ADA APA SETELAH RAMADHAN?
Diterbitkan pertama kali pada: 05-Agu-2020 @ 19:10
5 menit membaca*ADA APA SETELAH RAMADHAN?*
Ustadz Dr Musyaffa Ad Dariny, Lc. MA.
15 Syawal 1441H
Telah berlalu bulan Ramadhan yang di dalamnya terdapat banyak keistimewaan (keberkahan, dibelenggunya syetan, semangat ibadah dst).
Meskipun demikian kita masih ada kewajiban beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Walaupun kuantitas nya berkurang, jangan sampai ibadah yang diamalkan di Ramadhan berhenti.
Misalnya, shalat malam, seharusnya tetap dilakukan tetap dilanjutkan misalnya dengan 3 rakaat, demikian pula membaca Al-Qur’an seharusnya kita tetep alokasikan waktu untuk membaca dan mentadaburinya..
Jangan pula, sedekah kita tinggalkan walaupun kadarnya lebih sedikit.
Demikian pula bila saat Ramadhan kita tinggalkan maksiat, tetapi sekarang maksiat dilakukan…
firman Allah Ta’ala,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah : 183)
Kita lihat bahwa tujuan puasa adalah bertakwa, bukan hanya saat Ramadhan saja.
1. *Termasuk diterimanya ibadah Ramadhan kita adalah kita punya semangat beribadah setelah Ramadhan berlalu.*
Para ulama mengatakan : Termasuk tanda diterimanya amalan kebaikan, ketika kebaikan itu menarik amalan kebaikan yang lain..
2. *Baik bulan Ramadhan maupun bulan lainnya adalah modal mencari bekal kita (modal waktu)*
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padanya,
يَا عَبْدَ اللَّهِ ، لاَ تَكُنْ مِثْلَ فُلاَنٍ ، كَانَ يَقُومُ اللَّيْلَ فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلِ
“Wahai ‘Abdullah janganlah seperti si fulan. Dahulu ia rajin shalat malam, sekarang ia meninggalkan shalat malam tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim, shahih)
Larangan ini berlaku umum, sebagai mana kaidah fikih, perintah untuk seseorang juga berlaku untuk semua.
Termasuk amalan yang dicintai Allah adalah amalan yang rutin walaupun sedikit.
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” (shahih)
Amalan rutin yang sedikit bila diakumulasi maka hasilnya juga banyak…
Amalan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dahulu juga rutin seperti yang diteruskan oleh Aisyah radhiyallahu anha.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6607)
Inilah pentingnya istiqomah dengan amalan kita.
*PENGINGAT SEMANGAT IBADAH*
1. *Ingatlah tujuan hidup di dunia adalah beribadah.*
Allah Ta’ala berfirman,
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)
Ibadah adalah semua yang dicintai dan diberkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dengan sadar diri tujuan ini maka semangat beribadah akan terus terjaga.
2. *Ingatlah bahwa ibadah bisa menjadikan kebahagiaan*
Semua manusia hakikatnya mencari kebahagiaan (walaupun jalan yang ditempuh berbeda).
Kebahagiaan yang abadi hanya ada di ibadah. Sedangkan kebahagiaan selainnya adalah kebahagian yang semu.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. ar-Ra’du: 28).
Jangan berpaling dari jalan Allah, sebagaimana Allah ingatkan..
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى.
“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. (QS Thaha [20] : 124).
Al Qur’an akan menjadi obat, hati akan menjadi tenang.
Demikian pula saat bertasbih, baca Hamdalah.
Allah memerintahkan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk beribadah bila hatinya sedang sempit.
Allah berfirman,
وَٱعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ ٱلْيَقِينُ
dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).
Qs Al Hijr, ayat 99.
Semakin dekat dengan Allah maka akan semakin bahagia, maka nikmat terbesar di akhirat kelak adalah melihat wajah Allah.
3. *dengan semangat ibadah, Allah akan memudahkan rezeki kita*
Dalil khusus, diantaranya,
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12)
“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh
Demikian juga haji dan umrah.
Dari Abdullah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ
“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. An Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387)
Dalam Hadits Qudsi, Allah mengatakan, “Infakkan harta dalam kebaikan maka aku balas yang semisal.”
وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ “
Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya, dan Dialah pemberi rizki yang terbaik yang akan menggantinya” [Saba/34 : 39]
Dalil umum.. Misalnya,
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberi-nya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (Ath-Thalaq: 2-3).
4. *Ingat akan nikmat-nikmat surga*
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنٌ رَأَتْ، وَلاَ أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ
“Allah k berfirman, ‘Aku telah menyediakan bagi hamba-hamba-Ku yang saleh kenikmatan yang belum pernah mata melihatnya, belum pernah telinga mendengarnya, dan belum pernah pula terbetik dalam kalbu manusia” HR Bukhari, Shahih.
Allah Ta’ala berfirman:
{وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقًا قَالُوا هَذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ}
“Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan beramal shaleh, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan, “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu”. Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya” (QS al-Baqarah: 25).
5. *Carilah keutamaan2 yang berkaitan dengan amalan*
Misalnya, ingin semangat shalawat, kita baca keutamaan shalat
Demikian pula pada amalan yang lain,kita dasari dengan ilmu.
Dengan mengetahui Fadhilah2 amalan maka kita akan bersemangat…
*TETAPLAH JAGA SEMANGAT WALAUPUN RAMADHAN BERLAKU*
JANGAN menjadi generasi Ramadhaniyyun tapi jadilah generasi Rabbaniyyun..
Sesungguhnya amalan seorang hamba itu tergantung amalan akhirnya…
Beberapa doa supaya istiqomah,antara lain..
1. Doa yang sebaiknya dibaca sebelum salam,
اللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Ya Allah, tolonglah aku agar senantiasa mengingat–Mu, bersyukur kepada–Mu dan beribadah dengan baik kepada–Mu
HR. Abu Dawud 2/86
2. Doa yang paling sering Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam panjatkan adalah:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbii ‘alaa diinik.
Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.
HR. Tirmidzi no. 3522. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.
3. Doa Memohon Keteguhan Hati 2
اَللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ، صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
Allaahumma mushorrifal quluub, shorrif quluubanaa ‘alaa thoo’atik.
Ya Allah, Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan beribadah kepada-Mu.
HR. Muslim no. 2654.
Doa Memohon Keteguhan Hati 3
اَللَّهُمَّ يَا مُصَرِّفَ الْقُلُوْبِ، صَرِّفْ قُلُوْبَنَا عَلَى دِيْنِكَ
Allaahumma yaa mushorrifal quluub, shorrif quluubanaa ‘alaa diinik.
Ya Allah, Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami pada agama-Mu.
HR. Muslim 2654.
Semoga bermanfaat..
##$$-aa-$$##


