This entry is part 1 of 2 in the series Ushul-Tsalatsah
5 menit membaca

*Syarah USHUL TSALATSAH-01*
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
Ustadz Musa Mulyadi, Lc
26 Dzulqaidah 1446H/25 Mei 2025
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Penulis kitab ini adalah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.

Awal kitab adalah

بسم الله الرحمن الرحيم

Kenapa?

1. Sesungguhnya bentuk mengikuti kitab suci Al Qur’an.
2. Ittiba pada hadiysyRasulullah ﷺ untuk semua urusan yang baik, dimulai dengan kalimat ini supaya tidak terputus keberkahan. Ini hadits namun diperselisihkan keshahihannya namun maknanya benar.

Nabi ﷺ  apabila menulis surat memulai dengan bismillaahirrahmaanirrahiim.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin berkata: “Tafsirnya adalah: Sesungguhnya seorang insan meminta tolong dengan perantara semua Nama Allah. Kami katakan: yang dimaksud adalah setiap nama yang Allah punya.

3. Mengikuti cara Rasulullah ﷺ dalam menulis, bahwasanya beliau mengirimkan surat diawali dengan Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Penulis mengatakan:

اعلم

Ketahuilah!
Apabila mengatakan اعلم (ketahuilah) menunjukkan bahwasanya apa yang akan disampaikan setelahnya adalah perkara yang sangat penting, sehingga mengatakan اعلم (ketahuilah).

Yaitu diharapkan yang membaca kitab ini akan paham dengan ilmu yang benar.

PENGETAHUAN ada 6 tingkat:

1. AL-ILMU

Yakni mengetahui sesuatu sesuai kenyataannya dengan tingkat pengetahuan yang pasti.

2. AL-JAHLU AL-BASITH

(=kebodohan ringan), yaitu tidak memiliki pengetahuan sama sekali.

3. AL-JAHLU AL-MURAKAB

▫ (=kebodohan berat), yakni mengetahui sesuatu tapi pengetahuannya itu BERLAWANAN dengan kenyataanya. (misalnya: panas dia katakan dingin, haq dia katakan bathil, bid’ah dia katakan sunnah, syirik dia katakan tauhid, dst)

4. AL-WAHM

Yakni mengetahui sesuatu disertai kemungkinan pemahaman yang tidak kuat kebenarannya.

5. ASY-SYAK (keraguan)

Yakni mengetahui sesuatu disertai dengan kemungkinan yang sama kuat antara pemahaman yang benar dan yang salah.

6. AZH-ZHAN

Yakni mengetahui sesuatu disertai kemungkinan pemahaman yang kuat kebenarannya.

✅Ilmu dibagi dua.

1. Dharuri – ilmu yang diketahui tanpa harus berat berfikir dan Berdalil . Seperti ilmu bahwa es itu dingin,matahari terbit dari timur dst.

2. Nadhori – ini butuh kepada pemikiran atau dalil.

Misal – belajar untuk mengetahui akan perlu niat dalam ibadah.

Kemudian penulis mengatakan:
رحمك الله
“Semoga Allah merahmatimu”

Ini dia dari penulis supaya yang membaca kitab ini mendapatkan berkah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

اعلم رحمك الله أنه يجب علينا تعلم أربع مسائل

“Wajib bagi kita semua untuk mempelajari empat perkara”

Wajib bagi kita untuk mempelajari empat perkara:

الأولى: العلم، وهو معرفة الله، ومعرفة نبيه، ومعرفة دين الإسلام بالأدلة

⑴ Wajib bagi kita untuk mengetahui ilmu.
Apa yang dimaksud dengan ilmu itu?

وهو معرفة الله، ومعرفة نبيه، ومعرفة دين الإسلام بالأدلة

Ilmu adalah mengilmui ma’rifatullāh (mengenal Allah) ma’rifatun nabi (mengenal nabinya) dan mengenal agama Islam dengan dalil-dalilnya.

Mengenal Allah ada konsekuensi atau melazimkan untuk menerima dan mengamalkan syariat Allah.

✅ Cara kita mengenal Allah.
Memperhatikan kekuasaan Allah dari bentuk fisik maupun makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala.

وَفِىٓ أَنفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?
Surat Adz-Dzariyat (51) Ayat 21

Kemudian mengenal Nabi – pengetahuan yang melazimkan kita mengetahui, menerima petunjuk, menjadikan beliau ﷺ teladan dan ridha dengan hukumnya.

Contoh yang ringan – jenggot itu sunnah. Nabi ﷺ yang memerintah kita memanjangkan jenggot.

Semua yang datang dari Rasulullah ﷺ adalah untuk kemaslahan.

