This entry is part 13 of 25 in the series Tafsir Al A'raf

Diterbitkan pertama kali pada: 11-Jul-2021 @ 21:23

5 menit membaca

📖 TAFSIR QS AL A’RAF#13: AYAT 94-102
👤Ustadz Dr Firanda Andirja MA
🗓️ 2 Dzulhijjah 1442H
🕌 Masjid AlIkhlas Dukuh Bima (zoom)

Gambaran global kisah para nabi sebelumnya..

✳️BAllah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَاۤ اَرْسَلْنَا فِيْ قَرْيَةٍ مِّنْ نَّبِيٍّ اِلَّاۤ اَخَذْنَاۤ اَهْلَهَا بِا لْبَأْسَآءِ وَا لضَّرَّآءِ لَعَلَّهُمْ يَضَّرَّعُوْنَ

“Dan Kami tidak mengutus seorang nabi pun kepada sesuatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu), melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan agar mereka (tunduk dengan) merendahkan diri.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 94)

Agar mereka kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dakwah para nabi adalah kepada iman, tauhid..

▶️ Ada dua model sikap kaum para nabi..

Minoritas beriman
Mayoritas kufur, menentang.

لْبَأْسَآءِ
Kesulitan dalam harta, kemarau..

لضَّرَّآءِ
Penderitaan fisik

Agar mereka sadar namun mereka tidak sadar namun Allah tidak langsung menghukum..

✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

ثُمَّ بَدَّلْـنَا مَكَا نَ السَّيِّئَةِ الْحَسَنَةَ حَتّٰى عَفَوْا وَّقَا لُوْا قَدْ مَسَّ اٰبَآءَنَا الضَّرَّآءُ وَا لسَّرَّآءُ فَاَ خَذْنٰهُمْ بَغْتَةً وَّهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ

“Kemudian Kami ganti kesusahan itu dengan kesenangan sehingga (keturunan dan harta mereka) bertambah banyak, lalu mereka berkata, “Sungguh, nenek moyang kami telah merasakan penderitaan dan kesenangan,” maka Kami timpakan siksaan atas mereka dengan tiba-tiba tanpa mereka sadari.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 95)

Dua ayat ini Allah berikan gambaran global kisah para nabi sebelumnya..

Namun Allah ganti penderitaan dengan kesenangan sampai mereka semakin banyak dan juga hartanya..

Dan Allah adzab mereka secara tiba-tiba.

Mereka menyangka senang dan susah itu tidak ada hubungan dengan keimanan, dengan Allah..

Padahal itu bisa jadi adalah isridraj.
Mereka anggap itu kejadian alam biasa..

Allah siksa mereka secara tiba-tiba, saat mereka tidak sadar (lalai).

Ini seperti firman Allah.

فَلَمَّا نَسُوا۟ مَا ذُكِّرُوا۟ بِهِۦ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَٰبَ كُلِّ شَىْءٍ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُوا۟ بِمَآ أُوتُوٓا۟ أَخَذْنَـٰهُم بَغْتَةًۭ فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.
Surat Al-An’am (6) Ayat 44

Inilah kondisi umat pada umumnya..

Allah selanjutnya menjelaskan apa yang harus dilakukan agar suatu negeri lepas dari penderitaan..

✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰۤى اٰمَنُوْا وَا تَّقَوْا لَـفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَا لْاَ رْضِ وَلٰـكِنْ كَذَّبُوْا فَاَ خَذْنٰهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَكْسِبُوْنَ

“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 96)

Kalau suatu negeri ingin makmur, maka harus beriman dan bertakwa.

Keberkahan itu lain dengan kenikmatan dan harta yang banyak.

Bisa jadi banyak kekayaan namun tidak berkah, dan cari kebahagiaan dengan kemaksiatan.

Keberkahan tidak mesti dengan jumlah yang banyak.

Apalagi bila harta yang banyak dipegang oleh orang yang sholeh.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ bersabda,
نِعِمَّ الْمَالُ الصَّالِحُ لِلْمَرْءِ الصَّالِحِ

sebaik-baik harta adalah harta yang dimiliki oleh hamba yang shalih (HR Ahmad)

Dia akan semakin menambah amal sholeh dengan harta yang banyak.

Ayat-ayat semacam ini banyak, misalnya

وَيَـٰقَوْمِ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوٓا۟ إِلَيْهِ يُرْسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًۭا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا۟ مُجْرِمِينَ

Dan (dia berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa”.
Surat Hud (11) Ayat 52

Bahkan ini juga berlaku untuk para jin juga,

وَأَلَّوِ ٱسْتَقَـٰمُوا۟ عَلَى ٱلطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَـٰهُم مَّآءً غَدَقًۭا

Dan bahwasanya: jikalau mereka (jin) tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).
Surat Al-Jinn (72) Ayat 16

Dan ayat-ayat yang lain..

Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mengerjakan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberikan rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” [Thaha/20:132]

Ini dalil bahwa orang yang memperhatikan anak dan istri tentang sholat, maka akan dimudahkan rejekinya.

♦️ Intinya semakin ketakwaan berkaitan dengan ketenteraman hidup. (keimanan).

❕❕ Semua MUSIBAH Yang menimpa kita tidak lepas dari perbuatan kita.
Teguran Allah agar kita sadar.

