BEKAL SEBELUM MEMASUKI RAMADHAN
Diterbitkan pertama kali pada: 10-Mar-2024 @ 06:44
6 menit membaca*BEKAL SEBELUM MEMASUKI RAMADHAN*
Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary
29 Sya’ban 1445H / 10 Maret 2024
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Bekal yang sangat diperlukan untuk memasuki Ramadhan adalah bekal ilmu karena dengan bekal ilmu kita bisa benar-benar mengambil keberkahan-keberkahan yang ada di bulan Ramadhan.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
ﻗَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥُ، ﺷَﻬْﺮٌ ﻣُﺒَﺎﺭَﻙٌ، ﺍﻓْﺘَﺮَﺽَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺻِﻴَﺎﻣَﻪُ، ﺗُﻔْﺘَﺢُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ، ﻭَﺗُﻐْﻠَﻖُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﺤِﻴﻢِ، ﻭَﺗُﻐَﻞُّ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦُ، ﻓِﻴﻪِ ﻟَﻴْﻠَﺔٌ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺃَﻟْﻒِ ﺷَﻬْﺮٍ، ﻣَﻦْ ﺣُﺮِﻡَ ﺧَﻴْﺮَﻫَﺎ ﻓَﻘَﺪْ ﺣُﺮِﻡَ
“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.” (HR. Ahmad)
ℹ️ Bekal Ramadhan
1️⃣ Meyakini bahwa Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan berkah.
Sehingga dalam Qalbu kita memuliakan bulan Ramadhan.
إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍۢ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِى بِبَكَّةَ مُبَارَكًۭا وَهُدًۭى لِّلْعَـٰلَمِينَ
Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Surat Ali-Imran (3) Ayat 96
Qurthubi dalam hati tafsir – Kabah adalah keberkahan karena ibadah di dalamnya banyak kebaikan – keberkahan adakah kebaikan yang banyak dan terus bertambah.
❇️ Apa saja keberkahan.
🔸1. Allah menurunkan Alqur’an
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
شَهْرُ رَمَضَا نَ الَّذِيْۤ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰ نُ هُدًى لِّلنَّا سِ وَ بَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَا لْفُرْقَا نِ
“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 185)
🔸2. Dibuka pintu-pintu surga (tidak ada yang tertutup) dan tutup pintu neraka (tidak ada yang terbuka).
Berkah nya – yang dimaksud dibuka pintu surga – menunjukan berkahnya bulan karena orang-orang yang beribadah di dalamnya berharap kebaikan yang banyak.
Dan dengan pahala yang besar, dan berharap surga.
Bagaimana dengan makna pintu neraka ditutup – yaitu banyaknya ampunan atas dosa-dosa dan kesalahan.
🔸3. Para syaitan dan jin dibelenggu
Sehingga mudah untuk beramal.
🔸4. Terdapat malam Lailatul qadr.
Malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dimana umur umat muslim kebanyakan tidak sampai seribu bulan.
Waspada bila seseorang tidak Allah beri kesempatan untuk berbuat kebaikan pada malam Lailatul Qadr.
Seperti di hadits di atas.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.” (HR. Ahmad)
Dihalangi kebaikan – tidak ibadah, misal tidur.
Ibnu Katsir – beribadah pada malam Lailatul qadr lebih baik daripada laki-laki Bani Israil yang jihad selama seribu bulan.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
إِنَّ هَذَا الشَّهْرَ قَدْ حَضَرَكُمْ وَفِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَهَا فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ كُلَّهُ وَلاَ يُحْرَمُ خَيْرَهَا إِلَّا مَحْرُومٌ.
Artinya, “Sesungguhnya bulan ini (Ramadhan) telah datang kepada kalian. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa saja yang terhalangi dari (meraih)nya, sungguh ia telah terhalangi dari semua kebaikan. Dan tidak ada yang terhalangi (darinya), kecuali orang yang memang terhalangi dari kebaikan.” (HR Ibnu Majah)
🔸5. Bulan pengabulan doa dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Persiapkan doa terbaik.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ
”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a, akan dikabulkan.” (HR. Al Bazaar)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad)
🔸6. Hamba dibebaskan dari neraka.
Hati-hati ada orang yang tidak diampuni pada saat Ramadhan.
“Bahwa Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa Sallam menaiki mimbar.”
فَقَالَ : آمِينَ ، آمِينَ ، آمِينَ
“Lalu beliau mengucapkan sebanyak tiga kali: Aamiin.”
Dan arti aamiin adalah “Ya Allah, kabulkanlah.” Ini berarti beliau seakan-akan mengatakan: “Ya Allah kabulkan, Ya Allah kabulkanlah, Ya Allah kabulkanlah.” Beliau ketika naik ke atas mimbar mengucapkan itu tiga kali.
Lalu beliau ditanya:
مَا كُنْتَ تَصْنَعُ هَذَا
“Wahai Rasulallah, engkau belum pernah melakukan ini sebelumnya. Ada apa?”
Maka Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda.
