6 menit membaca

📜 *TAFSIR JUZ ‘AMMA – 02*
✒️ Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’ di
🎤Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary
Ahad, 17 Sya’ban 1446H/16 Februari 2025

Penulis tafsir ini Syaikh Al ‘Alamah Al Baqi Abdurrahman bin Nasir bin Abdullah bin Nasir As-Sa’di.

Allah sebutkan apa saja yang akan terjadi pada hari kiamat, sebagai jawaban atas penentangan dari kaum Quraisy akan adanya hari kiamat.

Nabi ﷺ mendapat wahyu pada umur 40 tahun, kemudian dakwah secara sembunyi-sembunyi selama 3 tahun. Setelah Allah perintahkan untuk dakwah secara terang-terangan. Dan dimulai dari keluarga besar Nabi ﷺ.

Nabi ﷺ memperingatkan keluarganya akan kebenaran datangnya hari kiamat.
Karena kaum musyrikin tidak percaya akan datangnya hari kiamat.

Demikian juga tidak sedikit kaum muslimin yang mendustakan hari kiamat, dilihat dari tidak takutnya mereka akan siksa neraka saat bermaksiat.

Tiupan pertama – wafatkan makhluk
Tiupan kedua – Allah hidupkan makhluk dengan menurun hujan yang mengenai tulang ekor.

Pada hari itu ditiupkan sangkakala. Kalian akan datang berkelompok-kelompok, maksud nya setiap umat akan berkumpul dengan Rasul-Nya. Bukan pendiri organisasi atau tarekat nya.

يَوْمَ نَدْعُوا كُلَّ أُناسٍ بِإِمامِهِمْ

(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya. (Al-Isra: 71)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلم: “ما بين النفختين أربعون”. قَالُوا: أَرْبَعُونَ يَوْمًا؟ قَالَ: “أبيتُ”. قَالُوا: أَرْبَعُونَ شَهْرًا؟ قَالَ: “أَبَيْتُ”. قَالُوا: أَرْبَعُونَ سَنَةً؟ قَالَ: “أَبَيْتُ”. قَالَ: “ثُمَّ يُنزلُ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فينبتُونَ كَمَا ينبتُ البقلُ، لَيْسَ مِنَ الْإِنْسَانِ شيءٌ إِلَّا يَبلَى، إِلَّا عَظْمًا وَاحِدًا، وَهُوَ عَجْبُ الذنَب، وَمِنْهُ يُرَكَّبُ الخَلْقُ يومَ الْقِيَامَةِ”

dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: “Jarak waktu di antara kedua tiupan adalah empat puluh.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Apakah empat puluh hari?” Rasulullah ﷺ menjawab, “Aku tidak mau mengatakannya.” Mereka bertanya, “Apakah empat puluh bulan?” Rasulullah ﷺ menjawab,   “Aku menolak untuk mengatakannya.” Mereka bertanya lagi, “Apakah empat puluh tahun?” Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menjawab, “Aku menolak untuk mengatakannya.” Lalu Rasulullah ﷺ melanjutkan, “Kemudian Allah menurunkan hujan dari langit, maka bermunculanlah mereka sebagaimana tumbuhnya sayur-mayur. Tiada suatu anggota tubuh pun dari manusia melainkan pasti hancur kecuali satu tulang, yaitu tulang ekornya, maka darinyalah makhluk disusun kembali kelak di hari kiamat.”
HR Bukhari.

إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيقَاتًا (17)

Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan, 

وَما نُؤَخِّرُهُ إِلَّا لِأَجَلٍ مَعْدُودٍ

Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu tertentu. (Hud: 104)

Adapun firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

{يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًا}

yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala, lalu kalian datang berkelompok-kelompok. (An-Naba:  18)

Dan tidak dapat ditunda.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

{وَفُتِحَتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ أَبْوَابًا}

dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu. (An-Naba: 19)

Yakni membentuk jalan-jalan atau jalur-jalur untuk turunnya para malaikat.

{وَسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًا}

dan dijalankanlah gunung-gunung, maka menjadi fatamorganalah ia. (An-Naba: 20)

Semakna dengan apa yang disebutkan di dalam firman-Nya:

وَتَرَى الْجِبالَ تَحْسَبُها جامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحابِ

Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (An-Naml: 88)

Dan firman-Nya:

وَتَكُونُ الْجِبالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ

dan gunung-gunung seperti bulu/kapas yang dihambur-hamburkan. (Al-Qari’ah: 5)

Hadits – kekayaan bukan pada harta tapi pada hati.

Kemudian Allah menghisap para makhluk yang tidak ada kedzaliman di dalamnya.

Ingat lah bahwa akan ada hari hisab.

Ibnu Mas’ud – celaka akan ada satu dosa yang dosa-dosa berlipat-lipat.

Yaitu dosa karena kedzaliman kepada orang lain.

Bahkan akan didatangkan kambing yang tanduk patah untuk membalas kambing yang mematahkan tanduk nya.

Saking genting nya hari kiamat, seseorang Tidak tahu kenapa harus membunuh dan kenapa harus dibunuh (saat di dunia).

{إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا}

Sesungguhnya neraka Jahanam itu adalah tempat yang telah disediakan. (An-Naba: 21)

Yakni tempat yang telah disediakan dan dikhususkan,

Tidak akan masuk seseorang masuk surga sebelum melewati neraka.

{للِطَّاغِينَ}

bagi orang-orang yang melampaui batas. (An-Naba: 22)

Mereka طاغينadalah para pembangkang, para pendurhaka yang menentang rasul-rasul Allah.

{مَآبًا}

sebagai tempat kembali (mereka). (An-Naba: 22)

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

{لابِثِينَ فِيهَا أَحْقَابًا}

mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya. (An-Naba: 23)

Kata أَحْقَابًا adalah bentuk jamak dari اخقوبن

Mereka tinggal 80 tahun.
1 tahun = 12 bulan
1 bulan = 30 hari
1 hari = 1000 tahun di dunia.

Ada yang menafsirkan mereka tinggal selama 40 tahun, yang setiap harinya 1000 tahun dunia.

Ada juga yang menafsirkan tinggal selama 300 tahun dan setiap harinya sama dengan seribu tahun di dunia.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

{لَا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلا شَرَابًا}

mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman. (An-Naba: 24)

Yakni di dalam neraka Jahanam mereka tidak menjumpai hal yang menyejukkan hati mereka, tidak pula menjumpai minuman yang baik buat pengisi perut mereka.

Artinya kulit nya dibakar.

Oleh karena itu, maka disebutkan dalam firman berikutnya:

{إِلا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا}

selain air yang mendidih dan nanah. (An-Naba: 25)

Kata حَمِيمًا – air pada puncak panas.

Kalau diminum akan bakar wajah dan hancurkan usus.

Kata وَغَسَّاقًا adalah nanah penghuni neraka. Juga darah luka mereka.

Sangat busuk bau nya dan sangat tidak nyaman rasanya.

Tidak ada sejuk – tidak bisa tidur (Imam ath thobari).

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

{جَزَاءً وِفَاقًا}

sebagai pembalasan yang setimpal. (An-Naba: 26)

Itulah hukuman orang-orang yang tidak percaya akan adanya hisab.

{إِنَّهُمْ كَانُوا لَا يَرْجُونَ حِسَابًا}

Sesungguhnya mereka tidak takut kepada hisab. (An-Naba: 27)

✅ Maksiat bagaimanapun adalah bukti bahwa seseorang kurang percaya akan kehidupan akhirat.

{وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا كِذَّابًا}

dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sesungguh-sungguhnya.  (An-Naba: 28)

Padahal sudah datang bukti-bukti yang nyata.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

{كِذَّابًا}

dengan kedustaan yang sesungguh-sungguhnya. (An-Naba: 28)

{وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ كِتَابًا}

Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab. (An-Naba: 29)

Yaitu kitab Lauhul Mahfudz.

Maka akan diletakkan buku catatan amal yang tidak akan terlewat semua amalannya selama di dunia. Yang manusia sangat takut menerima kitab catatan amalannya.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

{فَذُوقُوا فَلَنْ نزيدَكُمْ إِلا عَذَابًا}

Karena itu, rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kalian selain dari azab. (An-Naba: 30)

Ciri khas neraka – semakin hari semakin berat siksanya.

