KITAB TAUHID #24 – MACAM-MACAM SIHIR (2)
Diterbitkan pertama kali pada: 16-Jul-2020 @ 17:22
3 menit membacaSYARAH KITAB TAUHID BAB *MACAM MACAM SIHIR*
Ustadz Dr Firanda Andirja, LC MA
4 Rajab 1440
Sihir, secara makna berupa syirik akbar
Dan secara bahasa hanya syirik kecil, karena mempengaruhi hati.
Imam Ahmad meriwayatkan : telah diceritakan kepada kami oleh Muhammad bin Ja’far dari Auf dari Hayyan bin ‘Ala’ dari Qathan bin Qubaishah dari bapaknya, bahwa ia telah mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
“إن العيافة والطرق والطيرة من الجبت”
“Iyafah, Tharq dan Thiyarah adalah termasuk Jibt”
Auf menafsiri hadits ini dengan mengatakan :
– Iyafah adalah meramal nasib orang dengan menerbangkan/mengusir burung. (secara bahasa)
– Tharq adalah meramal nasib orang dengan membuat garis diatas tanah. (secara bahasa)
– Jibt adalah sebagaimana yang telah dikatakan oleh Hasan Al Bashri : suara syetan. (hadits tersebut sanadnya jayyid). Dan diriwayatkan pula oleh Abu Dawud, An Nasa’i, dan Ibnu Hibban dalam shahihnya dengan hanya menyebutkan lafadz hadits dari Qabishah, tanpa menyebutkan tafsirannya.
Al jibt yang benar adalah syetan. (salah salin, inna hu syaithon bukan ronahu syaithon)
Thiyarah vs Ifayah.
Thiyarah itu lebih umum.. (apa saja)
Iyafah lebih khusus (burung)
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
“من اقتبس شعبة من النجوم فقد اقتبس شعبة من السحر، زاد ما زاد” رواه أبو داود وإسناده صحيح.
“Barang siapa yang mempelajari sebagian dari ilmu nujum (perbintangan) sesungguhnya dia telah mempelajari sebagian ilmu sihir. semakin bertambah (ia mempelajari ilmu nujum) semakin bertambah pula (dosanya – semakin syirik )” (HR. Abu Daud dengan sanad yang shahih).
Ilmu perbintangan..
1. Ilmu Al Ta’tsir = pengaruh. Hukum syirik.
1.1 Menjadikan gerakan bintang2 (berkumpulnya dan terpisahnya gugusan bintang) sebagai dalil tentang masa depan (ghaib)
1.2 Menjadikan benda langit tertentu dan gerakannya mempengaruhi kejadian alam semesta.
2. Ilmu Taysir = untuk mempermudah (cuaca, arah angin)
An-Nasai meriwayatkan hadits dari Hasan Al Bashri dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
“من عقـد عقـدة ثم نفث فيها فقـد سحر، ومن سحر فقـد أشرك، ومن تعـلق شيئا وكل إليـه”
“Barang siapa yang membuat suatu buhulan, kemudian meniupnya (sebagaimana yang dilakukan oleh tukang sihir) maka ia telah melakukan sihir, dan barang siapa yang melakukan sihir maka ia telah melakukan kemusyrikan, dan barang siapa yang menggantungkan diri pada sesuatu benda (jimat), maka ia dijadikan Allah bersandar kepada benda itu”. (hadits ini syirik nya secara makna)
Hadits ini secara sanad terjadi khilaf, yang rajih, Hasan Al Bashri tidak berjumpa dengan Abu Hurairah.. Sehingga sanad nya terputus (dhaif).
Namun secara matan (makna), hadits ini benar.
Orang yang paling bahagia adalah orang yang tauhid, hanya tawakal kepada Allah,karena yakin Allah akan menjaganya.
Dari Ibnu Mas’ud Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
“ألا هل أنبئكم ما العضه ؟ هي النميمة القالة بين الناس ” رواه مسلم.
“Maukah kamu aku beritahu apakah Adh-hu itu ?, ia adalah perbuatan mengadu domba, yaitu banyak membicarakan keburukan dan menghasut diantara manusia” (HR. Muslim).
Namam (tukang adu domba), termasuk sihir dari 2 sisi:
1. Pengaruh hati jadi samar
2. Terpisah nya 2 orang (akibat).
Namimah itu dosa besar, karena ada dusta di dalamnya.
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati salah satu sudut kota Madinah atau Makkah, lalu beliau mendengar suara dua orang yang sedang diazab di kubur.
Beliau pun bersabda,
يُعَذَّبَانِ، وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ، بَلَى، كَانَ أَحَدُهُمَا لاَ يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ، وَكَانَ الآخَرُ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ
“Mereka berdua disiksa. Mereka menganggap bahwa itu bukan perkara besar, namun sesungguhnya itu perkara besar. Orang yang pertama disiksa karena tidak menutupi diri ketika kencing. Adapun orang yang kedua disiksa karena suka mengadu domba (namimah).” (HR. Bukhari no. 216 dan Muslim no. 292).
Dan ibnu Umar Radhiallahu’anhu menuturkan, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
“إن من البيان لسحرا”
“Sesungguhnya di antara penjelasan yang indah itu terdapat kekuatan sihir.”(HR. Bukhori )
Ada kesalahan kutib, bukan hadits yang sama karena sanad nya beda antara riwayat Bukhari dan riwayat Muslim.
Dari Amr bin Yasr (Riwayat Muslim)
البيان
Al bayaan (Penjelasan), bisa bermakna sihir.
Penjelasan :
Kalau tujuannya baik maka halal, bila tujuannya buruk maka haram,..
##$$-aa-$$##

