This entry is part 6 of 6 in the series Bayan Salaf
5 menit membaca

🗒️ *BAYAN SABILI SALAF #06*
Penulis – Syaikh Faisal bin Qazar al Jazim.
🎤 Ustadz Dr Musyaffa Ad Dariny, Lc MA
Ahad, 16 Dzulqaidah 1447H/ 3 Mei 2026 (Ba’da Subuh)
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Di kajian sebelumnya kita telah sampai pada bab perintah mengikuti manhaj salaf. Perintah pada asalnya adalah wajib.

➡️ Kebenaran dan Jalannya Allah adalah satu.

Penjelasan ini sangat penting, karena di luar banyak tersebar pemahaman bahwa jalan menuju Allah itu banyak, semua agama berhak masuk surga.

Yang benar adalah jalan kebenaran itu satu.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَذٰلِكُمُ اللّٰهُ رَبُّكُمُ الْحَـقُّ ۚ فَمَا ذَا بَعْدَ الْحَـقِّ اِلَّا الضَّلٰلُ ۚ فَاَ نّٰى تُصْرَفُوْنَ
“Maka itulah Allah, Tuhan kamu yang sebenarnya; maka tidak ada setelah kebenaran itu melainkan kesesatan. Maka mengapa kamu berpaling (dari kebenaran)?”
(QS. Yunus 10: Ayat 32)

Dalam surat Ali Imran..

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” Qs Ali Imran 19.

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ

“Barang siapa mencari agama selain Islam, maka tidak akan diterima darinya, dan di akhirat termasuk orang yang rugi.”
Qs Ali Imran 85

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ
لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

“Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar (agama الحق), agar Dia memenangkannya di atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.”
QS. At-Taubah ayat 33

Dan yang lebih jelas.

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia. Janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya.”
QS. Al-An’am ayat 153

Ada kata صِرَاطِي adalah bentuk tunggal (satu).

Ini seperti dalam surat Al Fatihah,

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِهْدِنَا الصِّرَا طَ الْمُسْتَقِيْمَ 

“Tunjukilah kami jalan yang lurus,”
(QS. Al-Fatihah 1: Ayat 6)

وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ مَعَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّـۧنَ وَٱلصِّدِّيقِينَ وَٱلشُّهَدَآءِ وَٱلصَّـٰلِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُو۟لَـٰٓئِكَ رَفِيقًۭا

Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
Surat An-Nisa (4) Ayat 69

Dan jangan ikuti السُّبُلَ (jalan-jalan).
Dan jangan terpecah belah dari jalan yang satu

عَن سَبِيلِهِ
(dari satu jalan).

Ayat ini (QS Al An’am 153) ditafsirkan sendiri oleh Rasulullah ﷺ, diceritakan oleh Abdullah Ibnu Mas’ud.

خَطَّ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ خَطًّا بِيَدِهِ، ثُمَّ قَالَ: هَذَا سَبِيلُ اللَّهِ مُسْتَقِيمًا،
وَخَطَّ خُطُوطًا عَنْ يَمِينِهِ وَشِمَالِهِ، ثُمَّ قَالَ: هَذِهِ السُّبُلُ، لَيْسَ مِنْهَا سَبِيلٌ إِلَّا عَلَيْهِ شَيْطَانٌ يَدْعُو إِلَيْهِ،
ثُمَّ قَرَأَ: وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ…

“Rasulullah ﷺ membuat satu garis dengan tangan beliau, lalu bersabda:
‘Ini adalah jalan Allah yang lurus.’
Kemudian beliau membuat garis-garis di sebelah kanan dan kiri, lalu bersabda:
‘Ini adalah jalan-jalan lain, tidak ada satu pun jalan itu kecuali ada setan yang mengajak kepadanya.’
Kemudian beliau membaca ayat:
‘Dan bahwa ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah ia, dan jangan mengikuti jalan-jalan (yang lain)…’”
HR Ahmad, Tirmidzi

Jalan kesesatan itu banyak, dan di setiap jalan itu ada syetan yang bekerja.
Hati-hati dengan banyak orang-orang yang punya retorika yang bagus namun menyesatkan.

Ini bukan bukan fanatisme, ini kebenaran.
Fanatik kepada kebenaran.

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

Kebenaran lain nya..

Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَّا نَفْسٌ مُسْلِمَةٌ

“Tidak akan masuk surga kecuali jiwa yang muslim.” HR Bukhari dan Muslim.

