHOLAT-SHOLAT SUNNAH NABI ﷺ bagian-1
- TUNTUNAN SHOLAT DHUHA dan QABLIYAH DHUHUR
- TUNTUNAN SHALAT SUNNAH JUM’AT , ASHR , MAGHRIB dan ISYA’
Diterbitkan pertama kali pada: 26-Des-2021 @ 06:19
4 menit membaca*TUNTUNAN SHALAT SUNNAH JUM’AT , ASHR , MAGHRIB dan ISYA’*
Ustadz Musa Mulyadi, Lc
21 Jumadil Awal 1443H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
➡️ *SHOLAT JUMAT*
adakah sholat qabliyah Jumat?
Tidak ada riwayat yang shahih dari Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ melakukan sholat Qabliyah Jumat. Juga tidak ada hadits yang mana Rasulullah ﷺ menganjurkan sholat qabliyah Jumat.
Yang ada hanya hadits-hadits yang dhaif.
Ini dijelaskan dalam kitab Fathul Baari, Ibnu Hajar Asqolani.
Misalnya riwayat yang dhaif diriwayatkan dari Abu Hurairah, Ali bin Abi Thalib, Ibnu Abbas.
Sehingga tidak bisa dijadikan dalil ada sholat Qabliyah khusus sholat Jum’at.
Adapun ulama yang menganjurkan sholat Qabliyah Jumat, ada hadits yang Marfu.
Tidak ada sholat yang diwajibkan kecuali dengan sholat qabliyah dua rakaat (Hadits shahih, Dari Abu Zubair.. Namun hadits ini umum. Dan sholat jumat termasuk sholat fardhu).
Hadis Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, yang menjelaskan bahwa beliau melakukan shalat sunah sebelum shalat Jumat dan dua rakaat sesudahnya. Kemudian, Ibnu Umar menegaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dulu juga melakukan hal demikian. Penegasan Ibnu Umar ini menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat sunah sebelum shalat Jumat. (maksudnya yang benar adalah sholat mutlak sebelum sholat jumat).
📌 *Yang mendekati kebenaran adalah tidak ada anjuran khusus sholat Qabliyah Jum’at.*
Bila ada tentu ada riwayat dari para istri Rasulullah ﷺ dan para sahabat. Mereka sangat semangat dalam meriwayatkan amalan dari Rasulullah ﷺ.
➡️ *Yang ada adalah sholat mutlak.*
Dalil-dalil yang menunjukkan bahwa yang dimaksud adalah shalat sunnah mutlak,
عن سَلْمَانَ الْفَارِسِي رضي الله عنه قَالَ : قَالَ النَّبِي صلى الله عليه وسلم : ( لاَ يَغْتَسِلُ رَجُلٌ يَوْمَ الْجُمُعَةِ ، وَيَتَطَهَّرُ مَا اسْتَطَاعَ مِنْ طُهْرٍ ، وَيَدَّهِنُ مِنْ دُهْنِهِ ، أَوْ يَمَسُّ مِنْ طِيبِ بَيْتِهِ ثُمَّ يَخْرُجُ ، فَلاَ يُفَرِّقُ بَيْنَ اثْنَيْنِ ، ثُمَّ يُصَلِّى مَا كُتِبَ لَهُ ، ثُمَّ يُنْصِتُ إِذَا تَكَلَّمَ الإِمَامُ ، إِلاَّ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الأُخْرَى ) رواه البخاري
Dari Salmaan Al Faarisi, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidaklah seseorang mandi pada hari Jum’at, lalu ia bersuci semampu dia, lalu ia memakai minyak atau ia memakai wewangian di rumahnya lalu ia keluar, lantas ia tidak memisahkan di antara dua jama’ah (di masjid), kemudian ia melaksanakan shalat semampu yang ia mampu, lalu ia diam ketika imam berkhutbah, melainkan akan diampuni dosa yang diperbuat antara Jum’at yang satu dan Jum’at yang lainnya.” (HR. Bukhari )
✳️Faidah..
1. Seorang laki-laki mempunyai parfum yang siap untuk dipakai sebelum ke masjid
2. Mandi dan bersuci sebelum sholat jumat
3. Sholat mutlak semampunya
4. Diampuni dosa-dosa dengan syarat amalkan hadits ini.
♦️Ini sebab khatib tidak boleh khutbah yang panjang-panjang, supaya Jamaah tidak tidur, supaya jamaah dengarkan khutbah dan dapat pahala…
Dalam riwayat Ibnu Umar, beliau sholat mutlak 4 rakaat tanpa dipisahkan dengan salam.
Bila ada qabliyah Jumat, seharusnya dilaksanakan setelah adzan kedua.
Dan ini tidak diamalkan saat ini yang berarti itu adalah sholat mutlak.
