Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc MATematik

KELAS UFA# TANYAJAWAB 4-5 :ORTU TOLAK NIKAHKAN-TIDAK MAU MEMAAFKAN:, TEMATIK 21-22-23:TAUBAT-UJIAN-IMAN

This entry is part 27 of 37 in the series kelasUF

Diterbitkan pertama kali pada: 08-Agu-2021 @ 21:23

5 menit membaca

KELAS UFA
02.07.2021

➡️ TANYA JAWAB 4: ORANG TUA MENOLAK MENIKAHKAN ANAK KARENA MASIH KULIAH

Kalau sang ayah menolak permintaan anak (perempuan) menikah berulang-ulang tanpa alasan yang syari maka perwalian bisa gugur.

Caranya? Dengan pergi ke mahkamah untuk cari wali yang lain sehingga perwalian ayah bisa digugurkan. (mungkin pengadilan agama atau KUA)

Tetapi sebaiknya kita sabar, tidak usah sampai begitu.. Sampaikan dengan sabar tentang hukum syari kepada orang tua.

➡️ TANYA JAWAB 5 : TIDAK BISA MEMAAFKAN KARENA SAKIT HATI

Apakah termasuk dosa besar bila tidak memaafkan karena di dzalimi?

Bukan dosa besar karena pilihan, orang di dzalimi boleh balas atau memaafkan.

Tapi lebih memaafkan, daripada batin tersiksa. Pahala di hari kiamat lebih besar.

Antum tidak memaafkan dan menuntut di hari kiamat atau memaafkan dengan pahala yang lebih besar.

➡️ TEMATIK 21 : IBADAH TAUBAT, IBADAH AGUNG YANG DIKERJAKAN PARA NABI DAN ORANG SHOLEH

Ibadah taubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah ibadah 2ad yang dilakukan seumur hidup, karena setiap manusia tidak ada yang luput dari dosa.

Rasulullah ﷺ bersabda,

كُلُّ بَنِى آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ

Setiap anak Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat.

Dalam hadits qudsi Allah juga berfirman ,

يَا عِبَادِى إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا فَاسْتَغْفِرُونِى أَغْفِرْ لَكُمْ

Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat dosa di waktu siang dan malam, dan Aku mengampuni dosa-dosa itu semuanya, maka mintalah ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni kalian

Dan taubat, karena kita sering berdosa maka kita sangat butuh ibadah taubat. Semua tingkat manusia baik awam maupun ulama membutuhkan ibadah taubat ini.

Para Nabi juga melakukan dosa dan mereka juga bertaubat. Allah kisahkan dalam Al Qur’an supaya kita bisa mencontoh mereka.

Dari Nabi Adam Alaihissalam, ketika Allah melarang mendekati satu pohon namun mereka (dengan Hawa) melanggar dengan memakan buah pohon yang dilarang tersebut. Maka mereka berdua segera taubat

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.

Nabi Nuh juga pernah bersalah dan berdoa supaya Allah mengampuni putranya namun Allah tegur.

قَالَ يَـٰنُوحُ إِنَّهُۥ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ ۖ إِنَّهُۥ عَمَلٌ غَيْرُ صَـٰلِحٍۢ ۖ فَلَا تَسْـَٔلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۖ إِنِّىٓ أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ ٱلْجَـٰهِلِينَ
Allah berfirman: “Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu sesungguhnya dia telah melakukan amalan yang tidak benar. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak punya ilmu tentangnya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang jahil “. QS Hud (11) Ayat 46

Kemudian Nabi Nuh memohon ampunan kepada Allah.

Demikian juga Nabi Musa pernah melakukan kesalahan dengan tidak sengaja membunuh orang, sebagaimana Allah kisahkan dalam Al Qashash.

{فَوَكَزَهُ مُوسَى فَقَضَى عَلَيْهِ}

lalu Musa mendorong orang tersebut dan orang tersebut meninggal dunia  

Maka Nabi Musa pun meminta ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Allah pun mengampuni Nabi Musa alaihissalam.

Demikian juga Allah sebutkan Nabi yang lain, Nabi Daud, Nabi Sulaiman sampai kemudian Nabi Muhammad ﷺ.

Rasulullah ﷺ melakukan beberapa kesalahan yang Allah sebutkan dalam Al-Qur’an dan Allah tegur dan Nabi ﷺ kembali menjalankan apa yang Allah perintahkan.

Seperti kata Allah..

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ لِمَ تُحَرِّمُ مَآ أَحَلَّ ٱللَّهُ لَكَ

Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu

Kemudian juga

عَبَسَ وَتَوَلَّى (1) أَنْ جَاءَهُ الْأَعْمَى (2)

Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, karena telah datang seorang buta kepadanya.

Demikian juga, Allah berfirman

عَفَا اللَّهُ عَنْكَ لِمَ أَذِنْتَ لَهُمْ

Semoga Allah memaafkanmu. Mengapa kamu memberi izin kepada mereka untuk tidak berjihad.

Ini semua diconitohkan oleh para nabi, bagaimana mereka melakukan kesalahan dan segera bertaubat.

