5 menit membaca

📜 *TAFSIR JUZ ‘AMMA – 10*
✒️ Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’ di.
🎤Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary
Ahad, 24 Syawal 1447H /12 April 2026

Tafsir surat ‘Abasa.

 كَلَّا إِنَّهَا تَذْكِرَةٌ (11) فَمَنْ شَاءَ ذَكَرَهُ (12) فِي صُحُفٍ مُكَرَّمَةٍ (13) مَرْفُوعَةٍ مُطَهَّرَةٍ (14) بِأَيْدِي سَفَرَةٍ (15) كِرَامٍ بَرَرَةٍ (16)

Sekali-kali Tidak (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan, maka barang siapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya, di dalam kitab-kitab yang dimuliakan, yang ditinggikan lagi disucikan, di tangan para penulis (malaikat), yang mulia lagi berbakti.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

(كَلا إِنَّهَا تَذْكِرَةٌ)

Sekali-kali tidak (demikian, Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan. (‘Abasa: 11)

Maksudnya apa yang telah Allah sebutkan pada ayat 1-10 adalah peringatan.
Sesungguhnya Allah telah menunjukkan jalan-jalan yang manusia butuhkan.

Petunjuk adalah agar tidak tersesat.

(فَمَنْ شَاءَ ذَكَرَهُ)
maka barang siapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya. (‘Abasa: 12)

Maksud nya adalah mengambil petunjuk dan mengamalkannya.

Manusia punya dua pilihan, mau ikuti petunjuk atau meninggalkan petunjuk.

Dimana petunjuk tersebut?

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
(فِي صُحُفٍ مُكَرَّمَةٍ * مَرْفُوعَةٍ مُطَهَّرَةٍ)
di dalam kitab-kitab yang dimuliakan, yang ditinggikan lagi disucikan. (‘Abasa: 13-14)

Yaitu surat ini atau pelajaran ini, kedua-duanya saling berkaitan, bahkan Al-Qur’an seluruhnya.

(فِي صُحُفٍ مُكَرَّمَةٍ)
di dalam kitab-kitab yang dimuliakan.

(‘Abasa: 13)
Yakni diagungkan dan dimuliakan.

(مَرْفُوعَةٍ)

yang ditinggikan (‘Abasa: 14)

Artinya, mempunyai kedudukan yang tinggi.
(مُطَهَّرَةٍ)
lagi disucikan (‘Abasa: 14)

Yaitu disucikan dari hal yang kotor, penambahan, dan pengurangan.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
(بِأَيْدِي سَفَرَةٍ)
di tangan para penulis. (‘Abasa: 15)

Maksud سَفَرَةٍ adalah malaikat.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
(كِرَامٍ بَرَرَةٍ)
yang mulia lagi berbakti. (‘Abasa: 16)

🔹 Pelajaran,
1. Allah turunkan Al Qur’an sebagai petunjuk / peringatan.
2. Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan apa saja yang diperlukan oleh hamba-Nya.
Ada aturan yang dijelaskan.
3. Alquran akan bermanfaat bila Al Qur’an dipelajari dan setelahnya diamalkan.

Kebanyakan manusia mencukupkan diri dengan hanya membaca. Ini salah karena Al Qur’an itu buku petunjuk bukan bukan bacaan.

4. Al Quran itu dibaca, dihafal, dipelajari dan diamalkan.
5. Al Qur’an itu Agung Kedudukannya dan tinggi Kemuliaannya.
6. Alqur’an terjaga dari perubahan.
7. Tugas malaikat adalah perantara wahyu. Ini adalah perantara yang dibolehkan. Adapun berdoa kepada perantara itu tidak boleh.
8. Malaikat punya sifat mulia, dan baik.
9. Harus mengagungkan Al Qur’an dan beradab kepada Al Qur’an – misal mushaf tidak boleh ditaruh di bawah, diinjak dst.
10. Manusia ada yang Menerima dan ada yang menolak petunjuk…

(قُتِلَ الإنْسَانُ مَا أَكْفَرَهُ)
Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya. (‘Abasa: 17)

Betapa besar pengingkaran manusia terhadap firman Allah. (menolak kebenaran dan ingin di atas kebatilan).
Maka orang ini terlaknat.