Ayat-ayat yang terkait ini adalah…

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُوْنَ حَتّٰى يُحَكِّمُوْكَ فِيْمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوْا فِيْۤ اَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

“Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 65)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّمَا كَا نَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِيْنَ اِذَا دُعُوْۤا اِلَى اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ اَنْ يَّقُوْلُوْا سَمِعْنَا وَاَ طَعْنَا ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

“Hanya ucapan orang-orang mukmin, yang apabila mereka diajak kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul memutuskan (perkara) di antara mereka, mereka berkata, “Kami mendengar, dan kami taat.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
(QS. An-Nur 24: Ayat 51)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَطِيْـعُوا اللّٰهَ وَاَ طِيْـعُوا الرَّسُوْلَ وَاُ ولِى الْاَ مْرِ مِنْكُمْ ۚ فَاِ نْ تَنَا زَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَا لرَّسُوْلِ اِنْ كُنْـتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ وَا لْيَـوْمِ الْاٰ خِرِ ۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا

“Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu, lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 59)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

لَا تَجْعَلُوْا دُعَآءَ الرَّسُوْلِ بَيْنَكُمْ كَدُعَآءِ بَعْضِكُمْ بَعْضًا ۗ قَدْ يَعْلَمُ اللّٰهُ الَّذِيْنَ يَتَسَلَّلُوْنَ مِنْكُمْ لِوَا ذًا ۚ فَلْيَحْذَرِ الَّذِيْنَ يُخَا لِفُوْنَ عَنْ اَمْرِهٖۤ اَنْ تُصِيْبَهُمْ فِتْنَةٌ اَوْ يُصِيْبَهُمْ عَذَا بٌ اَ لِيْمٌ

“Janganlah kamu jadikan panggilan rasul (Muhammad) di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain). Sungguh, Allah mengetahui orang-orang yang keluar (secara) sembunyi-sembunyi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah rasul-Nya takut akan mendapat cobaan atau ditimpa azab yang pedih.”
(QS. An-Nur 24: Ayat 63)

Syahadatain yang kita baca seharusnya melazimkan kita untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

Ketiga – mengenal Agama Islam, agama Allah.

Islam. Makna ada dua.

1. Makna umum – beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan syariatnya.

Berlaku umum termasuk umat sebelum umat Nabi Muhammad ﷺ.

Dalam Surat Al-Baqarah (2) Ayat 128, Nabi Ibrahim dan Ismail…

رَبَّنَا وَٱجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَآ أُمَّةًۭ مُّسْلِمَةًۭ لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ

Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

2. Makna khusus – agama yang dibawa nabi Muhammad ﷺ.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَّبْتَغِ غَيْرَ الْاِ سْلَا مِ دِيْنًا فَلَنْ يُّقْبَلَ مِنْهُ ۚ وَهُوَ فِى الْاٰ خِرَةِ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ

“Dan barang siapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 85)

Ini adalah urusan akhirat. Kuatkan urusan akhirat kita. Tujuan kita adalah akhirat…..

Dan Allah telah sempurnakan agama Islam..

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
ٱلۡيَوۡمَ أَكۡمَلۡتُ لَكُمۡ دِينَكُمۡ وَأَتۡمَمۡتُ عَلَيۡكُمۡ نِعۡمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلۡإِسۡلَٰمَ دِينٗاۚ
“Pada hari ini, telah Kusempurnakan agama kalian untuk kalian, dan telah Kucukupkan Nikmat-Ku bagi kalian, dan telah Kuridhai Islam sebagai agama kalian.” (al-Maidah: 3)

✅ Cara kita sampai pada dalil.

1. Dalil Sam’iyah- dari mendengar. Adalah wahyu Allah dan Sunnah.

Dalam Al Qur’an pendengaran lebih didahulukan daripada penglihatan.

Telinga – indera yang paling akhir Off saat tidur.
Dan indera yang paling awal ON.

2. Dalil aqliyah – dengan akal.

Mengenal Allah dengan dalil sangat banyak ayat dan Sunnah.

Begitu banyak ayat dalam Al-Qur’an untuk mengenal Rasulullah ﷺ.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللّٰهِ ۗ وَا لَّذِيْنَ مَعَهٗۤ اَشِدَّآءُ عَلَى الْكُفَّا رِ رُحَمَآءُ بَيْنَهُمْ تَرٰٮهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَّبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَا نًا

“Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.”
(QS. Al-Fath 48: Ayat 29)

Semoga bermanfaat

#salaf #sunnah #ushul #syariat #ridha #syahadat #iman

##$$-aa-$$##

Ushul-Tsalatsah

USHUL TSALATSAH-02
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?