Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc MATauhid

KITAB TAUHID# 57 LARANGAN MENCACI MAKI ANGIN & 58- LARANGAN MENOLAK SIFAT ALLAH

Diterbitkan pertama kali pada: 02-Jul-2020 @ 21:16

6 menit membaca

SYARAH KITAB TAUHID BAB 57 dan 58

Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
27 Sya’ban 1441 H

*BAB 57 LARANGAN MENCACI MAKI ANGIN*

Diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

لا تسبوا الريح، وإذا رأيتم ما تكرهون فقولوا

“Janganlah kamu mencaci maki angin. Apabila kamu melihat suatu hal yang tidak menyenangkan, maka berdoalah :

اللهم إنا نسألك من خير هذه الريح، وخير ما فيها، وخير ما أمرت، ونعوذ بك من شر هذه الريح، وشر ما فيها، وشر ما أمرت به ” صححه الترمذي.

“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepadaMu kebaikan angin ini, dan kebaikan apa yang ada didalamnya, dan kebaikan yang untuknya Kau perintahkan ia, dan kami berlindung kepadaMu dari keburukan angin ini, dan keburukan yang ada didalamnya, dan keburukan yang untuknya Kau perintahkan ia. ” (HR. Turmudzi, dan hadits ini ia nyatakan shoheh).

Ini wajar karena angin diatur oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak memiliki kehendak sehingga mencela angin adalah mencela Yang Mengatur Angin yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ini juga berlaku untuk mencela masa karena Allah yang mengatur masa, begitu juga larangan mencela cuaca, panas matahari, musim dingin .

Beda bila hanya mengabarkan.

Hukum mencela angin sama dengan hukum mencela hujan, panas, matahari, cuaca, zaman, musim karena tidak ada yang mengaturnya melainkan Allah.

Angin/ الربح atau udara..

1. Rahmat bagi manusia
Waarsalna riyaha

[Surat Al-Hijr (15) Ayat 22

وَأَرْسَلْنَا ٱلرِّيَـٰحَ لَوَٰقِحَ فَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۭ فَأَسْقَيْنَـٰكُمُوهُ وَمَآ أَنتُمْ لَهُۥ بِخَـٰزِنِينَ
Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya.

( Surat Al-Furqan (25) Ayat 48

وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَرْسَلَ ٱلرِّيَـٰحَ بُشْرًۢا بَيْنَ يَدَىْ رَحْمَتِهِۦ ۚ وَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۭ طَهُورًۭا
Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih,

2. Allah kuasa kan angin kepada Nabi Sulaiman alaihissalam.

{وَلِسُلَيْمَانَ الرِّيحَ عَاصِفَةً}

Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya. (Al-Anbiya: 81)

3. Sebagai tentara Allah

Surat Al-Qamar (54) Ayat 19, angin yang hancurkan kaum ‘Ad.

إِنَّآ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًۭا صَرْصَرًۭا فِى يَوْمِ نَحْسٍۢ مُّسْتَمِرٍّۢ
Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari nahas yang terus menerus,

Juga angin yang hancurkan kaum musyrikin saat perang Khandaq.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَاءَتْكُمْ جُنُودٌ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا وَجُنُودًا لَمْ تَرَوْهَا ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا “

Wahai orang orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allâh (yang telah di karuniakan) kepada kalian ketika datang kepada kalian tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan pasukan yang tidak dapat kalian melihatnya. Dan Allâh maha Maha Melihat apa yang kalian kerjakan. Qs Al Ahzab ayat 9.

Angin adalah udara, yang membuat kita bernafas, burung terbang, awan bergerak, suara bergerak…

Allah sudah siap kan bumi dengan atmosfer yang bermanfaat untuk hidup kita.

Angin bisa dibagi 2,
1. Angin yang biasa tidak mengganggu

Tidak perlu berdoa.

2. Angin yang kencang.

Dianjurkan untuk berdoa dan jangan mencaci angin.

Apabila kamu melihat suatu hal yang tidak menyenangkan, maka berdoalah.

