4 menit membaca

📜 *TAFSIR JUZ ‘AMMA – 12*
✒️ Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’ di.
🎤Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary
Ahad, 28 Dzulhijjah 1447H /14 Juni 2026

Dinamakan surat At Takwir diawali ayatnya dengan كُوِّرَتْ yaitu matahari digulung oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kita lanjutkan dengan ayat 15 dan seterusnya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

فَلَا أُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ (15) الْجَوَارِ الْكُنَّسِ (16) وَاللَّيْلِ إِذَا عَسْعَسَ (17) وَالصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ (18) إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ (19) ذِي قُوَّةٍ عِنْدَ ذِي الْعَرْشِ مَكِينٍ (20) مُطَاعٍ ثَمَّ أَمِينٍ (21) وَمَا صَاحِبُكُمْ بِمَجْنُونٍ (22) وَلَقَدْ رَآهُ بِالْأُفُقِ الْمُبِينِ (23) وَمَا هُوَ عَلَى الْغَيْبِ بِضَنِينٍ (24) وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَيْطَانٍ رَجِيمٍ (25) فَأَيْنَ تَذْهَبُونَ (26) إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ (27) لِمَنْ شَاءَ مِنْكُمْ أَنْ يَسْتَقِيمَ (28) وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ (29)

Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang. yang beredar dan tersembunyi, demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya, dan demi subuh apabila mulai terang, sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar firman'(Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai Arasy, yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya.

Dan teman kalian (Muhammad) itu bukanlah sekali-sekali orang yang gila. Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang. Dan dia (muhammad) bukanlah seorang yang bakhil untuk menerangkan yang gaib.

Dan Al-Qur’an itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk, maka ke manakah kalian akan pergi? Al-Qur’an itu tiada lain hanyalah peringatan bagi seluruh alam, (yaitu) bagi siapa di antara kalian yang mau menempuh jalan yang lurus. Dan kalian tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Rabb semesta alam.

Apa itu Al Khunnas? Yaitu bintang-bintang yang tersembunyi. Ada yang mengatakan 7 bintang (matahari, bulan, merkurius, Venus, mars, yupiter, Saturnus) , ada yang mengatakan seluruh bintang.

وَاللَّيْلِ إِذَا عَسْعَسَ

“Dan demi malam apabila telah datang (gelapnya).” (QS. At-Takwir: 17)
Kemudian ayat 18:
وَالصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ

“Dan demi subuh apabila mulai bernapas (menampakkan cahayanya).”

1. Benda-benda yang ada di langit berjalan atas perintah Allah.

وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ
Masing-masing beredar pada garis edarnya.”

2. Ini menunjukkan wahdaniyyah Allah.
3. Nampak agung nya Al Qur’an. Allah dalam ayat ini bersumpah dengan benda-benda yang besar.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

{إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ}

sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril). (At-Takwir: 19)

Ini adalah ayat yang agung. Kuatnya sanad Al Qur’an.
Jibril membawa Al Qur’an kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Nama lain Jibril adalah Ar Ruh, Ar Ruhul Amin..

Allah sifati Jibril dengan karim = mulia, karena mulia nya akhlak Jibril. Dan punya sifat-sifat lainnya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

ذِيْ قُوَّةٍ عِنْدَ ذِى الْعَرْشِ مَكِيْنٍ

“yang memiliki kekuatan, memiliki kedudukan tinggi di sisi (Allah) yang memiliki ‘Arsy,”
(QS. At-Takwir 81: Ayat 20)

Jibril punya kedudukan yang paling tinggi.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مُّطَا عٍ ثَمَّ اَمِيْنٍ
“yang di sana (di alam malaikat) ditaati dan dipercaya.”
(QS. At-Takwir 81: Ayat 21)

Jibril ditaati dan dipercaya di kalangan malaikat yang tinggi.
Jibril memiliki amanah.

Semua ini menunjukkan kemuliaan Al Qur’an, karena Allah mengutus malaikat yang paling mulia dan sifat-sifat yang sempurna.

Orang-orang yang dekat Al Qur’an, pasti akan mulia.

