Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc MATauhid

KITAB TAUHID #19 – SEBAB TERJERUMUSNYA KEPADA KESYIRIKAN ADALAH BERLEBIHAN TERHADAP ORANG2 SHOLEH

Diterbitkan pertama kali pada: 18-Jul-2020 @ 17:29

4 menit membaca

Kitab Tauhid, bab 19.
*Sebab terjerumus nya kepada kesyirikan adalah berlebihan terhadap orang-orang sholeh*..

Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
20 Shafar 1440H

Firman Allah Subhanahu wata’ala :

يا أهل الكتاب لا تغلوا في دينكم ولا تقولوا على الله إلا الحق

“Wahai orang-orang ahli kitab, janganlah kalian melampaui batas dalam agama kalian, dan janganlah kalian mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar.” (QS. An nisa’, 171).

وقالوا لا تذرن آلهتكم ولا تذرن ودا ولا سواعا ولا يغوث ويعوق ونسرا

“Dan mereka (kaum Nabi Nuh) berkata : janganlah sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Tuhan-tuhan kamu, dan janganlah sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq maupun Nasr” (QS. Nuh, 23)

Ghuluw (melampaui batas) , terjadi pada ahli kitab
1. Nashara (Ghuluw pada Isa)
A. Putra Allah
B. Satu dari tiga (trinitas)
C. Isa = Allah

Bagaimana hubungan Isa dengan Allah, ada 2 madzhab..
-Allah bersatu dengan Allah, seperti susu dicampur kopi jadi kopi susu

-Allah menempati Isa, seperti air menempati gelas

2. Yahudi, Ghuluw kepada uzair, anak Allah.

Siapakah wad, suwwa’ , yaghuts dan ya’uq ? (QS Nuh 23)

Ibnu Abbas rodhiyallahuma menjelaskan,

أَسْمَاءُ رِجَالٍ صَالِحِينَ مِنْ قَوْمِ نُوحٍ ، فَلَمَّا هَلَكُوا أَوْحَى الشَّيْطَانُ إِلَى قَوْمِهِمْ أَنِ انْصِبُوا إِلَى مَجَالِسِهِمُ الَّتِى كَانُوا يَجْلِسُونَ أَنْصَابًا ، وَسَمُّوهَا بِأَسْمَائِهِمْ فَفَعَلُوا فَلَمْ تُعْبَدْ حَتَّى إِذَا هَلَكَ أُولَئِكَ وَتَنَسَّخَ الْعِلْمُ عُبِدَتْ

Mereka adalah nama-nama orang soleh di kalangan kaumnya Nuh. Ketika mereka meninggal, setan membisikkan kaumnya untuk membuat prasasti di tempat-tempat peribadatan orang soleh itu. Dan memberi nama prasasti itu sesuai nama orang soleh tersebut. Merekapun melakukannya. Namun prasasti itu tidak disembah. Ketika generasi (pembuat prasasti) ini meninggal, dan pengetahuan tentang prasasti ini mulai kabur, akhirnya prasasti ini disembah. (HR. Bukhari 4920).

Syetan secara bertahap menjerumuskan orang ke dalam kesyirikan (dimulai dari bid’ah dan meningkat saat ahli ilmu tidak ada).

Begitu juga agama lain, misalnya Budha, awalnya generasi awal juga tidak menyembah Budha.. Dst dst..

Ibnul Qoyyim berkata : “banyak para ulama salaf mengatakan : “setelah mereka itu meninggal, banyak orang-orang yang berbondong-bondong mendatangi kuburan mereka, lalu mereka membikin patung-patung mereka, kemudian setelah waktu berjalan beberapa lama ahirnya patung-patung tersebut dijadikan sesembahan”

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah menugaskan Ali bin Abi Thalib untuk meratakan kuburan, karena menjadi sarana kesyirikan.

