Diterbitkan pertama kali pada: 09-Des-2023 @ 10:36

7 menit membaca

*MUHASABAH DIRI*
Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc
27 Jumadil Awal 1445H /9 Des 2023
Masjid Izzatul Islam Grand Wisata

Sudah sepantasnya kita selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan.

Allah Ta’ala berfirman,

وإذ تأذن ربكم لئن شكرتم لأزيدنكم

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mengumumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’” (QS. Ibrahim: 7).

Semoga Allah ﷻ mengumpulkan kita dengan Nabi Muhammad ﷺ kelak.

➡️ INSTROSPEKSI / MUHASABAH DIRI.

(محاسبة النفس)

Kebanyakan dalam Firman Allah, Allah bersumpah dengan 1x sumpah.

Namun ada yang 11x sumpah, yaitu pada ayat-ayat berikut.

وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا (1) وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا (2) وَالنَّهَارِ إِذَا جَلَّاهَا (3) وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَاهَا (4) وَالسَّمَاءِ وَمَا بَنَاهَا (5) وَالْأَرْضِ وَمَا طَحَاهَا (6) وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا (7) فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا (8) قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا (9) وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا (10)

Demi matahari dan cahayanya dipagi hari, dan bulan apabila mengiringinya, dan siang apabila menampakkannya, dan malam apabila menutupinya, dan langit serta pembinaannya, dan bumi serta penghamparannya, dan jiwa serta penyempurnaannya (penciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
Qs Asy Syam 1-10.

📍Jiwa secara umum terbagi dua.
1. Jiwa yang bersih
2. Jiwa yang kotor

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا

Telah beruntung orang yang menyucikan jiwa.

‼️Salah satu cara yang efektif untuk sucikan jiwa adalah Muhasabah diri. ✅

Dalam urusan duniawi kita selalu hitung-hitungan (untung rugi), namun mengapa kita tidak melakukan hal sama untuk akhirat kita? ❓

Sebagian besar manusia tidak meyakini adanya hari akhirat. Bahkan orang-orang kafir ada yang tidak beriman dengan kematian. Padahal Allah dalam banyak sudah menjelaskan pasti datang kematian.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا عْبُدْ رَبَّكَ حَتّٰى يَأْتِيَكَ الْيَـقِيْنُ
“dan sembahlah Tuhanmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu.”
(QS. Al-Hijr 15: Ayat 99)

✅ Ada sebuah ayat yang mengajak kita introspeksi diri.

📍Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَـنْظُرْ نَـفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۚ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ بِۢمَا تَعْمَلُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Hasyr 59: Ayat 18)

Disini Allah ajak kita untuk melihat apa yang akan kita bawa ke akhirat kelak.
Allah perintahkan kita untuk bertakwa.

{إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ}

Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kalian kerjakan. (Al-Baqarah: 110)

Maka siapa yang disebut ulul albab? Mereka yang selalu ingat Allah dalam semua keadaan. Qs Ali Imran 190-200.

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّماواتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهارِ لَآياتٍ لِأُولِي الْأَلْبابِ (190) الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِياماً وَقُعُوداً وَعَلى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّماواتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنا مَا خَلَقْتَ هَذَا باطِلاً سُبْحانَكَ فَقِنا عَذابَ النَّارِ (191) رَبَّنا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ وَما لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصارٍ (192) رَبَّنا إِنَّنا سَمِعْنا مُنادِياً يُنادِي لِلْإِيمانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنا فَاغْفِرْ لَنا ذُنُوبَنا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئاتِنا وَتَوَفَّنا مَعَ الْأَبْرارِ (193) رَبَّنا وَآتِنا مَا وَعَدْتَنا عَلى رُسُلِكَ وَلا تُخْزِنا يَوْمَ الْقِيامَةِ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعادَ (194)

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. Ya Tuhan kami, sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): ‘Berimanlah kalian kepada Tuhan kalian,’ maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbuat bakti. Ya. Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantara-an rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.”

Dan seterusnya sampai akhir ayat.

➡️ Para sahabat mengajak kita untuk Muhasabah.

Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan, “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, itu akan memudahkan hisab kalian kelak. Timbanglah amal kalian sebelum ditimbang kelak. Ingatlah keadaan yang genting pada hari kiamat,

يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لَا تَخْفَى مِنْكُمْ خَافِيَةٌ

“Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Rabbmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).” (QS. Al-Haqqah: 18).”

Surat Al-Ankabut (29) Ayat 57

كُلُّ نَفْسٍۢ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.

Dikembalikan bukan hanya kembali tapi ada perhitungan.

✅ Surga itu benar adanya. Bukan hanya angan-angan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

لَـيْسَ بِاَ مَا نِيِّكُمْ وَلَاۤ اَمَا نِيِّ اَهْلِ الْـكِتٰبِ ۗ مَنْ يَّعْمَلْ سُوْٓءًا يُّجْزَ بِهٖ ۙ وَ لَا يَجِدْ لَهٗ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلِيًّا وَّلَا نَصِيْرًا

“(Pahala dari Allah) itu bukanlah angan-anganmu dan bukan (pula) angan-angan Ahli Kitab. Barang siapa mengerjakan kejahatan, niscaya akan dibalas sesuai dengan kejahatan itu dan dia tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 123)

➡️ Dan orang-orang ahli kitab pun klaim bahwa hanya mereka yang akan masuk surga. Diakhir ayat di atas, Allah batalkan klaim mereka.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَقَا لُوْا لَنْ يَّدْخُلَ الْجَـنَّةَ اِلَّا مَنْ كَا نَ هُوْدًا اَوْ نَصٰرٰى ۗ تِلْكَ اَمَا نِيُّهُمْ ۗ قُلْ هَا تُوْا بُرْهَا نَکُمْ اِنْ کُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

“Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata, “Tidak akan masuk surga kecuali orang Yahudi atau Nasrani.” Itu (hanya) angan-angan mereka. Katakanlah, “Tunjukkan bukti kebenaranmu jika kamu orang yang benar.””
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 111)

Kedua ayat tersebut kelas ada korelasinya.

📍Perhatikan kaidah yang ditetapkan oleh Allah ﷻ.

مَنْ يَّعْمَلْ سُوْٓءًا يُّجْزَ بِهٖ ۙ وَ لَا يَجِدْ لَهٗ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلِيًّا وَّلَا نَصِيْرًا

“Barang siapa mengerjakan kejahatan, niscaya akan dibalas sesuai dengan kejahatan itu dan dia tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah.”

وَمَنْ يَّعْمَلْ مِنَ الصّٰلِحٰتِ مِنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَاُ ولٰٓئِكَ يَدْخُلُوْنَ الْجَـنَّةَ وَلَا يُظْلَمُوْنَ نَقِيْرًا
“Dan barang siapa mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dizalimi sedikit pun.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 124)‼️

Tidak ada jaminan bahwa usia kita panjang…

Sebiji dzarah kebaikan akan dibalas dengan kebaikan
Sebiji dzarah keburukan akan dibalas dengan keburukan.

Dzarah, adalah sesuatu yang sangat kecil. Diantara makna dzarah adalah semut kecil, atau butiran pasir kecil.
Ada tafsir yang menjelaskan sesuatu yang beterbangan saat terlihat sinar matahari masuk ruangan.

Lihat betapa teliti nya hitungan Allah.

وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا ۖ وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَاسِبِينَ

“Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.”  (QS. Al-Anbiya’: 47)

➡️ Muhasabah itu ada dua

1️⃣ Berhitung sebelum beramal.

2️⃣ Berhitung setelah amal.

Maka sangat dianjurkan kita untuk bertafakur. Terutama sebelum tidur.
Hitunglah berapa perbuatan baik dan perbuatan buruk selama satu hari.

Maka nya setelah sholat dianjurkan untuk istighfar, yang maknanya menutup kekurangan saat kita sholat (lalai, tidak khusyu, dst).

‼️ Maknanya JANGAN KEPEDEAN.