▶️ Kita harus kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Secara materi kita jalankan, namun ketakwaan harus kita perbaiki.

Di negeri ini banyak sekali kemaksiatan (syirik, riba, ghibah, saling caci dll).

Kita harus segera kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَفَاَ مِنَ اَهْلُ الْـقُرٰۤى اَنْ يَّأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَا تًا وَّهُمْ نَآئِمُوْنَ 

“Maka, apakah penduduk suatu negeri merasa aman dari siksaan Kami yang datang malam hari ketika mereka sedang tidur?”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 97)

Maksud penduduk suatu negeri, adalah
NEGERI yang sudah Allah hancurkan atau umum..

✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَوَاَ مِنَ اَهْلُ الْقُرٰۤى اَنْ يَّأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَّهُمْ يَلْعَبُوْنَ
“Atau apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang pada pagi hari ketika mereka sedang bermain?”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 98)

✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَفَاَ مِنُوْا مَكْرَ اللّٰهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللّٰهِ اِلَّا الْقَوْمُ الْخٰسِرُوْنَ

“Atau apakah mereka merasa aman dari siksaan Allah (yang tidak terduga-duga)? Tidak ada yang merasa aman dari makar /tipu 8Allah selain orang-orang yang rugi.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 99)

Makar artinya secara bahasa adalah trik yang halus yang mengantarkan orang kepada keburukan (tidak disadari).

Makar, kalau dilakukan oleh manusia ada yang baik dan ada yang buruk.
Yang baik karena membalas atau hukuman kepada orang yang jahat.
Makar yang buruk, dibangun atas kedzaliman.

Untuk Allah semua makar adalah baik.
Allah adalah pembuat makar kepada mereka yang berbuat makar.
Allah istidrajkan…

❕❕Diantara dosa besar adalah merasa aman dari siksa Allah.

Misalnya dicabut nyawa saat bermaksiat, Suul Khatimah..

✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَوَلَمْ يَهْدِ لِلَّذِيْنَ يَرِثُوْنَ الْاَ رْضَ مِنْۢ بَعْدِ اَهْلِهَاۤ اَنْ لَّوْ نَشَآءُ اَصَبْنٰهُمْ بِذُنُوْبِهِمْ ۚ وَنَطْبَعُ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُوْنَ

“Atau apakah belum jelas bagi orang-orang yang mewarisi suatu negeri setelah (lenyap) penduduk sebelumnya ?

Bahwa kalau Kami menghendaki pasti Kami siksa mereka karena dosa-dosanya; dan Kami mengunci hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran).”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 100)

Ayat ini, Allah membicarakan kaum Quraisy.
Menjelaskan kisah kaum-kaum terdahulu yang Allah adzab. Supaya mereka ambil pelajaran..

وَنَطْبَعُ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُوْنَ

dan Kami mengunci hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran).

▶️ Disini ada khilaf para ulama,
1. Allah cerita bahwa kaum-kaum tersebut tidak beriman dan Allah kunci hati mereka sehingga Allah adzab mereka

2. Ini ayat Bersambung, jawaban dari Lau..
Musibah yang Allah timpakan bisa berupa fisik tapi hati mereka tidak mati.
Yang lebih parah musibah menimpa fisik, musibah yang lebih berbahaya adalah mati juga hatinya.. Dan mati dalam kondisi kufur.

Seorang harus waspada bila bermaksiat harinya bisa tertutup.. Dan akan mati dalam kemaksiatan.

Hati tertutup adalah hukuman yang berat.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

تِلْكَ الْقُرٰى نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ اَنْۢبَآئِهَا ۚ وَلَقَدْ جَآءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِا لْبَيِّنٰتِ ۚ فَمَا كَا نُوْا لِيُؤْمِنُوْا بِمَا كَذَّبُوْا مِنْ قَبْلُ ۗ كَذٰلِكَ يَطْبَعُ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوْبِ الْكٰفِرِيْنَ

“Itulah negeri-negeri (yang telah Kami binasakan) itu, Kami ceritakan sebagian kisahnya kepadamu. Rasul-rasul mereka benar-benar telah datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Tetapi mereka tidak beriman (juga) kepada apa yang telah mereka dustakan sebelumnya. Demikianlah Allah mengunci hati orang-orang kafir.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 101)

Kisah itu sebagian hiburan bagi Rasulullah ﷺ, karena beliau juga dimusuhi oleh musyrikin Quraisy.

Masing-masing rasul membawa bukti (ayat) yang banyak, mukjizat.

Mereka tidak beriman karena kedustaan sebelumnya, ini berarti kemaksiatan akan mendatangkan kemaksiatan berikutnya..

Ini bahwasanya kita segera bertaubat bila lakukan kemaksiatan.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَا وَجَدْنَا لِاَ كْثَرِهِمْ مِّنْ عَهْدٍ ۚ وَاِ نْ وَّجَدْنَاۤ اَكْثَرَهُمْ لَفٰسِقِيْنَ

“Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji. Sebaliknya yang Kami dapati kebanyakan mereka adalah orang-orang yang benar-benar fasik.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 102)

Semoga bermanfaat.

##$$-aa-$$##

Digita Template

Tafsir Al A'raf

TAFSIR QS AL A’RAF#12: AYAT 85-93 TAFSIR QS AL A’RAF#14: AYAT 103-121
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?