SIFAT SHOLAT NABI # SHOLAT IBADAH YANG ISTIMEWA
- SIFAT SHOLAT NABI:#1 – Sholat di atas mimbar dan sutrah
- SIFAT SHOLAT NABI # MEMBACA AL FATIHAH
- SIFAT SHOLAT NABI # BACAAN AL FATIHAH
- SIFAT SHOLAT NABI# BACAAN SETELAH AL FATIHAH
- SIFAT SHOLAT NABI#BACAAN SETELAH ALFATIHAH (LANJUTAN)
- SIFAT SHOLAT NABI # SHOLAT IBADAH YANG ISTIMEWA
- SIFAT SHOLAT NABI # NIAT
- SIFAT SHOLAT NABI#BACAAN SHALAT MALAM & SHALAT JUM’AT
- SIFAT SHOLAT NABI # BACAAN SHALAT FAJAR-DHUHUR-ASHAR-MAGHRIB
- SIFAT SHOLAT NABI# MEMBACA DENGAN SUARA KERAS ATAU LIRIH
Diterbitkan pertama kali pada: 04-Jul-2020 @ 16:31
4 menit membaca*Sholat ibadah yang istimewa.*
1 Jumadil Akhir 1439 H
Ustadz Dr Musyaffa Ad Dariny
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ
“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656)
Catatan : pahala shalat seluruh malam, jika kedua syarat terpenuhi.
Kaidah umum, 1 kebaikan akan dilipatgandakan 10 kali.
Firman Allah Ta’ala,
مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَى إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).” (QS. Al An’am: 160).
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam hadits yang diriwayatkan dari Aus bin Aus Radliyallah ‘Anhu, bersabda:
مَنْ غَسَّلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاغْتَسَلَ ثُمَّ بَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ وَدَنَا مِنْ الْإِمَامِ فَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ أَجْرُ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا
“Barangsiapa mandi pada hari Jum’at, berangkat lebih awal (ke masjid), berjalan kaki dan tidak berkendaraan, mendekat kepada imam dan mendengarkan khutbahnya, dan tidak berbuat yang sia-sia, maka dari setiap langkah yang ditempuhnya dia akan mendapatkan pahala puasa dan qiyamulail setahun.” (HR. Abu Dawud no. 1077, al-Nasai no. 1364 Ahmad no. 15585. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’, no. 6405)
Sholat adalah ibadah yang istimewa, Allah mensyariatkan dengan cara yang istimewa, sementara ibadah yang lain dengan cara menurunkan wahyu.
Allah sangat cinta dengan ibadah sholat. Karena dilakukan berulang ulang setiap harinya, tidak seperti ibadah yang lain.
Sholat juga merupakan rukun Islam kedua, salah satu pondasi Islam.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :
بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ
“Islam dibangun di atas lima (perkara) : Syahadat Laa ilaaha illa Allah dan (syahadat) Muhammad Rasulullah, menegakkan shalat, membayar zakat, hajji, dan puasa Ramadhan”. [HR Bukhari, no. 8].
Para ulama memahami penyebutan urutan tersebut mempunyai makna.
Kata penghubung diatas menggunakan kata و yang bermakna dan, seperti dalam nash-nash syariat yang lain.
Sholat juga menjadi pembeda antara muslim dan kafir.
وَعَنْ جَابِرٍ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، يَقُولُ : (( إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالكُفْرِ ، تَرْكَ الصَّلاَةِ )) رَوَاهُ مُسْلِمٌ .
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya batas antara seseorang dengan syirik dan kufur itu adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 82]
Ulama berbeda pendapat dalam memaknai hadist diatas, pendapat yang paling kuat adalah tidak sampai mengeluarkan dari Islam.
Sholat diwajibkan untuk semua hamba, bukan hanya Islam.
Allah berfirman :
قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ ﴿٤٣﴾ وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ ﴿٤٤﴾ وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ ﴿٤٥﴾ وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ ﴿٤٦﴾ حَتَّىٰ أَتَانَا الْيَقِينُ ﴿٤٨﴾ فَمَا لَهُمْ عَنِ التَّذْكِرَةِ مُعْرِضِينَ
Mereka (para penghuni neraka Saqor) menjawab, “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian”. Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa’at dari orang-orang yang memberikan syafa’at.[Al-Muddatstsir/74: 43-48]
Penghuni neraka adalah umum, termasuk kafir.
