Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, LcAlkabaair

Syarah Kitab AL KABAAIR BAB #63&64 : Pesimisme & Makan Minum dengan wadah dari emas-perak

This entry is part 25 of 32 in the series AlKabaair

Diterbitkan pertama kali pada: 13-Feb-2021 @ 06:23

4 menit membaca

📖 Syarah Kitab AL KABAAIR BAB #63&64
▶️#63 Thiyarah – pesimisme
⏩#64 Makan/Minum dengan bejana dari emas dan perak
👤 Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc
🗓️ 1 Rajab 1442H
🕌 Masjid AlIkhlas Dukuh Bima (online)

Bismillah, kita lanjutkan…
Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dibangun dari Al Qur’an dan Hadits shahih dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan sesuai pemahaman para shahabat..

Dan indikasi nya adalah amalan yang sholeh.

➡️ 63. Thiyarah

Dalam bahasa arab artinya putus asa, patah arang, tidak melihat sisi yang baik.

Imam Adz-Dzahabi menulis boleh jadi pesimis itu bukan termasuk.
Boleh jadi penulis (Imam Adz- Dzahabi) menulis pernyataan tersebut karena ada ulama yang berpendapat seperti itu.

Namun Syaikh Dzahabi tetap memasukkan ke dalam dosa besar karena ada kecondongan pendapat pesimis sebagai dosa besar.

Ibnul Qayyim mengatakan boleh jadi pesimisme termasuk dosa besar dan boleh jadi dibawah itu..

✳️Rasulullah ﷺ bersabda,

اَلطِّيَرَةُ شِرْكٌ، اَلطِّيَرَةُ شِرْكٌ، اَلطِّيَرَةُ شِرْكٌ، وَمَا مِنَّا إِلاَّ، وَلَكِنَّ اللهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ.

“Thiyarah (pesimisme) itu (bagian dari) kesyirikan (3x) dan setiap orang pasti (pernah terlintas dalam hatinya sesuatu dari hal ini). Hanya saja Allah menghilangkannya dengan tawakkal kepada-Nya.” HR Tirmidzi

Ada perawi Sulaiman Ibnu Harb (Guru Imam Tirmidzi) , pernyataan “setiap orang akan jatuh ke dalamnya” adalah tambahan dari Ibnu Mas’ud.

Imam Tirmidzi menyatakan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak mungkin terjatuh dari pesimisme. Sehingga benar bahwa pernyataan “setiap orang akan jatuh ke dalamnya” adalah tambahan.

Sesuatu disebut takdir adalah yang sudah terjadi, kalau belum terjadi maka kita perlu berupaya (ambil sebab) dan tawakal.

➡️Sehingga orang yang sedang sakit berat tidak boleh meminta kematian.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَتَمَنَّيَنَ أَحَدُكُمُ الْمَوْتَ لِضُرٍّ أَصَابَهُ، فَإِنْ كَانَ لاَ بُدَّ فَاعِلًا فَلْيَقُلْ: اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتِ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِي

“Janganlah sekali-kali salah seorang dari kalian mengangankan kematian karena suatu kemudaratan yang menimpanya. Kalaupun dia terpaksa menginginkan mati, maka hendaknya dia berdoa, ‘Ya Allah! Hidupkanlah aku apabila kehidupan itu lebih baik bagiku dan wafatkanlah aku apabila kematian itu lebih baik bagiku’.” (HR.Bukhari dan Muslim)❕

✳️ Boleh jadi kita benci sesuatu namun bisa jadi banyak kebaikan..

Allah Ta’ala berfirman,

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” 
(QS. Al-Baqarah: 216)

Pesimisme adalah tidak bergantung kepada Allah, padahal Allah adalah Tempat Bergantung yang berarti pesimis termasuk kesyirikan.

Tawakal adalah sifat orang yang beriman.

Allah berfirman,

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.
(Qs Al Anfal:2)

Dan masih banyak ayat yang menjelaskan tawakal.

