MAKNA DOA DAN DZIKIR – 60
Diterbitkan pertama kali pada: 30-Nov-2024 @ 07:06
5 menit membacaMAKNA DOA DAN DZIKIR – 60
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
28 Jumadil Awal 1446H/30 Nopember 2024
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
🗞️Kitab – Hisnul Muslim oleh Syaikh Said bin Ali Al Qahthani.
➡️ *109. Apabila ada orang kafir mengucapkan salam*
وَعَلَيْكُمْ
“Apabila ahli kitab mengucapkan salam kepadamu, jawablah: Wa’alai-kum.” HR Bukhari dan Muslim.
✅ FAIDAH
1. Haram hukumnya memulai salam kepada kafir.
Nabi ﷺ,
لَا تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَلَا النَّصَارَى بِالسَّلَامِ
“Janganlah engkau memulai mengucapkan salam kepada orang Yahudi dan Nasrani.” (HR. Muslim)
Karena ucapan salam yang dimulai orang muslim ada pengucapan kemuliaan Islam,dan bila diucapkan kepada kafir maka itu adalah merendahkan nilai salam.
2. Ketika orang kafir ucapkan salam cukup kita jawab dengan wa alaikum.
Hikmah –
Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakan, “Serombongan orang Yahudi meminta ijin untuk bertemu dengan Rasulullah ﷺ , lalu mereka mengucapkan, ‘Assaamu ‘alaikum.’”
‘Aisyah menjawab,
بَلْ عَلَيْكُمُ السَّامُ وَاللَّعْنَةُ
“Kematian atas kalian (juga) dan laknat.”
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menegur ‘Aisyah dengan mengatakan,
يَا عَائِشَةُ، إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الْأَمْرِ كُلِّهِ
“Wahai ‘Aisyah, sesungguhnya Allah itu suka dengan lemah lembut dalam segala urusan.”
‘Aisyah mengatakan, “Tidakkah Engkau mendengar ucapan mereka?”
Rasulullah ﷺ menjawab,
قَدْ قُلْتُ وَعَلَيْكُمْ
“Sungguh aku telah menjawab ‘wa’alaikum.’” (HR. Muslim)
Syaikh Muhammad Naashiruddin Al-Albani rahimahullahu Ta’ala berkata,
و الرد عليهم بـ ( و عليكم ) محمول عندي على ما إذا لم يكن سلامهم صريحا ، و إلا وجب مقابلتهم بالمثل : ( و عليكم السلام ) لعموم قوله تعالى : ( و إذا حييتم بتحية فحيوا بأحسن منها أو ردوها )
“Menjawab salam mereka dengan ucapan ‘wa’alaikum’ itu aku pahami menurutku jika ucapan salam tersebut tidak jelas. Adapun jika jelas (mengucapkan “Assalaamu ‘alaikum”), maka wajib dijawab dengan yang semisal, yaitu “Wa’alaikumussalaam”, hal ini berdasarkan makna umum dari firman Allah Ta’ala … (yaitu surat An-Nisa’ ayat 86 yang telah kami kutip di atas, pen.)” (Silsilah Ash-Shahihah, 5: 241)
3. Beberapa hadits menunjukkan bahwa orang yahudi itu membuat makar.
Yahudi cemburu pada dua kalimat – yaitu salam dan ucapan Amin (saat sholat).
Rasulullah ﷺ bersabda: “tidaklah orang-orang Yahudi dengki terhadap sesuatu melebihi kedengkian mereka terhadap salam dan kalimat amin”.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إذا أمَّن الإمامُ فأمِّنوا؛ فإنَّه مَن وافَقَ تأمينُه تأمينَ الملائكةِ، غُفِرَ له ما تقدَّمَ مِن ذَنبِه
“Jika imam mulai mengucapkan ‘Aamiin’ ucapkanlah ‘Aamiin’! Karena barangsiapa yang ucapan aminnya bertepatan dengan ucapan amin malaikat, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu.” HR Bukhari.
