This entry is part 25 of 25 in the series Tafsir Al A'raf

Diterbitkan pertama kali pada: 24-Okt-2021 @ 21:03

6 menit membaca

📖 TAFSIR QS AL A’RAF#25: AYAT 194-206
👤Ustadz Dr Firanda Andirja MA
🗓️ 11 Rabi’ul Awal 1443H
🕌 Masjid AlIkhlas Dukuh Bima (zoom)

Kita lanjutkan..

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَا يَسْتَطِيْعُوْنَ لَهُمْ نَـصْرًا وَّلَاۤ اَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُوْنَ
“Dan (berhala) itu tidak dapat memberikan pertolongan kepada penyembahnya, dan kepada dirinya sendiri pun mereka tidak dapat memberi pertolongan.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 192)

Berhala itu tidak bisa menciptakan apa-apa bahkan diciptakan juga.

Allah juga menjelaskan di ayat yang lain..

{يَا أَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ}

Hai manusia, telah dibuat perumpamaan.

{فَاسْتَمِعُوا لَهُ}

maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu.

{إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَنْ يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ}

Sesungguhnya segala yang kamu sembah selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. (Al-Hajj: 73)

Lalat hewan yang hina, mereka pun tidak bisa menciptakannya…

Bahkan sesembahan-sesembahan ini diciptakan?

Seperti perkataan Nabi Ibrahim..

قَالَ أَتَعْبُدُونَ مَا تَنْحِتُونَ
Ibrahim berkata: “Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?
Surat As-Saffat (37) Ayat 95

Tidak logis, karena sudah syirik dan hidayah ditangan Allah.

Dan berhala itu tidak bisa menolong diri mereka sendiri.. Bagaimana mau menolong mereka yang menyembah?

Begitu juga Nabi Isa yang Allah tolong karena Nabi Isa juga tidak bisa menolong diri sendiri.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ نْ تَدْعُوْهُمْ اِلَى الْهُدٰى لَا يَتَّبِعُوْكُمْ ۗ سَوَآءٌ عَلَيْكُمْ اَدَعَوْتُمُوْهُمْ اَمْ اَنْـتُمْ صٰمِتُوْنَ

“Dan jika kamu (wahai orang-orang musyrik) menyerunya (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk kepadamu, tidaklah berhala-berhala itu dapat memperkenankan seruanmu; sama saja (hasilnya) buat kamu menyeru mereka atau berdiam diri.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 193)

Tidak ada perubahan terhadap berhala.
Tidak ada pengaruh orang-orang yang menyembah berhala.

Sesama hamba tidak boleh saling menyembah.

Hanya Islam yang menyeru penyembahan kepada Allah satu-satunya yang berhak disembah.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ عِبَا دٌ اَمْثَا لُـكُمْ فَا دْعُوْهُمْ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لَـكُمْ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
“Sesungguhnya mereka (berhala-berhala) yang kamu seru selain Allah adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu. Maka, serulah mereka lalu biarkanlah mereka memperkenankan permintaanmu, jika kamu orang yang benar.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 194)

Tidak mungkin berhala itu menyambut seruan.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَلَهُمْ اَرْجُلٌ يَّمْشُوْنَ بِهَاۤ ۖ اَمْ لَهُمْ اَيْدٍ يَّبْطِشُوْنَ بِهَاۤ ۖ اَمْ لَهُمْ اَعْيُنٌ يُّبْصِرُوْنَ بِهَاۤ ۖ اَمْ لَهُمْ اٰذَا نٌ يَّسْمَعُوْنَ بِهَا ۗ قُلِ ادْعُوْا شُرَكَآءَكُمْ ثُمَّ كِيْدُوْنِ فَلَا تُنْظِرُوْنِ

“Apakah mereka (berhala-berhala) mempunyai kaki untuk berjalan, atau mempunyai tangan untuk memegang dengan keras, atau mempunyai mata untuk melihat, atau mempunyai telinga untuk mendengar? Katakanlah (Muhammad), “Panggillah (berhala-berhalamu) yang kamu anggap sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)ku, dan jangan kamu tunda lagi.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 195)

Ini adalah puncak bantahan kepada mereka.
Berhala itu tidak bisa menciptakan bahkan diciptakan, tidak bisa menolong bahkan ditolong.. Tidak bisa menjawab seruan..
Berhala itu tidak ada kehidupan.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ وَلِيِّ يَ اللّٰهُ الَّذِيْ نَزَّلَ الْـكِتٰبَ ۖ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصّٰلِحِيْنَ
“Sesungguhnya pelindungku adalah Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an). Dia melindungi orang-orang saleh.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 196)

