KHUTBAH JUMAT # HARI PENYESALAN
Diterbitkan pertama kali pada: 19-Jul-2020 @ 09:54
3 menit membacaKhutbah Jumat – Hari Penyesalan
Ustadz Dr Firanda Andirja, MA
4 Rajab 1441 H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi
Diantara nama2 hari kiamat adalah Yaumul Hasrah, hari penyesalan yang banyak disesali oleh orang-orang yang berbuat maksiat, orang-orang kafir..
Penyesalan yang luar biasa penderitaan mereka, dan penyesalan yang tidak berguna..
{وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ}
Wahai Rasulullah, ingatkanlah kepada mereka tentang hari penyesalan. (Maryam: 39)
{إِذْ قُضِيَ الأمْرُ}
yaitu ketika segala perkara telah diputuskan. (Maryam: 39)
Yakni ahli surga dan ahli neraka telah dipisahkan, dan masing-masing dimasukkan ke dalam tempat tinggalnya untuk selama-lamanya.
{وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ}
Dan mereka dalam keadaan lalai. (Maryam: 39)
Para ulama menafsirkan ayat ini dengan membawakan hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim…
Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يُؤْتَى بِالْمَوْتِ كَهَيْئَةِ كَبْشٍ أَمْلَحٍ فَيُنَادِي بِهِ مُنَادٍ : يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ ! فَيَشْرَئِبُوْنَ وَيَنْظُرُوْنَ, فَيَقُولُ: هَلْ تَعْرِفُوْنَ هَذَا ؟ فَيَقُوْلُوْنَ : نَعَمْ, هَذَا الْمَوْتُ, وَكُلُّهُمْ قَدْ رَآهُ, ثُمَّ يُنَادِي مُنَادٍ : يَا أَهْلَ النَّارِ فَيَشْرَئِبُوْنَ وَيَنْظُرُوْنَ, فَيَقُوْلُ : هَلْ تَعْرِفُوْنَ هَذَا ؟ فَيَقُوْلُوْنَ : نَعَمْ, هَذَا الْمَوْتُ وَكُلُّهْمْ قَدْ رَآهُ فَيُذْبَحُ بَيْنَ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ ثُمَّ يَقُوْلُ : يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ خُلُوْدٌ فَلاَ مَوْتَ, وَيَا أَهْلَ النَّارِ خُلُوْدٌ فَلاَ مَوْتَ, ثُمَّ قَرَأَ (وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ إِذْ قُضِيَ الأَمْرُ وَهُمْ فِيْ غَفْلَةٍ وَهُمْ لاَ يُؤْمِنُوْنَ) وَأَشَارَ بِيَدِهِ إِلَى الدُّنْيَا
“Kematian didatangkan pada bentuk kambing berkulit hitam putih, lalu seorang penyeru memanggil:
Wahai penduduk surga! Mereka melongok dan melihat, penyeru itu berkata: Apakah kalian mengenal ini?
Mereka menjawab: Ya, ini adalah kematian, mereka semua telah melihatnya.
Kemudian penyeru memanggil: Wahai penduduk neraka!
Mereka menengok dan melihat, penyeru itu berkata: Apakah kalian mengenal ini?
Mereka menjawab: Ya, ini adalah kematian, mereka semua telah melihatnya, lalu disembelih diantara surga dan neraka,
lalu berkata: Wahai penduduk surga, kekekalan tiada kematian setelahnya, dan hai penduduk neraka, kekekalan dan tiada kematian setelahnya, lalu beliau membaca (Dan berilah mereka peringatan tatkala ditetapkan perkara sedangkan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak beriman). Dan beliau mengisyaratkan dengan tangannya ke dunia. (HR. Bukhari 4730 & Muslim 2849)
Maka tatkala itu mereka menyesal karena mereka luput akan kenikmatan surga dan dan mendapatkan siksaan yang pedih..
Dalam sebuah riwayat, disebutkan Seandainya tidak Allah tetapkan bahwa penghuni surga akan abadi, maka penghuni surga akan meninggal saking gembira nya mereka.
Begitu juga kalau tidak Allah tetapkan akn abadinya penduduk neraka, maka penduduk neraka akan mati karena saking sedihnya mereka divonis masuk neraka..
Yaumul Hasrah, ada kondisi2 yang Allah sebutkan dalam Al-Qur’an.
1. Allah Ta’ala berfirman:
وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُوْلُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوْتَ كِتَابِيَهْ (25) وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيَهْ (26) يَا لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ (27) مَا أَغْنَى عَنِّي مَالِيَهْ (28) هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ (29)
“Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini). Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang pula kekuasaanku daripadaku.” (QS. Al-Haqqoh: 25-29)
2. Dan orang-orang kafir, penyesalan mereka yang lebih taat pada pemimpin mereka.
) يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَ (66) وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَ (67) رَبَّنَا آتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ وَالْعَنْهُمْ لَعْنًا كَبِيرًا (68) }
Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata, “Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.” Dan mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, berilah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar.”
Qs Al Qalam ayat 66-68.
3. Yang menyesal tatkala mereka lebih ikuti teman2 nya dan lalai dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلا}
Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim
وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا (27) يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا (28) لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا (29)
Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata, “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.” Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si Fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur’an ketika Al-Qur’an itu telah datang kepadaku. Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia.
Qs Al Furqan ayat 27-29.
4. Dan tatkala orang kafir melihat hewan dirubah menjadi tanah..
{وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا}
dan orang kafir berkata, “Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah.” (An-Naba: 40)
Khutbah 2
Ibnu Katsir juga sebutkan penyesalan orang-orang yang beriman..
1. Tatkala neraka didatangkan..
وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الْإِنْسَانُ وَأَنَّى لَهُ الذِّكْرَى (23) يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي (24)
dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam; dan pada hari itu ingatlah manusia, tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan, “Alangkah baiknya kira-nya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” Qs Al Fajar 23-24.
Ibnu Katsir mengatakan orang-orang kafir, pelaku maksiat menyesal tidak meninggalkan maksiat dan kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dan orang-orang yang beriman menyesal kenapa dahulu kurang amal shaleh mereka.
Mereka menyesal karena kurang berbakti kepada orang tua, kurang shalat malam, kurang sedekah, dll.
Sungguh mereka menyesal kurang beramal shaleh..
Oleh karena itu mumpung kita masih ada waktu gunakan waktu sebaik mungkin untuk menambah amal shaleh kita..
SEMOGA BERMANFAAT.