Kemudian Allah sebutkan kemuliaan Rasul di kalangan manusia yaitu Nabi Muhammad ﷺ.

{وَمَا صَاحِبُكُمْ بِمَجْنُونٍ}

Dan teman kalian (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila. (At-Takwir: 22)

Nabi ﷺ adalah manusia yang paling sempurna akal, pendapat yang paling lurus dan ucapan yang paling fasih. Maka apa yang diucapkan adalah pasti benar.

وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
“setiap bid’ah adalah kesesatan.” (HR. Muslim)

{وَلَقَدْ رَآهُ بِالأفُقِ الْمُبِينِ}
Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang. (At-Takwir: 23

Tempat tertinggi yang nampak pandangan mata.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَا هُوَ عَلَى الْغَيْبِ بِضَنِيْنٍ
“Dan dia (Muhammad) bukanlah seorang yang kikir (enggan) untuk menerangkan yang gaib.”
(QS. At-Takwir 81: Ayat 24)

Alqur’an datang dari Allah, bukan dari Nabi Muhammad.

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ ۝ إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ

“Dan tidaklah dia (Muhammad) berbicara menurut hawa nafsunya. Ucapannya itu tidak lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).”
(QS. An-Najm: 3–4)

Jibril dan Muhammad ﷺ punya sifat-sifat yang sangat mulia.
Jibril menyampaikan Al Qur’an tanpa ada pengurangan sedikitpun
Begitu juga dari sisi Rasulullah ﷺ.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَيْطَانٍ رَجِيمٍ}
Dan Al-Qur’an itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk. (At-Takwir: 25)

Rasulullah ﷺ tidak menahan wahyu sedikitpun.

Tidak ada risalah Nabi ﷺ yang tersembunyi.

Kita terima semua ilmu yang bersanad asalkan dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Ketika wafat, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam telah mendidik para sahabat menjadi ulama.

Setelah Allah sebutkan dua rasul yang mulia, Allah menolak cacat nya Al Qur’an.
Allah jaga Al Qur’an.

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar menjaganya.” (QS. Al-Hijr: 9).

{فَأَيْنَ تَذْهَبُونَ}
maka ke manakah kalian akan pergi? (At-Takwir: 26)

Karena Al Qur’an sudah sangat jelas dari Allah dan dijaga oleh Allah.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{إِنْ هُوَ إِلا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ}
Al-Qur’an itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam (At-Takwir: 27)

Kita yakini Allah Yang Sempurna, tidak ada kekurangan apa pun.

Jadikan Al Qur’an sebagai pedoman untuk mengenal perintah dan larangan.

{لِمَنْ شَاءَ مِنْكُمْ أَنْ يَسْتَقِيمَ}
(yaitu) bagi siapa di antara kalian yang man menempuh jalan yang lurus. (At-Takwir: 28)

Setelah jelas mana petunjuk jalan yang lurus..

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَا تَشَآءُوْنَ اِلَّاۤ اَنْ يَّشَآءَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ
“Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan seluruh alam.”
(QS. At-Takwir 81: Ayat 29)

Kita bisa berbuat setelah Allah Menghendaki.

Keinginan makhluk adalah dibawah kehendak Allah.
Kehendak Allah pasti berlaku.

Inilah pentingnya memahami takdir.

🔹 Keyakinan seorang muslim.
1. Pemberi rezeki hanyalah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jangan gantungkan rezeki pada makhluk.
2. Rezeki seluruh makhluk sudah dijamin Allah Subhanahu wa Ta’ala.
3. Rezeki sudah ditetapkan oleh Allah sebelum kita lahir. Sehingga harus cari yang halal.
4. Wajib bertawakkal (sandar QALBU), tentu dengan ikhtiar.

Tawakal tidak boleh dimaknai dengan tawakul (malas).

5. Rezeki bukan hanya harta. Iman, tauhid, sunnah, ilmu bermanfaat, hati yang bahagia, kesehatan, mudah taat itu rezeki.

Semoga bermanfaat.

#tafsir #AhmadZainuddin #albanjary #kiamat #akhirat #takwir #dahsyat #takdir #rezeki

$$##-aa-##$$

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?