4 menit membaca

*TAFSIR QS ALI IMRAN 1-7*
Ustadz Muhammad Shoim
2 Sya’ban 1446H/ 1 Februari 2025
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Surat Ali Imran adalah surat Madaniyah, karena sampai ayat ke 83 berkaitan dengan delegasi najran yang beragama Nasrani – ada ayat Mubahalah.

Keutamaan
1. Dua surat yang bercahaya (Al Baqarah dan Ali Imran).

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:

«اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ، اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ، وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ، فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ، أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ، أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ، تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا، اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ، فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ، وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ، وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ». [صحيح مسلم]

“Bacalah Al-Qur’an karena ia datang di hari kiamat sebagai pembela bagi yang membacanya. Bacalah Az-Zahrawain (dua cahaya) yaitu surah Al-Baqarah dan Ali ‘Imran, karena keduanya datang di hari kiamat seperti dua awan putih atau dua naungan atau dua kerumunan burung sebagai pembela bagi yang membacanya. Bacalah surah Al-Baqarah, karena membacanya adalah berkah, meninggalkannya adalah kerugian, dan tidak mampu dilawan oleh penyihir“. [Sahih Muslim, no. 1337]

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

الم (1)
Termasuk huruf-huruf yang terputus – putus dan hanya Allah yang tahu maknanya.

Hikmah –
Ditujukan untuk menunjukkan bahwa Al Qur’an mukjizat. Hampir semua surat yang diawali huruf yang terputus ini, ayat selanjutnya disebutkan Al Qur’an.

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ (2)

Makna الْحَيُّ adalah azali.. Tidak ada yang mendahului dengan tidak ada dan tidak diakhiri dengan kefanaan.

Keutamaan ayat ini semakna dengan yang ada di ayat Qursi dan surat Thoha.

firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتابَ بِالْحَقِّ

Dia menurunkan Al-Kitab (Al-Qur’an) dengan kebenaran. (Ali Imran: 3)

Makna نَزَّلَ adalah turun secara bertahap. Beda dengan أنزل (langsung).

1. Sekaligus, turun dari Lauhil Mafuzh ke langit dunia
2. Bertahap, dari langit dunia kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَأَنْزَلَ التَّوْراةَ

dan menurunkan Taurat. (Ali Imran: 3)

Setiap nabi diberi kitab namun hanya disebutkan beberapa kitab untuk beberapa nabi.

Yakni kepada Musa ibnu Imran.

وَالْإِنْجِيلَ

dan kitab Injil. (Ali Imran: 3)

Yaitu kepada Isa ibnu Maryam ‘alaihissalam

مِنْ قَبْلُ

sebelumnya. (Ali Imran: 4)

Yakni sebelum Al-Qur’an.

هُدىً لِلنَّاسِ

menjadi petunjuk bagi manusia. (Ali Imran: 4)

Maksudnya, sebagai petunjuk buat mereka di zamannya masing-masing. Yaitu ketika Taurat diturunkan pada jaman Musa dan Injil pada jaman Isa dahulu.

وَأَنْزَلَ الْفُرْقانَ

dan Dia menurunkan Al-Furqan. (Ali Imran: 4)

Yaitu yang membedakan antara hidayah dan kesesatan, antara yang hak dengan yang batil, jalan yang menyimpang dan jalan yang lurus, melalui apa yang disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala berupa hujah-hujah, keterangan-keterangan, dan dalil-dalil yang jelas serta bukti-bukti yang akurat. Allah Subhanahu wa Ta’ala menerangkannya, menjelaskannya, menafsirkannya, menetapkannya, dan memberi petunjuk kepadanya serta mengingatkannya.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآياتِ اللَّهِ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah. (Ali Imran: 4)

Yakni ingkar dan ragu terhadapnya  serta menentangnya dengan kebatilan.

لَهُمْ عَذابٌ شَدِيدٌ

Bagi mereka akan memperoleh siksa yang berat. (Ali Imran: 4)

Yaitu kelak di hari kiamat.

