5 menit membaca

*TAFSIR QS ALI IMRAN ayat 21-27*
Ustadz Muhammad Shoim
7 Shafar 1447H / 2 Agustus 2025
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْفُرُوْنَ بِاٰ يٰتِ اللّٰهِ وَيَقْتُلُوْنَ النَّبِيّٖنَ بِغَيْرِ حَقٍّ ۙ وَّيَقْتُلُوْنَ الَّذِيْنَ يَأْمُرُوْنَ بِا لْقِسْطِ مِنَ النَّا سِ ۙ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَا بٍ اَ لِيْمٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar dan mereka juga membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, sampaikanlah kepada mereka kabar gembira, yaitu adzab yang pedih.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 21)

Ayat ini membicarakan orang-orang yahudi yang berbuat dosa, yaitu

1. Merubah dan mengingkari ayat-ayat Allah.
2. Membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Semata mata para nabi menyeru mereka kepada kebenaran.

Sebagian ahli tafsir menyebutkan nabi yang dibunuh adalah nabi Sya’ya, Nabi Zakaria, Nabi Yahya.

Mereka membangkang dan menyombongkan diri terhadap nabi mereka. Mereka membunuh orang-orang yang mengajak pada kebenaran dan keadilan.

Allah hukum mereka karena dosa-dosa mereka baik di dunia maupun akhirat.
Di dunia mereka dihinakan.

Sebagaimana firman Allah,

 وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ وَا لْمَسْکَنَةُ وَبَآءُوْ بِغَضَبٍ مِّنَ اللّٰهِ ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ كَا نُوْا يَكْفُرُوْنَ بِاٰ يٰتِ اللّٰهِ وَيَقْتُلُوْنَ النَّبِيّٖنَ بِغَيْرِ الْحَـقِّ ۗ ذٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَّكَا نُوْا يَعْتَدُوْنَ

Kemudian, mereka ditimpa kenistaan dan kemiskinan dan mereka (kembali) mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 61)

Juga dalam firman Allah,

ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ اَيْنَ مَا ثُقِفُوْۤا اِلَّا بِحَبْلٍ مِّنَ اللّٰهِ وَحَبْلٍ مِّنَ النَّا سِ وَبَآءُوْ بِغَضَبٍ مِّنَ اللّٰهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ كَا نُوْا يَكْفُرُوْنَ بِاٰ يٰتِ اللّٰهِ وَيَقْتُلُوْنَ الْاَ نْبِۢيَآءَ بِغَيْرِ حَقٍّ ۗ ذٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَّكَا نُوْا يَعْتَدُوْنَ

“Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia. Mereka mendapat murka dari Allah dan (selalu) diliputi kesengsaraan. Yang demikian itu karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi, tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 112)

Orang-orang yahudi dahulu dikejar-kejar oleh kaum Nasrani, kemudian dilindungi oleh Islam saat Umar bin Khaththab mengambil alih Baitul Maqdis.

Orang yahudi itu paling miskin hatinya karena ketakutan sehingga menjadi orang-orang yang pelit.

Mereka adalah orang-orang yang tertipu sebagaimana orang-orang kafir Quraisy yang menjadi mendustakan ayat-ayat Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ حَبِطَتْ اَعْمَا لُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَا لْاٰ خِرَةِ ۖ وَمَا لَهُمْ مِّنْ نّٰصِرِيْنَ

“Mereka itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 22)

Kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ اُوْتُوْا نَصِيْبًا مِّنَ الْكِتٰبِ يُدْعَوْنَ اِلٰى كِتٰبِ اللّٰهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ يَتَوَلّٰى فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ وَهُمْ مُّعْرِضُوْنَ

“Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang telah diberi bagian Kitab (Taurat)? Mereka diajak (berpegang) pada Kitab Allah untuk memutuskan (perkara) di antara mereka. Kemudian sebagian dari mereka berpaling seraya menolak (kebenaran).”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 23)

Ayat ini terkait dengan orang yahudi Khaibar. Yang berzina (dari kalangan bangsawan) dan berusaha cari hukuman yang ringan.