Doa Ketika Angin Ribut/Bertiup Kencang 1

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا

Allaahumma innii as-aluka khoirohaa wa a’uudzu bika min syarrihaa.

Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadaMu kebaikan angin ini, dan aku berlindung kepadaMu dari kejelekannya.

HR. Abu Dawud 4/326, Ibnu Majah 2/1228, dan lihatlah kitab Shahih Ibnu Majah 2/305.

Doa Ketika Angin Ribut/Bertiup Kencang 2

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ

Allaahumma innii as-aluka khoirohaa, wa khoiro maa fiihaa, wa khoiro maa ursilat bihi, wa a’uudzu bika min syarrihaa, wa syarri maa fiihaa, wa syarri maa ursilat bih.

Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadaMu kebaikan angin (ribut ini), kebaikan apa yang di dalamnya dan kebaikan tujuan angin ini dihembuskan. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan angin ini, kejahatan apa yang di dalamnya dan kejahatan tujuan angin ini dihembuskan.
HR. Muslim no. 899.

Artinya angin terkadang dikirim sebagai kebaikan dan keburukan.

Dalam perang Khandaq, angin hancurkan kaum musyrikin tapi lembut untuk kaum muslimin.

*BAB 58 LARANGAN BERPRASANGKA BURUK TERHADAP ALLAH*

Firman Allah Subhanahu wata’ala :

يظنون بالله غير الحق ظن الجاهليـة يقولون هل لنا من الأمـر من شيء قل إن الأمر كله لله

“…Mereka (orang-orang munafik) berprasangka yang buruk terhadap Allah, yaitu sangkaan jahiliyah, mereka berkata : apakah ada bagi kita sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, katakanlah : sungguh urusan itu seluruhnya di Tangan Allah.…” (QS. Ali Imran, 154).

ويعذب المنافقـين والمنافقـات والمشركـين والمشركـات الظانين بالله ظن السوء عليهم دائرة السوء وغضب الله عليهم ولعنهم وأعد لهم جهنم وساءت مصيرا

“Dan supaya Dia mengadzab orang-orang munafik laki-laki dan orang-orang munafik perempuan, dan orang-orang Musyrik laki laki dan orang-orang musyrik perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah, mereka akan mendapat giliran (keburukan) yang amat buruk, dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka jahannam. Dan (neraka jahannam) itulah seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. Al Fath, 6).

Allah sebutkan 3 macam,

1. Persangkaan yang tidak benar
2. Persangkaan jahiliyah
3. Persangkaan sauk – buruk.

Maksudnya Persangkaan yang tidak pantas kepada Allah dalam segala hal.

Kunci agar tidak berprasangka buruk kepada Allah maka harus yakin akan Maha Sempurna nya Allah, yaitu Maha Melihat, Maha Mendengar dll dan yang paling penting Yang *Maha Bijak – Al Hakim.*

Allah punya hikmah yang sangat tinggi.

Beberapa bentuk prasangka buruk kepada Allah, diantaranya (Ibnul Qayyim dalam kitab Zaadul Ma’ad)

1. Menyangka bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam akan kalah
2. ISLAM akan sirna
3 kesyirikan akan unggul selamanya
4. Menyangka Allah berbuat tanpa tujuan (Asya’irah)
5. Menyangka Allah tidak akan membangkitkan manusia.
6. Tatkala dikasih kesusahan/miskin… Kenapa Allah membuat saya begini.
7. Menghadapi pandemi – kenapa Allah kirim wabah, seharusnya tidak begini..
8. Menyangka Allah tidak akan membalas kebaikan orang yang baik di dunia apalagi di akhirat.
9. Menyangka Allah akan menolak amal shohehnya tanpa sebab.
10. Allah tidak menerima taubat orang yang bersungguh-sungguh.
11. Menyatakan bahwa ayat-ayat sifat dalam Al-Qur’an dan hadits-hadits sifat – >dzahirnya kufur/syirik/tasybih
12 Allah membutuhkan anak
13. Allah tidak tahu yang detail

Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu secara marfu’,

قالَ اللهُ تعالى : عبدي أنا عندَ ظنِّكَ بي، و أنا معكَ إذا ذكرتَني

“Allah Ta’ala berfirman: wahai hamba-Ku, Aku sesuai persangkaanmu kepada-Ku” (HR. Al Hakim no. 1828, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ahadits Ash Shahihah no. 2012)

*Berprasangka baik harus diikuti ketaatan kepada Allah… Karena bila tidak itu juga termasuk prasangka buruk kepada Allah.*

Ibnu Qoyyim dalam menafsirkan ayat yang pertama mengatakan :

“Prasangka di sini maksudnya adalah bahwa Allah Subhanahu wata’ala tidak akan memberikan pertolongannya (kemenangan) kepada Rasul-Nya , dan bahwa agama yang beliau bawa akan lenyap.”

Dan ditafsirkan pula : “bahwa apa yang menimpa beliau bukanlah dengan takdir (ketentuan) dan hikmah (kebijaksanaan) Allah.” Jadi prasangka di sini ditafsirkan dengan tiga penafsiran :

Pertama : mengingkari adanya hikmah dari Allah.

Kedua : mengingkari takdirNya.

Ketiga : mengingkari bahwa agama yang dibawa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam akan disempurnakan dan dimenangkan Allah atas semua agama.

Inilah prasangka buruk yang dilakukan oleh orang-orang munafik dan orang-orang musyrik yang terdapat dalam surat Al Fath. Perbuatan ini disebut dengan prasangka buruk, karena prasangka yang demikian tidak layak untuk Allah, tidak patut terhadap kagungan dan kebesaran Allah, tidak sesuai dengan kebijaksanaanNya, PujiNya, dan janjiNya yang pasti benar.

Oleh karena itu, barangsiapa yang berprasangka bahwa Allah Subhanahu wata’ala akan memenangkan kebatilan atas kebenaran, disertai dengan lenyapnya kebenaran, atau berprasangka bahwa apa yang terjadi ini bukan karena Qadla dan takdir Allah, atau mengingkari adanya suatu hikmah yang besar sekali dalam takdirNya, yang dengan hikmahNya Allah berhak untuk dipuji, bahkan mengira bahwa yang terjadi hanya sekedar kehendakNya saja tanpa ada hikmahnya, maka inilah prasangka orang-orang kafir, yang mana bagi mereka inilah neraka “wail”.

Dan kebanyakan manusia melakukan prasangka buruk kepada Allah, baik dalam hal yang berkenaan dengan diri mereka sendiri, ataupun dalam hal yang berkenaan dengan orang lain, bahkan tidak ada orang yang selamat dari prasangka buruk ini, kecuali orang yang benar-benar mengenal Allah, Asma dan sifatNya, dan mengenal kepastian adanya hikmah dan keharusan adanya puji bagiNya sebagai konsekwensinya.

Maka orang yang berakal dan yang cinta pada dirinya sendiri, hendaklah memperhatikan masalah ini, dan bertaubatlah kepada Allah, serta memohon maghfirahNya atas prasangka buruk yang dilakukannya terhadap Allah.

Apabila anda selidiki, siapapun orangnya pasti akan anda dapati pada dirinya sikap menyangkal dan mencemoohkan takdir Allah, dengan mengatakan hal tersebut semestinya begini dan begitu, ada yang sedikit sangkalannya dan ada juga yang banyak. Dan silahkan periksalah diri anda sendiri, apakah anda bebas dari sikap tersebut ?

فإن تنج منها تنج من ذي عظيمة وإلا فإني لا إخالك ناجيا

“Jika anda selamat (selamat) dari sikap tersebut, maka anda selamat dari malapetaka yang besar, jika tidak, sungguh aku kira anda tidak akan selamat.”

Semoga Bermanfaat…. ditutup dengan doa kafaratul Majelis..

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنتَ أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إليكَ

*SUBHAANAKALLOHUMMA WA BIHAMDIKA, ASY-HADU ALLA ILAHA ILLA ANTA, AS-TAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIK*

(Mahasuci Engkau, wahai Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Aku meminta ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu)

Bila ada kesalahan dalam penulisan, maka itu adalah kesalahan tim penulis, Ustadz berlepas diri dari kesalahan tersebut..

##aa

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?