Diterbitkan pertama kali pada: 18-Jul-2020 @ 21:09

6 menit membaca

WASIAT-WASIAT IMAM SYAFI’I
Ustadz Dr Musyaffa Ad Dariny, Lc MA
28 Dzulqaidah 1441 H

Imam Syafi’i di jamannya menjadi orang terpandang karena kelebihan dalam hal agama.

Beliau termasuk orang yang paling depan membela sunnah (Nashirul hadits), karena saat itu berkembang firqoh mu’tazilah.

Tidak ada seorang pun yang bisa menjelaskan sunnah nabi sebagai hujjah seperti yang dilakukan oleh Imam Syafi’i.

Bahkan Imam Suyuti dalam meringkas hujjah Imam Syafi’i mencapai 40 halaman.

Kelebihan Imam Syafi’i

1. Paling mulia nasab dari 4 Imam Mahdzab. Bertemu dengan nasab Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di kakek Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang ke tiga yaitu Abdul Manaf.

Bahkan sebagian ulama menyebut beliau diharamkan mendapatkan sedekah (Bani Hasyim).

2. Orang yang sangat cerdas. Hafal Al Qur’an ketika 7 tahun, hafal kitab Muwatha nya Imam Malik umur 10 th dan umur 18 th sudah disuruh berfatwa oleh gurunya.

Beliau juga ahli syair kabikah Hudair.
Beliau juga hafal banyak hadits. Beliau setiap hari mengkhatamkan Al Qur’an, bahkan saat Ramadhan bisa khatam 2x.

Beliau membagi malam menjadi 3:

Menulis
Sholat
Menuntut Ilmu

Imam Syafi’i sangat Ikhlas, di akhir hayatnya beliau berkata : “Seandainya manusia bisa belajar dari kitab2 yang aku tulis, aku ingin mereka lakukan namun jangan menyandarkan ilmu itu dariku..”

Beliau adalah seorang yang sangat dermawan. Kadang sampai hartanya habis karena sangat dermawan.

Beliau pernah berkata:
Semua aib di dunia ini bisa tertutup oleh kedermawanan seseorang.

Murid beliau sangat banyak karena keberkahan ilmunya., misalnya

Imam Ahmad
Imam Ishaq
Imam Ar Rabi bin Sulaiman
Al Muzanny

Banyak kata2 hikmah dari Imam Syafi’i..

1. Tidak ada amalan yang bisa mendekatkan seseorang kepada Allah setelah amalan wajib yang lebih mulia dari pada menuntut ilmu agama.

Ini menunjukkan bahwa beliau sangat anjurkam menuntut ilmu.

Beliau juga mengatakan “Menuntut ilmu agama lebih mulia dari pada sholat sunnah.”

Karena sholat malam itu manfaatnya untuk dia sendiri sedangkan menuntut ilmu agama manfaatnya juga untuk orang lain.

2. Semua yang aku katakan, apabila perkataan itu menyelisihi Sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang sahih maka ikuti sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, jangan taklid kepadaku.

Beliau juga mengatakan : Apapun yang aku katakan tetapi menyelisihi ucapan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam maka aku rujuk kepadanya baik aku masih hidup maupun sudah mati.

Ini sangat berharga, kalau ikuti mahdzab Imam Syafi’i maka harus ikuti sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

3. Apabila kalian mendapati dalam kitab ku ini perkataan yang menyelisihi sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam maka ikuti sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan tinggal kan perkataan ku.

Wasiat lain, Apabila perkataan yang menyelisihi hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam maka lempar kan perkataan ku ke tembok.

4. IMAM Syafi’i senang berjalan dengan tongkat. Kenapa? Agar beliau ingat akan meninggalkan dunia, ingat akhirat.

Lakukan sesuatu yang bisa ingatkan diri kita akan akhirat.

Tongkat biasanya identik dengan orang tua yang biasanya dekat dengan ajal.

5. Barangsiapa yang tulus dalam pertemanan nya dengan saudaranya maka seharusnya dia menerima aib2 (kekurangan) temannya, dan menutupi kekurangan2 itu dan memaafkan teman tersebut.

Kalau kita ingin berteman yang sempurna, maka kita tidak akan pernah punya teman.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Kita berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari keburukan diri kita dan amalan kita”.

Setiap bani Adam itu punya salah.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ.

“Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat”.

Yang jadi masalah, bila kita salah kita tidak minta ampun kepada Allah dan minta maaf kepada orang lain.

6. JANGAN sampai engkau tidak menunaikan hak saudara mu karena kau yakin akan kecintaan saudara mu.

7. Barangsiapa yang menasihati saudaranya secara sembunyi maka dia telah benar-benar menasihatinya (penasihat sejati) tetapi bila menasihati saudaranya di depan orang banyak sebenarnya dia telah mengumbar aib saudaranya,malah memperburuk saudaranya.

Bila nasihat pribadi tidak diterima tetapi kesalahan itu berbahaya bagi orang-orang banyak maka kita bantah secara terang-terangan dengan sopan dan bijaksana dan sebaiknya tidak sebutkan nama.

Apalagi yang kita nasihati adalah orang yang punya kedudukan, maka jangan sampai menasihati dengan cara merendahkan.

8. Apabila kita banyak kebutuhan terhadap sesuatu, maka mulailah dengan yang paling penting.

Seperti itulah orang yang berakal, tahu maslahat untuk dirinya.