4. Apabila dalam forum ada muslim dan non muslim maka para ulama membolehkan ucapan Assalamualaikum.
Berdasarkan hadits dari Usamah bin Zaid radhiyallahu’anhu, beliau berkata:
أن النبي صلى الله عليه وسلم ركب حماراً عليه إكافٌ تحته قطيفة فدكية، وأردف وراءهُ أسامة بن زيد وهو يعود سعد بن عبادة في بني الحارث بن الخزرج – وذلك قبل وقعة بدر – حتى مرَّ في مجلس فيه أخلاطٌ من المسلمين والمشركين عبدة الأوثان واليهود، وفيهم عبدالله بن أبيِّ سلول، وفي المجلس عبدالله بن رواحة. فلما غشيت المجلس عجاجة الدابة خمَّر عبدالله بن أبيٍّ أنفه بردائه، ثم قال: لا تغبروا علينا. فسلم عليهم النبي صلى الله عليه وسلم ثم وقف فنزل فدعاهم إلى الله، وقرأ عليهم القرآن
“Suatu kala Nabi shallallahu’alaihi wa sallam menaiki keledai yang berpelana dan di bawahnya ada kain selimut usang buatan Fadakiyah. Ketika itu Usamah bin Zaid membonceng di belakang beliau. Ketika itu Nabi hendak menjenguk Sa’ad bin Ubadah di perkampungan Bani Harits bin Khazraj sebelum perang Badr. Di tengah perjalanan, beliau melewati suatu majelis yang terdiri dari orang-orang muslim, orang-orang musyrikin penyembah berhala, dan orang-orang Yahudi. Di antara mereka terdapat Abdullah bin Ubay dan Abdullah bin Rawahah. Ketika melihat debu bekas derap langkah kami, Abdullah bin Ubay menutup hidungnya dengan rida’, sambil berkata, “Janganlah kalian taburkan debu kepada kami!”. Maka Nabi ﷺ memberi salam kepada mereka, kemudian berhenti dan turun. Beliau mengajak mereka kepada Allah dengan membacakan ayat-ayat al-Qur’an kepada mereka” (HR. Bukhari dan Muslim).
Nabi ﷺ dalam kirim surat kepada Raja Kafir juga ada salam yang mengikat.
Contoh yang dikirim Rasulullah ﷺ kepada Raja Heraclius :
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، مِنْ مُحَمَّدٍ عَبْدِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى هِرَقْلَ عَظِيمِ الرُّومِ: سَلاَمٌ عَلَى مَنِ اتَّبَعَ الهُدَى، أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أَدْعُوكَ بِدِعَايَةِ الإِسْلاَمِ، أَسْلِمْ تَسْلَمْ، يُؤْتِكَ اللَّهُ أَجْرَكَ مَرَّتَيْنِ، فَإِنْ تَوَلَّيْتَ فَإِنَّ عَلَيْكَ إِثْمَ الأَرِيسِيِّينَ ” وَ {يَا أَهْلَ الكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَنْ لاَ نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلاَ نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلاَ يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ}
Bismillahir rahmanir rahiim…
Dari Muhammad, hamba Allah dan utusan-Nya
Kepada Heraclius, raja Romawi
Salaamun ‘ala manit-taba’al huda, amma ba’du
*(keselamatan bagi yang mengikuti petunjuk, selanjutnya)*
Saya mengajak Anda dengan seruan Islam. Masuklah Islam, niscaya Anda akan selamat. Allah akan memberikan pahala kepada-Mu dua kali. Jika Anda berpaling (tidak menerima) maka Anda menanggung semua dosa kaum Arisiyin. Katakanlah, “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah”. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (QS. Ali Imran: 64). HR Bukhari dan Muslim.
5. Siapa saja yang dapat salam melalui tulisan, maka kita jawab juga salam tersebut.
6. Larangan isyarat lambaian tangan (bunyi klakson) saja tanpa diiringi dengan ucapan salam.
➡️ *110. Petunjuk ketika mendengar kokok ayam dan ringkikan keledai*
Rasulullah ﷺ bersabda,
إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيْكَةِ فَاسْأَلُوا اللهَ مِنْ فَضْلِهِ، فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا، وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيْقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوْا بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًا
“Apabila kamu mendengar ayam berkokok, mintalah anugerah kepada Allah, sesungguhnya ia melihat malaikat.
Tapi apabila engkau mendengar keledai meringkik, mintalah perlindungan kepada Allah dari gangguan setan, sesungguhnya ia melihat setan”. HR Bukhari dan Muslim.
Contoh doa minta anugerah adalah
َّأَللَّهٌمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
Ya Allah saya minta karunia Mu.