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا لَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهٖ لَا يَسْتَطِيْعُوْنَ نَـصْرَكُمْ وَلَاۤ اَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُوْنَ
“Dan berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 197)

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ نْ تَدْعُوْهُمْ اِلَى الْهُدٰى لَا يَسْمَعُوْا ۗ وَتَرٰٮهُمْ يَنْظُرُوْنَ اِلَيْكَ وَهُمْ لَا يُبْصِرُوْنَ
“Dan jika kamu menyeru mereka (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk, mereka tidak dapat mendengarnya. Dan kamu lihat mereka memandangmu padahal mereka tidak melihat.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 198)

Kemudian Allah berbicara tentang akhlak.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِا لْعُرْفِ وَاَ عْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِيْنَ
“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 199)

Khudil afwa.. Ambillah yang termudah bagi mereka, yang membuat kita lebih bahagia.
Kalau ingin merubah harus pelan-pelan.

Semua akhlak kembali kepada hal ini.

Orang jahil itu banyak…
Banyak komentar… Tidak perlu diladeni.. Obat dari Allah, berpaling dari orang jahil.

Ciri Ibadurrohman adalah bila ada orang yang berkata kasar padanya maka dijawab dengan perkataan yang baik kalau perlu (tidak digubris sudah cukup).

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ مَّا يَنْزَغَـنَّكَ مِنَ الشَّيْطٰنِ نَزْغٌ فَا سْتَعِذْ بِا للّٰهِ ۗ اِنَّهٗ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
“Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 200)

Syetan berusaha menggoda Nabi. Allah Maha Mendengar dan minta perlindungan dari syetan.

أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ، مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، مِنْ هَمْزِهِ، وَنَفْخِهِ، وَنَفْثِهِ

A’uudzu billaahis-samii’il ‘aliim, minasy-syaithoonir-rojiim

Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, dari setan yang terkutuk

Atau cukup
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Allah tahu bagaimana cara menyelamatkan kita.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا اِذَا مَسَّهُمْ طٰٓئِفٌ مِّنَ الشَّيْطٰنِ تَذَكَّرُوْا فَاِ ذَا هُمْ مُّبْصِرُوْنَ 

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya).”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 201)

طٰٓئِفٌ
Orang beriman itu diintai oleh syetan.
Pelan-pelan..

Orang beriman itu ingat adzab Allah, ingat akhirat.

Seakan-akan Allah mengatakan kepada Nabi ﷺ untuk melihat bagaimana para Nabi dulu menyikapi godaan syetan.

Syetan selalu menggoda manusia pelan dan cahaya keimanan mulai redup. Bila kita ingat Allah maka cahaya keimanan menjadi terang.. Segera kembali kepada Allah.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ خْوَا نُهُمْ يَمُدُّوْنَهُمْ فِى الْغَيِّ ثُمَّ لَا يُقْصِرُوْنَ
“Dan teman-teman mereka (orang kafir dan fasik) membantu setan-setan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan).”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 202)

Godaan itu bertubi-tubi dalam menyesatkan manusia.
وَاِ خْوَا نُهُمْ
Ada dua tafsir.

1. Syetan dan teman-teman nya
2. Orang fasik dari golongan manusia karena sifat-sifat mereka seperti syetan.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ ذَا لَمْ تَأْتِهِمْ بِاٰ يَةٍ قَا لُوْا لَوْلَا اجْتَبَيْتَهَا ۗ قُلْ اِنَّمَاۤ اَتَّبِعُ مَا يُوْحٰۤى اِلَيَّ مِنْ رَّبِّيْ ۚ هٰذَا بَصَآئِرُ مِنْ رَّبِّكُمْ وَهُدًى وَّ رَحْمَةٌ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ

“Dan apabila engkau (Muhammad) tidak membacakan suatu ayat kepada mereka, mereka berkata, “Mengapa tidak engkau buat sendiri ayat itu?” Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. (Al-Qur’an) ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhan kalian, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 203)

Orang-orang musyrikin itu mengejek Nabi Muhammad ﷺ.

, ❔Kenapa kau tidak menciptakan ayat sendiri?
Ada dua tafsiran.

