Diterbitkan pertama kali pada: 03-Des-2020 @ 16:07

6 menit membaca

📖 SELAMAT DI JAMAN FITNAH
👤 Ustadz Dr Firanda Andirja MA
🗓️ 9 Rabi’ul Akhir 1442H

Jaman yang kita hadapi saat ini adalah penuh fitnah baik yang samar maupun yang kelihatan, dan selalu muncul fitnah-fitnah baru.

Namun kita tidak boleh mencela zaman, seperti kata Rasulullah ﷺ,

لَا تَسُبُّوا الدَّهْرَ، فَإِنَّ اللهَ هُوَ الدَّهْرُ

“Janganlah mencela zaman, karena yang menjalankan zaman adalah Allah Ta’ala.” (HR. Muslim)

Yang tercela adalah yang bergulir didalam zaman tersebut.

Imam Syafi’i rahimahullah berkata z

نَعِيبُ زمانَنا والعيبُ فِيْنا * وَما لِزَمانِنا عَيْبٌ سِوانا
“Kita mencela zaman kita, padahal celaan itu ada pada diri kita sendiri…
Dan zaman kita tidaklah memiliki aib/celaan kecuali kita sendiri”

Fitnah yang beredar saat ini ada fitnah wanita, harta, jabatan, syahwat, atheis, bid’ah, dst..

➡️ Fitnah, jamak nya fitan.

1️⃣ Secara bahasa : cobaan, ujian

Dari kalimat

فتنتُ الفضة والذهب

“Saya memfitnah emas dan perak di api”

Fitnah = membakar, tujuan untuk membedakan emas dan perak yang baik dari yang buruk.

Kata Allah ﷻ

{الم (1) أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ (2) وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ (3) }

Alif Lam Mim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah memfitnah/menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. Qs Al Ankabut :1-3

2️⃣ Secara istilah, banyak digunakan dalam syariat

➡️ Ujian, dalam ayat

وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ
Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka.

➡️ Membakar, dalam firman Allah

يَوْمَ هُمْ عَلَى ٱلنَّارِ يُفْتَنُونَ

Mereka pada hari itu dibakar di neraka
QS. Adz-Dzariyat : 13

إِنَّ ٱلَّذِينَ فَتَنُوا۟ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ

Sesungguhnya orang-orang yang membakar kaum Mukminin dan mukminaalt (dalam kisah ashabul Uhduud) Qs Al Buruj :10

➡️ Syirik

{وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ}

Dan fitnah/kufur itu lebih besar bahayanya daripada pembunuhan. (Al-Baqarah 191)

Dalam surat An Nur.

فَلْيَحْذَرِ ٱلَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِۦٓ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Haendaknya orang-orang yang menyalahi perintah Rasulullah ﷺ takut akan ditimpa syirik atau ditimpa azab yang pedih. QS An-Nur (24) Ayat 63

➡️ Kondisi manusia yang tidak stabil.

.. وَتَجِيءُ فِتْنَةٌ فَيُرَقِّقُ بَعْضُهَا بَعْضًا وَتَجِيءُ الْفِتْنَةُ فَيَقُولُ الْمُؤْمِنُ هَذِهِ مُهْلِكَتِي ثُمَّ تَنْكَشِفُ وَتَجِيءُ الْفِتْنَةُ فَيَقُولُ الْمُؤْمِنُ هَذِهِ هَذِهِ
“Akan datang sebuah fitnah sebagiannya lebih ringan dari yang lain (maksudnya beratnya fitnah yang tengah menimpa akan dianggap lebih ringan bila dibandingkan dengan fitnah yang akan datang sesudahnya). Setelah itu datang fitnah lain, orang-orang mukmin berkata, ‘barangkali fitnah inilah yang akan membinasakanku’, Setelah hilang bencana tersebut, timbul pula bencana yang lain. Dan orang mukmin berkata, ‘barangkali fitnah inilah yang akan membinasakanku’ … ‘barangkali fitnah inilah yang akan membinasakanku’,!” (Shahih Muslim: 3431)

Jadi orang akan bingung karena banyak nya fitnah.

➡️ Macam-macam fitnah, dibagi 2 kelompok besar

1️⃣ Fitnah Syubhat, semua perkara atau pemikiran yang menjadikan seseorang bisa ragu atau tersesat dalam aqidahnya.