✅ FAIDAH
1. Ayam jago sangat diistimewakan dalam Islam karena tahu waktu sholat.
2. Sunnah hukumnya untuk berdoa saat dengar ayam jago berkokok.
3. Tidak boleh mencela ayam jago yang berkokok.
➡️ *111. Petunjuk apabila mendengar anjing menggonggong*
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
إِذَا سَمِعْتُمْ نُبَاحَ الْكِلاَبِ وَنَهِيْقَ الْحَمِيْرِ بِاللَّيْلِ فَتَعَوَّذُوْا بِاللَّهِ مِنْهُنَّ فَإِنَّهُنَّ يَرَيْنَ مَا لاَ تَرَوْنَ
“Apabila kamu mendengar anjing menggonggong dan mendengar keledai meringkik di malam hari, mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya mereka melihat apa yang tidak kamu lihat”. [HR. Abu Dawud dan Ahmad]
Pada saat malam biasa nya setan dan jin berkeliling untuk mencari tempat menginap. Takut akan setan itu takut yang wajar, seperti takut pada binatang buas. Ini takut yang dibolehkan dalam syariat Islam.
✅. FAIDAH
1. Anjuran untuk berlindung kepada Allah dari setan, saat dengar anjing menggonggong dan keledai meringkik.
2. Hati-hati bila keluar rumah di malam hari.
3. Anjing dan keledai bisa melihat setan.
➡️ *112. Mendo’akan kepada orang yang anda caci*
Doa yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ,
اَللَّهُمَّ فَأَيُّمَا مُؤْمِنٍ سَبَبْتُهُ فَاجْعَلْ ذَلِكَ لَهُ قُرْبَةً إِلَيْكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Allaahumma fa ayyumaa mu’minin sababtuhu aj’al dzaalika lahu qurbatan ilaika yaumal qiyaamah.
“Ya Allah, siapa saja orang mukmin yang kucaci, jadikanlah sebagai sarana yang mendekatkan dirinya kepada-Mu di hari Kiamat.”
[HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari 11/171, Muslim 4/2007, dan kalimatnya: “Jadikanlah sebagai pembersih dan rahmat”]
Doa ini diriwayatkan Dari ibunda kaum muslimin – Aisyah radhiyallahu anhaa.
Doa ini bukan khusus untuk Nabi ﷺ, tapi umum dan bisa kita amalkan.
✅ FAIDAH
1. Dua orang yang Nabi ﷺ marahin itu memang berhak mendapat marah karena perbuatannya dan setelah itu memperbaiki kesalahan dan Nabi ﷺ doakan kebaikan.
Bisa jadi kemarahan Nabi ﷺ karena tidak sengaja, karena ketidaktahuan beliau ﷺ.
Nabi ﷺ pernah mendoakan kebaikan untuk Muawiyah bin Abi Sufyan.
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ : كُنْتُ أَلْعَبُ مَعَ الصِّبْيَانِ فَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَوَارَيْتُ خَلْفَ بَابٍ ، قَالَ : فَجَاءَ فَحَطَأَنِي حَطْأَةً وَقَالَ : اذْهَبْ وَادْعُ لِي مُعَاوِيَةَ ، قَالَ فَجِئْتُ فَقُلْتُ : هُوَ يَأْكُلُ ، قَالَ : ثُمَّ قَالَ لِيَ : اذْهَبْ فَادْعُ لِي مُعَاوِيَةَ ، قَالَ : فَجِئْتُ فَقُلْتُ : هُوَ يَأْكُلُ ، فَقَالَ : لَا أَشْبَعَ اللَّهُ بَطْنَهُ
Dari Ibnu Abbas, dia berkata: “Aku sedang bermain dengan anak-anak, lalu Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang, maka aku bersembunyi di balik pintu. Beliau datang lalu menepuk bahuku dan bersabda,’Pergilah! Panggilkan Mu’awiyah untukku!‘. Aku datang kemudian, aku berkata, ‘Dia sedang makan,’ lalu beliau bersabda,‘Pergilah! Panggilkan Mu’awiyah untukku!‘ Aku datang, kemudian aku berkata,’Dia sedang makan,’ maka beliau bersabda,‘Semoga Allah tidak mengenyangkan perutnya’.” (HR Muslim).
Sebagian orang menjadikan hadits ini sebagai celaan bagi Mu’awiyah Radhiyallahu anhu , namun banyak ulama memahaminya sebagai keutamaan bagi Mu’awiyah Radhiyallahu anhu .
Muawiyah dikenal sebagai orang yang dermawan, suka memberi makan orang yang lain. (tidak pernah kenyang).
2. Doakan orang yang pernah kita caci/cela.
Semoga bermanfaat.
#salaf #sunnah #salam #ayam #keledai #caci #cela
##$$-aa-##$$

