Diterbitkan pertama kali pada: 26-Jun-2022 @ 06:33

5 menit membaca

*KEUTAMAAN & AMALAN 10 AWAL DZULHIJJAH*
Ustadz Muhammad Anwar , Lc Mpd
26 Dzulqaidah 1443H

*KEUTAMAAN*

➡️ *1. Media sumpah Allah*

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman

وَالْفَجْرِ (1) وَلَيَالٍ عَشْرٍ (2) وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ (3) وَاللَّيْلِ إِذَا يَسْرِ (4)

Demi fajar, dan malam yang sepuluh, dan yang genap dan yang ganjil, dan malam bila berlalu. Qs Al Fajr 1-4.

Para ulama menyebutkan bahwa bila yang disebutkan malam maka juga mencakup siang nya..

🖍️ Allah menggunakan makhluk sebagai media sumpah karena adanya keutamaan atau keistimewaan dari makhluk tersebut.

Namun kita dilarang untuk bersumpah dengan makhluk Allah.

Adapun Allah maka tidak masalah karena Allah tidak dipertanyakan apa yang dilakukan Allah.

➡️ *2. Memperbanyak dzikir*

Allah berfirman:

ليشهدوا منافع لهم ويذكروا اسم الله في أيام معلومات

“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan…” (Qs. Al Hajj: 28)

➡️ *3. Hari-hari afdhal dalam setahun.*

Memang ada khilaf namun ulama gabungkan.

Bila malam maka 10 akhir Ramadhan
Bila siang maka 10 AWAL DZULHIJJAH

➡️ *4. Ada hari Arafah*

Adalah inti ibadah haji yaitu wukuf di Arafah.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْحَجُّ عَرَفَةُ

Haji itu adalah Arafah.
HR Tirmidzi

Jama’ah tidak disunnahkan untuk puasa.
Yang tidak sedang haji maka disunnahkan untuk puasa Arafah.

Tanggal 8 Dzulhijjah di Mina
Tanggal 9 Arafah, malamnya menuju Musdalifah
Tanggal 10. Balik ke Mina, ada amalan yang bisa dilakukan..

1. Melempar jumrah aqabah.
2. Menyembelih hadyu (bagi orang yang melakukan haji tamattu’ dan qiran).
3. Mencukur (gundul) rambut kepala atau memendekkannya, tetapi mencukur (gundul) adalah lebih utama.
4. Thawaf ifadhah dan sa’i untuk haji.

✔️ Ada tiga tawaf.
A. Tawaf Qudum (awal)
B. Tawaf ifadhah – rangkaian haji boleh tanggal 10-11-12-13.
C. Tawaf wada – perpisahan.

Tawaf ifadhah sebaiknya dikerjakan pada hari yang utama yaitu tanggal 10 Dzulhijjah. Bila sudah selesai maka boleh melakukan apa yang dilarang apa yang dilarang saat berpakaian ihram. (misalnya berhubungan dengan istri)

➡️ *5. HARI penyembelihan*

Setelah selesai khutbah Idul Adha.
Sebaiknya dilakukan setelah imam atau khatib menyembelih

➡️ *6. Terkumpul induk ibadah*

Tidak ada pada waktu yang lain, karena disini ada rangkaian ibadah haji.

Sholat
Zakat
Puasa
Haji

♦️*AMALAN-AMALAN AWAL DZULHIJJAH*

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر. قالوا ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله ولم يرجع من ذالك بشيء. (رواه البخاري)

“Tidak ada hari – hari yang diisi dengan amal shalih yang lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari yang sepuluh ini (10 awal Dzulhijjah).”

Para sahabat bertanya: “Apakah lebih baik daripada jihad fii sabiilillaah ?”

