DALAM NAUNGAN ALLAH
Diterbitkan pertama kali pada: 30-Des-2023 @ 06:05
6 menit membaca*DALAM NAUNGAN ALLAH*
Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As Sidawy
17 Jumadil Akhir 1445H / 30.12.2023
Marilah kita senantiasa bersyukur atas nikmat yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada kita. Salah satu bentuk nikmat Allah adalah dimudahkannya kita untuk bisa sholat subuh berjamaah dan duduk di Majelis ilmu, yang ulama sering menjelaskan bahwa menuntut ilmu adalah bentuk dzikir kepada Allah.
📍Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى صَلاةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِدِ جَمَاعَةٍ يَثْبُتُ فِيهِ حَتَّى يُصَلِّيَ سُبْحَةَ الضُّحَى، كَانَ كَأَجْرِ حَاجٍّ، أَوْ مُعْتَمِرٍ تَامًّا حَجَّتُهُ وَعُمْرَتُهُ
“Barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh dengan berjama’ah di masjid, lalu dia tetap berdiam di masjid sampai melaksanakan shalat sunnah Dhuha, maka ia seperti mendapat pahala orang yang berhaji atau berumroh secara sempurna.” HR Thabrani.
Nabi ﷺ pernah menjelaskan bahwa keuntungan dari majelis ilmu adalah surga.
Hari ini kita akan membahas hadits naungan Allah di akhirat kelak.
Nabi sering menasihati kita untuk perbanyak mengingat kematian.
📍Mengingat mati adalah ibadah yang sangat dianjurkan.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ ». يَعْنِى الْمَوْتَ.
Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan”, yaitu kematian”. (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Tirmidzi).
Hadits shahih yang akan dibahas adalah diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Abu Hurairah telah meriwayatkan hadits sebanyak 5400 an.
Saat ini tidak sedikit orang yang berusaha mencela Abu Hurairah dengan tujuan akhir untuk merusak agama Islam ini.
Abu Hurairah radhiyallahu anhu adalah orang Anshar.
عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:” آيَةُ الإِيْمَانِ حُبُّ الأَنْصَارِ وَآيَــةُ النِّفَاقِ بُعْضُ الأَنْصَارِ
dari Anas radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Tanda keimanan adalah cinta kepada kaum Anshar. Dan tanda kemunafikan adalah membenci kaum Anshar”. (HR. Bukhari)
Bila disebut nama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam maka selalu Sholawat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim)
➡️ Hadits itu adalah,
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْـمَسَاجِدِ ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi ﷺ , Beliau ﷺ bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya:
(1) Imam yang adil,
(2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allah, (3) seorang yang hatinya bergantung ke masjid,
(4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allah, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah.’ Dan
(6) seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya (merahasiakan), serta
(7) seseorang yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.”
HR Bukhari dan Muslim, dan lainnya.
Hakikat ilmu adalah Ilmu yang diamalkan.
Ilmu itu dicari supaya kita semakin bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
✅ Disebutkan tujuh golongan, ini bukan pembatasan.
Dalam ilmu fiqih, bilangan itu bukan untuk pembatasan. Karena banyak amalan lain yang tidak disebutkan dalam hadits ini.
Ibnu Hajar pernah kumpulkan ada 28 amalan dengan balasan yang sama, naungan Allah di akhirat kelak. Ulama lain ada yang bisa kumpulkan 92 amalan.
Salah satu metode pengajaran ilmu adalah secara global dulu baru dirinci. Seperti yang telah Nabi ﷺ contohkan dalam hadits ini.
📍Sesuatu yang disandarkan pada Allah Ta’ala adalah kemuliaan.
🔸Dalam Lafazh lain – naungan ini – naungan Arsy Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Situasi di padang Mahsyar kelak sangat mencekam.
🔸Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلاً
“Manusia akan dikumpulkan pada hari Kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan belum dikhitan.” (HR Muslim, shahih).
Rasulullah ﷺ bersabda:
تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُوْنَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيْلٍ، قَالَ سُلَيْمُ بْنُ عَامِرٍ : فَوَاللهِ، مَا أَدْرِي مَا يَعْنِي بِالْمِيْلِ أَمَسَافَةَ اْلأَرْضِ أَمْ الْمِيْلَ الَّذِي تُكْتَحَلُ بِهِ الْعَيْنُ، قَالَ : فَيَكُوْنُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى كَعْبَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى حَقْوَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا، وَأَشَارَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ إِلَى فِيْهِ
“Pada hari kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal sejauh satu mil.” –Sulaim bin Amir berkata: “Demi Allah, aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan mil. Apakah ukuran jarak perjalanan, atau alat yang dipakai untuk bercelak mata?”
Nabi ﷺ bersabda: “Sehingga manusia tersiksa dalam keringatnya sesuai dengan kadar amal-amalnya (yakni dosa-dosanya). Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang sampai kedua lututnya, dan ada yang sampai pinggangnya, serta ada yang tenggelam dalam keringatnya.” Rasulullah ﷺ memberikan isyarat dengan meletakkan tangan ke mulut beliau.” (Hadits Muslim, shahih)
✅ Ambillah pelajaran dari para sahabat yang sangat takut akan balasan di akhirat. Mereka selalu memikirkan akhirat.
1️⃣ Seorang imam yang adil.
Yang dimaksud dengan Imam yaitu seorang yang mempunyai kekuasaan besar seperti raja, presiden atau yang mengurusi urusan kaum Muslimin.