Contoh:
🔸Syrik
🔸Syubhat atheis, ejek agama, ejek syariat.
🔸Syubhat bid’ah, buat ibadah baru yang tidak ada tuntutannya.
🔸Fitnah Dajjal
🔸Fitnah liberal, pola syubhat yang tertata dengan rapi.

2️⃣ Fitnah Syahwat, semua yang kembali kepada kesenangan duniawi/jiwa.

🔸Wanita, Rasulullah ﷺ bersabda,

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Aku tidak pernah meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari dan  Muslim)

Wanita banyak dijadikan iklan. Dan Syetan tahu wanita adalah senjata yang berbahaya untuk merusak para lelaki khususnya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

        الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ، فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ

“Wanita adalah aurat. Apabila dia keluar rumah, setan terus memandanginya (untuk menghias-hiasinya dalam pandangan lelaki sehingga terjadilah fitnah).” (Dinyatakan sahih oleh al-Imam al-Albani rahimahullah)

🔸Harta, Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِي الْمَالُ

“Sesungguhnya setiap umat mendapatkan fitnah dan fitnah umat ini adalah harta.” HR Tirmidzi

🔸Anak-anak, Allah berfirman,

وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَآ أَمْوَٰلُكُمْ وَأَوْلَٰدُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥٓ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu adalah Ujian/fitnah dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. QS Al Anfal : 28.

Misalnya mau sedekah ingat anak-anak jadi pelit,
Kemudian nurutin anak2 akhirnya terjerumus ke dalam dosa.

🔸Kedzaliman
Misalnya pembunuhan.

Rasulullah ﷺ bersabda,

يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ وَيَنْقُصُ الْعَمَلُ وَيُلْقَى الشُّحُّ وَتَظْهَرُ الْفِتَنُ وَيَكْثُرُ الْهَرْجُ

Zaman akan menjadi dekat, amal shalih berkurang, kebakhilan merajalela, banyak fitnah, dan banyak al haraj (pembunuhan). HR Bukhari

Sampai Rasulullah ﷺ berkata, “sampai orang tidak tahu kenapa dia harus membunuh atau dibunuh”
Karena terjadi bunuh-bunuhan..

🔸Fitnah Jabatan.

Rasulullah ﷺ mengingatkan untuk tidak meminta jabatan, karena jabatan itu bisa mendatangkan kehinaan di akhirat kelak.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

، وَإِنَّهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِزْيٌ وَنَدَامَةٌ، إِلَّا مَنْ أَخَذَهَا بِحَقِّهَا، وَأَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ فِيهَا»

“Dan nanti pada hari kiamat, ia akan menjadi kehinaan dan penyesalan kecuali orang yang mengambil dengan haknya dan menunaikan apa yang seharusnya ia tunaikan dalam kepemimpinan tersebut.”(HR. Muslim )

Dan sekarang banyak orang rebutan jabatan..

Dampak medsos, banyak orang berbicara padahal bukan bidangnya.
Dan inilah pangkal kerusakan dan banyaknya fitnah.

Kesalahan dalam hal dunia itu tidak lebih parah daripada kerusakan dalam hal agama.
Banyak orang yang asal jawab, bahkan berani berfatwa…

❓➡️ CARA SELAMAT DARI FITNAH

1️⃣ Berlindung kepada Allah.

Nabi ﷺ bersabda :

تَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنَ الْفِتَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ

Berlindunglah kepada Allâh dari berbagai fitnah, baik yang nampak maupun yang tersembunyi. HR Muslim.

Diantara doa adalah,

1. Doa berlindung dari 4 hal, dibaca sebelum salam.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan kematian, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal.
HR Bukhari dan Muslim

fitnah kehidupan dan kematian, diantaranya saat sakaratul maut,doa ini berlindung dari Suul Khatimah.

2. Doa lain,

اَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ وَالْفَقْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْغِنَى

Yaa Allah, aku berlindung kepada Engkau dari fitnah kemiskinan dan kekayaan.

Kemiskinan adalah ujian begitu juga kekayaan (bisa jadi lalai beribadah).

Dan juga baca doa yang lain yang berlindung dari fitnah.

