2 menit membaca

📜 *TAFSIR JUZ ‘AMMA – 14*
✒️ Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’ di.
🎤Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary
Ahad, 2 Rabi’ul Awal 1448 H/16 Agustus 2026

Tafsir Al Qur’an Surat Al Muthoffifin.

Ada beberapa nama
1. Al Muthoffifin
2. Wailul lil Muthoffifin

Karena pembukuan dengan firman Allah yang berbunyi demikian.

Surat ini adalah surat Makkiyah yaitu yang turun sebelum Nabi ﷺ hijrah ke Madinah. Salah satu nya pendapat Ibnu Mas’ud.
Tapi pendapat yang menyatakan pendapat bahwa surat ini surat Madaniyah diantaranya Ibnu Abbas, Qotadah, Ibnu Katsir,

Ibnu Abbas menambahkan 8 ayat dari surat ini adalah Makkiyah (ayat 29–akhir surat)

Pendapat ketiga – surat ini turun di dalam hijrah nya Rasulullah ﷺ.

Secara umum kandungan surat ini adalah larangan keras untuk melakukan pengurangan atas timbangan bagi penjual,atau tambahan atas timbangan bagi pembeli.

Manusia di akhirat hanya dua golongan
1. Al Fujar dan nasib mereka di akhirat
2. Al Abrar dan nasib mereka di akhirat

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di berpendapat surat ini adalah Madaniyah.

وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ

Kecelakaan bagi orang-orang yang curang.

Kata Wail adalah kata yang menunjukkan kepada siksa dan hukuman, dalam surat ini bagi orang-orang yang melakukan penakaran yang curang.

Makna yang dimaksud dengan tatfif di sini ialah curang dalam memakai takaran dan timbangan, yang adakalanya meminta tambah bila menagih orang lain, atau dengan cara mengurangi bila ia membayar kepada mereka. 

{الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ}

(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi. (Al-Muthaffifin: 2)

Yakni bila mereka menerima takaran dari orang lain, maka mereka meminta supaya dipenuhi dan diberi tambahan.

{وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ}

dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. (Al-Muthaffifin: 3)

Tatfif itu pencurian harta yang bukan hak nya.

Selain terkait barang timbangan, tetapi termasuk Akad, RAB, barang palsu dst.

Kata Wail itu pertama di QS Al Baqarah ayat 79.

Ibnu Katsir – kata Wail – kehancuran, kebinasaan.

Atho’ bin Yasar, Wail – gunung kalau di masukkan ke Wail di neraka akan leleh. Padahal batu adalah perumpamaan benda yang sangat keras, lebih daripada besi.

Orang yang lalai dari sholat pasti sebabnya karena syahwat dunia.

فَخَلَفَ مِنۢ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا ٱلصَّلَوٰةَ وَٱتَّبَعُوا ٱلشَّهَوَٰتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

“Kemudian datanglah setelah mereka, pengganti yang menyia-nyiakan salat dan mengikuti keinginannya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.”
(QS. Maryam: 59)

Surat ini menjelaskan larangan pelanggaran hak, termasuk hak dalam muamalah, termasuk hak suami istri, hak anak dari orang tua dst.

Ini masuk bab membantah orang lain. Sebutkan pendapat yang akan dibantah baru dibantah.

Pelajaran
1. Menipu dalam muamalah termasuk dosa besar.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا

“Barang siapa menipu/mencurangi kami, maka ia bukan termasuk golongan kami.”
HR Muslim

2. Harus berbuat adil proporsional meskipun terhadap musuh.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰ ۖ وَبِعَهْدِ اللَّهِ أَوْفُوا ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, sekalipun dia adalah kerabat(mu), dan penuhilah janji Allah. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu ingat.”
(QS. Al-An’am: 152)

3. Agar jujur dalam muamalah, ingatlah akhirat.

Prinsip sunnah dalam kehidupan terkait pemimpin.

1. Taat pada pemimpin kecuali perintah untuk kemaksiatan
2. Sabar dengan pemimpin yang dzalim
3. Mendoakan pemimpin untuk kebaikan dan keshahihannya
4. Apabila di dzalim pemimpin, mintalah kepada Allah
5. Berwibawa saat menasihati pemimpin.

Semoga bermanfaat.

#tafsir #AhmadZainuddin #albanjary #akhirat #timbangan #adil #curang

$$##-aa-##$$

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?