This entry is part 1 of 25 in the series Tafsir Al A'raf

Diterbitkan pertama kali pada: 04-Apr-2021 @ 20:57

5 menit membaca

📖 TAFSIR QS AL A’RAF#1 : AYAT 1-11
👤Ustadz Dr Firanda Andirja MA
🗓️ 23 Syaban 1442H
🕌 Masjid AlIkhlas Dukuh Bima (zoom)

Dikenal dengan surat Al A’raf jamak dari Arf yang maknanya tempat yang tinggi atau jembatan yang Allah tempatkam antara surga dan neraka.

Di Araf ada sekelompok orang yang ketika ditimbang, kebaikan dan keburukan sama, sehingga mereka sementara ditahan ditempat tersebut.

Juga disebut surat Thula Athulaini, yaitu surat yang terpanjang dari dua surat yang panjang (Al Anam dan Al Araf). Nabi ﷺ terkadang membaca surat panjang pada sholat maghrib yang biasanya beliau ﷺ baca surat yang cukup pendek.
Beliau ﷺ membagi surat Al Araf dalam dua rakaat.

Surat Al Araf adalah surat Makkiyah, turun sebelum Nabi ﷺ hijrah ke kota Madinah.
Dalam surat ini disebutkan kisah dan Aqidah, mulai turun Nabi Adam, dan dakwah para Nabi, serta surga dan neraka.

Ada beberapa surat yang turun di Madinah, yaitu ayat 163-171, karena berkaitan dengan Yahudi, yang mana Nabi ﷺ interaksi dengan yahudi di kota Madinah.

✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

الٓـمّٓـصٓ 
“Alif Lam Mim Sad.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 1)

Huruf Al MuQothoah = terputus-putus. Secara dhahir tidak ada makna yang jelas.

Para ulama jelaskan bahwa Al Qur’an turun dalam bahasa Arab dengan huruf Hijaiyah, yang mana orang-orang musyrikin bicara dengan bahasa mereka.

Namun orang-orang musyrikin tidak mampu membuat satu surat, inilah hikmah bahwa Al Qur’an adalah mukjizat.

Sering Allah sebutkan setelah huruf al MuQothoah disebutkan Al Qur’an.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

كِتٰبٌ اُنْزِلَ اِلَيْكَ فَلَا يَكُنْ فِيْ صَدْرِكَ حَرَجٌ مِّنْهُ لِتُنْذِرَ بِهٖ وَذِكْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ

“(Inilah) Kitab yang diturunkan kepadamu (Muhammad); maka janganlah engkau sesak dada karenanya, agar engkau memberi peringatan dengan (Kitab) itu dan menjadi pelajaran bagi orang yang beriman.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 2

Allah jelaskan kitab yang indah ini

فَلَا يَكُنْ فِيْ صَدْرِكَ حَرَجٌ

diturunkan agar tidak ada kesempitan dada. ➡️Yang tafsir nya adalah :

1. Tidak ada keraguan
2. Tidak perlu sedih kalau mereka tidak beriman.
3. Al Qur’an adalah kitab kebahagiaan, dada menjadi lapang, bahagia.

Kitab ini turun untuk memberi peringatan kepada orang-orang musyrikin/kafir dan sebagai peringatan kepada orang yang beriman, agar selalu ingat kepada akhirat.

وَذِكْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ

Hanya disebut Mukminin, karena orang kafir tidak pantas disebut bersamaan dengan orang beriman.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِتَّبِعُوْا مَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْكُمْ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوْا مِنْ دُوْنِهٖۤ اَوْلِيَآءَ ۗ قَلِيْلًا مَّا تَذَكَّرُوْنَ

“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti selain Dia sebagai pemimpin. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 3)

Ar Rab adalah nama Allah dengan sifat Rububiyah yang konsekuensi nya adalah tarbiyah.

Diantara bentuk tarbiyah dari Allah adalah diturunkannya Al Qur’an.

Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa hanya ada 2 pilihan , bila tidak ikut Al Qur’an dan Sunnah maka pasti ikut kebatilan. Tidak ada pilihan ketiga.
Kalau tidak ikut dalil maka pasti tersesat, seperti penjelasan Sufyan Ats-Tsauri.
Itulah sebabnya kita harus menuntut ilmu.

قَلِيْلًا مَّا تَذَكَّرُوْنَ
Sedikit yang ambil pelajaran.

Jangan terpedaya dengan mayoritas.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَكَمْ مِّنْ قَرْيَةٍ اَهْلَـكْنٰهَا فَجَآءَهَا بَأْسُنَا بَيَا تًا اَوْ هُمْ قَآئِلُوْنَ

“Betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan, siksaan Kami datang (menimpa penduduknya) pada malam hari, atau pada saat mereka beristirahat pada siang hari.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 4)

قَآئِلُوْنَ

beristirahat pada siang hari.

