KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH – 35 –MURAH HATI & MUDAH BERBAGI
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #01 (Muqaddimah)
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #6 ORANG-ORANG YANG SABAR
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG) DICINTAI ALLAH #02 : ORANG YANG BERTAUBAT
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG) DICINTAI ALLAH #03 : ORANG-ORANG YANG MENYUCIKAN DIRI.
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH-04
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH – 35 –MURAH HATI & MUDAH BERBAGI
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #5 ORANG-ORANG YANG MENGIKUTI TUNTUNAN NABI ﷺ
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #8 ORANG-ORANG YANG BERBUAT ADIL
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #9 JIHAD FII SABILILLAH
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #10 HAMBA YANG SUKA MEMBACA SURAT AL IKHLAS
*KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH – 35 –MURAH HATI & MUDAH BERBAGI*
Ustadz Rizal Yuliar Putrananda
2 Rabi’ul Awal 1448H/15 Agustus 2026
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Ustadz memulai dengan doa meminta tambahan ilmu,
اَللَّهُمَّ انْفَعْنِيْ بِمَا عَلَّمْتَنِيْ، وَعَلِّمْنِيْ مَا يَنْفَعُنِيْ، وَزِدْنِيْ عِلْماً
Ya Allah, berilah aku manfaat dengan apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, ajarilah aku apa yang bermanfaat bagiku, dan tambahkanlah ilmu kepadaku.
Di bulan Rabi’ul Awal ini, tepatnya 12, Rabi’ul Awal 11 Hijriah adalah hari wafatnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Saat itu saat para sahabat bingung dengan wafatnya Nabi ﷺ, maka Abu Bakar radhiyallahu anhu tampil dan berpidato..
أَيُّهَا النَّاسُ، مَنْ كَانَ يَعْبُدُ مُحَمَّدًا، فَإِنَّ مُحَمَّدًا قَدْ مَاتَ، وَمَنْ كَانَ يَعْبُدُ اللَّهَ، فَإِنَّ اللَّهَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ.
ثُمَّ تَلَا قَوْلَ اللَّهِ تَعَالَى:
﴿وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ﴾
قَالَ: فَوَاللَّهِ لَكَأَنَّ النَّاسَ لَمْ يَكُونُوا يَعْلَمُونَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ هَذِهِ الْآيَةَ حَتَّى تَلَاهَا أَبُو بَكْرٍ، فَتَلَقَّاهَا مِنْهُ النَّاسُ، فَمَا يُسْمَعُ بَشَرٌ إِلَّا يَتْلُوهَا.
“Wahai manusia! Barang siapa di antara kalian menyembah Muhammad, maka sesungguhnya Muhammad telah wafat. Dan barang siapa menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah Mahahidup dan tidak akan mati.”
Kemudian beliau membaca firman Allah:
“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul. Sungguh, telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa berbalik ke belakang, maka ia tidak akan merugikan Allah sedikit pun. Dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.”
(QS. Ali ‘Imran: 144)
Dan Umar bin Khaththab radhiyallahu anhu yang sempat keras menentang wafatnya Nabi ﷺ mengatakan..
“Demi Allah, seakan-akan orang-orang belum pernah mengetahui bahwa Allah telah menurunkan ayat tersebut sampai Abu Bakar membacakannya. Maka orang-orang pun menerima ayat itu dari beliau, sehingga tidak terdengar seseorang pun melainkan ia membacanya.”
📚 Riwayat ini terdapat dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim.
Abu Bakar juga sempat mengatakan.
إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ
(“Sesungguhnya engkau akan mati dan mereka pun akan mati”, QS. Az-Zumar: 30),
🔹 *KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH – 35 –MURAH HATI & MUDAH BERBAGI*
Nabi ﷺ pernah membaca doa..
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ، وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ، وَحُبَّ الْمَسَاكِينِ، وَأَنْ تَغْفِرَ لِي وَتَرْحَمَنِي، وَإِذَا أَرَدْتَ فِي قَوْمٍ فِتْنَةً فَاقْبِضْنِي إِلَيْكَ غَيْرَ مَفْتُونٍ، وَأَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُنِي إِلَى حُبِّكَ.
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu untuk melakukan kebaikan-kebaikan, meninggalkan kemungkaran-kemungkaran, mencintai orang-orang miskin, serta agar Engkau mengampuniku dan merahmatiku. Apabila Engkau hendak menimpakan fitnah kepada suatu kaum, maka wafatkanlah aku kepada-Mu dalam keadaan tidak terkena fitnah tersebut. Aku juga memohon kepada-Mu kecintaan kepada-Mu, kecintaan kepada orang yang mencintai-Mu, dan kecintaan kepada amal yang mendekatkanku kepada kecintaan-Mu.” HR Tirmidzi
Dalam sebuah hadits,
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda,
إِنَّ اللهَ يُحِبُّ سَمْحَ الْبَيْعِ سَمْحَ الشِّرَاءِ سَمْحَ الْقَضَاءِ
“Sesungguhnya Allah menyukai kemudahan penjualan, pembelian, dan pemenuhan (hutang).”
