Adab & AkhlakUstadz Dr. Abdullah Roy, Lc. MA

Syarah الاداب العشرة – SEPULUH ADAB- #9 ADAB DI JALAN

This entry is part 9 of 10 in the series Sepuluh adab

Diterbitkan pertama kali pada: 14-Nov-2020 @ 20:45

5 menit membaca

📖 Syarah الاداب العشرة – SEPULUH ADAB- #9 ADAB DI JALAN
👤 Ustadz Dr Abdullah Roy, Lc M.A
🗓️ 29 Rabi’ul Awwal 1442H
🕌 Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima (zoom)

9️⃣ Adab Kesembilan: Berikan hak jalan, maka jagalah pandangan, jangan mengganggu, jawablah salam, perintahkan dengan kebaikan, dan laranglah dari kemungkaran

✔️1. Berikan kepada jalan haknya yaitu :
✔️2. Jagalah pandangan
✔️3. Jangan mengganggu manusia
✔️4. Jawablah salam
✔️5. Perintahkan dengan kebaikan
✔️6. Larangan dari kemungkaran

🔸Jalan disini adalah jalan umum, mencakup yang ke kecil besar, kampung, raya dan semua orang memakai nya.

Bila semua pengguna jalan mematuhi aturan maka akan kita dapatkan manfaat yang besar.

1️⃣ Memberikan Hak Jalan

Dari Abu Sa’id Al Khudri bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِيَّاكُمْ وَالجُلُوسَ بِالطُّرُقَاتِ» فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَا لَنَا مِنْ مَجَالِسِنَا بُدٌّ نَتَحَدَّثُ فِيهَا، فَقَالَ: «إِذْ أَبَيْتُمْ إِلَّا المَجْلِسَ، فَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهُ» قَالُوا: وَمَا حَقُّ الطَّرِيقِ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «غَضُّ البَصَرِ، وَكَفُّ الأَذَى، وَرَدُّ السَّلاَمِ، وَالأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ، وَالنَّهْيُ عَنِ المُنْكَرِ»

Hati-hatilah kalian dari duluk-duduk di jalan2, mereka berkata: Yaa Rasulullah, kita tidak ada tempat (karena rumah mereka sangat sederhana) untuk kami saling berbicara.

Beliau ﷺ berkata: Kalau memang harus maka berikan hak jalan.

Mereka berkata: Apa hak jalan wahai Rasulullah?

Beliau ﷺ berkata : Tahan pandangan, jangan mengganggu, jawablah salam, perintahkan dengan kebaikan, dan laranglah dari kemungkaran” (Muttafaqun ‘Alaihi)

Asalnya kita bukan duduk di pinggir jalan, perlu dihindari.

Selain hak jalan di atas, harus diperhatikan :

🔸dalil atau kebiasaan
🔸Peraturan lalu lintas, apalagi berkaitan dengan hak orang

2️⃣ Menjaga Pandangan

(قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ*وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ) [النور: 30، 31].

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman supaya menundukkan pandangan mereka, dan menjaga kemaluan mereka, yang demikian lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dengan apa yang mereka kerjakan. Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman supaya menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka”
Qs An-Nur ayat 30.

Bukan hanya lelaki beriman tapi juga wanita beriman yang diperintahkan untuk jaga pandangan dan menjaga kemaluan mereka.

Kita harus tundukkan pandangan. Ada kemungkinan orang yang di dalam kendaraan tidak sadar kalau bisa dilihat dari luar.

Pandangan bisa mengandung kotoran.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata kepada Ali Radhiyallahu ‘anhu :

((يَا عَلِيُّ لَا تُتْبِعْ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ فَإِنَّ لَكَ الْأُولَى وَلَيْسَتْ لَكَ الْآخِرَةُ))

Wahai Ali, jangan kamu iringi pandangan dengan pandangan lain, dibolehkan bagimu yang pertama saja sementara yang kedua tidak boleh. [HR Ahmad, Abu Dawud, at Tirmidzi, dan al Hakim dari Buraidah Radhiyallahu ‘anhu. Dihasankan derajatnya oleh Syaikh al Albani dalam Shahih al Jami’ ash Shaghir, no. 7953].

3️⃣ Tidak mengganggu pengguna jalan

🔸 Baik dengan ucapan maupun perbuatan. Kita harus menahan diri. Untuk tidak menggangu.

🔸 Contoh: merokok, membuang sampah, buang air, tidak mengikuti aturan lalu lintas, menanam pohon di jalan dll

Sebagai orang Islam kita harus ikuti penunjuk, Nabi ﷺ bersabda,

⦁ (المسلمُ من سلِم المسلمون من لسانِه ويدِه) [رواه البخاري].
Seorang muslim adalah yang selamat muslim lain dari lisannya dan tangannya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ، أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ : لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الْإِيمَانِ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Iman itu ada tujuh puluh cabang lebih, atau enam puluh cabang lebih. Yang paling utama yaitu perkataan Lâ ilâha illallâh, dan yang paling ringan yaitu menyingkirkan gangguan dari jalan.Dan malu itu termasuk bagian dari iman.
HR Bukhari.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ سُلاَمَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيْهِ الشَّمْسُ، تَعْدِلُ بَيْنَ اثْنَيْنِ صَدَقَةٌ، وَتُعِيْنُ الرَّجُلَ فِي دَابَّتِهِ فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهَا أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ، وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ، وَبِكُلِّ خُطْوَةٍ تََمْشِيْهَا إِلَى الصَّلاَةِ صَدَقَةٌ، وَتُمِيْطُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ صَدَقَةٌ