Dalam hadits, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

“Tujuh puluh ribu orang dari umatku akan masuk surga tanpa hisab. Mereka adalah orang-orang yang tidak minta diruqyah, tidak beranggapan sial dan mereka selalu bertawakkal pada Rabbnya.”
HR Bukhari dan Muslim.

pesimis dihilangkan dengan tawakal ❕❗

Dalam hadits lain, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَيُعْجِبُنِي الْفَأْلُ قَالُوا وَمَا الْفَأْلُ قَالَ كَلِمَةٌ طَيِّبَةٌ

“Tidak ada ‘adwa (penyakit menular dengan sendirinya) dan tidak pula thiyarah (menganggap sial pada sesuatu sehingga tidak jadi beramal) dan yang menakjubkanku adalah al fa’lu.” Mereka bertanya; “Apakah al fa’lu itu?” beliau menjawab: “Kalimat yang baik.” HR. Bukhari

➡️ Tidak ada penyakit menular dengan sendirinya, artinya sebagai muslim kita harus yakin semua yang terjadi hanya atas izin Allah. ✅

Dan Allah berfirman,

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.
Qs An Nabiya : 35.

Dan orang-orang mukmin ucapannya yang keluar seharusnya kebaikan.

Sehingga orang yang sedang sakit maka jawaban nya adalah Alhamdulilah ‘alaa kulli haal. Bersyukur mungkin sakit akan gugurkan dosa dst.

Sehingga doa kepada orang yang sakit adalah.

لاَ بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Laa ba’sa, thohuurun in syaa-allaah

Tidak apa-apa (jangan terlalu bersedih dengan sakit ini), menjadi pembersih dosa, insya Allah. HR. Bukhari 3616.

Bab Thiyarah ini banyak dibahas dalam Tauhid Uluhiyah..

➡️ 64 : Minum dengan bejana (gelas, cangkir dkk) dari emas dan perak

Nabi ﷺ bersabda,

لاَ تَلْبَسُوا الْحَرِيرَ وَلاَ الدِّيبَاجَ وَلاَ تَشْرَبُوا فِى آنِيَةِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ ، وَلاَ تَأْكُلُوا فِى صِحَافِهَا ، فَإِنَّهَا لَهُمْ فِى الدُّنْيَا وَلَنَا فِى الآخِرَةِ

“Janganlah kalian mengenakan pakaian sutera dan juga dibaaj (sejenis sutera yang bagus). Janganlah kalian minum di bejana dari emas dan perak. Jangan pula makan di mangkoknya. Karena wadah semacam itu adalah untuk orang kafir di dunia, sedangkan bagi kita nanti di akhirat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Larangan ini karena itu adalah kebiasaan para raja yang dikuatirkan akan timbul rasa ujub pada seseorang.

Rasulullah ﷺ bersabda,

الَّذِي يَشْرَبُ فِي إِنَاءِ الْفِضَّةِ إِنَّمَا يُجَرْجِرُ فِي بَطْنِهِ نَارَ جَهَنَّمَ.

“Orang yang minum (makan) dari bejana yang terbuat dari perak, maka sesungguhnya di perutnya akan dididihkan api neraka Jahanam.” (HR.Al-Bukhari ).

➡️ Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sangat sayang kepada umatnya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ شَرِبَ فِيْ آنِيَةِ الْفِضَّةِ وَالذَّهَبِ فِي ْالدُّنْيَا لَم ْيَشْرَبْ فِيْهِمَا فِي الآخِرَةِ، وَآنِيَةُ أَهْلِ الْجَنَّةِ الذَّهَبُ وَالْفِضَّةُ

Barangsiapa minum dari bejana perak dan emas di Dunia maka tidak minum dari keduanya di akhirat dan bejana ahli syurga adalah emas dan perak. HR Muslim

Artinya ada ancaman neraka dalam hadits ini.

Semoga bermanfaat.

##$$-aa-$$##

Digita Template

AlKabaair

Syarah Kitab AL KABAAIR BAB #61&62 Syarah Kitab AL KABAAIR BAB #65 : DEBAT KUSIR
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?