Semakin banyak manusia yang diurus semakin besar pahalanya.
Pemimpin yang adil, manfaatnya untuk orang banyak.
Para ulama menyatakan bahwa ibadah yang manfaatnya untuk orang banyak lebih afdhol dari pada ibadah yang manfaatnya untuk diri sendiri.
Maka dalam Ahlu sunnah wal jamaah – mendoakan pemimpin sangat dianjurkan.
Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata,
لو أني أعلم أن لي دعوة مستجابة لصرفتها للسلطان
“Seandainya aku tahu bahwa aku memiliki doa yang mustajab (yang dikabulkan), maka aku akan gunakan untuk mendoakan penguasa.”
Bagaimana kualitas rakyat, itulah kualitas pemimpin nya.
2️⃣ Seorang pemuda yang tumbuh dalam keadaan beribadah kepada Allah.
Pemuda itu mulai umur baligh. Dan batas atasnya adalah 30 atau 40 (khilaf).
Ada ulama yang menjelaskan umur baligh adalah 15 tahun (beserta tanda baligh – mimpi basah, tumbuh bulu kemaluan, haid bagi wanita).
Umur muda ini banyak godaan terutama godaan syahwat.
Islam sangat perhatian pada pemuda. Lihatlah kisah Ashabul-kahfi, pemuda yang kuat aqidah nya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَاَ هُمْ بِا لْحَـقِّ ۗ اِنَّهُمْ فِتْيَةٌ اٰمَنُوْا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنٰهُمْ هُدًى
“Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka,”
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 13)
Demikian juga kita saksikan para pembela Islam (Nabi ﷺ) banyak anak muda (Umar, Zubair, Sa’ad, Umair dst).
3️⃣ Seseorang yang hatinya bergantung pada Masjid.
Maksudnya orang tersebut senang dengan masjid, selalu rindu Masjid.
Rasulullah ﷺ bersabda, Masjid adalah rumah bagi kaum mukminin.
Memakmurkan Masjid ada dua.
1. Membangun masjid, jaga kebersihan, jaga kenyamanan.
2. Meramaikan Masjid dengan kegiatan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Banyak sekali keutamaan bagi orang-orang yang memakmurkan Masjid.
4️⃣ Dan orang yang saling mencintai di jalan Allâh, dia berkumpul dan berpisah karena-Nya
Islam merekatkan persaudaraan.
Rawatlah persahabatan sesama muslim.
Hasan al Bashri – wahai ahlu sunnah – hendaklah kalian saling mencintai sesama kalian, karena jumlah kalian paling sedikit.
🔺5 cara menguatkan persaudaraan.
1. Mari kita bangun persaudaraan karena Allah, niat karena Allah akan langgeng.
2. Saling membantu dalam kebaikan.
3. Perkuat Ukhuwah dengan hal-hal yang bisa saling menguatkan. Misal saling salam, jabat tangan, saling beri hadiah.
4. Hindari hal yang bisa merusak. Seperti dengki, iri, hasad.
Nabi ﷺ menjelaskan bahwa persaudaraan akan putus karena dosa yang diperbuat.
5. Mendoakan sahabat kita.
Bila kita doakan orang lain tanpa diketahui maka malaikat akan mendoakan hal yang sama untuknya.
5️⃣ Seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan, lalu laki-laki tersebut berkata, “Sungguh aku takut kepada Allah.
Ini menunjukkan godaan sangat berat.
Ambillah pelajaran dari kisah Nabi Yusuf alaihissalam.
Beliau digoda dalam keadaan pintu kamar sudah tertutup. Namun ada pintu yang akan selalu terbuka adalah pintu pengawasan Allah.
Hati-hati dengan godaan wanita.
Ayat perzinaan yang didahulukan adalah wanita. (biasanya wanita yang mulai).
Ayat pencurian yang didahulukan adalah laki-laki. (kebanyakan laki-laki yang mencuri).
Jangan merasa aman dari godaan wanita.
Said Ibnu Musayid saat berumur 80 tahun masih sangat takut dengan fitnah wanita.
6️⃣ seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya (merahasiakan).
Sedekah secara rahasia. Inilah sedekah yang paling bagus karena lebih menjaga keikhlasan, dan sifat dasar manusia adalah senang dipuji. Tapi boleh sedekah dengan menampakkan sedekah tersebut, mungkin tujuannya adalah motivasi orang lain.
Dalam hadits naungan ini amalan yang menonjol adalah amalan hati.
‼️Ujian yang sesungguhnya adalah saat sendirian.
7️⃣ seseorang yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.”
Kata رَجُلٌ artinya laki-laki, namun demikian ini mencakup perempuan (lihat kaidah dalam bahasa Arab).
Nabi ﷺ bersabda :
عَيْنَانِ لَا تَمَسُّهُمَا النَّارُ : عَيْنٌ بَكَتْ مِنْ خَشْيَةِ اللهِ ، وَعَيْنٌ بَاتَتْ تَحْرُسُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ.
Ada dua mata yang tidak disentuh oleh api neraka, yaitu mata yang menangis karena takut kepada Allâh dan mata yang bergadang karena menjaga peperangan di jalan Allah.
HR Bukhari dan Muslim, shahih.
Mari kita perbanyak memghisab diri kita, perbaiki diri untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
#naungan #akhirat #Mahsyar #pemimpin
Semoga bermanfaat.
##$$-aa-$$##