Padahal manusia itu diciptakan dari air hina. Allah sempurnakan dan beri rezeki dan petunjuk. dan mengapa bisa kufur?

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

(مِنْ أَيِّ شَيْءٍ خَلَقَهُ * مِنْ نُطْفَةٍ خَلَقَهُ فَقَدَّرَهُ)

Dari apakah Allah menciptakannya? Dari setetes mani, Allah menciptakannya, lalu menentukannya. (‘Abasa: 18-19)

(ثُمَّ السَّبِيلَ يَسَّرَهُ)
Kemudian Dia memudahkan jalannya. (‘Abasa: 20)

Yaitu agar bisa hidup di dunia. Diberi rezeki dan petunjuk.
Dan Allah uji setelah itu

(ثُمَّ أَمَاتَهُ فَأَقْبَرَهُ)
kemudian Dia mematikannya dun memasukkannya ke dalam kubur. (‘Abasa: 21)

Allah muliakan manusia dengan dikubur.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
(ثُمَّ إِذَا شَاءَ أَنْشَرَهُ)
kemudian bila Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali. (‘Abasa: 22)

Setelah kematian di hari kiamat.

Yakni Dia menghidupkannya kembali.
(كَلا لَمَّا يَقْضِ مَا أَمَرَهُ)
tidaklah demikian; Allah masih belum menunaikan apa yang telah ditetapkan-Nya itu. (‘Abasa: 23)

➡️ Pelajaran,

1. Sifat atau tabiat manusia itu kufur dan di atas kebatilan, kecuali orang-orang yang diberi petunjuk.

2. Yahudi lebih sesat dari pada Nasrani karena dia tahu tapi tidak mau mengamalkan. Sedangkan Nasrani tidak tahu jalan.

3. Kiat agar Tawadhu adalah dengan mengingat penciptaan manusia.
Manusia itu keluar dari lubang kencing 2x.

4. Termasuk dari tanda sangat jelas kekuasaan Allah adalah penciptaan manusia.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِ نْسَا نَ فِيْۤ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ 

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,” (QS. At-Tin 95: Ayat 4)

Surat At-Tur (52) Ayat 35

أَمْ خُلِقُوا۟ مِنْ غَيْرِ شَىْءٍ أَمْ هُمُ ٱلْخَـٰلِقُونَ

Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?

Penting meyakini bahwa Allah Maha Kuasa agar kita tidak putus asa.

5. Hanya Allah Yang Memberi Nikmat. Maka bersyukur lah atas nikmat-nikmat Allah.

6. Seorang hamba tidak bisa mengelak dari hisab Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena di dunia, Allah telah tegakkan hujjah. Allah turunkan Al Qur’an, Allah utus Rasulullah dan Allah jaga Al Qur’an.

7. Termasuk pemuliaan Allah kepada manusia adalah diisyariatkan penguburan manusia.

Kita adalah orang yang terpilih untuk beriman kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam padahal kita tidak melihat Rasulullah ﷺ .. Abu Jahal dan Abu Lahab melihat Rasulullah ﷺ tapi tidak beriman.

8. Tetap nya hari kebangkitan.

9. Hanya Allah Yang Maha Pengatur.

10. Banyaknya kelalaian manusia terhadap hak-hak Allah Subhanahu wa Ta’ala.

11. Seorang hamba bagaimanapun beramal, tidak pernah bisa menyamai dengan nikmat Allah. Maka jangan ujub dan jangan mudah berkeluh kesah.

 فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ إِلَى طَعَامِهِ (24) أَنَّا صَبَبْنَا الْمَاءَ صَبًّا (25) ثُمَّ شَقَقْنَا الْأَرْضَ شَقًّا (26) فَأَنْبَتْنَا فِيهَا حَبًّا (27) وَعِنَبًا وَقَضْبًا (28) وَزَيْتُونًا وَنَخْلًا (29) وَحَدَائِقَ غُلْبًا (30) وَفَاكِهَةً وَأَبًّا (31) مَتَاعًا لَكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ (32)

maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit). kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan sayur-mayur, zaitun dan pohon kurma. kebun-kebun (yang) lebat, dan buah-buahan serta rumput-rumputan, untuk kesenangan kalian dan untuk binatang-binatang ternak kalian.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala

(فَلْيَنْظُرِ الإنْسَانُ إِلَى طَعَامِهِ)

maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. (‘Abasa: 24)

Perhatikan beras, dari mulai tanam sampai siap dimakan.

Sehat itu sarana, untuk beramal.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

(أَنَّا صَبَبْنَا الْمَاءَ صَبًّا)

Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit). (‘Abasa: 25)

Yakni Kami turunkan hujan dari langit ke bumi.

(ثُمَّ شَقَقْنَا الأرْضَ شَقًّا)

kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya. (‘Abasa: 26)

(فَأَنْبَتْنَا فِيهَا حَبًّا * وَعِنَبًا وَقَضْبًا)

lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan sayur-sayuran. (‘Abasa: 27-28)

(وَزَيْتُونًا)
dan zaitun. (‘Abasa: 29)

(وَحَدَائِقَ غُلْبًا)
kebun-kebun (yang) lebat. (‘Abasa: 30)

Setelah hujan, bumi dibelah, untuk biji-bijian.

Allah khususkan sebutkan Biji-bijian, Anggur, zaitun, kurma. Karena banyak manfaatnya.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

(وَفَاكِهَةً وَأَبًّا)

dan buah-buahan dan rumput-rumputan. (‘Abasa: 31)

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

(مَتَاعًا لَكُمْ وَلأنْعَامِكُمْ)
untuk kesenangan kalian dan untuk binatang-binatang ternak kalian. (‘Abasa: 32)

🔹 Pelajaran
1. Banyaknya nikmat Allah kepada manusia. Kita masuk surga dengan rahmat Allah bukan dengan barteran atas amal kita.

2. Hendak nya sering memikirkan nikmat Allah supaya bersyukur.

3. Salah satu nikmat besar dari Allah adalah hujan yang turun.

4. Binatang ternak bisa dimanfaatkan adalah nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

5. Sering gunakan panca indera untuk bertafakur ayat-ayat Allah.

فَإِذَا جَاءَتِ الصَّاخَّةُ (33) يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ (34) وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ (35) وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ (36) لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ (37) وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ مُسْفِرَةٌ (38) ضَاحِكَةٌ مُسْتَبْشِرَةٌ (39) وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ عَلَيْهَا غَبَرَةٌ (40) تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌ (41) أُولَئِكَ هُمُ الْكَفَرَةُ الْفَجَرَةُ (42)

Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua), pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya. Banyak muka pada hari itu berseri-seri. tertawa dan gembira ria, dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu, dan ditutup lagi oleh kegelapan. Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka.

🔹 Pelajaran

1. Hari kiamat sangat dahsyat goncangan nya.

2. Setiap manusia di hari kiamat sangat sibuk dengan diri sendiri. Gak ada yang bisa menolong.

3. Di hari kiamat cuma ada dua golongan, yaitu sukses dan sengsara..

4. Amalan seseorang di dunia akan nampak bekas nya di akhirat..
Wajah yang gembira karena amal sholeh nya.
Wajah tertunduk karena amal buruknya.

5. Salah satu sebab orang sengsara di hari kiamat adalah kufur nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

6. Kekerabatan tidak manfaat di hari kiamat jika tidak beriman dan tidak ada amal sholeh.

7. Boleh berdoa meminta keselamatan saat di akhirat.

Semoga bermanfaat.

#tafsir #AhmadZainuddin #albanjary #dakwah #belajar #adab #mulia #kufur

$$##-aa-##$$

Digita Template

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?