Hati-hati dengan banyak amalan namun diikuti dengan riya, summ’ah, dst. 📍‼️

Anas bin Malik radhiyallahu anhu pernah mendengar lewat dinding rumah Umar bin Khaththab yang menyesali perbuatan di siang hari nya.

📍Surga itu bukan angan-angan, perlu effort untuk meraih nya.

Dalam kisah perang badar, dimana pasukan muslim hanya sekitar 315 atau 317 melawan seribuan pasukan musyrikin.

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menuju barisan muslimin dan memberikan semangat kepada mereka untuk berperang dan menjanjikan mereka dengan surga yang nikmat bagi mereka yang syahid di jalan Allah. Seperti dalam sabdanya,

ِقُوْمُوْا إِلَى جَنَّةٍ عَرْضِهَا السَّمَوَاتِ وَالأَرْض

“Berdirilah kalian menuju surga yang luasnya bagai langit dan bumi.” ‘Umair bin Al-Humam Al-Anshari berkata, “Wahai Rasulullah, surga yang luasnya seluas lapisan langit dan bumi?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya.” ‘Umair menimpali, “Wah, betapa besarnya!” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Mengapa engkau mengatakan hal itu?” ‘Umair menjawab, “Tidak, demi Allah, wahai Rasulullah. Aku hanya berharap agar aku akan menjadi penghuninya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Engkau akan menjadi penghuninya.” Kemudian ia mengeluarkan kurma-kurma yang terdapat dalam bungkusannya dan memakan sebagiannya seraya berkata, “Jika aku hidup karena memakan kurma-kurma ini, sungguh ia adalah kehidupan yang panjang.” Ia pun membuang sebagian kurmanya dan langsung berperang sehingga terbunuh dan syahid. Hadits, shahih.

‼️ Surga perlu pembuktian keimanan.

Jangan terlalu pede dengan amalan kita,
Amalan kita belum tentu diterima.

Fungsi Muhasabah adalah dengan perhitungan supaya amalan kita bisa diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala.

📍Dalam muamalah, indikasi seseorang Ikhlas karena Allah adalah tidak mengharapkan balasan bahkan tidak harapkan ucapan terima kasih.

✅ Segeralah beramal..

Dalam sebuah hadits..

وعن ابن عمر – رضي الله عنهما- قال: أخذ رسول الله صلى الله عليه و سلم بمنكبي فقال: كن في الدنيا كأنك غريب، أو عابر سبيل وكان ابن عمر – رضي الله عنهما – يقول: إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح، وإذا أصبحت فلا تنتظر المساء، وخذ من صحتك لمرضك، ومن حياتك لموتك. رواه البخاري

Dari Ibnu Umar radhiallohu ‘anhuma beliau berkata: Rasulullah ﷺ pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir.”

Ibnu Umar menambahkan nasihat: “Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati.” (HR. Bukhari).

Maka manfaatkan umur ini sebaik-baiknya.

Usia dakwah Nabi Nuh adalah 950 tahun.
Usia dakwah Nabi Muhammad ﷺ adalah 23 tahun.

📍Banyak amalan yang Nabi shallallahu alaihi wasallam bawa seakan ringan namun besar pahalanya. ‼️

🔸Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

“Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat dalam timbangan (amalan) dan dicintai oleh Ar-Rahman, yaitu subhanallahi wa bihamdih, subhanallahil ‘azhim (Maha Suci Allah, segala pujian untuk-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Mulia).” (HR. Bukhari dan Muslim)

🔸Malam lailatul qadr yang lebih baik daripada seribu bulan (sekitar 83,3 tahun lebih).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍ 
“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.”
(QS. Al-Qadr 97: Ayat 3)

Segeralah muhasabah diri, perbanyak istighfar.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

طُوْبَى لِمَنْ وَجَدَ فِيْ صَحِيْفَتِهِ اسْتِغْفَارَا كَِشِيْرًا

“Beruntunglah orang yang mendapati dalam shahifah (catatan amalnya) istighfar yang banyak”. HR Ibnu Majah.

Semoga bermanfaat.

#Muhasabah
#istighar

##$$-aa-$$##

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?