Diterbitkan pertama kali pada: 07-Okt-2023 @ 05:52

3 menit membaca

*MAKNA DOA DAN DZIKIR – 28*
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
22 Rabi’ul Awal 1445H/07.10.2023
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

➡️ *Kita lanjutkan dengan membaca kitab Hisnul Muslim*

✅ Telah berlalu pembahasan dua doa Qunut witir.

➡️ DZIKIR setelah sholat witir.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوْبَتِكَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ، لاَ أُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ، أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

Allaahumma innii a’uudzu biridhooka min sakhothika, wa bimu’aafaatika min ‘uquubatika, wa a’uudzu bika minka, laa uhshii tsanaa-an ‘alaika, anta kamaa ats-naita ‘alaa nafsik.

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemarahanMu, dan dengan keselamatanMu dari hukumanMu, dan aku berlindung kepadaMu dari siksaMu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepadaMu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau sanjungkan kepada diriMu sendiri.
HR Nasai, Abu Dawud

🔹Ali bin Abi Thalib meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam membaca doa ini setelah sholat witir dan berbaring untuk meluruskan badan untuk persiapan sholat subuh.

Saat Nabi ﷺ datang untuk sholat, maka muadzin baru kumandangkan adzan. *Jadi bukan berpatokan pada timer tapi sesuai perintah imam*.

🔹Nabi ﷺ membaca dzikir ini di akhir sholat.
Yaitu sebelum salam atau setelah salam.

🔹Dari Aisyah radhiyallahu anhaa, Nabi shallallahu alaihi wasallam membaca dzikir ini saat sujud pada sholat witir.

➡️ DZIKIR Setelah sholat witir, setelah salam.

(سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ (3×) (رَبِّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوْحِ

Subhaanal malikil qudduus (3x), (robbil malaa-ikati war-ruuh).

Maha suci Allah, Raja Yang Maha suci (3x, dan yang ketiga, beliau membacanya dengan suara keras dan panjang, dan menambahkan) Tuhannya para malaikat dan Jibril. HR Nasai

dari Abdurrahman bin Abza radhiyallahu ‘anhu, terdapat tambahan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan witir dengan membaca surat Al-A’la (rakaat pertama), surat Al-Kafirun (rakaat kedua), dan surat Al-Ikhlas (rakaat ketiga). Setelah salam, beliau membaca: Subhaanal malikil qudduus 3x. Beliau keraskan yang ketiga.

Dalam riwayat lain, Nabi shallallahu alaihi wasallam membaca tiga surat sekaligus.
Yaitu Membaca surat Al-A’laa pada rakaat pertama, surat Al-Kafirun pada rakaat kedua, surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas pada rakaat ketiga

➡️ DOA saat sedih, gundah atau galau1

Sedih itu untuk sesuatu yang telah terjadi, sedangkan galau itu untuk hal yang belum tentu terjadi di masa depan.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ.

Allaahumma innii ‘abduka, wabnu ‘abdika, wabnu amatika, naashiyatii biyadika, maadhin fiyya hukmuka, ‘adlun fiyya qodhoo-uka, as-aluka bikullismin huwa laka, sammaita bihi nafsaka, au anzaltahu fii kitaabika, au ‘allamtahu ahadan min kholqika, awista’tsarta bihi fii ‘ilmil ghoibi ‘indaka, an taj’alal qur-aana robii’a qolbii, wa nuuro shodrii, wa jalaa-a huznii, wa dzahaaba hammii.

“Ya Allah! Sesungguhnya aku adalah hamba-Mu (budak), anak hambaMu (anak budak – turunan Adam) dan anak hamba perempuanMu (Hawa). Ubun-ubunku di tanganmu (sebenar-benarnya penghambaan), keputusan-Mu berlaku padaku, qadhaMu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepadaMu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau berikan untuk diriMu, yang Engkau turunkan dalam kitabMu, Eng-kau ajarkan kepada seseorang dari makhlukMu atau yang Engkau khususkan (sembunyikan) untuk diriMu dalam ilmu ghaib di sisiMu, hendaknya Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penenteram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap kesedihan dan kegalauanku.”
HR Ahmad.

🔹Takdir yang Allah tetapkan untuk kita pasti adil, sehingga seharusnya pasti tidak galau lagi.

✅ Syarat nama Allah – Al Husna (terindah) menurut para ulama.

1. Dari Al Qur’an atau Hadits
2. Secara Dzat (dengan sendirinya) menunjukkan keindahan. Contoh Al Makir kalau sendiri menjadi tidak indah. Kecuali bila digabungkan dengan ayat sebelum atau sesudahnya.

Allah berfirman,

وَمَكَرُوا۟ وَمَكَرَ ٱللَّهُ ۖ وَٱللَّهُ خَيْرُ ٱلْمَـٰكِرِينَ
Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.
Surat Ali-Imran (3) Ayat 54

🔸Khilaf jumlah nama Allah diantara para ulama..
1. Dibatasi dengan angka, ini pun khilaf (99,1000,1001,300)
2. Tidak terbatas – dalilnya dalam dzikir ini.

❓Bagaimana dengan hadits nama Allah 99? Menurut para ulama, itu bukan pembatasan. Tapi adalah nama yang punya keistimewaan dan keutamaan yang besar.

Al Qur’an sebagai penyejuk hati adalah sebagai penerang dari kebodohan.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْ

Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). QS Al Baqarah ayat 185.

Semoga bermanfaat.

##$$-aa-$$##

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?