TAFSIR JUZ ‘AMMA – 11
📜 *TAFSIR JUZ ‘AMMA – 11*
✒️ Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’ di.
🎤Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary
Ahad, 23 Dzulqaidah 1447H /10 Mei 2026
Dinamakan surat At Takwir diawali ayatnya dengan كُوِّرَتْ yaitu matahari digulung oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُ رَأْيُ عَيْنٍ فَلْيَقْرَأْ:
“Barangsiapa yang ingin melihat hari kiamat seakan-akan ia melihatnya dengan mata kepala sendiri, maka hendaklah ia membaca:
﴿إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ﴾
وَ﴿إِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَتْ﴾
وَ﴿إِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ﴾
HR Tirmidzi
Keutamaan, barangsiapa yang ingin mengenal hari kiamat maka membaca surat ini, surat Al Infithar dan Surat InSyiqaq.
🔹 Surat Al-Qur’an termasuk surat Makkiyyah yang banyak berbicara tentang:
1. Penjelasan tentang keadaan-keadaan genting saat hari kiamat,
2. penegasan bahwa Allah diturunkan dari sisi Allah.
3. Penjelasan bahwa Al Qur’an adalah sumber petunjuk bagi yang ingin mendapatkan petunjuk.
4. Bahwa ehendak makhluk dibawah kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Syaikh As-Sa’di menjelaskan bahwa surat ini mengguncang hati manusia agar sadar terhadap akhirat dan bersiap dengan amal shalih.
Ini adalah ayat tersendiri, awal di setiap surat kecuali surat Taubah bukan bagian dari surat. Termasuk surat Al Fatihah
Allah Ta’ala berfirman:
“Aku membagi shalat (yaitu Al-Fatihah) antara Aku dan hamba-Ku menjadi dua bagian, dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta.”
Kemudian:
Jika hamba membaca:
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Ini ayat pertama.. Dst.
إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ (1) وَإِذَا النُّجُومُ انْكَدَرَتْ (2) وَإِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْ (3) وَإِذَا الْعِشَارُ عُطِّلَتْ (4) وَإِذَا الْوُحُوشُ حُشِرَتْ (5) وَإِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْ (6) وَإِذَا النُّفُوسُ زُوِّجَتْ (7) وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ (8) بِأَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ (9) وَإِذَا الصُّحُفُ نُشِرَتْ (10) وَإِذَا السَّمَاءُ كُشِطَتْ (11) وَإِذَا الْجَحِيمُ سُعِّرَتْ (12) وَإِذَا الْجَنَّةُ أُزْلِفَتْ (13) عَلِمَتْ نَفْسٌ مَا أَحْضَرَتْ (14)
Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan, dan apabila gunung-gunung dihancurkan, dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak dipedulikan), dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan, ‘dan apabila lautan dipanaskan, dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh), apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh, dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka, dan apabila langit dilenyapkan, dan apabila neraka Jahim dinyalakan, dan apabila surga didekatkan, maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya
Apabila perkara-perkara besar ini terjadi maka orang-orang terpisah (kafir dan mukmin). Setiap orang akan mengetahui seluruh perbuatannya, apa yang dia telah kerjakan berupa kebaikan atau keburukan.
“Dan apabila bintang-bintang berjatuhan.” maksudnya sudah tidak dalam garis edarnya.
“Dan apabila bintang-bintang berjatuhan.”
Gunung-gunung hancur dan dipindahkan.
“Dan apabila unta-unta bunting ditinggalkan.” maksudnya segala Harta paling berharga(istilah bagi orang Arab saat itu) pun tidak dipedulikan karena dahsyatnya kiamat.
“Dan apabila binatang liar dikumpulkan.” maksudnya agar Allah membalas kedzaliman sebagian binatang kepada binatang yang lain. Ini bukit keadilan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kedzaliman pada orang lain di hari kiamat tidak diampuni, karena urusannya dengan orang yang didzalimi. Bisa transfer pahala jika ada atau transfer dosa (dari korban ke pelaku kedzaliman).
“Dan apabila lautan dipanaskan.”