➡️ *Sholat Ba’diyah Jumat.*
Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي قَبْلَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ، وَبَعْدَهَا رَكْعَتَيْنِ، وَبَعْدَ المَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ فِي بَيْتِهِ، وَبَعْدَ العِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ، وَكَانَ لاَ يُصَلِّي بَعْدَ الجُمُعَةِ حَتَّى يَنْصَرِفَ، فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melaksanakan dua rakaat sebelum zhuhur dan dua rakaat sesudahnya, dua rakaat setelah maghrib di rumahnya, dan dua rakaat sesudah ‘isya. Dan beliau tidak mengerjakan shalat setelah shalat Jum’at hingga beliau pulang, lalu shalat dua rakaat.” (HR. Bukhari)
Dalam hadits riwayat Muslim disebutkan dari Ibnu ‘Umar,
أَنَّهُ كَانَ إِذَا صَلَّى الْجُمُعَةَ انْصَرَفَ فَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ فِى بَيْتِهِ ثُمَّ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصْنَعُ ذَلِكَ
“Jika Ibnu ‘Umar melaksanakan shalat Jum’at, setelahnya ia melaksanakan shalat dua raka’at di rumahnya. Lalu ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melakukan seperti itu.” (HR. Muslim no. 882)
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمُ الْجُمُعَةَ فَلْيُصَلِّ بَعْدَهَا أَرْبَعًا
“Jika salah seorang di antara kalian shalat Jum’at, maka lakukanlah shalat setelahnya empat raka’at.” (HR. Muslim no. 881)
Jadi sholat qabliyah ada dua Faidah, 2 atau 4 rakaat dan dilaksanakan di rumah.
➡️ *QABLIYAH Ashar*
Tidak ada hadits yang shahih bahwa Rasulullah ﷺ melakukan sholat Qabliyah Ashar. (ulama Mesir ahli hadits).
Dari Ali bin Abi Thalib.
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي قَبْلَ العَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ يَفْصِلُ بَيْنَهُنَّ بِالتَّسْلِيمِ عَلَى المَلَائِكَةِ المُقَرَّبِينَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ مِنَ المُسْلِمِينَ وَالمُؤْمِنِينَ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat 4 rakaat sebelum ashar, beliau pisah diantaranya dengan salam kepada malaikat, dan orang yang mengikuti mereka di kalangan kamu muslimin dan mukminin. (HR. Turmudzi).
Hadits umum, shahih..
Ada sholat antara dua adzan..
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ، بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ (ثُمَّ قَالَ فِي الْشَّالِِشَةِ:) لِمِنْ شَاءَ “Antara tiap dua adzan (adzan dan iqamah) terdapat shalat. Antara tiap dua adzan itu terdapat shalat” (Kemudian pada yang ketiga kalinya beliau bersabda) : “Bagi yang menghendaki” Diriwayatkan oleh Asy-Syaikhani
Adapun setelah Ashar tidak ada sholat sunnah, dan masuk waktu larangan sholat.
➡️ *QABLIYAH MAGHRIB*
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« صَلُّوا قَبْلَ الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ ». ثُمَّ قَالَ « صَلُّوا قَبْلَ الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ لِمَنْ شَاءَ ». خَشْيَةَ أَنْ يَتَّخِذَهَا النَّاسُ سُنَّةً.
“Kerjakanlah shalat sunnah sebelum Maghrib dua raka’at.” Kemudian beliau bersabda lagi, “Kerjakanlah shalat sunnah sebelum Maghrib dua raka’at bagi siapa yang mau.” Karena hal ini dikhawatirkan dijadikan sebagai sunnah. (HR. Abu Daud no. 1281. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Kalimat… Bagi siapa yang mau… Artinya anjuran atau sekedar boleh (ada khilaf ulama).
Ini dalil yang hanya menganggap boleh.. (boleh ditinggalkan karena sibuk).
Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Martsad bin Abdillah Al Yazani
أَتَيْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ الْجُهَنِيَّ فَقُلْتُ أَلَا أُعْجِبُكَ مِنْ أَبِي تَمِيمٍ يَرْكَعُ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ فَقَالَ عُقْبَةُ إِنَّا كُنَّا نَفْعَلُهُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْتُ فَمَا يَمْنَعُكَ الْآنَ قَالَ الشُّغْلُ
Aku mendatangi Uqbah bin Amir Al Juhani, lalu aku bekata: “Sungguh aku kagum denganmu dari Bani Tamim yang selalu salat dua rakaat sebelum salat maghrib.” Kemudian ia menjawab: “Sungguh aku dahulu selalu melakukannya pada masa Rasulullah ﷺ .” Aku bertanya: “Lalu mengapa engkau meninggalkannya sekarang?”. “(Sekarang aku) sibuk”. Jawabnya. (HR. Al Bukhari).
Sedangkan Ba’diyah maghrib adalah ada sholat sunnah.
➡️ *Sholat sunnah yang menyertai Isya*
Tidak ada hadits yang shahih maupun dhaif.
Namun ulama menganjurkan dengan hadits umum.
Bahwa ada sholat antara dua adzan.
Adapun setelah Isya, itu ada riwayat nya.
وَعَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنهُمَا ، قَالَ : صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتْينِ بَعْدَهَا، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الجُمُعَةِ ، وَرَكْعَتَينِ بَعدَ المَغْرِبِ ، وَرَكْعَتَينِ بَعدَ العِشَاءِ . مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.
Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Aku melaksanakan shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dua rakaat sebelum Zhuhur, dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah Jumat, dua rakaat setelah Maghrib, dua rakaat setelah Isya.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari dan Muslim]
Mari kita amalkan sholat-sholat ini di rumah.
Bila tidak mampu semuanya maka kita usahakan yang ada dalam hadits.
Semoga Allah beri istiqomah kepada kita.
➡️ *Kalau kita malas sholat sunnah maka iman kita lemah dan dikuasai syahwat.*
Salah sebab orang-orang yang murtad, awalnya adalah meremehkan amalan sunnah…
Semoga bermanfaat.
$$##-aa-##$$