2️⃣ MENUNTUT ilmu syar’i. (disibukkan dengan ilmu)
Untuk bisa membedakan antara yang haq dan yang batil, dengan belajar sungguh-sungguh, diulang-ulang dan ikhlas karena Allah,belajar runut.

Allah akan jaga kita dengan ilmu kita.

3️⃣ Banyak beramal sholeh.

Nabi ﷺ bersabda,

بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

“Segeralah beramal sebelum datangnya fitnah-fitnah, seperti potongan-potongan malam yang gelap gulita. Seseorang paginya beriman, namun sorenya menjadi kafir. Atau seseorang yang sorenya masih beriman, namun paginya telah kafir. Dia menjual agamanya dengan tujuan-tujuan dunia.”
HR Muslim.

Jaman sekarang hal ini mungkin.

Kita terjebak fitnah karena banyak waktu luang tidak dipakai ibadah.

Nabi ﷺ berkata,

 العبادة في الهَرْج كهجرة إليَّ

“Ibadah di jaman fitnah seperti berhijrah kepada Ku”.

Karena banyak orang ingin ikutan,nimbrung.

4️⃣ Berakhlak mulia

.. وَتَجِيءُ فِتْنَةٌ فَيُرَقِّقُ بَعْضُهَا بَعْضًا وَتَجِيءُ الْفِتْنَةُ فَيَقُولُ الْمُؤْمِنُ هَذِهِ مُهْلِكَتِي ثُمَّ تَنْكَشِفُ وَتَجِيءُ الْفِتْنَةُ فَيَقُولُ الْمُؤْمِنُ هَذِهِ هَذِهِ
“Akan datang sebuah fitnah sebagiannya lebih ringan dari yang lain (maksudnya beratnya fitnah yang tengah menimpa akan dianggap lebih ringan bila dibandingkan dengan fitnah yang akan datang sesudahnya). Setelah itu datang fitnah lain, orang-orang mukmin berkata, ‘barangkali fitnah inilah yang akan membinasakanku’, Setelah hilang bencana tersebut, timbul pula bencana yang lain. Dan orang mukmin berkata, ‘barangkali fitnah inilah yang akan membinasakanku’ … ‘barangkali fitnah inilah yang akan membinasakanku’,!” (Shahih Muslim: 3431)

Kemudian Rasulullah ﷺ mengatakan,

‘Hendaknya ia bersikap kepada masyarakat yang ia suka disikapi dengan sikap tersebut”

Ini adalah salah satu definisi sikap mulia.

5️⃣ Bersabar disertai sholat.

Allah ﷻ berfirman,

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ
Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolong kalian.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Akan ada kelak atsarah (pemimpin yg lebih memntingkan diri). Maka bersabarlah sampai berjumpa denganku di telaga haudh.” HR Bukhari dan Muslim

Kesabaran adalah kunci.

6️⃣ Menjauhi Fitnah

Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنَ

Orang yang bahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah.

Ini adalah perkara yang penting.

Jangan hobi nimbrung padahal bukan ahlinya.

Dalam sebuah hadits, sahabat Amr bin Ash, bercerita, “Ketika kami sedang bersama Rasulullah ﷺ, tiba-tiba Rasulullah ﷺ sebutkan tentang fitnah (orang-orang sudah tinggalkan amanah, perkara sudah rancu).

Seorang sahabat berkata,” apa yang harus kami lakukan kalau terjadi seperti itu? ”

Rasulullah ﷺ menjawab, “lazimilah rumahmu, jaga lisanmu, Yang kau tahu itu baik maka lakukan dan yang kau ingkari tinggalkan, dan hendaknya kau sibukkan dengan privasimu, dan tinggalkan lah urusan kebanyakan masyarakat”

Sibuk privasi misalnya, baca Quran, telpon orang tua ajari akan, cari nafkah dll.

Dalil jauhi fitnah diantaranya,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan terjadi berbagai fitnah (kekacauan dan permusuhan). Pada saat itu, orang yang duduk lebih baik daripada yang berdiri. Orang yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan. Orang yang berjalan lebih baik daripada yang berlari. Barangsiapa yang menceburkan diri ke dalamnya niscaya dia akan ditelan olehnya. Dan barangsiapa yang mendapatkan tempat perlindungan hendaklah dia berlindung dengannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Diantara bagusnya Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang bukan urusannya…

##$$-aa-$$##

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?