MAKNA NAMA-NAMA BULAN ISLAM
Diterbitkan pertama kali pada: 04-Jun-2023 @ 19:04
3 menit membaca*MAKNA NAMA-NAMA BULAN ISLAM*
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
16 Dzulqaidah 1444H/04.06.2023
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Bulan dalam Islam adalah dalam tahun Qomariyah (rotasi bulan atas bumi, 1 rotasi = 29 atau 30 hari) .
Sedangkan Syamsiah atau Masehi berdasarkan putaran bumi mengitari matahari. Dimana 1 tahun = 1 rotasi, 365hari.
Bedanya adalah 11 hari.
33 tahun Hijriah = 32 tahun Masehi/Syamsiah
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ مِنْهَاۤ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ ۗ وَقَا تِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَآ فَّةً كَمَا يُقَا تِلُوْنَكُمْ كَآ فَّةً ۗ وَا عْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan Bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 36)
➡️ *NAMA BULAN* (sesuai dengan awal penamaan)
♦️1. *Muharam*, karena bulan haram. Ibnu Katsir – ini untuk penekanan.
🔸2. Shofar – kosong, karena penghuni nya pergi untuk berperang.
🔸3. Rabi’ul Awal (Ula) -musim semi
🔸4. Rabi’ul Akhir – hanya ada dua kali.
🔸5. Jumadil Awal (Ula) – air mulai beku. Musim dingin.
🔸6. Jumadil Akhir
♦️7. *Rajab* – pengagungan karena termasuk bulan haram.
🔸8. Sya’ban – bercabang
🔸9. Ramadhan – Ramadh- panas ketika musim sangat panas.
🔸10. Syawal – terangkat (unta susah digali unta jantan, susu sedikit)
♦️11. *Dzulqaidah* – duduk tidak perang lagi
♦️12. *Dzulhijjah* – pelaksanaan haji
Bulan haram, diagungkan oleh orang-orang jahiliyah, tidak mau berperang.
Syaqowi (mutakadim) – Muharam untuk penekanan, karena orang Arab sering melupakan bulan ini.
Bulan Islam – kondisi cuaca berubah, sedangkan sesuai Syamsiah kondisi tidak berubah.
الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ
Haji itu pada bulan yang dimaklumi, yaitu Syawal, Dzulqaidah dan Dzulhijah
Sejak dulu orang-orang sudah haji namun ada bidah dan syirik.
🖍️ Kesyirikan ada dua.
1. Syirik karena tambah talbiyah yang Lafazh nya syirik
2. Adanya import berhala dari Syam yang ditempatkan di sekitar Kabah. (berawal dari kisah kabilah Jurhum yang membuat patung untuk ambil ibrah).
🖍️ Bidah yang terjadi
1. Tawaf dengan telanjang
2. Wukuf di musdalifah (tanah haram), seharusnya di tanah halal.
3. Anggap umrah di bulan Dzulqaidah adalah perbuatan dosa
✅ Kebiasaan buruk kaum Jahiliyah terkait bulan Islam.
❌1. Kaum Jahiliyah sering memindahkan bulan, yang sering dipindah adalah
Bulan Muharam (tukar dengan Safar) dan Rajab (tukar dengan Syaban).
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّمَا النَّسِيْٓءُ زِيَا دَةٌ فِى الْكُفْرِ يُضَلُّ بِهِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا يُحِلُّوْنَهٗ عَا مًا وَّيُحَرِّمُوْنَهٗ عَا مًا لِّيُوَا طِـئُــوْا عِدَّةَ مَا حَرَّمَ اللّٰهُ فَيُحِلُّوْا مَا حَرَّمَ اللّٰهُ ۗ زُيِّنَ لَهُمْ سُوْٓءُ اَعْمَا لِهِمْ ۗ وَا للّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْـكٰفِرِيْنَ
“Sesungguhnya pengunduran (bulan haram) itu hanya menambah kekafiran. Orang-orang kafir disesatkan dengan (pengunduran) itu, mereka menghalalkannya suatu tahun dan mengharamkannya pada suatu tahun yang lain, agar mereka dapat menyesuaikan dengan bilangan yang diharamkan Allah, sekaligus mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Oleh setan) dijadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan buruk mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 37)
Maknanya merubah bulan supaya bisa perang, tafsir lain adalah memperpanjang bulan sampai 365 hari.
Dan ketika Haji Wada, Nabi ﷺ menjelaskan bahwa bulan-bulan telah kembali pada tempatnya dan sejak saat itu tidak pernah dirubah lagi.
❌ 2. Kaum jahiliyah punya keyakinan ada anggapan sial pada bulan shofar.
Bulan Syawal juga dianggap sial untuk menikah.
Dan Allah memberi istilah kesialan yang terus-menerus pada kaum Ad yang diadzab.
إِنَّآ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًۭا صَرْصَرًۭا فِى يَوْمِ نَحْسٍۢ مُّسْتَمِرٍّۢ
Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari nahas yang terus menerus,
Surat Al-Qamar (54) Ayat 19
Nabi shallallahu alaihi wasallam membantah keyakinan sial karena nikah di bulan Syawal – Nabi ﷺ menikah dan mulai tinggal serumah dengan Aisyah di bulan Syawal.
Aisyah radiallahu ‘anha istri Nabi ﷺ menceritakan,
تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللهِ فِي شَوَّالٍ، وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ، فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللهِ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي؟، قَالَ: ((وَكَانَتْ عَائِشَةُ تَسْتَحِبُّ أَنْ تُدْخِلَ نِسَاءَهَا فِي شَوَّالٍ))
“Rasulullah ﷺ menikahiku di bulan Syawal, dan membangun rumah tangga denganku pada bulan syawal pula. Maka isteri-isteri Rasulullah ﷺ yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku?” (Perawi) berkata, “Aisyah Radiyallahu ‘anhaa dahulu suka menikahkan para wanita di bulan Syawal” (HR. Muslim).
Penomoran tahun Hijriah dimulai saat Nabi shallallahu alaihi wasallam hijrah (Rabi’ul Awal)
Semoga bermanfaat.
##$$-aa-$$##


