TematikUstadz Badru Salam, Lc

AL ISBAH – MANHAJ SALAF DALAM TARBIYAH DAN PERBAIKAN – 1

Diterbitkan pertama kali pada: 11-Jun-2024 @ 15:10

4 menit membaca

*AL ISBAH – MANHAJ SALAF DALAM TARBIYAH DAN PERBAIKAN – 1*
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc
4 Dzulhijjah 1445H/11 Juni 2024
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Robbaani – yang mengajar manusia ilmu yang dasar sampai ilmu dalam.

Rabb diantara maknanya adalah TARBIYAH, sedikit demi sedikit sampai menjadi sempurna.

Islah – memperbaiki segala hal, yaitu aqidah, ibadah, muamalah.

DAKWAH salaf sangat perhatian pada dua hal ini.

Tazkiyah (membersihkan) dan TARBIYAH – mendidik pelan-pelan.

Ada 50 kaidah dalam kitab ini.

1️⃣ Kaidah pertama : agama ini dibangun dua pokok yaitu Ikhlas dan Ittiba kepada Rasulullah ﷺ.

Ikhlas – memurnikan ibadah hanya untuk Allah.
Semua dakwah pada nabi adalah tauhid.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

ٱلَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَا لْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا ۗ  

“yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya,”
(QS. Al-Mulk 67: Ayat 2)

Fudhail bin Iyadh berkata Yang paling baik adalah yang paling ikhlas dan paling benar.

Paling ikhlas – benar-benar karena Allah.
Paling benar – benar-benar Ittiba Rasulullah ﷺ.

Akibat tidak ikuti dua hal tersebut.

1. Hilang ikhlas – amal tidak diterima dan jatuh syirik.
2. Hilang Ittiba – jatuh pada kebid’ahan.

Kaum musyrikin Quraisy terjatuh pada dua hal ini. Mereka hanya akui tauhid Rububiyah – jatuh pada uluhiyah.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ

Dan sesungguhnya orang-orang yang telah menjadikan selain Allāh sebagai sesembahan-sesembahan maksudnya (orang-orang kafir Quraysh/orang-orang musyrikin Quraysh) dan sesungguhnya orang-orang yang menjadikan selain Allāh sebagai sesembahan-sesembahan.

Mereka mengatakan,

مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ

Tidaklah kami menyembah mereka, tidaklah kami menyembah sesembahan-sesembahan tersebut kecuali (لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ ) supaya mereka mendekatkan diri kami kepada Allāh dengan sebenar-benar pendekatan.

وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.
Surat Al-Bayyinah (98) Ayat 5

Saat ini mudah dijumpai kaum yang meyakini berdoa hanya boleh bagi wali mereka. Selain wali mereka berdoa kepada wali.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku.” (QS. Al Baqarah: 186)

Kenapa orang berdoa kepada wali? Karena mereka yakin wali dapat kabulkan doa, padahal ini termasuk Rububiyah.

Kenapa orang pakai jimat? Karena mereka jimat bisa menjaga pemakainya. Padahal ini termasuk Rububiyah.

Mendidik manusia kepada Ikhlas dan muttabaah itu berat karena banyak yang membela kesalahan-kesalahan orang yang menyelisihi ikhlas dan Ittiba.

Ada orang yang hanya TARBIYAH pada akhlak yang mulia – dan hal ini sebenarnya disepakati oleh semua agama (akhlak yang baik).

Peringatan Rasulullah ﷺ terhadap bahaya tersebut.

عَنْ أَبِي نَجِيْحٍ العِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ قاَلَ : وَعَظَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ مَوْعِظًةً وَجِلَتْ مِنْهَا القُلُوْبُ وَذَرَفَتْ مِنْهَا العُيُوْنُ فَقُلْنَا : يَا رَسُوْلَ اللهِ كَأَنَّهَا مَوْعِظَةً مُوَدِّعٍ فَأَوْصِنَا قَالَ أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَي اخْتِلاَفًا كَثِيْرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ المَهْدِيِّيْنَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ رَوَاهُ أَبُوْ دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيُّ وَقَالَ : حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ

Dari Abu Najih Al-‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan nasihat kepada kami dengan nasihat yang membuat hati menjadi bergetar dan mata menangis, maka kami berkata, ‘Wahai Rasulullah! Sepertinya ini adalah wasiat dari orang yang akan berpisah, maka berikanlah wasiat kepada kami.’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Aku berwasiat kepada kalian agar bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat meskipun kalian dipimpin seorang budak.