Lautan meluap atau dinyalakan sehingga berubah dahsyat.
“Dan apabila ruh-ruh dipertemukan.”
Orang-orang akan dikumpulkan bersama golongan yang sama sifatnya:
orang beriman dengan orang beriman,
pendurhaka dengan pendurhaka.
Nabi ﷺ bersabda,
الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ
“Seseorang akan bersama dengan orang yang ia cintai.” HR Bukhari dan Muslim
Dan ini sesuai dengan firman Allah dalam ayat lain.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
وَسِيقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ جَهَنَّمَ زُمَرًا ۖ
حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا فُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِنكُمْ يَتْلُونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِ رَبِّكُمْ وَيُنذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَا ۚ قَالُوا بَلَىٰ وَلَٰكِنْ حَقَّتْ كَلِمَةُ الْعَذَابِ عَلَى الْكَافِرِينَ
📖 Surah Az-Zumar ayat 71
“Orang-orang kafir digiring ke neraka Jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya dibukakanlah pintu-pintunya dan penjaga-penjaganya berkata kepada mereka:
‘Apakah belum pernah datang kepada kalian rasul-rasul dari kalangan kalian sendiri yang membacakan ayat-ayat Tuhan kalian dan memperingatkan kalian akan pertemuan hari ini?’
Mereka menjawab: ‘Benar, telah datang.’
Tetapi ketetapan azab pasti berlaku terhadap orang-orang kafir.”
{وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ بِأَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ}
apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh. (At-Takwir: 8-9)
Ini adalah perbuatan kaum jahiliyah yang bodoh.
Pertanyaan ini adalah celaan keras bagi orang-orang yang membunuh bayi-bayi perempuan.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالْأُنثَىٰ ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ
يَتَوَارَىٰ مِنَ الْقَوْمِ مِن سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ ۚ أَيُمْسِكُهُ عَلَىٰ هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ ۗ أَلَا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ
📖 Surah An-Nahl ayat 58–59
“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (muram) wajahnya dan dia sangat marah.
Dia menyembunyikan dirinya dari orang banyak karena buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya keputusan mereka itu.”
Anak-anak perempuan adalah penjaga dari api neraka bagi orang tua.
{وَإِذَا الصُّحُفُ نُشِرَتْ}
dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka. (At-Takwir: 10)
Ini adalah lembaran catatan amal setiap hamba, ada yang menerima dengan tangan kanan dan ada yang terima dengan tangan kiri atau dari balik punggungnya.
Semua komentar dan scroll kita di medsos akan masuk catatan amalan kita.
Tanamkan pemahaman bahwa medsos adalah untuk tolong menolong.
Ringankan urusan dunia, tidak tahu banyak urusan dunia gak masalah. Fokus pada bekal akhirat. Perbaiki persiapan akhirat.
{وَإِذَا السَّمَاءُ كُشِطَتْ}
dan apabila langit dilenyapkan. (At-Takwir: 11)
{وَإِذَا الْجَحِيمُ سُعِّرَتْ}
dan apabila neraka Jahim dinyalakan. (At-Takwir: 12)
Dinyalakan dengan kobaran yang tidak ada sebelumnya.
{وَإِذَا الْجَنَّةُ أُزْلِفَتْ}
dan apabila surga didekatkan. (At-Takwir: 13)
Untuk orang-orang sholeh.
➡️ Faidah
1. Ketika kita lihat bahwa alam semesta hancur, akan membuat kita zuhud terhadap apa yang ada di dunia kecuali bermanfaat untuk akhirat kita.
2. Kejadian-kejadian genting di akhirat membuat kita bersiap (dengan amal baik) untuk hadapi hari tersebut.
3. Motivasi untuk berkumpul dengan orang-orang sholeh.
4. Ketika bayi dikubur hidup-hidup, ini pelajaran untuk hati-hati dengan berbuat dzalim kepada makhluk lain.
Semoga bermanfaat.
#tafsir #AhmadZainuddin #albanjary #kiamat #akhirat #takwir #dahsyat
$$##-aa-##$$


