SEDEKAH – MEMAAFKAN – TAWADHU
Diterbitkan pertama kali pada: 19-Jul-2020 @ 08:23
2 menit membaca*SEDEKAH – MEMAAFKAN – TAWADHU*
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، عن رَسُولَ اللَّهِ صلّى الله عليه وسلّم قَالَ : مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَمَا زادَ اللهُ عَبْداً بعَفْوٍ إِلاَّ عِزّاً، وَمَا تَوَاضَعَ أحَدٌ للهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللهُ. رواه مسلم وغيره
“Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidaklah sedekah itu mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba dengan pemberian maafnya (kepada saudaranya,) kecuali kemuliaan (di dunia dan akhirat), serta tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah kecuali Dia akan meninggikan (derajat)nya (di dunia dan akhirat).’” (HR. Muslim).
Diantara kebiasaan salaf rahimahullah adalah seseorang dari mereka menganggap orang yang lebih kecil dari mereka seperti anak sendiri, orang yang lebih tua seperti orang tua dan orang yang sebaya dengannya seperti saudara sendiri.
Memandang orang yang lebih tua dengan pandangan hormat, memandang yang lebih muda dengan pandangan sayang, dan kepada yang sebaya dengan pandangan setara.
Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah sedekah itu mengurangi harta sedikitpun.” Namun syetan menakut-nakuti, sebagaimana firman Allah Ta’ala,
الشَّيْطانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشاءِ
Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kalian dengan kemiskinan dan menyuruh kalian berbuat keji (kikir) (Al-Baqarah: 268)
Jika seseorang bertanya, “Bagaimana sedekah dikatakan tidak mengurangi harta? Padahal seseorang jika punya uang seratus lalu sedekah sepuluh, maka sisa sembilan puluh.”
Jawabannya bahwa ini hanya berkurang secara kuantitas, akan tetapi kualitas nya bertambah,Allah akan membuka baginya pintu-pintu rezeki yang dapat mengembalikan apa yang telah diinfakannya, sebagaimana firman Allah Ta’ala,
وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ (39)
Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki terbaik. (Qs Saba’ ayat 39).
Jangan mengira harta berkurang karena sedekah, sebenarnya justru akan bertambah keberkahan, Allah akan memberi rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.
“Dan tidaklah Allah menambahkan pada seseorang karena memaafkan (kesalahan orang) kecuali kemulian,” yakni seseorang apabila memaafkan orang lain yang telah mendzaliminya, bisa jadi hatinya akan berkata, “Ini adalah kehinaan dan kerendahan.”
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjelaskan bahwa Allah tidak menambahkan pada seseorang yang memaafkan (kesalahan orang) kecuali kemuliaan. Allah akan muliakan dirinya dan Allah akan angkat namanya.
Namun memaafkan hanya untuk perbaikan, apabila bukan untuk perbaikan maka justru akan ada perusakan dan kita tidak diperintahkan untuk itu. Misalkan ada orang yang dikenal sebagai orang dzalim, sering berbuat aniaya kepada orang lain, maka kita harus tegas kita tuntut hak kita.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Dan tidaklah tawadhu karena Allah kecuali Dia akan angkat derajatnya”.
Tawadhu karena Allah mengandung 2 makna :
Pertama, tawadhu terhadap agama Allah, jangan bersikap sombong terhadap agama-Nya dan jangan sombong untuk menjalankan hukum-hukumnya.
Kedua, tawadhu terhadap hamba Allah karena Allah, bukan karena takut kepada mereka, bukan pula karena mengharapkan apa yang ada di sisinya, akan tetapi karena Allah Ta’ala..
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Shalihin (3/439).