🔸 Hadits Pendukung

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَيَأْتِيَنَّ عَلَى أُمَّتِيْ مَا أَتَى عَلَى بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ حَذْوَ النَّعْلِ بِالنَّعْلِ حَتَّى إِنْ كَانَ مِنْهُمْ مَنْ أَتَى أُمَّهُ عَلاَنِيَةً لَكَانَ فِيْ أُمَّتِيْ مَنْ يَصْنَعُ ذَلِكَ وَإِنَّ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ تَفَرَّقَتْ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِيْ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً كُلُّهُمْ فِي النَّارِ إِلاَّ مِلَّةً وَاحِدَةً، قَالُوْا: وَمَنْ هِيَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِيْ.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sungguh akan terjadi pada ummatku, apa yang telah terjadi pada ummat bani Israil sedikit demi sedikit, sehingga jika ada di antara mereka (Bani Israil) yang menyetubuhi ibunya secara terang-terangan, maka niscaya akan ada pada ummatku yang mengerjakan itu. Dan sesungguhnya bani Israil berpecah menjadi tujuh puluh dua millah, semuanya di Neraka kecuali satu millah saja dan ummatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga millah, yang semuanya di Neraka kecuali satu millah.’ (para Shahabat) bertanya, ‘Siapa mereka wahai Rasulullah?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Apa yang aku dan para Shahabatku berada di atasnya.’”
HR Tirmidzi.

Seorang Ulama, Muhammad Ibnul Aslam, disejajarkan dengan Imam Ahmad. Yang
Bahkan disebutkan sebagai tolok ukur kebenaran, setelah membawa dua hadits di atas berkata :

*Maka Hadits tersebut kembali kepada satu makna.
Jalan yang satu lurus dan yang di atas jalanku dan akrab sahabatku..
Maka Agama Allah ada di satu jalan, maka setiap amalan yang aku lakukan, aku kebalikan kepada dua hadits ini. Dan setiap amalan yang menyelisihi dua hadits ini aku tinggalkan.*

Pegang erat prinsip ini. Di dalam syariat kita, banyak amalan yang sudah jelas dasar nya belum kita jalankan. Untuk apa jalankan amalan yang gak jelas Dalilnya.

Dari Aisyah binti Abu Bakar, Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barang siapa mengada-adakan dalam urusan (agama) kami ini sesuatu yang bukan darinya, maka ia tertolak.”
HR Bukhari dan Muslim

Kesempatan beramal itu hanya sekali tapi hidup lebih dari sekali (dunia dan akhirat).
Kalau ibadah maka carilah yang ada tuntunannya, harus ada dalil yang membolehkan.
Kalau dunia – yang penting gak ada larangan.

Mutarrif bin Abdullah bin Asy-Syikhkhir berkata :
“Sesungguhnya kebenaran itu satu dan tidak berpecah,
sedangkan kebatilan itu beraneka ragam dan saling bertentangan.”

نَظَرْتُ فِي الْخَيْرِ كُلِّهِ فَإِذَا هُوَ فِي الدُّعَاءِ،
وَنَظَرْتُ فِي اجْتِمَاعِ النَّاسِ فَإِذَا هُوَ فِي الْحَقِّ،
وَالْحَقُّ وَاحِدٌ لَا يَتَفَرَّقُ،
وَالْبَاطِلُ كَثِيرٌ مُتَفَرِّقٌ،
فَمَنْ كَانَ عَلَى الْحَقِّ فَهُوَ عَلَى الْجَمَاعَةِ وَلَوْ كَانَ وَحْدَهُ

“Aku memperhatikan seluruh kebaikan, ternyata semuanya ada pada doa.
Aku juga memperhatikan persatuan manusia, ternyata itu ada pada kebenaran.
Dan kebenaran itu satu, tidak berpecah.
Sedangkan kebatilan itu banyak dan berpecah-pecah.
Maka siapa yang berada di atas kebenaran, dialah yang berada di atas jama’ah, walaupun ia sendirian.”

Seharusnya Ahlu sunnah itu bisa menyatukan, bila ada ulama yang mengajarkan perpecahan maka perlu dipertanyakan ke Ahlu sunnahan nya..

✅ Kesimpulan

🔸 bahwa jalan kebenaran itu hanya satu.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا لَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا  ۗ وَاِ نَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.”
(QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 69)

Di sini Allah sebut dengan bentuk plural
Yaitu

Makna subul dalam banyak amal-amal kebaikan dalam jumlah banyak dalam syariat Islam.
Jadi tidak ada pertentangan.

🔸 Jalan yang satu itu jalan nya Nabi ﷺ dan jalannya para shahabat radhiyallahu anhum.

🔸 Keselamatan manusia terikat dengan mengikuti jalan ini.

🔸 Ada ancaman bagi yang menyelisihi jalan ini.

🔸 Bahwa manhaj salaf adalah jalan atau metode (bukan pada tokoh atau figur).

Ulama banyak perselisihan tapi mereka tetap bersatu, selisih hanya dalam hal fiqih, dan tetap dalam Aqidah yang benar.

🔸 *Batil* nya ajakan untuk menerima pendapat yang saling menafikan (terutama dalam hal Aqidah) , ajakan untuk menerima semua kebenaran (pluralisme).

Semoga bermanfaat.

#sunnah #salaf #sahabat #manhaj #aqidah #bid’ah #pecahbelah #persatuan

##$$-aa-$$##

Bayan Salaf

BAYAN SABILI SALAF #05
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?