1. Ayat-ayat Al Qur’an, karena mereka yakin ayat itu buatan Nabi Muhammad ﷺ.

2. Mereka meminta mukjizat.

وَقَالُوا لَنْ نُؤْمِنَ لَكَ حَتَّى تَفْجُرَ لَنَا مِنَ الأرْضِ يَنْبُوعًا (90) أَوْ تَكُونَ لَكَ جَنَّةٌ مِنْ نَخِيلٍ وَعِنَبٍ فَتُفَجِّرَ الأنْهَارَ خِلالَهَا تَفْجِيرًا (91)

Dan mereka berkata, “Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dari bumi untuk kami (Mekah) , atau kamu mempunyai sebuah kebun kurma dan anggur, lalu kamu alirkan sungai-sungai di celah kebun itu yang deras alirannya, Qs Al Isra 90-91.

Al Qur’an adalah mukjizat yang cukup dan petunjuk bagi orang-orang yang beriman.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ ذَا قُرِئَ الْقُرْاٰ نُ فَا سْتَمِعُوْا لَهٗ وَاَ نْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

“Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 204)

Jangan sepelekan Al Qur’an. Ini firman Allah.
Simak dan dengar, diam dari segala kegiatan yang melalaikan. Supaya mendatangkan rahmat bagi kita.

Ijma ulama, ayat ini turun tentang sholat juga. Kalau imam baca maka kita dengarkan.. (tidak baca sendiri). Lain halnya bila kita tidak mendengar maka kita baca sendiri.

Inshat itu disuruh diam.

Dengar orang baca Al Qur’an saja bisa mendapatkan rahmat.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا ذْكُرْ رَّبَّكَ فِيْ نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَّخِيْفَةً وَّدُوْنَ الْجَـهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِا لْغُدُوِّ وَا لْاٰ صَا لِ وَلَا تَكُنْ مِّنَ الْغٰفِلِيْنَ

“Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 205)

Baca sendiri dengan lisan pelan. Dengan suara yang lembut yang bisa kita dengar sendiri.

وَا ذْكُرْ رَّبَّكَ

Kata roja kembali kepada ini. Ini harapan.

Rendah diri dan takut = khouf.. Dengan suara yang pelan (tidak mengeraskan suara).

Ini adalah hukum asal dzikir dengan suara pelan. Kecuali dalil-dalil yang menunjukkan dibesarkan seperti takbiran, adzan, talbiyah.

Rasulullah ﷺ pernah menegur sahabat yang dzikir dengan suara yang keras, Dalam hadits Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – ، فَكُنَّا إِذَا أَشْرَفْنَا عَلَى وَادٍ هَلَّلْنَا وَكَبَّرْنَا ارْتَفَعَتْ أَصْوَاتُنَا ، فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « يَا أَيُّهَا النَّاسُ ، ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ ، فَإِنَّكُمْ لاَ تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلاَ غَائِبًا ، إِنَّهُ مَعَكُمْ ، إِنَّهُ سَمِيعٌ قَرِيبٌ ، تَبَارَكَ اسْمُهُ وَتَعَالَى جَدُّهُ »

“Kami pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika sampai ke suatu lembah, kami bertahlil dan bertakbir dengan mengeraskan suara kami. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Wahai sekalian manusia. Lirihkanlah suara kalian. Kalian tidaklah menyeru sesuatu yang tuli dan ghoib. Sesungguhnya Allah bersama kalian. Allah Maha Mendengar dan Maha Dekat. Maha berkah nama dan Maha Tinggi kemuliaan-Nya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Imam Syafi’i dalam Al Umm, dzikir itu pelan kecuali dalam rangka mengajarkan.

بِا لْغُدُوِّ وَا لْاٰ صَا لِ
Pada pagi dan petang.

Kenapa dikhususkan ini?

📌Ada beberapa pendapat..
1. Pagi petang adalah waktu yang lapang
2. Ini seluruh waktu (setiap saat).
3. Pagi bada subuh dilarang sholat, petang bada Ashar juga dilarang sholat, maka berdzikir

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ عِنْدَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَا دَتِهٖ وَيُسَبِّحُوْنَهٗ وَلَهٗ يَسْجُدُوْنَ‏
“Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidak merasa enggan untuk menyembah Allah dan mereka menyucikan-Nya dan hanya kepada-Nya mereka bersujud.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 206)

Allah sebutkan malaikat.
1. Seakan-akan Allah menyatakan malaikat yang mulia tidak pernah berbuat dosa itu pun sujud, ibadah kepada Allah, apalagi manusia lebih utama untuk beribadah.

2. Allah menyuruh beribadah bukan untuk Allah tapi untuk dirinya sendiri karena sudah ada yang beribadah kepada Allah.

Semoga bermanfaat.

##$$-aa-$$##

Tafsir Al A'raf

TAFSIR QS AL A’RAF#24: AYAT 181-193
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?