Mereka berbuat dosa karena tertipu,

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ قَا لُوْا لَنْ تَمَسَّنَا النَّا رُ اِلَّاۤ اَيَّا مًا مَّعْدُوْدٰتٍ ۖ وَّغَرَّهُمْ فِيْ دِيْنِهِمْ مَّا كَا نُوْا يَفْتَرُوْنَ

“Hal itu adalah karena mereka berkata, “Api neraka tidak akan menyentuh kami kecuali beberapa hari saja.” Mereka teperdaya dalam agama mereka oleh apa yang mereka ada-adakan.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 24)

Yakni sesungguhnya yang mendorong dan membuat mereka berani menentang perkara yang hak (kebenaran) ialah karena ulah buat-buatan mereka sendiri, yaitu kebohongan-kebohongan mereka terhadap Allah yang mereka dakwakan untuk diri mereka sendiri, yaitu bahwa mereka hanya disiksa di dalam neraka selama tujuh hari; setiap seribu tahun dunia hanya satu hari. 

Termasuk kebohongan mereka adalah pengakuan tanah Palestina sebagai tanah mereka.

Angan-angan palsu telah menipu mereka. Umat muslim pun juga banyak tertipu dengan angan-angan,misalnya – gak perlu sholat karena nanti akan dapat syafaat.
Banyak dari muslim yang beranggapan sedikit amal sudah cukup untuk masuk surga.

Lihatlah bagaimana Umar bin Khaththab sungguh-sungguh dalam persiapkan akhiratnya. Ketakutan yang luar biasa akan masuk neraka padahal sudah dijamin masuk surga.

Allah memberi ancaman yang keras kepada orang-orang yahudi,

Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ayat ini berfirman:

{فَكَيْفَ إِذَا جَمَعْنَاهُمْ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ}

Bagaimanakah nanti apabila mereka Kami kumpulkan di hari (kiamat) yang tidak ada keraguan tentang adanya. (Ali Imran: 25)
Maksudnya, kejadian hari kiamat tidak diragukan lagi dan pasti akan terjadi.

{وَوُفِّيَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ}

Dan disempurnakan kepada tiap-tiap diri balasan apa yang diusahakannya, sedangkan mereka tidak dianiaya. (Ali Imran: 25)

Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَآءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَآءُ ۖ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَآءُ ۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Katakanlah (Muhammad), “Wahai Tuhan Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 26)

Di dalam ayat ini terkandung isyarat dan bimbingan yang menganjurkan untuk mensyukuri nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala, ditujukan kepada Rasul-Nya dan umatnya. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala mengalihkan kenabian dari kaum Bani Israil kepada nabi dari kalangan bangsa Arab, yaitu dari keturunan kabilah Quraisy yang ummi dari Mekah sebagai penutup semua nabi.

Allah cabut kemuliaan bani Israel (Ahli kitab) karena Dosa-dosa mereka dan Allah angkat nabi yang terakhir dari bangsa Arab.

Ada 4 Nabi yang keturunan Arab yaitu Nabi Hud, Nabi Sholeh, Nabi Ismail dan Nabi Muhammad ﷺ.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

تُوْلِجُ الَّيْلَ فِى النَّهَا رِ وَتُوْلِجُ النَّهَا رَ فِى الَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَـيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَـيِّ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَا بٍ

“Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Dan Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan.””
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 27)

Maka kita alami bahwa siang kadang lebih lama daripada malam nya atau sebaliknya. Kadang panjang siang dan malam relatif sama, itulah kekuasaan Allah dan pasti banyak hikmahnya.

وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ

Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati,  dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. (Ali Imran: 27)

Maksudnya, Engkau mengeluarkan tumbuh-tumbuhan dari bebijian, dan mengeluarkan bebijian dari tumbuh-tumbuhan; buah kurma dari biji kurma, dan biji kurma dari buah kurma. Orang mukmin dari orang kafir, dan orang kafir dari orang mukmin. Ayam dari telur, dan telur dari ayam; dan segala sesuatu mengalami proses seperti ini.

Allah Maha Pemberi Rezeki, rezeki yang kita dapatkan jauh lebih besar dari pada yang kita usahakan.

Semoga bermanfaat.

#tafsir #salaf #sunnah #islam #tauhid #rezeki #hisab

##$$-aa-$$##

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?