This entry is part 7 of 10 in the series ma.shirahsahabat

Diterbitkan pertama kali pada: 29-Jun-2020 @ 16:58

2 menit membaca

Shirah Sahabat : *Sa’id bin Zaid*
Ustadz Muhammad Anwar, Lc, MPd.
23 Dzulhijjah 1440H

Faidah Kajian,

1. Beliau radhiyallahu anhu adalah sepupu Umar bin Khaththab (bertemu pada kakek Nufail), dan juga saling beripar.
Sa’id menikahi adik Umar yang bernama Fatimah
Umar menikahi kakak Sa’id yang bernama ‘Atikah.
Sa’id mempunyai anak 18 laki-laki dan 11 perempuan.

2. Sahabat yang kisahnya sedikit, para ulama menjelaskan karena Sa’ id termasuk sahabat yang berusaha menyembunyikan amalannya. Sehingga kisahnya banyak menyebut kisah ayahnya (Zaid).

3. Ayahnya, Zaid, adalah sahabat yang gigih mempertahankan fitrah tauhid.

4. Agama Hanif, agama yang dibawa Ibrahim, bukan yahudi dan bukan nasrani, dan tetap menyembah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Hanif = lurus, atau bengkok (dari kesyirikan)

5. Zaid, diatas agama tauhid, aqidah yang baik dan akhlak yang baik, sering menyendiri di gua Hira.

6. Pernah menyelamatkan beberapa anak perempuan yang akan dikubur hidup-hidup.

7. Zaid tidak makan yang disembelih kecuali yang disebut nama Allah.

8. Zaid sebelum terbunuh oleh begal, berdoa yang berharap anak nya (Sa’id) bisa menjadi orang yang menemani Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Sehingga Sa’id mudah menerima Islam tanpa ada keraguan.

9. Sa’id termasuk golongan awal yang masuk Islam yang punya banyak keutamaan, Nabi shallallahu alaihi wasallam saat itu belum banyak yang membela dalam dakwahnya.

10. Sa’id dari kabilah yang mulia sehingga tidak ada yang berani menyiksanya kecuali oleh keluarganya sendiri, yaitu Umar bin Khaththab (sebelum masuk Islam)

11. Kenapa Sa’id mudah masuk Islam?
A. Doa ayahnya
B. Tinggal di lingkungan yang bertauhid.

12. Sa’id termasuk salah satu sahabat dari 10 shahabat yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

13. Umar bin Khaththab masuk Islam tidak terlepas dari usaha Sa’id bin Zaid.

Umar membaca ayat Thaha…

{مَا أَنزلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَى}

Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah. (Thaha: 2)

{إِلا تَذْكِرَةً لِمَنْ يَخْشَى}

tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah). (Thaha: 3)

(Larangan-larangan Allah dan Rasul-Nya itu tidak untuk membuat susah…)

Dengan demikian semua amalan yang dilakukan oleh Umar juga didapat oleh Sa’id bin Zaid.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ اْلأَجْرِ مِثْلُ أُجُوْرِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْئًا، وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ ، كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

“Barangsiapa mengajak (manusia) kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.

Dan barangsiapa mengajak (manusia) kepada kesesatan maka ia mendapatkan dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.”

14. Sa’id ikut semua peperangan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kecuali perang Badr, karena Sa’id saat itu mendapat tugas (bersama Thalhah) dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Tugasnya adalah mengintai kafilah dagang Quraisy ke Syam.

15. Sa’id diangkat sebagai gubernur yang pertama di Syam.

Larangan-larangan Allah dan Rasul-Nya itu tidak untuk membuat susah…
{مَا أَنزلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَى}

Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah. (Thaha: 2)
{إِلا تَذْكِرَةً لِمَنْ يَخْشَى}

tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah). (Thaha: 3)

Insya Allah bersambung…

$$##-aa-##$$

Digita Template

ma.shirahsahabat

SHIRAH # ABDULLAH IBNU UMMI MAKTUM SHIRAH # ABU UBAIDAH BIN AL JARRAH
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?