Ada dua keadaan yaitu maksiat dan bertakwa.

Takwa itu takut pada Allah, siksa Allah.

{إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا}

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan. (An-Naba: 31)

Kemenangan = keberuntungan

{حَدَائِقَ}

(yaitu) kebun-kebun. (An-Naba: 32)

Maksudnya, taman-taman yang dipenuhi dengan pohon-pohon buah-buahan.

{وَأَعْنَابًا وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا}

dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya. (An-Naba: 32-33)

Disebutkan anggur karena saking banyaknya.

Para penghuni surga punya istri sesuai dengan keinginan mereka.

Kata وَكَوَاعِبَ perempuan yang payudaranya masih kencang.

Ibnu Abbas – payudara yang tidak jatuh = masih perawan.

Nabi ﷺ bersabda: 

“إِنَّ قُمُص أَهْلِ الْجَنَّةِ لِتَبْدُوَ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ، وَإِنَّ السَّحَابَةَ لَتَمُرُّ بِهِمْ فَتُنَادِيهِمْ: يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ، مَاذَا تُرِيدُونَ أَنْ أُمْطِرَكُمْ؟ حَتَّى إِنَّهَا لَتُمْطِرُهُمُ الْكَوَاعِبَ الْأَتْرَابَ”

Sesungguhnya baju-baju gamis ahli surga benar-benar menampilkan keridaan Allah (kepada mereka), dan sesungguhnya awan benar-benar melewati mereka, lalu berseru kepada mereka, “Hai Ahli Surga, apakah yang ingin aku turunkan kepada kalian?” Sehingga sesungguhnya awan surga itu benar-benar menghujani mereka dengan gadis-gadis remaja yang sebaya usianya.

Ada yang menjelaskan umur nya 33 tahun.

{وَكَأْسًا دِهَاقًا}

dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman). (An-Naba: 34)

Yaitu minuman yang lezat.

Ibnu Abbas – gelas yang diminum akan selalu terisi lagi.

Mereka meminum terus dan tidak ada buang air di surga.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

{لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلا كِذَّابًا}

Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula perkataan) dusta. (An-Naba: 35)

Tidak pembicaraan yang tidak ada Faidah nya.

Semakna dengan firman Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يَـتَـنَا زَعُوْنَ فِيْهَا كَأْسًا لَّا لَغْوٌ فِيْهَا وَلَا تَأْثِيْمٌ
“(Di dalam surga itu) mereka saling mengulurkan gelas yang isinya tidak (menimbulkan) ucapan yang tidak berfaedah ataupun perbuatan dosa.”
(QS. At-Tur 52: Ayat 23)

لَا لَغْوٌ فِيها وَلا تَأْثِيمٌ

Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa. (Al-Waqi’ah: 25)

Yaitu di dalam surga tidak terdapat perkataan yang sia-sia tiada faedahnya, tidak pula perkataan yang berdosa (yakni dusta), bahkan surga adalah negeri kesejahteraan, dan semua yang ada di dalamnya bebas dari segala bentuk kekurangan.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

{جَزَاءً مِنْ رَبِّكَ عَطَاءً حِسَابًا}

Sebagai balasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak. (An-Naba: 36)

Semua yang telah disebutkan di atas merupakan balasan dari Allah yang diberikan-Nya kepada mereka sebagai karunia, kebaikan, dan rahmat-Nya kepada mereka.

{عَطَاءً حِسَابًا}

dan pemberian yang cukup banyak. (An-Naba: 36)

Yaitu dengan sebab amal mereka dengan rahmat dari Allah.

Nasihat persiapan Ramadhan.
1. Pelajari berkah-berkah bulan Ramadhan
2. Tanamkan kuat untuk beramal sholeh sebanyak-banyaknya.
3. Beramal mulai hari Pertama, dan lebih banyak lagi ibadah. Puncak ibadah Ramadhan itu di akhir Ramadhan.
4. Bisa jadi ini adalah Ramadhan terakhir kita. Harus ada usaha untuk mencegah hal-hal yang melalaikan.
5. Pelajari inti amalan Ramadhan.

Semoga bermanfaat.

#tafsir #AhmadZainuddin #albanjary #surga #neraka #bidadari

$$##-aa-##$$

Digita Template

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?