Artinya mereka gak sadar/terpikirkan adanya azab yang datang.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَمَا كَا نَ دَعْوٰٮهُمْ اِذْ جَآءَهُمْ بَأْسُنَاۤ اِلَّاۤ اَنْ قَا لُوْۤا اِنَّا كُنَّا ظٰلِمِيْنَ
“Maka, ketika siksaan Kami datang menimpa mereka, keluhan mereka tidak lain, hanya mengucap, “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 5)

Mereka sadar ketika adzab datang, dan ini sudah terlambat, tidak ada faidah nya.

✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَلَنَسْـئَــلَنَّ الَّذِيْنَ اُرْسِلَ اِلَيْهِمْ وَلَـنَسْئَـــلَنَّ الْمُرْسَلِيْنَ

“Maka, pasti akan Kami tanyakan kepada umat yang telah mendapat seruan (dari rasul-rasul) dan Kami akan tanyai (pula) para rasul,” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 6)

Semuanya akan dimintai pertanggungjawaban, termasuk para rasul (namun untuk memuliakan).
Umat yang membangkan akan dihinakan

Nanti Nabi Isa akan mempermalukan umatnya, karena Nabi Isa tidak pernah minta disembah.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَلَنَقُصَّنَّ عَلَيْهِمْ بِعِلْمٍ وَّمَا كُنَّا غَآئِبِيْنَ

“dan pasti akan Kami beritakan kepada mereka dengan ilmu (Kami) dan Kami tidak jauh (dari mereka).”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 7)

Artinya waktu kapan pun Allah tidak pernah lalai, semua akan tercatat. File catatan kita akan dibuka dan dikabarkan kepada kita.
Dikabarkan dengan ilmu, tidak ngawur, tercatat dengan rapi.

Dan hasil amalan kita surga atau neraka akan dikabarkan.

✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا لْوَزْنُ يَوْمَئِذِ ٱِلْحَـقُّ ۚ فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَا زِيْنُهٗ فَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

“Timbangan pada hari itu (menjadi ukuran) kebenaran. Maka, barang siapa berat timbangan (kebaikan)nya, mereka itulah orang yang beruntung,”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 8)

Ini adalah diantara bentuk pengabaran dengan ilmu.

Al Falah dalam bahasa Arab artinya sudah mencapai kebahagiaan secara stabil / kontinyu. Dan itulah surga Allah Subhanahu wa Ta’ala.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَنْ خَفَّتْ مَوَا زِيْنُهٗ فَاُ ولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ خَسِرُوْۤا اَنْفُسَهُمْ بِمَا كَا نُوْا بِاٰ يٰتِنَا يَظْلِمُوْنَ

“dan barang siapa ringan timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang yang telah merugikan dirinya sendiri, karena mereka mengingkari ayat-ayat Kami.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 9)

Yaitu ayat-ayat Allah yang jelas.
Rugi yang paling parah adalah rugi karena masuk neraka.

مَوَا زِيْنُهٗ

Bentuk jamak. Jumlah timbangan ada khilaf satu atau banyak, namun yang lebih penting adalah adanya timbangan.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ مَكَّـنّٰكُمْ فِى الْاَ رْضِ وَجَعَلْنَا لَـكُمْ فِيْهَا مَعَايِشَ ۗ قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَ
“Dan sungguh, Kami telah menempatkan kamu di bumi dan di sana Kami sediakan (sumber) penghidupan untukmu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 10)

مَعَايِش
Banyak hal untuk jalani kehidupan.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ خَلَقْنٰكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنٰكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلٰٓئِكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰ دَمَ فَسَجَدُوْۤا اِلَّاۤ اِبْلِيْسَ ۗ لَمْ يَكُنْ مِّنَ السّٰجِدِيْنَ

“Dan sungguh, Kami telah menciptakan kamu, kemudian membentuk (tubuh)mu, kemudian Kami berfirman kepada para malaikat, “Bersujudlah kamu kepada Adam,” maka mereka pun sujud kecuali Iblis. la (Iblis) tidak termasuk mereka yang bersujud.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 11)

Nabi Adam diciptakan dari tanah.

♦️Iblis, dari mana asalnya? Ada khilaf
❔1. Jumhur ahli tafsir, dari golongan malaikat

❔2. Sebagian ulama, iblis dari jin (QS Yasin). Dan ini pendapat lebih kuat.

Iblis itu punya ilmu namun karena hasad kepada Adam, maka tidak mau sujud kepada Adam dan Allah beri hukuman kelak di akhirat.

Tanya Jawab.
1. Kenapa Allah bertanya kepada malaikat tentang hambat Nya?
Jawab. Allah ingin memuliakan hamba-hamba-Nya. Dihadapan malaikat.

2. Hikhmah Allah perintahkan malaikat dan iblis sujud kepada Adam – adalah bahwa Adam lebih mulia dari pada Malaikat dan Iblis karena Adam punya ilmu yang lebih banyak. ini juga ujian dari Allah – apakah mereka patuh pada perintah Allah.

Semoga bermanfaat..

##$$-aa-##$$

Digita Template

Tafsir Al A'raf

TAFSIR QS AL A’RAF#2: AYAT 12-22
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?