وَاللَّهُ عَزِيزٌ

dan Allah Mahaperkasa. (Ali Imran: 4)

Yakni Zat Yang Mahaperkasa lagi Mahabesar kekuasaan-Nya.

ذُو انْتِقامٍ

lagi mempunyai balasan. (Ali Imran: 4)

Yakni terhadap orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya, menentang rasul-rasul-Nya dan nabi-nabi-Nya.

{إِنَّ اللَّهَ لَا يَخْفَى عَلَيْهِ شَيْءٌ فِي الأرْضِ وَلا فِي السَّمَاءِ (5) هُوَ الَّذِي يُصَوِّرُكُمْ فِي الأرْحَامِ كَيْفَ يَشَاءُ لَا إِلَهَ إِلا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (6) }

Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satu pun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit. Dialah yang membentuk kalian dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Mahaperkasa lagi Maha bijaksana. Ali Imran, ayat 5-6

Allah Maha Mengetahui secara detail.
Allah menciptakan manusia secara bertahap,dimulai dari rahim ibu kita.

Allah sering menggabung kan dua kalimat ini..

هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Untuk membedakan dengan manusia.
Manusia yang punya power – cenderung merusak. Sedangkan Allah tidak mungkin begitu.

Pada ayat ini Rububiyah Allah, melazimkan kita untuk hanya beribadah kepada Allah.

Ayat ini untuk menegaskan bahwa Isa alaihissalam adalah manusia, tidak ada sifat ketuhanan pada Isa alaihissalam.

Manusia Allah ciptaan dalam rahim, termasuk Nabi Isa alaihissalam.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

هُوَ الَّذِيْۤ اَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ مِنْهُ اٰيٰتٌ مُّحْكَمٰتٌ هُنَّ اُمُّ الْكِتٰبِ وَاُ خَرُ مُتَشٰبِهٰتٌ ۗ 

“Dialah yang menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad). Di antaranya ada ayat-ayat yang muhkamat (jelas) , itulah pokok-pokok Kitab (Al-Qur’an) dan yang lain mutasyabihat.

Makna mutasyabihat (tidak jelas pendalilan).
Bisa juga bermakna ayat yang hanya Allah yang mengetahui maknanya,ayat yang mirip dengan ayat lain.

فَاَ مَّا الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُوْنَ مَا تَشَا بَهَ مِنْهُ ابْتِغَآءَ الْفِتْنَةِ وَا بْتِغَآءَ تَأْوِيْلِهٖ ۚ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيْلَهٗۤ اِلَّا اللّٰهُ ۘ 
بِ

Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong pada kesesatan, mereka mengikuti yang mutasyabihat untuk mencari-cari fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah.

Jaman sekarang juga banyak orang yang merusak syariat dengan tafsir seenaknya, misalnya orang-orang liberal.
Misal – mereka mengatakan semua agama sama dst.
Mereka meninggalkan ayat-ayat yang jelas dan hanya cari mutasyabihat untuk keperluan mereka.

Mencari fitnah – ingin merusak. Berhujah dengan ayat Al Qur’an tetapi ingin merusak.

وَ الرّٰسِخُوْنَ فِى الْعِلْمِ يَقُوْلُوْنَ اٰمَنَّا بِهٖ ۙ كُلٌّ مِّنْ عِنْدِ رَبِّنَا ۚ وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّاۤ اُولُوا الْاَ لْبَا

Dan orang-orang yang ilmunya mendalam berkata, “Kami beriman kepadanya (Al-Qur’an), semuanya dari sisi Tuhan kami.” Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang yang berakal.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 7)

Beriman dengan Al Qur’an termasuk beriman bahwa Nabi Muhammad adalah nabi terakhir.

Semoga bermanfaat.

#cahaya #fitnah #Mubahalah #najran #tafsir #salaf #sunnah

##$$-aa-$$##

Digita Template

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?