Beliau ﷺ bersabda, “Iya. Lebih baik daripada jihad fii sabiilillaah, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan harta dan jiwa raganya kemudian dia tidak pernah kembali lagi (mati syahid).” (HR. Al Bukhari)

Rasulullah ﷺ pernah bersabda: ‎

رباطُ يَوْمٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا عَلَيْهَا

Bersiap siaga di perbatasan selama sehari dalam jihad di jalan Allah lebih baik daripada dunia dan semua yang ada di dalamnya. HR Bukhari

Kalau ribat dan jihad saja dikalahkan oleh keutamaan amalan awal Dzulhijjah.. Kenapa kita tidak manfaatkan waktu-waktu tersebut? ❓❓❓

➡️ *1. Manasik Haji dan Umrah*

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اَلْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ.

“Umrah ke umrah adalah penghapus dosa antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada pahala baginya selain Surga.”
Muttafaq ‘alaih

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Aku mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ حَجَّ ِللهِ عزوجل فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ.

‘Barangsiapa melakukan haji ikhlas karena Allah Azza wa Jalla tanpa berbuat keji dan kefasiqan, maka ia kembali tanpa dosa sebagaimana waktu ia dilahirkan oleh ibunya.’” Muttafaq ‘alaih

➡️ *2 Puasa*

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat.

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Usahakan untuk berpuasa tanggal 1-9 Dzulhijjah.

Karena ada riwayat Rasulullah ﷺ pernah berpuasa tanggal 1 sampai tanggal 9 Dzulhijjah.

Bila tidak mampu ambil beberapa hari, minimal pada hari Arafah.

Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim )

➡️ *3. Sholat*

Amalan badan yang paling terbaik adalah ibadah sholat.

Tsauban berkata, ‘Aku pernah menanyakan hal yang ditanyakan tadi pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda,

عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً

‘Hendaklah engkau memperbanyak sujud (perbanyak shalat) kepada Allah. Karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosamu’.” Lalu Ma’dan berkata, “Aku pun pernah bertemu Abu Darda’ dan bertanya hal yang sama. Lalu sahabat Abu Darda’ menjawab sebagaimana yang dijawab oleh Tsauban padaku.” (HR. Muslim)

➡️ *4. PERBANYAK TAKBIR – TAHMID – TAHLIL*

Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد

“Maka perbanyaklah di hari-hari tersebut dengan tahlil, takbir, dan tahmid.” (HR. Ahmad, Shahih)

Lafazh takbiran..

أ‌- اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ

ب‌- اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، اللَّهُ أَكْبَرُ

♦️ Takbir ada 2.

Takbir muqayyad..

1. Setelah sholat fardhu, Mulai awal subuh tanggal 9 Dzulhijjah sampai tanggal 13 Dzulhijjah setelah Ashar.

Takbir mutlak.. Bebas waktu dan jumlahnya, mulai tanggal 1 Dzulhijjah.

Sampai waktu asar pada tanggal 13 Dzulhijjah. Selama tanggal 1 – 13 Dzulhijjah, kaum muslimin disyariatkan memperbanyak ucapan takbir di mana saja

Dari Ibnu Umar radhiyallâhu ‘anhumâ, dari Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

 مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمَ عِنْدَ اللَّهِ وَلاَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنَ الْعَمَلِ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ

“Tiada suatu hari apapun yang amalan pada hari itu lebih agung di sisi Allah tidak (pula) lebih dicintai oleh Allah melebihi sepuluh hari (awal Dzulhijjah) ini. Oleh karena itu, perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid pada hari-hari tersebut.” 
HR Ahmad

➡️ *5. SEDEKAH*

Perbanyak sedekah. Sedekah bisa membahagiakan orang lain.. Dan ini amalan yang afdhal di sisi Allah.

Bisa jadi kita mendapatkan doa dari orang-orang miskin yang kita beri sedekah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَبْغُوْنِي الضُّعَفَاءَ،  فَإِنَّمَا  تُرْزَقُوْنَ  وَتُنْصَرُوْنَ بِضُعَفَائِكُمْ

“Carilah keridhaanku dengan berbuat baik kepada orang-orang lemah kalian, karena kalian diberi rezeki dan ditolong disebabkan orang-orang lemah kalian.”
(Shahih, Al Albani)

Semoga bermanfaat..

##$$-aa-$$##

Digita Template

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?