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
خَمْسُ صَلَوَاتٍ كَتَبَهُنَّ اللهُ عَلَى الْعِبَادِ ، مَنْ أَتَىٰ بِهِنَّ لَمْ يُضَيِّعْ مِنْهُنَّ شَيْئًا اسْتِخْفَافًا بِحَقِّهِنَّ ؛ كَانَ لَهُ عِنْدَ اللهِ عَهْدٌ أَنْ يُدْخِلَهُ الْـجَنَّـةَ ، وَمَنْ لَمْ يَأْتِ بِهِنَّ ، فَلَيْسَ لَهُ عِنْدَ اللهِ عَهْدٌ ، إِنْ شَاءَ عَذَّبَهُ ، وَإِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُ.
Lima shalat yang Allâh wajibkan atas hamba-Nya. Barangsiapa mengerjakannya dan tidak menyia-nyiakannya sedikit pun karena menganggap enteng, maka ia memiliki perjanjian dengan Allâh untuk memasukkan dia ke surga. Dan barangsiapa tidak mengerjakannya, maka dia tidak memiliki perjanjian dengan Allâh. Jika Allah berkehendak, maka Dia mengadzabnya dan jika Dia berkehendak Dia mengampuninya.
Hadits diriwayatkan oleh banyak ahli hadits.
Sholat adalah ibadah yang pertama kali dihisab.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
” إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسَرَ فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيْضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ تَبَارَكَ وَتَعَالَى : انَظَرُوْا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ؟ فَيُكْمَلُ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيْضَةِ ثُمَّ يَكُوْنُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ ” . وَفِي رِوَايَةٍ : ” ثُمَّ الزَّكَاةُ مِثْلُ ذَلِكَ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ حَسَبَ ذَلِكَ ” .
“Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan, ’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.”
Dalam riwayat lainnya, ”Kemudian zakat akan (diperhitungkan) seperti itu. Kemudian amalan lainnya akan dihisab seperti itu pula.” (HR. Abu Daud no. 864, Ahmad 2: 425, Hakim 1: 262, Baihaqi, 2: 386. Al Hakim mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih dan tidak dikeluarkan oleh Bukhari dan Muslim, penilaian shahih ini disepakati oleh Adz Dzahabi)
Sholat yang buruk, bisa karena bolong 2, tidak tuma’ninah,
Bila kita karena ketidaktahuan kualitas Imam, misalnya terlalu cepat (dalam 1 gerakan) :
– niat mufaraqah, pisah dengan imam
– bila kuatir timbul masalah maka kita berusaha tuma’ninah.
– bila seluruh gerakan Imam tidak tuma’ninah maka kitab wajib mufaraqah.
Allah mewajibkan sholat dalam semua keadaan :
حَـٰفِظُوا۟ عَلَى ٱلصَّلَوَٰتِ وَٱلصَّلَوٰةِ ٱلْوُسْطَىٰ وَقُومُوا۟ لِلَّهِ قَـٰنِتِينَ
Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’. QS Al Baqarah 238.
Sholat memberi kenikmatan dalam hati, tapi hanya bisa dirasakan oleh orang-orang yang bersih hati nya,
Sebagai mana makanan yang bisa terasa lezat bila badan kita tidak sehat.
Hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang menjadi bahagia dalam sholat nya yang artinya :
“Dan pucuk kebahagiaanku dijadikan terletak da dalam shalat.” (HR. Ahmad)
Sholat juga menjadi pelipur lara.
Saat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mendapatkan gunjingan musuh – musuh dakwah nya maka Allah memerintahkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk sujud (sholat).
Intinya ketika hati kita sempit, gundah maka sholat akan melapangkan hati.
Firman Allah :
{وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ}
Dan Kami sungguh-sungguh mengetahui bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (salat). (Al-Hijr: 97-98)
Sholat memberikan pelajaran yang banyak :
1. Pelajaran tauhid, kita harus niatkan karena Allah, bukan riya, syirik kecil namun dosa besar.
Dalam Al Fatihah yang kita baca :
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Hanya EngkaulahYangKami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. QS Al Fatihah 5.
2. Harus sesuai dengan tuntutan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.
3. Sholat memberi pengetahuan kita tentang pentingnya doa.
4. Sholat mengajarkan kita untuk bersatu.
5. Sholat juga mengajarkan kita mencari pemimpin yang baik.
6. Sholat mengajak kita menyadari bahwa Allah Maha Besar.
##$$-aa-$$##