9. Beliau sangat menjunjung tinggi dalam ilmu kedokteran, punya kemahiran dalam memanah.

Saat kaum muslim tidak minat pada ilmu kedokteran.

Beliau berkata “Sungguh kaum muslimin telah melewatkan 1/3 ilmu dan menyerahkan kepada orang-orang Yahudi dan nasrani”

Juga berkata “Aku tidak tahu sebuah ilmu yang mulia setelah ilmu agama yang jelaskan halal haram sesuatu kecuali ilmu kedokteran, hanya saja kaum yahudi dan nasrani telah lebih maju dari kita (muslimin).”

Dan dulu kedokteran juga ahli kitab, dan setelah itu kaum muslimin, dan saat ini kembali ahli kitab lebih unggul.

10. Kita tidak punya jalan yang bisa menyelamatkan dari celaan manusia maka lakukan yang ada manfaat untuk kita dan tekuni apa yang mendatangkan manfaat itu.

Bahkan banyak celaan kepada orang yang terbaik Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, tetapi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tetap fokus pada hal-hal yang bermanfaat dengan berdakwah yang bermanfaat bagi kaumnya.

Komentar yang buruk pada status medsos kita sebaiknya kita diamkan karena itu tidak berbahaya, asal status kita sesuai syariat.

11. Apabila kalian melihat ada orang yang bisa berjalan di atas air bahkan bisa terbang, maka jangan tertipu dengan dia sampai kau bandingkan perkataannya dengan Al Qur’an dan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Kalau dia melakukan kesyirikan, maka katakanlah yang sebenarnya.

12. Tips untuk hilangkan rasa ujub.

“Apabila engkau khawatir ujub dengan amalan2 mu maka ingat ridha Allah, ingat surga Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ingat siksa neraka, maka amalanmu akan sangat kecil.”

Ridho Allah sangat besar dibanding amalan kita.
Surga Allah sangat besar dibanding dengan amalan kita.
Bahkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengatakan bahwa tidak ada yang masuk surga dengan amalan tapi dengan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dalam hadits qudsi, Allah Subhanahu wa Ta’ala berkata; “Kusiapkan bagi hamba-hambaKu yang sholih (di dalam surga, -pen), yaitu apa yang tak pernah dilihat mata, tak pernah didengar telinga, dan tak pernah terlintas dalam hati semua manusia”,

Ingat siksaan Allah dalam neraka, yang bara api diletakkan di bawah telapak kaki otak kita mendidih. Itu siksa paling ringan..

13. Barangsiapa yang ingin dapat kenikmatan dunia maka dia harus meraihnya dengan ilmu, begitu pula orang yang ingin mendapatkan kenikmatan akhirat maka kita harus meraihnya dengan ilmu.

Ini bukan hadits seperti anggapan orang.

14. Apabila engkau sedang sendirian, jangan katakan engkau sedang sendiri tetapi katakanlah Allah sedang mengawasi kita.
Jangan kira Allah lalai dalam sekejap, dan Jangan anggap apa yang kita sembunyikan tidak nampak oleh Allah.
Kita banyak melakukan kelalaian semoga Allah mengampuni dosa dan kelalaian kita.

Jangan sampai kita sepelekan Allah..

15. Jangan terlalu kecewa dengan sesuatu yang tidak engkau dapatkan di dunia, sedangkan Allah telah memberi keselamatan dan keislaman (sudah cukup).

Kita sudah dipilih Allah dengan diberi keselamatan dan keislaman maka itu sudah sangat cukup.

16. Biarkanlah hari-hari berbuat semaunya
Berlapang dada-lah jika takdir menimpa
Jangan berkeluh-kesah atas musibah di malam hari

Tiada musibah yang kekal di muka bumi
Jadilah laki-laki tegar dalam menghadapi tragedi (musibah)

Jadilah pema’af selalu menepati janji
Jika banyak aibmu di mata manusia
Sedang engkau berharap menutupinya

Bersembunyilah engkau di balik derma
Dengan derma aibmu tertutup semua

Rizkimu tidak berkurang karena kerja wajar perlahan, Berlelah-lelah tidak menambah rizki seseorang

(Allah lah yang menentukan rezeki)

Beliau juga mengatakan : Ada orang yang kaya tetapi dia bodoh dan ada yang pandai tapi rezeki nya sedikit, (itulah takdir.)

Dalam takdir, kita harus mengatur hati kita, karena ridho atau tidak takdir akan sama saja.

Silakan kalian bekerja, setiap orang akan dimudahkan seusai dengan apa diciptakan untuknya (Hadits)

Tiada kesedihan yang kekal tidak pula kebahagiaan, Tiada kesulitan yang abadi tidak pula kemudahan

Jika engkau berhati puas (qonaah) dan mudah menerima, Sungguh, antara engkau dan orang kaya itu sama saja.

Kenapa orang cari harta? Karena mengira harta akan membuat bahagia.. Padahal bahagia itu bila bisa bersyukur.

Barangsiapa kematian datang menjemputnya
Langit dan bumi tak kan mampu melindunginya
Bumi Allah begitu lapang luas membentang
Namun seakan sempit kala ajal menjelang (takdir)
Biarkanlah waktu ajal menjemput kita setiap saat, Kematian tak mungkin dicegah dengan obat.

##$$-aa-$$##

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?