KITAB TAUHID #34 – SABAR TERHADAP TAKDIR ALLAH (LANJUTAN)
Diterbitkan pertama kali pada: 18-Jul-2020 @ 19:04
3 menit membacaKitab Tauhid – Bab Sabar – Lanjutan
Ustadz Dr Firanda Andirja
23 Muharam 1441H
Diriwayatkan dari Anas Radhiallahu’anhu sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
إذا أراد الله بعبده الخير عجل الله له بالعقوبة في الدنيا، وإذا أراد بعبده الشر أمسك عنه بذنبه حتى يوافي به يوم القيامة ”
“Apabila Allah menghendaki kebaikan pada seorang hambanya, maka Ia percepat hukuman baginya di dunia, dan apabila Ia menghendaki keburukan pada seorang hambanya, maka Ia tangguhkan dosanya sampai ia penuhi balasannya nanti pada hari kiamat.”(HR. Tirmidzi dan Al Hakim)
Hadits ini memberi faedah akan ampunan dosa-dosa.
Dosa, bisa dari…
1. Dosa mata
2. Dosa lisan
3. Dosa badan
4. Dosa hati
Allah tahu penghianatan mata dan yang disembunyikan dalam hati.
Misalnya Dosa nonton bioskop, banyak waktu terbuang untuk keburukan..
Penggugur dosa bisa diklasifikasikan
1. Dari Sang hamba
A. Bertaubat, Allah Maha Penerima Taubat.
أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ
“Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya?” (QS. At Taubah: 104)
Syarat taubat ada 3:
A1. Meninggalkan
A2. Menyesali
A3. Bertekad tidak mengulangi.
B. Istighfar
C. Amal sholeh yang gugurkan dosa.
Kaidah, dosa bagaikan najis dan amal sholeh adalah air, dan air bisa hilangkan najis.
2. Dari selain dirinya.
A. Doa kaum mukmin untuknya, misalnya shalat jenazah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُونَ رَجُلاً لاَ يُشْرِكُونَ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلاَّ شَفَّعَهُمُ اللَّهُ فِيهِ
“Tidaklah seorang muslim meninggal dunia lantas dishalatkan oleh 40 orang yang tidak berbuat syirik kepada Allah sedikit pun melainkan Allah akan memperkenankan syafa’at (doa) mereka untuknya.” (HR. Muslim)
Juga doa anak shaleh kita. Derajat di surga bisa naik karena istighfar anak.
B. Doa malaikat untuknya.
Malaikat mohon ampunan untuk orang yang beriman, yaitu termasuk orang yang menuntut ilmu.
C. syafaat Nabi Shallallahu alaihi wasallam.
Nabi shallallahu alaihi wasallam sisakan doa yang paling makbul dan akan bermanfaat bagi semua umat Islam yang tidak syirik (termasuk riya)
D. Amal shaleh yang dikerjakan orang lain.
Misalnya sedekah oleh orang lain.
Juga haji oleh orang lain.
3. Dari Allah
A. Di dunia, musibah
B. Alam barzah: himpitan (belum tentu adzab) , adzab kubur
C. Dahsyat nya hari kiamat, siksa di atas shirath (luka-luka karena cabikan saat menyeberang).
D. Ampunan Allah tanpa sebab apapun kecuali rahmat Allah.
Himpitan kubur adalah kesulitan, bukan pasti adzab.
Diantara sebab gugurnya dosa adalah musibah.., dosa yang belum gugur saat taubat atau istighfar.
Segala perkara yang tidak mengenakan adalah penggugur dosa.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu sakit ,
atau keletihan,
atau keKhawatiran (masa depan) ,
atau kesedihan (masa lalu),
atau gangguan orang lain ,
bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya karenanya” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Kita tidak boleh mengharapkan musibah.
Dalil sabar termasuk tauhid..
Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
إن عظم الجزاء مع عظم البلاء
Sesungguhnya besarnya balasan itu sesuai dengan besarnya ujian.
Apakah musibah itu secara dzat merupakan pahala atau penggugur dosa?
1.Musibah yang timbul karena amal shaleh seorang hamba.
Diantara amalan mujahidin:
– berinfag, berjalan lewat Lembah, masuk Medan pertempuran.
Yang mereka tidak suka :
Haus, capek, lapar. (disebut musibah).
2. Musibah yang timbul bukan karena peran seorang hamba.
– sakit, cerai, anak nakal belum tentu berpahala.
Sabar = pahala pada sabarnya.
Tidak sabar = dosa.
Lanjutan hadits
، وإن الله تعالى إذا أحب قوما ابتلاهم، فمن رضي فله الرضا،
ومن سخط فله السخط ” حسنه الترمذي.
dan sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala jika mencintai suatu kaum, maka Ia akan mengujinya, barang siapa yang ridho akan ujian itu maka baginya keridhoan Allah, dan barang siapa yang marah/benci terhadap ujian tersebut, maka baginya kemurkaan Allah” (Hadits hasan menurut Imam Turmudzi).
Sikap manusia terhadap musibah.
1. Mukmin
A. Sabar dan ridho,
– Dosa diampuni
– dia kembali kepada Allah
– kesombongan hilang darinya
– hinanya manusia, hanya Allah tempat kembali
– hilang ujub darinya
– husnudzon kepada Allah dll
2. Fasiq
B. Marah
– kenapa saya harus diuji
– orang tersebut tdk berhak untuk diuji demikian
– tidak gugurkan dosa
– semakin rendah di sisi Allah
3.Kafir
Sabar dan tidak sabar sama saja..
Hukuman baginya di dunia sebelum di akhirat.
Seluruh perintah bagi muslim yang tidak dikerjakan oleh kafir akan jadi tambahan dosa (adzab) bagi kafir.
Allah Azza wa Jalla menceritakan jawaban para penghuni neraka ketika ditanya oleh para penghuni surga tentang sebab masuk neraka.
قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ
Mereka (para penghuni neraka Saqor) menjawab, “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,
##$$-aa-$$##