“Setiap persendian manusia diwajibkan untuk bersedakah setiap harinya mulai matahari terbit. Memisahkan (menyelesaikan perkara) antara dua orang (yang berselisih) adalah sedekah. Menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah. Berkata yang baik juga termasuk sedekah. Begitu pula setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah. Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah shadaqah ”. [HR. Bukhari dan Muslim]

Bahkan dalam sebuah riwayat, seseorang dimasukkan surga oleh Allah dan diampuni dosanya karena dia singkirkan gangguan di jalan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« اتَّقُوا اللَّعَّانَيْنِ ». قَالُوا وَمَا اللَّعَّانَانِ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « الَّذِى يَتَخَلَّى فِى طَرِيقِ النَّاسِ أَوْ فِى ظِلِّهِمْ ».

“Hati-hatilah dengan al-la’anain (orang yang dilaknat oleh manusia)!” Para sahabat bertanya, “Siapa itu al-la’anain (orang yang dilaknat oleh manusia), wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Mereka adalah orang yang buang hajat di jalan dan tempat bernaungnya manusia.” (HR. Muslim, no. 269)

4️⃣ Menjawab Salam

🔸Menjawab salam secara khusus hukumnya, Wajib secara ijma (Ibnu Abdil Barr)
Termasuk hak bagi jalan adalah kita jawab salam.

Menjawab salam termasuk penghormatan, Allah berfirman,

وَإِذَا حُيِّيتُم بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا۟ بِأَحْسَنَ مِنْهَآ أَوْ رُدُّوهَآ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ حَسِيبًا

Dan apabila kamu dihormati dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (penghormatan itu, yang sepadan) dengannya. Sungguh, Allah memperhitungkan segala sesuatu.
QS. An-Nisa’ : 86

Hak seorang muslim dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
⦁ (حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ قِيلَ: مَا هُنَّ يَا رَسُولَ اللهِ؟ ، قَالَ: إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ، وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللهَ فَسَمِّتْهُ، وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ) [رواه مسلم].

“Hak seorang muslim atas muslim lain ada enam, ada yang berkata: Apakah 6 perkara itu wahai Rasulullah? Beliau berkata: Apabila engkau bertemu maka ucapkan salam, kalau mengundangmu maka jawablah, bila meminta nasehat maka nasehati, kalau dia bersin kemudian memuji Allah maka tasmitlah, kalau dia sakit maka kunjungilah, bila meninggal maka ikutilah jenazahnya” (HR. Muslim)

5️⃣ Memerintahkan kebaikan

⦁ وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (71)
“Orang-orang yang beriman laki-laki dan wanita Sebagian mereka wali bagi Sebagian yang lain, memerintahkan dengan kebaikan dan melarang dari kemungkaran, mendirikan shalat, membayar zakat, dan menaati Allah dan RasulNya, merekalah orang-orang yang Allah rahmati, sesungguhnya Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Allah berfirman,

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (104)

“Hendaklah ada diantara kalian, golongan yang mengajak kepada kebaikan, memerintah dengan kebaikan, dan melarang dari kemungkaran, dan merekalah orang-orang yang beruntung”

6️⃣ Melarang kemungkaran.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintahkan untuk nahi munkar,

عَنْ  أَبِيْ سَعِيْدٍ الْـخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ؛ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّـى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : «مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ ، فَإِنَ لَـمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْـمَـانِ».

Dari Abu Sa’îd al-Khudri Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya (kekuasaannya); jika ia  tidak mampu, maka dengan lidahnya (menasihatinya); dan jika ia tidak mampu juga, maka dengan hatinya (merasa tidak senang dan tidak setuju), dan demikian itu adalah selemah-lemah iman.’”
HR Muslim.

Kita menjadi umat terbaik karena kita ada amar ma’ruf nahi munkar.

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَلَوْءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرَهُمُ الْفَاسِقُونَ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik“. [Ali Imron :110]

Demikian pula, Allah membedakan kaum mukminin dari kaum munafikin dengan hal ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللهَ وَرَسُولَهُ أُوْلاَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللهُ إِنَّ اللهَ عَزِيزٌ حَكِيمُُ “

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana“.[At-Taubah:71]

Ada ancaman dari Allah bagi orang-orang yang tidak ingkari kemungkaran..

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

لُعِنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنۢ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُۥدَ وَعِيسَى ٱبْنِ مَرْيَمَ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوا۟ وَّكَانُوا۟ يَعْتَدُونَ

Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dilaknat melalui lisan (ucapan) Dawud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas.QS. Al-Ma’idah : 78

كَانُوا۟ لَا يَتَنَاهَوْنَ عَن مُّنكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا۟ يَفْعَلُونَ

Mereka tidak saling mencegah perbuatan mungkar yang selalu mereka perbuat. Sungguh, sangat buruk apa yang mereka perbuat. QS. Al-Ma’idah : 79

ADAB-ADAB yang lain:

1. Menunjukkan jalan bagi orang yang sesat.
2. Ikuti peraturan lalu lintas secara umum.

##$$-aa-$$##

Sepuluh adab

Syarah الاداب العشرة – SEPULUH ADAB- #8 Adab Bermajelis Syarah الاداب العشرة – SEPULUH ADAB- #10 – Adab Berpakaian
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?