Yang pertama:
قَالَ لِي جِبْرِيلُ : رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ، فَقُلْتُ : آمِينَ
“Jibril ‘Alaihis Salam berkata kepadaku: ‘Sungguh sangat merugi seseorang yang ia masuk kedalam bulan Ramadhan lalu tidak diampuni dosanya.’ Kata Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: ‘Aku pun mengucapkan: Aamiin (Ya Allah, kabulkanlah).’”
Tentu aneh, bulan ampunan tapi tidak diampuni. Dari hadits ini kita tahu bahwa ada orang-orang yang tidak diampuni dalam Ramadhan. Maka ini hati-hati.
🔸7. Ada amalan dengan pahala besar yang hanya ada di bulan Ramadhan.
🔹Yaitu puasa Ramadhan yang dosa telah lalu diampuni oleh Allah.
Puasa karena iman dan ihtisab.
Iman – yakin akan keberkahan Ramadhan, yakin kewajiban Ramadhan.
Ihtisab – karena ingin pahala dari Allah.
Puasa dengan tekad penuh,harus senang.
🔹Sholat Tarawih
🔹Sholat tarawih bersama imam sampai selesai.
🔹 Umrah dalam Ramadhan
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً
“Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.” HR Tirmidzi.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى
“Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku” (HR. Bukhari).
2️⃣ Meyakini dalam Qalbu bahwa Ramadhan hanya 29 atau 30 hari.
Dalam beberapa hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda.
إِنَّمَا الشَّهْرُ تِسْعٌ وَعِشْرُونَ فَلاَ تَصُومُوا حَتَّى تَرَوْهُ وَلاَ تُفْطِرُوا حَتَّى تَرَوْهُ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدِرُوا لَهُ
“Sesunnguhnya dalam sebulan itu terdapat 29 hari. Maka janganlah kalian berpuasa sebelum melihat hilal (Ramadhan) dan janganlah kalian berhenti berpuasa sebelum kalian melihat hilal (Syawal). Jika cuaca mendung, maka genapkanlah (30 hari)”
Nabi ﷺ bersabda. “Bulan itu sekian dan sekian dan sekian, sambil beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menunjukkan 10 jarinya tiga kali, yang terakhir dengan melipat satu ibu jarinya, kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan : ‘Bulan itu sekian dan sekian dan sekian, sambil beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menunjukkan 10 jari beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tiga kali tanpa melipat salah satu jarinya”.
Dalam hadits tersebut beliau ﷺ ingin menunjukkan bahwa di dalam satu bulan itu kadang-kadang 30 hari dan kadang-kadang 29 hari.
Waktu adalah modal hidup seorang muslim.
Umar bin Khaththab – aku sangat benci seseorang yang tidak melakukan apa-apa.
Ibnu Mas’ud – aku tidak pernah menyesal apapun kecuali bila umurku bertambah namun amal ku tidak bertambah.
Salah satu tanda Allah tidak peduli pada seseorang adalah orang itu dibiarkan melakukan apapun.
3️⃣ Meyakini dengan baik bahwa Ramadhan adalah bulan untuk bertakwa.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْکُمُ الصِّيَا مُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِکُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 183)
Sampai ayat 187.
Takwa – mengerjakan yang diperintahkan dan menjauhi yang dilarang.
Dan tidak sedikit orang yang puasa hanya dapat lapar dan haus.
❌ Maka peliharalah dari larangan.
1. Ghibah
2. Rofats (lisan jorok, kasar, wanita yang menjurus)
Beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشَّرَبِ ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ ، فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهُلَ عَلَيْكَ فَلْتَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ ، إِنِّي صَائِمٌ
“Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rafats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa”.” (HR. Ibnu Majah)
3. Dusta dan mengerjakan hal-hal yang menjurus pada dusta.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari)
4. Berkata kasar
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ ، فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَصْخَبْ ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ ، أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّى امْرُؤٌ صَائِمٌ
“Jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa, maka janganlah berkata-kata kotor, dan jangan pula bertindak bodoh. Jika ada seseorang yang mencelanya atau mengganggunya, hendaklah mengucapkan: sesungguhnya aku sedang berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)
4️⃣ Paham fikih ibadah bulan Ramadhan.
1. Yaitu sesuai dengan sunnah dan jangan lakukan bid’ah (tidak diterima oleh Allah).
2. Dahulukan yang wajib daripada yang sunah.
3. Perhatikan kualitas ibadah.
4. Melaksanakan amalan inti bulan Ramadhan
(dirikan sholat dan jangan lalai – luar waktu, akhir waktu, tidak khusyu, tidak jama’ah bagi laki-laki).
Makan sahur dan di akhirkan (15 menit sebelum adzan).
Puasa karena iman dan ithisab
Perbanyak baca Al Qur’an
Perbanyak sedekah
Berbuka dan menyegerakan berbuka.
Memperbanyak doa saat puasa dan malam hari Ramadhan.
Sholat tarawih bersama imam.
UMROH di bulan Ramadhan.
I’tikaf.
5. Berdoa supaya diberi kesehatan saat Ramadhan.
Semoga bermanfaat.
#puasa #Ramadhan #salaf #sia-sia #rofats #syahwat
##$$-aa-$$##