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam :
رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا سَمْحًا إِذَا بَاعَ، وَإِذَا اشْتَرَى، وَإِذَا اقْتَضَى
“Semoga Allah merahmati seseorang yang bersikap mudah ketika menjual, ketika membeli, dan ketika menagih haknya (utang).”
HR. Bukhari
Allah suka kemudahan, seperti firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :
يُرِيْدُ اللّٰهُ بِکُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِکُمُ الْعُسْرَ
“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. .” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 185)
Islam itu tidak memaksakan, tapi memberi kemudahan dan jangan paksakan.
لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ
Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama..
Namun Allah juga jelaskan hanya Islam agama yang benar di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Asma binti Abu Bakar, lahir dari ibu Qutailah binti ‘Abd al-‘Uzza yang musyrikah dan nabi ﷺ masih menyarankan Asma untuk tetap menyambung silaturahmi dengan ibunya.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
وَإِن جَاهَدَاكَ عَلَىٰٓ أَن تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا…
“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak kamu ketahui, maka janganlah engkau menaati keduanya, tetapi pergaulilah keduanya di dunia dengan baik…”
(QS. Luqman: 15)
Dan Rasulullah ﷺ bersabda:
أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِمَنْ يَحْرُمُ عَلَى النَّارِ، أَوْ بِمَنْ تَحْرُمُ عَلَيْهِ النَّارُ؟ عَلَى كُلِّ قَرِيبٍ هَيِّنٍ لَيِّنٍ سَهْلٍ
“Maukah kalian aku beritahu siapa yang diharamkan atas neraka, atau siapa yang neraka diharamkan untuk menyentuhnya? Yaitu setiap orang yang dekat (dengan manusia), lembut, mudah, dan tidak menyulitkan.” HR Tirmidzi
Yaitu bicara dengan baik, lembut.
Ini adalah akhlak yang baik, dan ini harus diupayakan.
Nabi ﷺ bersabda,
إِنَّمَا الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ، وَإِنَّمَا الْحِلْمُ بِالتَّحَلُّمِ
“Sesungguhnya ilmu diperoleh dengan belajar, dan sesungguhnya sifat hilm (santun, tenang, tidak mudah marah) diperoleh dengan melatih diri untuk bersikap hilm.”
Memberi kemudahan itu untuk semua hal..
Jangan tunggu orang yang salah meminta maaf, tapi langsung maafkan. (pada asalnya boleh untuk tidak memaafkan).
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
وَجَزَٰٓؤُا۟ سَيِّئَةٍۢ سَيِّئَةٌۭ مِّثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُۥ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلظَّـٰلِمِينَ
“Balasan suatu keburukan adalah keburukan yang setimpal dengannya. Tetapi barang siapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim.” (QS. Asy-Syura: 40)
Sabar itu sangat besar di sisi Allah,
وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ
“Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar, dan tidak dianugerahkan kecuali kepada orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.”
(QS. Fussilat: 35)
Ingatlah Kisah Sa’ad Bin Abi Waqash yang tetap lembut kepada ibu nya yang memaksa Sa’ad untuk meninggalkan agama Islam.
Bagaimana sikap dengan orang kafir?
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
“Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusirmu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.”
(QS. Al-Mumtahanah: 8)
Sebagai muslim yang baik dan p nya hutang, sebaiknya mudah dalam bayar hutang..
خَيْرُكُمْ أَحْسَنُكُمْ قَضَاءً
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik dalam membayar (utang).”
Dalam riwayat lain, Jabir رضي الله عنه berkata bahwa ia mempunyai piutang kepada Nabi ﷺ. Ketika beliau membayarnya, beliau membayar dengan lebih baik.
فَقَضَاهُ وَزَادَنِي
“Lalu beliau membayarnya dan memberikan tambahan kepadaku.”
HR. Bukhari dan Muslim.
“membayar lebih baik” di sini bukan berarti tambahan yang disyaratkan sejak awal dalam akad utang. Tambahan yang diberikan secara sukarela ketika melunasi adalah bentuk kebaikan, sedangkan tambahan yang dipersyaratkan dalam utang termasuk riba.
Semoga bermanfaat.
#salaf #cinta #Allah #beriman #surga #karakteristik #adab #mudah #
##$$-aa-$$##