Maka, sholat jenazah itu tidak ada sujud karena isinya hanya mendoakan jenazah, maka menjadi aneh bila setelah dikubur beberapa lama malah ada yang meminta-minta kepada jenazah (yang dianggap sholeh)

Dalam sebuah hadits dikatakan,

لَعَنَ اللَّهُ اليَهُودَ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ» ، لَوْلاَ ذَلِكَ أُبْرِزَ قَبْرُهُ غَيْرَ أَنَّهُ خَشِيَ – أَوْ خُشِيَ – أَنَّ يُتَّخَذَ مَسْجِدًا

”Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani karena mereka menjadikan kubur Nabi mereka sebagai masjid, (Aisyah berkata), ‘Kalau bukan karena hal itu, niscaya kubur beliau akan dinampakkan, hanya saja beliau takut atau ditakutkan kuburnya akan dijadikan masjid’” (HR. Bukhari no. 1390, 4441 dan Muslim no. 529).

Diriwayatkan dari Umar Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“لا تطروني كما أطرت النصارى عيسى بن مريم، إنما أنا عبد، فقولوا عبد الله ورسوله”

“Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memujiku, sebagaimana orang-orang Nasrani berlebih-lebihan dalam memuji Isa bin Maryam. Aku hanyalah seorang hamba, maka katakanlah : Abdullah (hamba Allah) dan Rasulullah (Utusan Allah)” (HR. Bukhori dan Muslim).

Nabi dipuji Allah dari 2 sisi
1. Sisi sebagai Rasul
2. Sisi sebagai hamba (Maha Suci Allah Yang memperjalankan hamba-Nya

Jika kalian ragu kepada yang diturunkan kepada hamba-Nya)..

Maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sholat sampai kaki-kakinya bengkak karena merasa sebagai hamba.

Bukit Nabi Hamba,
1. Nabi beribadah, sedangkan Tuhan diibadahi.
2. Nabi makan, minum
3. Nabi buang air
4. Nabi sakit
5. Nabi nikah
6. Nabi berhubungan dengan istri
7. Nabi menangis
8. Nabi terluka
9. Nabi meninggal

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkata, “Aku ini manusia seperti kalian, te tetapi aku diberi wahyu”.

Sebagai Rasul harus didengar dan ditaati…

Dan Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“إياكم والغلو، فإنما أهلك من كان قبلكم الغلو”

“Jauhilah oleh kalian sikap berlebih-lebihan, karena sesungguhnya sikap berlebihan itulah yang telah membinasakan orang-orang sebelum kalian” (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu majah dari Ibnu Abbas Radhiallahu’anhu).

Ini Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat mencari batu untuk melempar jumrah, disyariatkan pakai kerikil kecil.

Dan dalam shoheh Muslim, Ibnu Mas’ud Radhiallahu’anhu berkata : bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“هلك المتنطعون ” قالها ثلاثا.

“Binasalah orang-orang yang bersikap berlebih-lebihan” (diulanginya ucapan itu tiga kali).

Ada 3 kelompok..

1. Kurang
Takdir – Qadariyyah, menolak takdir, dan bahwasanya semua atas kehendak Allah
Pelaku Dosa besar, pelaku sempurna imannya, dosa tidak kurangi iman (murjiah)
Ahlul bait – mencela Ahlul bait

Sifat Allah – mu’atillah – menolak sifat-sifat Allah

2. Tengah
Takdir – menetapkan kehendak dan qudrah manusia
Dosa besar – masih Muslim tp iman kurang
Ahlul bait – mencintai Ahlul bait, tetapi tidak maksum, cinta sahabat
Sifat-sifat Allah, menetapkan seluruh sifat-sifat Allah tetapi tidak sama dengan sifat Makhluk.

3. Berlebihan
takdir – jabariyyah – menafikan fitrah makhluk, seperti bulu ditiup angin

Dosa besar,
Khawarij – pelaku dosa besar kafir
Mu’tazilah (tidak sampai kafir)
Keduanya menetapkan kekal di neraka
Syiah Ahlul bait – maksum, benci sahabat
Sifat-sifat Allah, seperti makhluq

Macam-macam ghuluw
1. AQIDAH, berlebihan dalam menetapkan sifat (musabiha)
Berlebihan dalam mensucikan Allah sampai menolak sifat-sifat Allah

2. Ibadah,
khawarij – berlebihan dalam shalat dan puasa
Berlebihan dalam ingkar mungkar sehingga memberontak thd penguasa

3. Muamalah,
Tidak mau beli barang diluar kebutuhan primer
Tidak mau makan yang enak

4 . tradisi
Terlalu berpegang pada tradisi meskipun menyelisihi syariat..

$$##-aa-##$$

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?