Sungguh, orang yang hidup di antara kalian sepeninggalku, ia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu, wajib atas kalian berpegang teguh pada sunnahku dan Sunnah khulafaur rosyidin al-mahdiyyin (yang mendapatkan petunjuk dalam ilmu dan amal).

Gigitlah sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian, serta jauhilah setiap perkara yang diada-adakan, karena setiap bidah adalah sesat.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Kita akan tahu sunnah dan bid’ah dengan cara membahas dengan lebih detail.

2️⃣ Kaidah 2 : dasar pensyariatan dan dasar ibadah adalah Al Qur’an dan Hadits Rasulullah ﷺ.

Dan musuh-musuh Islam berusaha merusak dua hal ini.

Kaum Syiah Rafidhah – mengkafirkan para shahabat, karena para shahabat lah yang membawa hadits dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Intinya berusaha batalkan Al Qur’an dan Hadits.

Ahlussunnah meyakini semua para shahabat adalah adil.
Seluruh ulama mahdzab sepakat dengan hal ini.

🔸Imam Syafi’i berkata kaum muslimin sepakat bahwa setiap orang yang sudah jelas Hadits dari Rasulullah ﷺ maka tidak boleh meninggalkan hadits itu.

🔸Syafi’i – kalau kalian mendapati pendapat saya bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadits shahih maka tinggalkan pendapat ku.

Untuk memahami Al Qur’an dan Hadits perlu ilmu alat (bahasa arab, ilmu hadits, ilmu ushul fiqih dst).

❗Ketaatan yang mutlak hanya kepada Allah dan Rasul-Nya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَطِيْـعُوا اللّٰهَ وَاَ طِيْـعُوا الرَّسُوْلَ وَاُ ولِى الْاَ مْرِ مِنْكُمْ ۚ فَاِ نْ تَنَا زَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَا لرَّسُوْلِ اِنْ كُنْـتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ وَا لْيَـوْمِ الْاٰ خِرِ ۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا

“Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu, lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 59)

🔹Ketaatan kepada ulil amri tidak boleh memaksiati Allah dan Rasul-Nya.

Rasulullah ﷺ tidak ikuti hawa nafsu.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوٰى 
“dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur’an) menurut keinginannya.”
(QS. An-Najm 53: Ayat 3)

❗❗Semua problematika kehidupan manusia saat ini sudah ada solusinya pada Al Qur’an dan hadits, kita harus sering menggali hal ini.

➡️ Sikap pada ulama.
1. Berlebihan sehingga terjadi qultus
2. Meremehkan sehingga tidak mau merujuk ulama.
3. Ambil dari ulama tapi mereka bisa jatuh pada masalah.

Kalau ingin tahu kesalahan ulama – maka belajar pada ulama yang lain.

✅ Kriteria Ustadz yang baik diambil ilmunya :

Aqidah benar, manhaj nya benar
Mumpuni di bidang nya

Usahakan kita kalau ikuti ulama tahu dalilnya.

✅ Ulama ada tiga.
1. Fiqih tapi gak ahli hadits.
2. Ahli hadits kurang paham fiqih.
3. Ahli fiqih dan ahli hadits. Contohnya imam Mahdzab.

Al Qur’an, Sunnah, Ijma, Qiyas bisa dijadikan dalil.
Ucapan ulama bukan dalil. ❌

➡️ Hadits yang dipakai adalah hadits yang shahih..

Ilmu itu adalah Firman Allah, sabda Rasulullah ﷺ yang dipahami oleh para shahabat.

Imam Syafi’i – ilmu itu hadzanaa… (artinya ada sanad nya).. Selain itu adalah was-was syetan.

Semoga bermanfaat.

#tarbiyah #Ittiba #hadits #sunnah

##$$-aa-$$##

Digita Template

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?