Jika orang-orang sholeh, para ulama yang mereka menjaga diri dari melakukan kesalahan tetap diperintahkan untuk bertaubat, bagaimana lagi dengan kita.

Allah ﷻ berfirman,

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا}

Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya. (At-Tahrim: 8)

Allah tidak mengatakan hai orang-orang yang berbuat maksiat..
Tapi umum kepada orang-orang yang beriman.

Inilah ibadah yang agung yang Allah cintai.

 إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang suka bertobat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri. 

Semakin sering taubat semakin dicintai Allah ﷻ

Oleh karena itu Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

طُوْبَى ِلمَنْ وَجَدَ فِي صَحِيْفَتِهِ اسْتِغْفَارًا كَثِيْرًا.
“Sungguh beruntung seseorang yang mendapati pada catatan amalnya istighfar yang banyak”

Karena Allah cinta orang-orang yang seperti ini.

Allah berkata,

التَّائِبُونَ الْعَابِدُونَ
Mereka adalah orang-orang yang sentiasa bertaubat

Allah memuji mereka.
Allah memberi kabar gembira buat orang-orang yang beriman, diantara cirinya adalah mudah bertaubat.

Oleh karenanya malaikat mendoakan mereka

الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ (7) رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (8)

(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arasy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan), “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala, ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana

Ini menunjukkan agungnya orang yang bertaubat karena didoakan oleh para malaikat.

Oleh karenanya Nabi ﷺ dalam sehari bertaubat dan beristighfar dalam sehari 100 kali.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّى أَتُوبُ فِى الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ

“Wahai sekalian manusia. Taubatlah (beristigfar) kepada Allah karena aku selalu beristighfar kepada Allah dalam sehari sebanyak 100 kali.”

Taubat adalah kegiatan harian…

➡️ TEMATIK 22 : UJIAN KESENANGAN DAN KESUSAHAN

Ujian itu tidak hanya musibah saja, Allah berfirman

كُلُّ نَفْسٍۢ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلْخَيْرِ فِتْنَةًۭ ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
Setiap yang bernyawa merasakan mati. Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan. Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.
Surat Al-Anbiya (21) Ayat 35

Keburukan maksudnya seperti sempit harta, sakit,didzalimi oleh orang lain

Contoh ujian kebaikan

فِتْنَةًۭ
Artinya ujian

Contoh: harta yang banyak, tubuh yang bugar, jabatan..

Sebagaimana kita harus bersabar dalam ujian (keburukan) kita harus bersyukur dalam ujian kenikmatan..

➡️ TEMATIK 23 : SEMAKIN TINGGI TINGKAT IMAN, SEMAKIN BESAR UJIAN (bagian1)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

أَشَدُّ النَّاسِ بَلاَءً اْلأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الصَّالِحُوْنَ

Manusia yang paling dashyat cobaannya adalah para anbiya’ kemudian orang-orang shalih.
ثُمَّ اْلأَمْثَلُ فَاْلأَمْثَلُ

Kemudian selanjutnya dan selanjutnya

Seorang diuji berdasarkan tingkatan keimanannya..

Kalau ternyata imannya kokoh waktu diuji maka akan ditambah lagi ujian nya
Tatkala diuji imannya lemah, Allah turunkan level ujiannya

إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ

Jika Allah mencintai suatu kaum, Allah akan uji mereka

Jadi iman sesuai kadar iman…

Yang paling berat ujiannya adalah Nabi Muhammad ﷺ

Beberapa ujian Nabi ﷺ, antara lain..

1. Lahir dalam kondisi yatim, kemudian disusui di Thaif oleh Halimah
2. Baru bertemu kumpul dengan Ibunya 2 tahun, dalam perjalanan sendirian, Ibunya meninggal di Abwa
3. Tinggal bersama Kakek dan pamannya Abu Thalib yang miskin. Nabi ﷺ menggembala kambing milik orang dan mendapat upah
4. Umur 25 menikah dengan Khadijah, dan bersama Khadijah selama 25 tahun. Nabi ﷺ sangat cinta Khadijah dan Nabi ﷺ menyebut Allah beri anugerah untuk mencintai Khadijah, selama itu Khadijah tidak pernah angkat suara. Khadijah sebagai teman curhat dan sangat patuh kepada Nabi ﷺ.
Saat Nabi ﷺ ketakutan saat dapat wahyu pertama.. Khadijah menyelimuti dan menenangkan Nabi ﷺ. Saat Quraisy di puncak intimidasi Nabi, Khadijah menenangkan… Dan saat puncak kesedihan itulah Khadijah wafat, itulah tahun kesedihan
5. Tidak lama dari itu paman Abu Thalib meninggal dunia

Digita Template

kelasUF

KELAS UFA# TEMATIK 19-20 (JAUHI SUUDZON – DETEKSI IMAN) – TANYA JAWAB 1-2-3: Admin Medsos- Takut miskin karena tinggalkan pekerjaan haram-Hukum Aborsi KELAS UFA#TEMATIK 24-25-26-27: Iman dan ujian, Sabar
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?